Sunday, March 10, 2019

1989. AKHLAK NABI MUHAMMAD










AKHLAK NABI MUHAMMAD
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang akhlak Nabi Muhammad?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
1.    Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 174.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمْ بُرْهَانٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا
    
      “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu. Bukti kebenaran dari Tuhanmu. Yaitu Muhammad dengan mukjizatnya.  Telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang, yaitu Al-Quran.”

2.    Para ulama menjelaskan bahwa akhlak dan kepribadian Nabi Muhammad adalah  bukti kebenaran.
3.    Nabi Muhammad dilahirkan yatim, karena Abdullah bin Abdul Muththalib ( ayah Nabi) sudah meninggal dunia dan beliau dibesarkan dalam keluarga miskin.
4.     Nabi Muhammad diasuh Halimah (wanita berasal dari suku Sakdiyah), hidup dalam lingkungan pedesaan (sekitar 80 km dari Mekah), mulai bayi sampai sekitar 6 tahun.
5.    Nabi Muhammad diasuh kakeknya (Abdul Muththalib), sejak umur 6 sampai 8 tahun, kemudian ikut pamannya (Abi Thalib), mulai umur 8 tahun.
6.    Waktu remaja, Nabi Muhammad bertugas menggembala kambing di padang pasir yang luas, milik Abi Thalib dan masyarakat sekitarnya bersama teman sebayanya.
7.    Nabi Muhammad tidak bersekolah, sehingga beliau tidak pandai membaca dan menulis.
8.    Nabi Muhammad hidup dalam lingkungan terbelakang, primitif, masyarakatnya sederhana, peradabannya belum maju dan masih kuno.
9.    Pada zaman itu, terdapat dua kerajaan besar, yaitu kerajaan Persia dan kerajaan Romawi.
10. Meskipun demikian, tidak satu pun faktor negatif tersebut membawa dampak  terhadap Nabi Muhammad, bahkan sebaliknya Nabi Muhammad diakui oleh banyak ahli dunia, dalam berbagai displin ilmu, sebagai manusia terbesar sepanjang sejarah.
11. Thomas Carlyle, seorang sejarawan non-muslim dari Scotlandia, menulis tentang Nabi Muhammad dengan ukuran “kepahlawanan”.
12. Thomas menulis, "Putra padang pasir ini memiliki hati yang dalam. Spirit sosial yang luas. Tidak pernah terbersit dalam benaknya untuk mengejar kekuasaan.       Muhammad termasuk orang yang penuh semangat, mementingkan kecintaan, termasuk pribadi yang memiliki sifat ikhlas dan persabahatan, ketika yang lain sibuk menyesatkan, menipu orang lain, Muhammad tidak masuk dalam kalangan penipu dan bukan orang yang menyesatkan."
13. Thomas Carlyle menambahkan, "Ucapan Muhammad mengena langsung pada setiap kalbu, masyarakat pasti mendengarkan ucapannya. Jika tidak,  maka mereka tidak akan percaya ucapan lainnya. Kalian mengatakan Muhammad sebagai Nabi. Memang benar! Dia penyampai wahyu Allah kepada kita. Kalian perhatikan setiap ucapan Muhammad, apakah kalian menyebutnya seorang penyair atau Nabi?”
14. Thomas Carlyle melanjutkan,“Menurut saya, manusia besar ini diciptakan dari kedalaman alam semesta. Allah memberi ilmu dan hikmah kepada Muhammad, sehingga kita wajib merenungkan setiap ucapannya. Sejak awal kehidupannya, Muhammad dikenal sebagai pemuda yang pandai, sehingga teman-temannya memberinya gelar Al-Amin (orang yang dapat dipercaya), kondisinya sangat jelas di mata masyarakat.”
15.  “Muhammad mencuci pakaiannya sendiri, memperbaiki sepatunya, ia gemar bermusyarawah dengan orang lain, dengannya dia memimpin rakyatnya, sesuka kalian menyebutnya,” lanjut Thomas.
16. Thomas menulis,“Tidak ada raja dan kaisar dengan segala kemewahan, dengan mahkota dan kekayaannya, yang lebih ditaati dan dipatuhi ketimbang Muhammad, padahal dia seorang pemimpin yang mencuci pakaiannya sendiri.”
17. “Manusia besar ini, sepanjang 23 tahun, dengan beragam kesulitan dan cobaan, tetapi dia tetap tegar. Saya menyebutnya sebagai seorang pahlawan, karena memang Muhammad layak mendapatkan gelar ini." tulis Thomas.
a.    Para ahli non-muslim yang lain, misalnya Marcus Dods dengan ukuran “keberanian moral”.
b.    Nazmi Luke dengan “metode pembuktian Al-Quran,”.
c.    Will Durant dengan ukuran “hasil karya”.
d.    Michael H. Hart dengan “pengaruh yang ditinggalkan”.
e.    Masih banyak lainnya.
f.     Semuanya non-muslim dan berkesimpulan bahwa Nabi Muhammad adalah manusia luar biasa.
18. Nabi Muhammad seorang yang sederhana, harta paling mewah berupa sepasang alas kakiberwarna kuning hadiah dari Negus Abissina.
19. Nabi Muhamad tinggal di sebuah pondok kecil beratapkan jerami, tinggi atapnya dapat dijangkau seorang remaja.
20. Kamar-kamar Nabi Muhammad dipisahkan dengan batang pohon, yang direkat dengan lumpur bercampur kapur.
21. Nabi Muhamad menyalakan api sendiri, mengepel lantai, memerah susu kambing, dan menjahit alas kakinya yang putus.
22. Makanan paling mewah, meskipun jarang dinikmati, berupa madu, susu, dan paha kambing.
23. Nabi Muhammad tetap bergaya hidup demikian, meskipun sudah menguasai seluruh daerah Arab.
24. Perilaku Nabi Muhammad secara umum tenang, tenteram,  bersifat gagah berani, memiliki senyum memikat, kadang kala lebih pemalu dibandingkan gadis pingitan dan kemampuan intelektualnya tinggi.
25. Daya imajinasi Nabi Muhammad luar biasa, ekspresinya amat dalam, cara memperlihatkan gagasan dan perasaan sungguh hebat, gaya pengungkapan dan  proses menyatakan maksud sungguh menakjubkan.
26.  Semua sifat manusia sempurna terkumpul dalam diri Nabi Muhammad dengan kepribadian yang lengkap, sebagai seorang  pekerja, pemikir, pengabdi, dan seniman.
27. Budi pekerti Nabi amat luhur, beliau mengulurkan tangan terlebih dahulu untuk bersalaman, tidak dilepasnya sebelum yang dijabat melepaskannya, dan tidak pernah menjulurkan kaki di depan para sahabatnya yang duduk.
28. Nabi Muhammad berjalan cepat, seperti orang turun dari ketinggian, menoleh dengan seluruh badannya, menunjuk dengan seluruh jarinya, berbicara pelan sesuai dengan dialek mitra bicaranya, sambil sesekali menggigit bibirnya.
29. Nabi Muhammad mengelengkan kepala, menepuk jari telunjuk tangan kanan ke telapak tangan kirinya, dan cetusan paling buruk dalam percakapan.” Apakah yang terjadi pada orang itu? Semoga dahinya berlumuran lumpur.”  
30. Seorang muslim akan kagum kepada Nabi dengan kekagumam berlipat. Sekali waktu memandang dalam kacamata agama, kali lain dalam kacamata kemanusiaan.
31.  Nabi Muhammad adalah bukti kebenaran Allah Yang Maha Agung.

32. Al-Quran surah Al-Ahzab (surah ke-33) ayat 56.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

       “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi. Ucapkan salam penghormatan kepadanya.”

Daftar Pustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.
2.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  
3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran. Daftar Pustaka
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.    Tafsirq.com online


Related Posts:

0 comments:

Post a Comment