Thursday, April 11, 2019

2111 WAHYU KE 7-8-9


WAHYU KE-7 SAMPAI KE-9
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang wahyu ke-7 sampai ke-9?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
1.    Wahyu ke-7 dalam Al-Quran adalah surat Al-A’la (surah ke-87) ayat 1-19.
2.    Dalam surah Al-A’la disebutkan kata “Rabbuka”, “Allah”, dan “Rabbihi” masing-masing sekali.
3.    Al-Quran adalah surat Al-A’la (surah ke-87) ayat 1-19.
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى
الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّىٰ
     وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَىٰ
وَالَّذِي أَخْرَجَ الْمَرْعَىٰ
 فَجَعَلَهُ غُثَاءً أَحْوَىٰ
سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسَىٰ
إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ إِنَّهُ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفَىٰ
وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرَىٰ
فَذَكِّرْ إِنْ نَفَعَتِ الذِّكْرَىٰ
سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَخْشَىٰ
وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى
الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَىٰ
ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰ
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىٰ
وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ
بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا
وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ
إِنَّ هَٰذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَىٰ
صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ
       Sucikan nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi, yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya), dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk, dan yang menumbuhkan rumput-rumputan, lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman.
      Kami akan membacakan (Al-Quran) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.
      Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah, oleh sebab itu berikan peringatan karena peringatan itu bermanfaat, orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran, orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya.
      (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.
      Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat.
       Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia, sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa.  

4.    Dalam surah Al-A’la (surah ke-87), kata “Allah” dicantumkan untuk pertama kalinya dalam rangkaian wahyu Al-Quran, yang menjelaskan sifat Allah Yang Maha Suci, dan perbuatan Allah lainnya.
5.    Wahyu ke-8 adalah surah Alam Nasyrah (surah ke-94) ayat 1-8. (Al-Insyirah)
6.   أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ
الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ
   فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
  فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ
وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ
      
      Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, Dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama) mu.
      Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
      Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakan dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmu hendaknya kamu berharap.  

7.    Wahyu ke-9 adalah surah Al-Ashr (surah ke-103) ayat 1-3.
8.   وَالْعَصْرِ
9.   إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

      Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.  

10. Dalam wahyu ke-7 sampai ke-9 tidak terdapat kata “Allah”
11. Kata “Allah” akan muncul dalam wahyu ke-19 yaitu surah Al-Ikhlas (surah ke-112) ayat 1-4.
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
     اللَّهُ الصَّمَدُ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
 وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
      Katakan: "Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".  

1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  
2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
5.    Tafsirq.com online.







Related Posts:

0 comments:

Post a Comment