(Seri
ke-5)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
![]() |
Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang haji
dan umrah pada musim haji tahun 2018?” Kementerian Agama Rl menjelaskannya.
65. Apakah
yang dimaksud dengan munajat?
Munajat adalah mencurahkan isi hati, berserah
diri untuk mendekatkan diri kepada Allah.
66. Di
manakah letak Multazam?
Multazam adalah tempat yang terletak di antara
Hajar Aswad dengan pintu Kakbah.
67. Apakah hukumnya bermunajat di Multazam?
Hukumnya sunah, jika kondisi
memungkinkan.
68. Bagaimana
cara bermunajat di Multazam?
Bermunajat di Multazam dapat dilakukan
dengan merapatkan badan ke dinding Multazam, jika tidak mungkin cukup
dilaksanakan dengan mengambil posisi di depan Multazam.
69. Kapan
bermunajat di Multazam dapat dilakukan?
Disunahkan setelah selesai tawaf, dan
dapat dilakukan kapan pun.
70. Apakah
Makam Ibrahim dan di manakah letaknya?
1) Makam
Ibraim adalah batu tempat berpijak Nabi Ibrahim ketika membangun Kakbah.
2) Terletak
di antara Hajar Aswad dengan Rukun Syami.
3) Berjarak
sekitar 11 meter di tenggara Kakbah.
4) Disimpan
dalam bangunan berbentuk semacam sangkar burung.
5) Berupa
batu bekas telapak kaki Nabi Ibrahim.
71. Apa
saja yang dapat dilakukan di Makam Ibrahim?
Dapat melakukan salat sunah menghadap
Kakbah, di belakang Makam Ibrahim.
72. Apa
dan di manakah letak Hijir Ismail?
1) Hijir
Ismail adalah bagian bangunan Kakbah.
2) Terletak
di antara Rukun Syami dengan Rukun Iraqi.
3) Berada
di bagian utara Kakbah.
4) Berupa
bangunan tembok berbentuk setengah lingkaran.
5) Jika
tawaf, harus berputar di luar dinding Hijir Ismail.
73. Apa
saja ibadah yang dapat dilakukan di Hijir Ismail?
1) Dapat
melakukan salat sunah, berdoa, berzikir yang tidak ada kaitanya dengan tawaf.
2) Salat
di Hijir Ismail bernilai sama dengan salat di dalam Kakbah.
74. Kapan
salat sunah dapat dilakukan di Hjiir Ismail?
Kapan saja, selain pada
waktu datangnya salat fardu.
75. Apakah
yang dimaksud dengan sai?
1) Sai
adalah berjalan dari bukit Safa ke Marwa dan sebaliknya sebanyak 7 kali.
2) Dimulai
di Safa dan berakhir di Marwa.
3) Perjalanan
dari Safa ke Marwa dihitung 1 kali, dan kembalinya dari Marwa ke Safa dihitung
1 kali.
4) Bagi
orang yanguzur/sakit boleh menggunakan kursi roda dibantu keluarganya.
76. Apakah
jamaah haji yang mengerjakan sai harus dalam kondisi suci dari hadas besar dan
dari hadaskecil?
Tidak harus, tetapi disunahkan dalam
keadaan suci dari hadas besar dan kecil.
77. Apakah
ketika sai di wajibkan naik ke atas bukit Safa dan Marwa?
Tidak wajib, hanya
disarankan, tetapi jika tidak mungkin cukup samapi di kaki bukit Safa dan Marwa
saja.
78. Apakah
hukumnya lari-lari kecil antara dua pilar (lampu hijau)?
Disunahkan bagi pria, tetapi
bagi wanita cukup mempercepat langkah saja.
79. Apakah
dianjurkan mengangkat kedua tangan sambil bertakbir menghadap Kakbah ketika
berada di Safa dan Marwa sewaktu sai?
1) Disunahkan
berdoa mengangkat kedua tangan sambil menghadap Kakbah.
2) Tidak
disunahkan mengangkat kedua tangan sambil bertakbir menghadap Kakbah.
80. Apakah
sai harus dihentikan, jika datang waktunya salat wajib berjamaah?
1) Sai
berhenti dan dilanjutkan setelah salat berjamaah, bagi orang yang berpendapat
salat berjamaah hukumnya fardu ain (kewajiban perorangan).
2) Sai
boleh diteruskan jika kondisi memungkinkan, bagi orang yang berpendapat salat
berjamaah hukumnya fardu kifayah (kewajibanmasyarakat).
81. Apakah
ada sai sunah?
Tidak ada sai sunah.
82. Apakah
yang dilakukan setelah selesai mengerjakan sai dalam ibadah umrah?
Mencukur rambut kepala
(tahalul).
83. Bagaimana
caranya, jika jamaah ragu-ragu jumlah hitungan tawaf/sai?
Harus dianggap hitungan
lebih kecil.
84. Bagaimana,
jika memulai sai dari Marwa?
Sainya sah, tetapi harus
menambah satu perjalanan lagi, sehingga berakhir di Marwa.
85. Kapan
dan berapa lama waktu wukuf di Arafah?
1) Waktu
wukuf di Arafah mulai setelah Zuhur 9 Zulhijah sampai sebelum Subuh 10
Zulhijah.
2) Wukufnya
sah, meskipun hanya berada sesaat di Arafah mulai setelah Zuhur 9 Zulhijah
sampai sebelum Subuh 10 Zulhijah, tetapi diutamakan mendapatkan sebagian waktu siang dan malam.
86. Apa
yang dilakukan jemaah haji Indonesia pada tanggal 8 Zulhijah?
1) Tanggal
8 Zulhijah adalah hari Tarwiyah (hari Perbekalan), jemaah yang berhaji TAMATTU
mulai berpakaian ihram dan berniat haji di hotel masing-masing.
2) Bagi
jemaah yang berhaji IFRAD dan QIRAN tidak berniat haji lagi, karena masih dalam
kondisi berihram sejak dari mikat.
3) Berpakaian
ihram berangkat dari hotel di Mekah menuju Arafah.
87. Apa
yang dilakukan jemaah haji pada tanggal 9 Zulhijah?
1) Tanggal
9 Zulhijah adalah hari Arafah (karena semua jemaah haji dari seluruh dunia
melaksanakan wukuf di Arafah).
2) Jemaah
yang telah berada di dalam tenda masing-masing memperbanyak berdoa, berzikir,
dan membaca Al-Quran.
3) Jemaah
menunggu waktu wukuf yang dimulai setelah waktu Zuhur (9 Zulhijah) sampai
sebelum Subuh (10 Zulhijah).
88. Apa saja
kegiatan jemaah haji sewaktu wukuf di Arafah?
1) Memperbanyak
memohon ampunan kepada Allah, berdoa, berzikir, dan membaca Al-Quran.
2) Boleh
berdoa dan berzikir sendiri-sendiri dan boleh bersama-sama.
89. Apakah
jemaah haji yang wukuf di Arafah wajib dalam kondisi suci dari hadas besar dan
kecil?
1) Tidak
wajib dalam kondisi suci dari hadas besar maupun hadas kecil.
2) Wanita
haid/nifas/junub boleh dan sah ikut wukuf di Arafah.
90. Apakah
selama wukuf, jemaah haji harus berada di dalam tenda?
1) Boleh
di dalam dan boleh di luar tenda.
2) Wajib
berada di area Arafah.
91. Bagaimana
hukumnya orang yang pingsan (tidak sadar diri) wukuf di Arafah?
1) Mazhab
Maliki berpendapat wukufnya sah, asalkan dalam keadaan berihram.
2) Mazhab
Hanafi, Syafii, dan Hambali berpendapat wukufnya tidak sah.
92. Apakah
tata cara salat Zuhur dan Asar jamak qasar di Arafah sama dengan di tempat?
Sama saja, tidak ada perbedaan.
93. Apa
hukumnya mabit (bermalam) di Mina pada hari Tarwiyah (hari Perbekalan) tanggal
8 Zuhijah?
Sebagian ulama berpendapat hukumnya sunah
(dianjurkan).
Daftar Pustaka
1. Rasjid,
Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).
Penerbit Sinar Baru Algensindo, cetakan ke-80, Bandung, 2017.
2. Panduan
Perjalanan Haji, 2018, Departemen Agama RI
3. Bimbingan
Manasik Haji, 2018, Departemen Agama RI
4. Hikmah
Ibadah Haji, 2018, Departemen Agama RI
5. Tuntunan
Keselamatan, Doa, dan Zikir Ibadah Haji, 2018, Departemen Agama RI
6. Haji,
Umrah, dan Ziarah, 1425 H, Dicetak dan diterbitkan oleh Kerajaan Arab Saudi.
0 comments:
Post a Comment