(Seri
ke-6)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
![]() |
Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang haji
dan umrah pada musim haji tahun 2018?” Kementerian Agama Rl menjelaskannya.
94. Apakah
yang dimaksud dengan melontar jamrah?
Melontar jamrah (jumrah) adalah melontar
marma (tempat melontar) dengan batu kerikil pada hari Nahr/Idul Adha (10
Zulhjah) dan hari Tasyrik 11,12, dan 13 Zulhijah).
95. Di
mana letak Jamrah Ula, Wusta, dan Aqabah?
1) Jamrah
Ula (pertama) adalah jamrah di Mina yang terletak paling dekat dengan
Muzdalifah.
2) Jamrah
Wusta (kedua) adalah jamrah yang terletak di tengah-tengah antara Jamrah Ula
dan Jamrah Aqabah.
3) Jamrah
Aqabah (ketiga) adalah jamrah di Mina yang terletak paling dekat dengan Mekah.
96. Kapan
waktu melontarkan jamrah?
A. Tanggal
10 Zulhijah melontar Jamrah (Jumrah) Aqabah..
1) Waktu
jawaz (dibolehkan): setelah pukul 24.00 (pergantian 9 Zulhijah dengan 10
Zulhijah) sampai pukul 05.00 (10 Zulhijah).
2) Waktu
utama : pukul 05.00 sampai 12.00 (padat)
3) Waktu
ikhtiar : pukul 12.00 sampai 18.00
B. Tanggal
11, 12, dan 13 Zulhijah (hari Tasyrik) melontar Jamrah Ula, Wusta, dan Aqabah.
1) Waktu
jawaz (dibolehkan): setelah pukul 24.00 sampai 12.00.
2) Waktu
utama : pukul 12.00 sampai 18.00 (padat)
3) Waktu
ikhtiar : pukul 18.00 sampai 24.00
97. Apakah
yang dimaksud dengan mabit di Mina?
Mabit
di Mina adalah bermalam (beristirahat) di Mina pada hari Tasyrik (11, 12, dan
13 Zulhijah).
98. Apakah
hukumnya mabit di Mina?
1) Jumhur
ulama berpendapat hukumnya wajib.
2) Sebagian
ulama berpendapat hukumnya sunah.
99. Kapan
waktunya dan berapa lamanya mabit di Mina?
A. Pada
hari Tasyrik, yaitu pada malam tanggal 11,12, dan 13 Zulhijah.
B. Bagi
yang nafar awal, yaitu pada malam tanggal 11 dan 12 Zulhijah.
C. Bagi
yang nafar sani, yaitu pada malam tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.
1) Dalam
kalender Islam Hijriah, suatu hari/tanggal dimulai setelah Magrib (matahari
terbenam) dan diakhiri waktu Magrib (matahari terbenam pukul 18.00) waktu
setempat.
2) Dalam
kalender Masehi, suatu hari/tanggal dimulai pada pukul 00.00 dan diakhiri pada
pukul 24.00 (tengah malam) waktu setempat.
100. Apakah
mabit di Mina harus dimulai sejak Magrib (matahari terbenam)?
A. Mabit
tidak wajib dimulai sejak Magrib.
B. Mabit
disarankan separuh malam.
1) Sejak
pukul 20.00 sampai 03.00 (7 jam).
2) Sejak
pukul 21.00 sampai 04.00 (7 jam).
101. Bagaimana
jika tidak mabit selama hari Tasyrik?
1) Tidak
mabit selama 1 malam, terkena denda memberi makanan pokok 1 mud (¾ kg) kepada
fakir miskin.
2) Tidak
mabit selama 2 malam, terkena denda memberi makanan pokok 2 mud (1,5 kg) kepada
fakir miskin.
3) Tidak
mabit selama 3 malam terkena dam/denda menyembelih seekor kambing.
102. Kapankah
waktu yang dibolehkan untuk melontar jamrah bagi orang yang terlambat datang
dari Muzadlifah Mina?
Setelah tiba di Mina, langsung melontar
Jamrah Aqabah.
103. Apakah
yang dimaksud dengan Haratul Lisan?
1) Haratul
Lisan adalah perluasan tempat mabit jemaah haji yang termasuk wilayah hukum Mina.
2) Dari
Haratul Lisan ke tempat pelontaran Jamrah Ula, Wusta, dan Aqabah harus melewati terowongan gunung batu yang
dilubangi.
104. Bagamana
hukumnya mabit di Mina dan perluasan Mina pada hari Tasyrik?
1) Sebagian
besar ulama berpendapat hukumnya wajib, sehingga orang yang tidak mabit terkena dam, tetapi sebagian
ulama yang lain berpendapat hukumnya sunah.
2) Sebagian
besar ulama berpendapat mabit di wilayah perluasan Mina hukumnya sah, karena
darurat dan masih bersambung dengan kemah di Mina.
3) Bagi
jemaah yang berpendapat mabit di Mina hukumnya wajib dan perluasan kemah di
Haratul Lisan tidak sah untuk mabit, maka mabitnya harus masuk ke wilayah Mina.
105. Apakah
yang dimaksud dengan nafar awal?
1) Nafar
awal adalah keberangkatan jemaah haji dari Mina ke Mekah setelah melontar
jamrah tanggal 11 dan 12 Zulhijah.
2) Jemaah
mabit di Mina 2 malam, setelah Zuhur meninggalkan Mina menuju Mekah.
106. Apakah
yang dimaksud dengan nafar sani?
1) Nafar
sani adalah keberangkatan jemaah haji dari Mina ke Mekah setelah melontar
jamrah tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.
2) Jemaah
mabit di Mina 3 malam, setelah Zuhur meninggalkan Mina menuju Mekah.
107. Manakah
yang lebih utama nafar awal atau nafar sani?
1) Nilainya
sama saja.
2) Rasulullah
melaksanakan nafar sani karena kondisinya lebih lancar dan aman.
Daftar Pustaka
1. Rasjid,
Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).
Penerbit Sinar Baru Algensindo, cetakan ke-80, Bandung, 2017.
2. Panduan
Perjalanan Haji, 2018, Departemen Agama RI
3. Bimbingan
Manasik Haji, 2018, Departemen Agama RI
4. Hikmah
Ibadah Haji, 2018, Departemen Agama RI
5. Tuntunan
Keselamatan, Doa, dan Zikir Ibadah Haji, 2018, Departemen Agama RI
6. Haji,
Umrah, dan Ziarah, 1425 H, Dicetak dan diterbitkan oleh Kerajaan Arab Saudi.
0 comments:
Post a Comment