Friday, January 2, 2026

54519. ARTI BERIMAN PADA YANG GAIB DI QURAN

 




ARTINYA BERIMAN PADA YANG GAIB DI ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Beriman pada yang gaib.

Menurut Al-Qur’an.

 

A.       Arti “percaya pada yang gaib” di Al-Qur’an

 

QS. Al-Baqarah (2:2-3)


ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

 

2. Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang yang bertakwa,

 

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

 

3. (yaitu) orang yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan pada mereka.

 

Catatan.

1)        “(Orang bertakwa adalah) orang yang beriman kepada yang gaib…”

 

Apa itu gaib?

 

1)        Gaib adalah sesuatu yang tidak bisa ditangkap oleh pancaindra manusia.

 

2)        Tapi diberitakan dengan benar oleh Allah.

3)        Melalui wahyu.

 

4)        Tidak terlihat

5)        Tidak bisa dibuktikan dengan alat manusia

 

6)        Tapi pasti benar

7)        Sebab sumbernya Allah

 

B.       Contoh yang termasuk “gaib” menurut Al-Qur’an

 

1)        Yang wajib diimani

2)        Sebab disebut jelas dalam wahyu:

 

3)        Yaitu beriman pada:

 

a.        Allah (zat-Nya tidak terlihat)

b.        Malaikat

 

c.        Hari Akhir

d.        Surga dan Neraka

 

e.        Takdir (qadar)

f.  Ruh

 

g.        Alam barzakh

h.        Peristiwa akhir zaman.

i.   Sebatas dijelaskan wahyu

 

QS. Al-An‘am (6:59)


۞ وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

 

Dan pada sisi Allah kunci semua yang gaib; tidak ada yang tahu kecuali Dia sendiri, dan Dia tahu apa yang di daratan dan di lautan, dan Tak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia tahu (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"

 

Catatan.

1)        “Dan pada sisi Allah kunci-kunci semua yang gaib…”

 

 

C.       Batasan penting iman kepada yang gaib (INI SERING SALAH PAHAM)

 

1)        Tidak semua yang tak terlihat boleh dipercaya

 

2)        BUKAN iman kepada gaib

 

 

3)        Jika:

 

a.        Percaya dukun, paranormal, ramalan, horoskop

b.        Percaya angka keberuntungan

 

c.        Klaim tahu masa depan tanpa wahyu

d.        Mengarang cerita alam gaib tanpa dalil

 

QS. Al-Jin (72:26-27)


عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا

 

26. (Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang gaib itu.

 

إِلَّا مَنِ ارْتَضَىٰ مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا

 

27. Kecuali kepada rasul yang diridai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.

 

Catatan.

1)        “Allah tidak memperlihatkan yang gaib kepada siapa pun, kecuali kepada rasul yang Dia ridai.”

 

QS. Luqman (31:34)


إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

 

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya saja pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia Yang menurunkan hujan, dan tahu apa yang ada dalam rahim. Dan tak seorangpun dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tak seorangpun dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

 

Catatan.

1)        “Tidak ada seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi besok, kecuali Allah.”

 

2)        Artinya:

 

3)        Mengaku tahu yang gaib, tanpa wahyu.

4)        Maka itu dusta

 

D.       Iman kepada gaib, wajib pakai akal

 

1)        Islam tak melarang berpikir.

2)        Islam dorong berpikir pakai akal sehat.

 

QS. Al-Baqarah (2:164)

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

 

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi  segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (ada) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

 

Catatan.

1)        Sungguh ada tanda-tanda bagi orang yang berpikir.

 

2)        Prinsipnya:

  1. Akal → menerima
  2. Wahyu → memandu

 

  1. Gaib → tak bertentangan, tapi melampaui akal

 

Contoh:

1)        Akal tak melihat gelombang internet.

2)        Tapi kita yakin

 

3)        Sebab ada bukti dan penjelasan

 

4)        Gaib diimani

5)        Karena ada dalil wahyu yang pasti

 

Ringkas versi siswa

 

1)        Iman kepada gaib.

 

2)        Artinya:

 

a.        Percaya pada hal tidak terlihat.

b.        Sebab Allah memberitahu.

c.        Bukan karangan manusia.

 

3)        Batasan gaib:

 

a.        Hanya percaya yang ada dalil Al-Qur’an dan hadis sahih.

 

b.        Bukan ramalan .

c.        Bukan mistik.

 

Kesimpulan tegas

1)        Gaib = urusan Allah

2)        Wahyu = sumber kebenaran

 

3)        Akal = alat memahami

4)        Dukun & ramalan = penipuan

 

5)        Islam memuliakan iman, membimbing akal, dan melarang kebodohan.

 

Apa arti percaya kepada yang gaib?

 

QS. Al-Baqarah: 3

“Orang beriman adalah orang yang percaya kepada yang gaib.”

 

1)        Percaya kepada yang gaib.

2)        Artinya:

 

3)        Yakin pada hal tak terlihat mata.

4)        Sebab Allah memberitahu.

 

 

Contoh termasuk gaib

Yang wajib dipercaya.

 

Dalam Al-Qur’an dan hadis:

1)        Allah

2)        Malaikat

 

3)        Surga dan neraka

4)        Hari kiamat

 

5)        Takdir

6)        Ruh

 

Yang BUKAN iman kepada yang gaib

 

1)        Percaya dukun

2)        Percaya ramalan zodiac

 

3)        Percaya angka hoki

4)        Mengaku tahu masa depan

 

QS. Luqman: 34

“Tidak ada yang tahu masa depan, kecuali Allah.”

 

Batasan penting

1)        Hanya percaya yang dijelaskan Allah dan Rasul-Nya.

 

2)        Tidak boleh menambah cerita sendiri.

 

Ringkas banget (untuk dihafal)

1)                Iman kepada gaib = percaya karena wahyu.

 

2)                Bukan iman = percaya karena ramalan

 

Kesimpulan siswa

1)        Orang beriman percaya pada yang gaib.

2)        Sebab dari wahyu.

 

3)        Tak percaya pada kebohongan.

 

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

7)        Meta AI

 

 

 

 

 

0 comments:

Post a Comment