DOA QUNUT SALAT SUBUH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang doa qunut salat Subuh?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
Anas berkata,“Nabi membaca doa qunut selama satu bulan, beliau melaknat mereka, kemudian meninggalkannya. Adapun doa qunut salat Subuh, Nabi terus membaca doa qunut pada salat Subuh hingga beliau wafat.”
Awwam bin Hamzah berkata, “Saya bertanya kepada Abu Utsman tentang doa qunut pada salat Subuh. Ia menjawab, “Setelah rukuk.” Saya bertanya, “Dari siapa?” Ia menjawab, “Dari Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Usman bin Affaf.” (HR. Baihaqi).
Abdullah bin Ma’qil berkata, “Ali bin Abi Thalib membaca doa qunut pada salat Suhub.” (HR. Baihaqi).
Anas bin Malik, “Sesungguhnya Nabi membaca doa qunut selama satu bulan, berdoa terhadap daerah-daerah Arab, kemudian meninggalkannya.” (HR. Muslim).
Anas bin Malik berkata, “Nabi membaca doa qunut selama satu bulan beliau melaknat (Bani) Riklan, Dzakwan dan ‘Ushayyah yang telah berbuat maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Abu Malik AsyjaI berkata, “Saya bertanya kepada Bapak saya, ‘Wahai bapakku, sesungguhnya engkau salat di belakang Nabi, Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin bi Thalib, apakah mereka membaca doa qunut?”. Bapaknya menjawab, “Wahai anakku, itu perbuatan yang dibuat-buat.” (HR. Tirmidzi).
Abdullah bin Mas’ud berkata, “Rasulullah tidak pernah membaca doa qunut dalam
salat-salatnya.”
Abu Qatadah berkata, “Saya salat bersama Ibnu Umar pada salat Subuh, ia tidak membaca doa qunut. Saya katakan kepada Ibnu Umar, ‘Saya tidak melihat engkau membaca doa Qunut’. Ibnu Umar menjawab, ‘Saya tidak menghafalnya dari seorang pun dari para sahabat kami’.”
Ibnu Abbas berkata, “Sesunguhnya doa qunut pada salat Subuh adalah bid’ah.”
Imam Syafii berpendapat bahwa tidak ada doa qunut dalam salat yang lain, selain salat Subuh. Kecuali jika terjadi bencana, maka membaca doa qunut dalam semua salat, jika imam berkehendak.
Menurut Imam Syafii bahwa doa qunut subuh itu bagian dari amal salat Subuh, jika terlupa, maka mesti sujud sahwi. Membaca doa qunut pada salat Subuh setelah rakaat kedua, karena Nabi tidak pernah meninggalkan qunut Subuh.”
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online
Organisasi Profesi Guru
Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.
Tema Gambar Slide 2
Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.
Tema Gambar Slide 3
Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.
Sunday, January 14, 2018
639. QUNUT
639. QUNUT
DOA QUNUT SALAT SUBUH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang doa qunut salat Subuh?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
Anas berkata,“Nabi membaca doa qunut selama satu bulan, beliau melaknat mereka, kemudian meninggalkannya. Adapun doa qunut salat Subuh, Nabi terus membaca doa qunut pada salat Subuh hingga beliau wafat.”
Awwam bin Hamzah berkata, “Saya bertanya kepada Abu Utsman tentang doa qunut pada salat Subuh. Ia menjawab, “Setelah rukuk.” Saya bertanya, “Dari siapa?” Ia menjawab, “Dari Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Usman bin Affaf.” (HR. Baihaqi).
Abdullah bin Ma’qil berkata, “Ali bin Abi Thalib membaca doa qunut pada salat Suhub.” (HR. Baihaqi).
Anas bin Malik, “Sesungguhnya Nabi membaca doa qunut selama satu bulan, berdoa terhadap daerah-daerah Arab, kemudian meninggalkannya.” (HR. Muslim).
Anas bin Malik berkata, “Nabi membaca doa qunut selama satu bulan beliau melaknat (Bani) Riklan, Dzakwan dan ‘Ushayyah yang telah berbuat maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Abu Malik AsyjaI berkata, “Saya bertanya kepada Bapak saya, ‘Wahai bapakku, sesungguhnya engkau salat di belakang Nabi, Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin bi Thalib, apakah mereka membaca doa qunut?”. Bapaknya menjawab, “Wahai anakku, itu perbuatan yang dibuat-buat.” (HR. Tirmidzi).
Abdullah bin Mas’ud berkata, “Rasulullah tidak pernah membaca doa qunut dalam
salat-salatnya.”
Abu Qatadah berkata, “Saya salat bersama Ibnu Umar pada salat Subuh, ia tidak membaca doa qunut. Saya katakan kepada Ibnu Umar, ‘Saya tidak melihat engkau membaca doa Qunut’. Ibnu Umar menjawab, ‘Saya tidak menghafalnya dari seorang pun dari para sahabat kami’.”
Ibnu Abbas berkata, “Sesunguhnya doa qunut pada salat Subuh adalah bid’ah.”
Imam Syafii berpendapat bahwa tidak ada doa qunut dalam salat yang lain, selain salat Subuh. Kecuali jika terjadi bencana, maka membaca doa qunut dalam semua salat, jika imam berkehendak.
Menurut Imam Syafii bahwa doa qunut subuh itu bagian dari amal salat Subuh, jika terlupa, maka mesti sujud sahwi. Membaca doa qunut pada salat Subuh setelah rakaat kedua, karena Nabi tidak pernah meninggalkan qunut Subuh.”
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online
638. KHUTBAH
KHUTBAH IDUL FITRI DAN IDUL ADHA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang khutbah Idul Fitri dan Idul Adha?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
Jabir bin Abdillah berkata,”Saya ikut salat Idul Fitri bersama Nabi, beliau memulai dengan salat sebelum berkhutbah, tanpa ada azan dan tanpa ikamah. Kemudian Nabi berdiri tegak dengan bertumpu kepada Bilal.”
Nabi memerintahkan agar bertakwa kepada Allah, memberikan motivasi agar umat Islam taat kepada Allah, memberikan nasihat kepada banyak orang, kemudian Nabi mendekati kaum wanita dan memberikan nasihat kepada mereka, Nabi bersabda“Bersedekahlah kalian, sesungguhnya banyak di antara kalian yang akan menjadi kayu bakar di neraka Jahanam.”
Seorang wanita bertanya,”Mengapa wahai Rasulullah?”. Nabi bersabda,“Karena kaum wanita banyak membuat pengaduan dan melawan kepada suaminya.” Kemudian para wanita bersedekah dengan perhiasan milik mereka dan memasukkannya ke dalam kain yang dibawa Bilal, mereka memberikan sebagian anting-anting dan cincin mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis Nabi tersebut menimbulkan perbedaan pendapat tentang banyaknya khutbah pada salat Idul Fitri dan Idul Adha, sebagian ulama berpendapat bahwa khutbahnya cukup satu kali saja, sedangkan ulama yang lain berpendapat khutbahnya dua kali.
Yang mengatakan terdapat dua khutbah, karena dalam hadis ini Nabi berkhutbah dua kali, satu kali khutbah kepada kaum laki-laki dan satu kali kepada kaum wanita, serta dengan “mengkiaskan” dengan khutbah Jumat yang terdiri atas dua khutbah.
Menurut jumhur (mayoritas) ulama khatib bertakbir 9 takbir berturut-turut pada khutbah pertama, dan 7 takbir berturut-turut pada khutbah kedua, karena Sa’id bin Manshur berkata “Dalam salat Idul Fitri dan Idul Ada sebelum berkhutbah, maka imam bertakbir 9 takbir pada khutbah pertama dan 7 takbir pada khutbah kedua.”
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online
638. KHUTBAH
KHUTBAH IDUL FITRI DAN IDUL ADHA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang khutbah Idul Fitri dan Idul Adha?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
Jabir bin Abdillah berkata,”Saya ikut salat Idul Fitri bersama Nabi, beliau memulai dengan salat sebelum berkhutbah, tanpa ada azan dan tanpa ikamah. Kemudian Nabi berdiri tegak dengan bertumpu kepada Bilal.”
Nabi memerintahkan agar bertakwa kepada Allah, memberikan motivasi agar umat Islam taat kepada Allah, memberikan nasihat kepada banyak orang, kemudian Nabi mendekati kaum wanita dan memberikan nasihat kepada mereka, Nabi bersabda“Bersedekahlah kalian, sesungguhnya banyak di antara kalian yang akan menjadi kayu bakar di neraka Jahanam.”
Seorang wanita bertanya,”Mengapa wahai Rasulullah?”. Nabi bersabda,“Karena kaum wanita banyak membuat pengaduan dan melawan kepada suaminya.” Kemudian para wanita bersedekah dengan perhiasan milik mereka dan memasukkannya ke dalam kain yang dibawa Bilal, mereka memberikan sebagian anting-anting dan cincin mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis Nabi tersebut menimbulkan perbedaan pendapat tentang banyaknya khutbah pada salat Idul Fitri dan Idul Adha, sebagian ulama berpendapat bahwa khutbahnya cukup satu kali saja, sedangkan ulama yang lain berpendapat khutbahnya dua kali.
Yang mengatakan terdapat dua khutbah, karena dalam hadis ini Nabi berkhutbah dua kali, satu kali khutbah kepada kaum laki-laki dan satu kali kepada kaum wanita, serta dengan “mengkiaskan” dengan khutbah Jumat yang terdiri atas dua khutbah.
Menurut jumhur (mayoritas) ulama khatib bertakbir 9 takbir berturut-turut pada khutbah pertama, dan 7 takbir berturut-turut pada khutbah kedua, karena Sa’id bin Manshur berkata “Dalam salat Idul Fitri dan Idul Ada sebelum berkhutbah, maka imam bertakbir 9 takbir pada khutbah pertama dan 7 takbir pada khutbah kedua.”
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online
638. KHUTBAH
KHUTBAH IDUL FITRI DAN IDUL ADHA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang khutbah Idul Fitri dan Idul Adha?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
Jabir bin Abdillah berkata,”Saya ikut salat Idul Fitri bersama Nabi, beliau memulai dengan salat sebelum berkhutbah, tanpa ada azan dan tanpa ikamah. Kemudian Nabi berdiri tegak dengan bertumpu kepada Bilal.”
Nabi memerintahkan agar bertakwa kepada Allah, memberikan motivasi agar umat Islam taat kepada Allah, memberikan nasihat kepada banyak orang, kemudian Nabi mendekati kaum wanita dan memberikan nasihat kepada mereka, Nabi bersabda“Bersedekahlah kalian, sesungguhnya banyak di antara kalian yang akan menjadi kayu bakar di neraka Jahanam.”
Seorang wanita bertanya,”Mengapa wahai Rasulullah?”. Nabi bersabda,“Karena kaum wanita banyak membuat pengaduan dan melawan kepada suaminya.” Kemudian para wanita bersedekah dengan perhiasan milik mereka dan memasukkannya ke dalam kain yang dibawa Bilal, mereka memberikan sebagian anting-anting dan cincin mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis Nabi tersebut menimbulkan perbedaan pendapat tentang banyaknya khutbah pada salat Idul Fitri dan Idul Adha, sebagian ulama berpendapat bahwa khutbahnya cukup satu kali saja, sedangkan ulama yang lain berpendapat khutbahnya dua kali.
Yang mengatakan terdapat dua khutbah, karena dalam hadis ini Nabi berkhutbah dua kali, satu kali khutbah kepada kaum laki-laki dan satu kali kepada kaum wanita, serta dengan “mengkiaskan” dengan khutbah Jumat yang terdiri atas dua khutbah.
Menurut jumhur (mayoritas) ulama khatib bertakbir 9 takbir berturut-turut pada khutbah pertama, dan 7 takbir berturut-turut pada khutbah kedua, karena Sa’id bin Manshur berkata “Dalam salat Idul Fitri dan Idul Ada sebelum berkhutbah, maka imam bertakbir 9 takbir pada khutbah pertama dan 7 takbir pada khutbah kedua.”
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online
638. KHUTBAH
KHUTBAH IDUL FITRI DAN IDUL ADHA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang khutbah Idul Fitri dan Idul Adha?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
Jabir bin Abdillah berkata,”Saya ikut salat Idul Fitri bersama Nabi, beliau memulai dengan salat sebelum berkhutbah, tanpa ada azan dan tanpa ikamah. Kemudian Nabi berdiri tegak dengan bertumpu kepada Bilal.”
Nabi memerintahkan agar bertakwa kepada Allah, memberikan motivasi agar umat Islam taat kepada Allah, memberikan nasihat kepada banyak orang, kemudian Nabi mendekati kaum wanita dan memberikan nasihat kepada mereka, Nabi bersabda“Bersedekahlah kalian, sesungguhnya banyak di antara kalian yang akan menjadi kayu bakar di neraka Jahanam.”
Seorang wanita bertanya,”Mengapa wahai Rasulullah?”. Nabi bersabda,“Karena kaum wanita banyak membuat pengaduan dan melawan kepada suaminya.” Kemudian para wanita bersedekah dengan perhiasan milik mereka dan memasukkannya ke dalam kain yang dibawa Bilal, mereka memberikan sebagian anting-anting dan cincin mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis Nabi tersebut menimbulkan perbedaan pendapat tentang banyaknya khutbah pada salat Idul Fitri dan Idul Adha, sebagian ulama berpendapat bahwa khutbahnya cukup satu kali saja, sedangkan ulama yang lain berpendapat khutbahnya dua kali.
Yang mengatakan terdapat dua khutbah, karena dalam hadis ini Nabi berkhutbah dua kali, satu kali khutbah kepada kaum laki-laki dan satu kali kepada kaum wanita, serta dengan “mengkiaskan” dengan khutbah Jumat yang terdiri atas dua khutbah.
Menurut jumhur (mayoritas) ulama khatib bertakbir 9 takbir berturut-turut pada khutbah pertama, dan 7 takbir berturut-turut pada khutbah kedua, karena Sa’id bin Manshur berkata “Dalam salat Idul Fitri dan Idul Ada sebelum berkhutbah, maka imam bertakbir 9 takbir pada khutbah pertama dan 7 takbir pada khutbah kedua.”
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online
638. KHUTBAH
KHUTBAH IDUL FITRI DAN IDUL ADHA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang khutbah Idul Fitri dan Idul Adha?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
Jabir bin Abdillah berkata,”Saya ikut salat Idul Fitri bersama Nabi, beliau memulai dengan salat sebelum berkhutbah, tanpa ada azan dan tanpa ikamah. Kemudian Nabi berdiri tegak dengan bertumpu kepada Bilal.”
Nabi memerintahkan agar bertakwa kepada Allah, memberikan motivasi agar umat Islam taat kepada Allah, memberikan nasihat kepada banyak orang, kemudian Nabi mendekati kaum wanita dan memberikan nasihat kepada mereka, Nabi bersabda“Bersedekahlah kalian, sesungguhnya banyak di antara kalian yang akan menjadi kayu bakar di neraka Jahanam.”
Seorang wanita bertanya,”Mengapa wahai Rasulullah?”. Nabi bersabda,“Karena kaum wanita banyak membuat pengaduan dan melawan kepada suaminya.” Kemudian para wanita bersedekah dengan perhiasan milik mereka dan memasukkannya ke dalam kain yang dibawa Bilal, mereka memberikan sebagian anting-anting dan cincin mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis Nabi tersebut menimbulkan perbedaan pendapat tentang banyaknya khutbah pada salat Idul Fitri dan Idul Adha, sebagian ulama berpendapat bahwa khutbahnya cukup satu kali saja, sedangkan ulama yang lain berpendapat khutbahnya dua kali.
Yang mengatakan terdapat dua khutbah, karena dalam hadis ini Nabi berkhutbah dua kali, satu kali khutbah kepada kaum laki-laki dan satu kali kepada kaum wanita, serta dengan “mengkiaskan” dengan khutbah Jumat yang terdiri atas dua khutbah.
Menurut jumhur (mayoritas) ulama khatib bertakbir 9 takbir berturut-turut pada khutbah pertama, dan 7 takbir berturut-turut pada khutbah kedua, karena Sa’id bin Manshur berkata “Dalam salat Idul Fitri dan Idul Ada sebelum berkhutbah, maka imam bertakbir 9 takbir pada khutbah pertama dan 7 takbir pada khutbah kedua.”
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online
638. KHUTBAH
KHUTBAH IDUL FITRI DAN IDUL ADHA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang khutbah Idul Fitri dan Idul Adha?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
Jabir bin Abdillah berkata,”Saya ikut salat Idul Fitri bersama Nabi, beliau memulai dengan salat sebelum berkhutbah, tanpa ada azan dan tanpa ikamah. Kemudian Nabi berdiri tegak dengan bertumpu kepada Bilal.”
Nabi memerintahkan agar bertakwa kepada Allah, memberikan motivasi agar umat Islam taat kepada Allah, memberikan nasihat kepada banyak orang, kemudian Nabi mendekati kaum wanita dan memberikan nasihat kepada mereka, Nabi bersabda“Bersedekahlah kalian, sesungguhnya banyak di antara kalian yang akan menjadi kayu bakar di neraka Jahanam.”
Seorang wanita bertanya,”Mengapa wahai Rasulullah?”. Nabi bersabda,“Karena kaum wanita banyak membuat pengaduan dan melawan kepada suaminya.” Kemudian para wanita bersedekah dengan perhiasan milik mereka dan memasukkannya ke dalam kain yang dibawa Bilal, mereka memberikan sebagian anting-anting dan cincin mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis Nabi tersebut menimbulkan perbedaan pendapat tentang banyaknya khutbah pada salat Idul Fitri dan Idul Adha, sebagian ulama berpendapat bahwa khutbahnya cukup satu kali saja, sedangkan ulama yang lain berpendapat khutbahnya dua kali.
Yang mengatakan terdapat dua khutbah, karena dalam hadis ini Nabi berkhutbah dua kali, satu kali khutbah kepada kaum laki-laki dan satu kali kepada kaum wanita, serta dengan “mengkiaskan” dengan khutbah Jumat yang terdiri atas dua khutbah.
Menurut jumhur (mayoritas) ulama khatib bertakbir 9 takbir berturut-turut pada khutbah pertama, dan 7 takbir berturut-turut pada khutbah kedua, karena Sa’id bin Manshur berkata “Dalam salat Idul Fitri dan Idul Ada sebelum berkhutbah, maka imam bertakbir 9 takbir pada khutbah pertama dan 7 takbir pada khutbah kedua.”
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online
638. KHUTBAH
KHUTBAH IDUL FITRI DAN IDUL ADHA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang khutbah Idul Fitri dan Idul Adha?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
Jabir bin Abdillah berkata,”Saya ikut salat Idul Fitri bersama Nabi, beliau memulai dengan salat sebelum berkhutbah, tanpa ada azan dan tanpa ikamah. Kemudian Nabi berdiri tegak dengan bertumpu kepada Bilal.”
Nabi memerintahkan agar bertakwa kepada Allah, memberikan motivasi agar umat Islam taat kepada Allah, memberikan nasihat kepada banyak orang, kemudian Nabi mendekati kaum wanita dan memberikan nasihat kepada mereka, Nabi bersabda“Bersedekahlah kalian, sesungguhnya banyak di antara kalian yang akan menjadi kayu bakar di neraka Jahanam.”
Seorang wanita bertanya,”Mengapa wahai Rasulullah?”. Nabi bersabda,“Karena kaum wanita banyak membuat pengaduan dan melawan kepada suaminya.” Kemudian para wanita bersedekah dengan perhiasan milik mereka dan memasukkannya ke dalam kain yang dibawa Bilal, mereka memberikan sebagian anting-anting dan cincin mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis Nabi tersebut menimbulkan perbedaan pendapat tentang banyaknya khutbah pada salat Idul Fitri dan Idul Adha, sebagian ulama berpendapat bahwa khutbahnya cukup satu kali saja, sedangkan ulama yang lain berpendapat khutbahnya dua kali.
Yang mengatakan terdapat dua khutbah, karena dalam hadis ini Nabi berkhutbah dua kali, satu kali khutbah kepada kaum laki-laki dan satu kali kepada kaum wanita, serta dengan “mengkiaskan” dengan khutbah Jumat yang terdiri atas dua khutbah.
Menurut jumhur (mayoritas) ulama khatib bertakbir 9 takbir berturut-turut pada khutbah pertama, dan 7 takbir berturut-turut pada khutbah kedua, karena Sa’id bin Manshur berkata “Dalam salat Idul Fitri dan Idul Ada sebelum berkhutbah, maka imam bertakbir 9 takbir pada khutbah pertama dan 7 takbir pada khutbah kedua.”
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online
638. KHUTBAH
KHUTBAH IDUL FITRI DAN IDUL ADHA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang khutbah Idul Fitri dan Idul Adha?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
Jabir bin Abdillah berkata,”Saya ikut salat Idul Fitri bersama Nabi, beliau memulai dengan salat sebelum berkhutbah, tanpa ada azan dan tanpa ikamah. Kemudian Nabi berdiri tegak dengan bertumpu kepada Bilal.”
Nabi memerintahkan agar bertakwa kepada Allah, memberikan motivasi agar umat Islam taat kepada Allah, memberikan nasihat kepada banyak orang, kemudian Nabi mendekati kaum wanita dan memberikan nasihat kepada mereka, Nabi bersabda“Bersedekahlah kalian, sesungguhnya banyak di antara kalian yang akan menjadi kayu bakar di neraka Jahanam.”
Seorang wanita bertanya,”Mengapa wahai Rasulullah?”. Nabi bersabda,“Karena kaum wanita banyak membuat pengaduan dan melawan kepada suaminya.” Kemudian para wanita bersedekah dengan perhiasan milik mereka dan memasukkannya ke dalam kain yang dibawa Bilal, mereka memberikan sebagian anting-anting dan cincin mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis Nabi tersebut menimbulkan perbedaan pendapat tentang banyaknya khutbah pada salat Idul Fitri dan Idul Adha, sebagian ulama berpendapat bahwa khutbahnya cukup satu kali saja, sedangkan ulama yang lain berpendapat khutbahnya dua kali.
Yang mengatakan terdapat dua khutbah, karena dalam hadis ini Nabi berkhutbah dua kali, satu kali khutbah kepada kaum laki-laki dan satu kali kepada kaum wanita, serta dengan “mengkiaskan” dengan khutbah Jumat yang terdiri atas dua khutbah.
Menurut jumhur (mayoritas) ulama khatib bertakbir 9 takbir berturut-turut pada khutbah pertama, dan 7 takbir berturut-turut pada khutbah kedua, karena Sa’id bin Manshur berkata “Dalam salat Idul Fitri dan Idul Ada sebelum berkhutbah, maka imam bertakbir 9 takbir pada khutbah pertama dan 7 takbir pada khutbah kedua.”
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online
638. KHUTBAH
KHUTBAH IDUL FITRI DAN IDUL ADHA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang khutbah Idul Fitri dan Idul Adha?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
Jabir bin Abdillah berkata,”Saya ikut salat Idul Fitri bersama Nabi, beliau memulai dengan salat sebelum berkhutbah, tanpa ada azan dan tanpa ikamah. Kemudian Nabi berdiri tegak dengan bertumpu kepada Bilal.”
Nabi memerintahkan agar bertakwa kepada Allah, memberikan motivasi agar umat Islam taat kepada Allah, memberikan nasihat kepada banyak orang, kemudian Nabi mendekati kaum wanita dan memberikan nasihat kepada mereka, Nabi bersabda“Bersedekahlah kalian, sesungguhnya banyak di antara kalian yang akan menjadi kayu bakar di neraka Jahanam.”
Seorang wanita bertanya,”Mengapa wahai Rasulullah?”. Nabi bersabda,“Karena kaum wanita banyak membuat pengaduan dan melawan kepada suaminya.” Kemudian para wanita bersedekah dengan perhiasan milik mereka dan memasukkannya ke dalam kain yang dibawa Bilal, mereka memberikan sebagian anting-anting dan cincin mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis Nabi tersebut menimbulkan perbedaan pendapat tentang banyaknya khutbah pada salat Idul Fitri dan Idul Adha, sebagian ulama berpendapat bahwa khutbahnya cukup satu kali saja, sedangkan ulama yang lain berpendapat khutbahnya dua kali.
Yang mengatakan terdapat dua khutbah, karena dalam hadis ini Nabi berkhutbah dua kali, satu kali khutbah kepada kaum laki-laki dan satu kali kepada kaum wanita, serta dengan “mengkiaskan” dengan khutbah Jumat yang terdiri atas dua khutbah.
Menurut jumhur (mayoritas) ulama khatib bertakbir 9 takbir berturut-turut pada khutbah pertama, dan 7 takbir berturut-turut pada khutbah kedua, karena Sa’id bin Manshur berkata “Dalam salat Idul Fitri dan Idul Ada sebelum berkhutbah, maka imam bertakbir 9 takbir pada khutbah pertama dan 7 takbir pada khutbah kedua.”
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online
638. KHUTBAH
KHUTBAH IDUL FITRI DAN IDUL ADHA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang khutbah Idul Fitri dan Idul Adha?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
Jabir bin Abdillah berkata,”Saya ikut salat Idul Fitri bersama Nabi, beliau memulai dengan salat sebelum berkhutbah, tanpa ada azan dan tanpa ikamah. Kemudian Nabi berdiri tegak dengan bertumpu kepada Bilal.”
Nabi memerintahkan agar bertakwa kepada Allah, memberikan motivasi agar umat Islam taat kepada Allah, memberikan nasihat kepada banyak orang, kemudian Nabi mendekati kaum wanita dan memberikan nasihat kepada mereka, Nabi bersabda“Bersedekahlah kalian, sesungguhnya banyak di antara kalian yang akan menjadi kayu bakar di neraka Jahanam.”
Seorang wanita bertanya,”Mengapa wahai Rasulullah?”. Nabi bersabda,“Karena kaum wanita banyak membuat pengaduan dan melawan kepada suaminya.” Kemudian para wanita bersedekah dengan perhiasan milik mereka dan memasukkannya ke dalam kain yang dibawa Bilal, mereka memberikan sebagian anting-anting dan cincin mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis Nabi tersebut menimbulkan perbedaan pendapat tentang banyaknya khutbah pada salat Idul Fitri dan Idul Adha, sebagian ulama berpendapat bahwa khutbahnya cukup satu kali saja, sedangkan ulama yang lain berpendapat khutbahnya dua kali.
Yang mengatakan terdapat dua khutbah, karena dalam hadis ini Nabi berkhutbah dua kali, satu kali khutbah kepada kaum laki-laki dan satu kali kepada kaum wanita, serta dengan “mengkiaskan” dengan khutbah Jumat yang terdiri atas dua khutbah.
Menurut jumhur (mayoritas) ulama khatib bertakbir 9 takbir berturut-turut pada khutbah pertama, dan 7 takbir berturut-turut pada khutbah kedua, karena Sa’id bin Manshur berkata “Dalam salat Idul Fitri dan Idul Ada sebelum berkhutbah, maka imam bertakbir 9 takbir pada khutbah pertama dan 7 takbir pada khutbah kedua.”
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online
638. KHUTBAH
KHUTBAH IDUL FITRI DAN IDUL ADHA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang khutbah Idul Fitri dan Idul Adha?” Ustad Abdul Somad menjelaskannya.
Jabir bin Abdillah berkata,”Saya ikut salat Idul Fitri bersama Nabi, beliau memulai dengan salat sebelum berkhutbah, tanpa ada azan dan tanpa ikamah. Kemudian Nabi berdiri tegak dengan bertumpu kepada Bilal.”
Nabi memerintahkan agar bertakwa kepada Allah, memberikan motivasi agar umat Islam taat kepada Allah, memberikan nasihat kepada banyak orang, kemudian Nabi mendekati kaum wanita dan memberikan nasihat kepada mereka, Nabi bersabda“Bersedekahlah kalian, sesungguhnya banyak di antara kalian yang akan menjadi kayu bakar di neraka Jahanam.”
Seorang wanita bertanya,”Mengapa wahai Rasulullah?”. Nabi bersabda,“Karena kaum wanita banyak membuat pengaduan dan melawan kepada suaminya.” Kemudian para wanita bersedekah dengan perhiasan milik mereka dan memasukkannya ke dalam kain yang dibawa Bilal, mereka memberikan sebagian anting-anting dan cincin mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis Nabi tersebut menimbulkan perbedaan pendapat tentang banyaknya khutbah pada salat Idul Fitri dan Idul Adha, sebagian ulama berpendapat bahwa khutbahnya cukup satu kali saja, sedangkan ulama yang lain berpendapat khutbahnya dua kali.
Yang mengatakan terdapat dua khutbah, karena dalam hadis ini Nabi berkhutbah dua kali, satu kali khutbah kepada kaum laki-laki dan satu kali kepada kaum wanita, serta dengan “mengkiaskan” dengan khutbah Jumat yang terdiri atas dua khutbah.
Menurut jumhur (mayoritas) ulama khatib bertakbir 9 takbir berturut-turut pada khutbah pertama, dan 7 takbir berturut-turut pada khutbah kedua, karena Sa’id bin Manshur berkata “Dalam salat Idul Fitri dan Idul Ada sebelum berkhutbah, maka imam bertakbir 9 takbir pada khutbah pertama dan 7 takbir pada khutbah kedua.”
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online


