Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, January 28, 2018

671. AZAN

AZAN DAN IKAMAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang azan dan ikamah menurut  agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Al-Quran surah Al-Ankabut, surah ke-29 ayat 45.

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

      “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Quran) dan dirikan salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
      Al-Quran surah Al-Jumuah, surah ke-62 ayat 9.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

      “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
      Kata “azan” (menurut KBBI V) dapat diartikan “seruan untuk mengajak orang melakukan salat berjamaah”, atau “bang”. Sedangkan “ikamah” adalah panggilan atau seruan segera berdiri untuk salat berjamaah.
      Seruan azan dimaksudkan untuk memberitahukan bahwa waktu salat fardu telah tiba dan menyerukan untuk mengerjakan salat berjamaah, serta menyiarkan agama Islam dalam masyarakat umum.
       Lafaz azan adalah berikut ini.

اَللهُ اَكْبَرُ  4 kali
اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُx 2
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ ×2
حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ ×2
حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ ×2
الصلاة خيرٌ من النَّوم2x khusus Subuh
اَللهُ اَكْبَرُ2x    
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ   1x

Lafaz ikamah adalah berikut ini.

اَللهُ اَكْبَرُ 2x
اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ
حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ
حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ
قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ 2x
اَللهُ اَكْبَرُ 2x
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ

      Sebagian ulama berpendapat bahwa azan dan ikamah hukumnya sunah, sedangkan  sebagian ulama yang lain  berpendapat bahwa azan dan ikamah hukumnya fardu kifayah untuk syiar Islam.
      Azan dan ikamah disyariatkan untuk salat fardu lima waktu yang dikerjakan secara berjamaah maupun sendiri. Untuk mengerjakan salat sunah tidak dianjurkan dengan azan dan ikamah, tetapi disarankan menyerukan “ashshalatul jamiah” (marilah salat berjamaah).
Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

671. AZAN

AZAN DAN IKAMAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang azan dan ikamah menurut  agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Al-Quran surah Al-Ankabut, surah ke-29 ayat 45.

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

      “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Quran) dan dirikan salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
      Al-Quran surah Al-Jumuah, surah ke-62 ayat 9.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

      “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
      Kata “azan” (menurut KBBI V) dapat diartikan “seruan untuk mengajak orang melakukan salat berjamaah”, atau “bang”. Sedangkan “ikamah” adalah panggilan atau seruan segera berdiri untuk salat berjamaah.
      Seruan azan dimaksudkan untuk memberitahukan bahwa waktu salat fardu telah tiba dan menyerukan untuk mengerjakan salat berjamaah, serta menyiarkan agama Islam dalam masyarakat umum.
       Lafaz azan adalah berikut ini.

اَللهُ اَكْبَرُ  4 kali
اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُx 2
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ ×2
حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ ×2
حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ ×2
الصلاة خيرٌ من النَّوم2x khusus Subuh
اَللهُ اَكْبَرُ2x    
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ   1x

Lafaz ikamah adalah berikut ini.

اَللهُ اَكْبَرُ 2x
اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ
حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ
حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ
قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ 2x
اَللهُ اَكْبَرُ 2x
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ

      Sebagian ulama berpendapat bahwa azan dan ikamah hukumnya sunah, sedangkan  sebagian ulama yang lain  berpendapat bahwa azan dan ikamah hukumnya fardu kifayah untuk syiar Islam.
      Azan dan ikamah disyariatkan untuk salat fardu lima waktu yang dikerjakan secara berjamaah maupun sendiri. Untuk mengerjakan salat sunah tidak dianjurkan dengan azan dan ikamah, tetapi disarankan menyerukan “ashshalatul jamiah” (marilah salat berjamaah).
Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

671. AZAN

AZAN DAN IKAMAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang azan dan ikamah menurut  agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Al-Quran surah Al-Ankabut, surah ke-29 ayat 45.

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

      “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Quran) dan dirikan salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
      Al-Quran surah Al-Jumuah, surah ke-62 ayat 9.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

      “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
      Kata “azan” (menurut KBBI V) dapat diartikan “seruan untuk mengajak orang melakukan salat berjamaah”, atau “bang”. Sedangkan “ikamah” adalah panggilan atau seruan segera berdiri untuk salat berjamaah.
      Seruan azan dimaksudkan untuk memberitahukan bahwa waktu salat fardu telah tiba dan menyerukan untuk mengerjakan salat berjamaah, serta menyiarkan agama Islam dalam masyarakat umum.
       Lafaz azan adalah berikut ini.

اَللهُ اَكْبَرُ  4 kali
اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُx 2
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ ×2
حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ ×2
حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ ×2
الصلاة خيرٌ من النَّوم2x khusus Subuh
اَللهُ اَكْبَرُ2x    
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ   1x

Lafaz ikamah adalah berikut ini.

اَللهُ اَكْبَرُ 2x
اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ
حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ
حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ
قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ 2x
اَللهُ اَكْبَرُ 2x
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ

      Sebagian ulama berpendapat bahwa azan dan ikamah hukumnya sunah, sedangkan  sebagian ulama yang lain  berpendapat bahwa azan dan ikamah hukumnya fardu kifayah untuk syiar Islam.
      Azan dan ikamah disyariatkan untuk salat fardu lima waktu yang dikerjakan secara berjamaah maupun sendiri. Untuk mengerjakan salat sunah tidak dianjurkan dengan azan dan ikamah, tetapi disarankan menyerukan “ashshalatul jamiah” (marilah salat berjamaah).
Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

671. AZAN

AZAN DAN IKAMAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang azan dan ikamah menurut  agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Al-Quran surah Al-Ankabut, surah ke-29 ayat 45.

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

      “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Quran) dan dirikan salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
      Al-Quran surah Al-Jumuah, surah ke-62 ayat 9.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

      “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
      Kata “azan” (menurut KBBI V) dapat diartikan “seruan untuk mengajak orang melakukan salat berjamaah”, atau “bang”. Sedangkan “ikamah” adalah panggilan atau seruan segera berdiri untuk salat berjamaah.
      Seruan azan dimaksudkan untuk memberitahukan bahwa waktu salat fardu telah tiba dan menyerukan untuk mengerjakan salat berjamaah, serta menyiarkan agama Islam dalam masyarakat umum.
       Lafaz azan adalah berikut ini.

اَللهُ اَكْبَرُ  4 kali
اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُx 2
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ ×2
حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ ×2
حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ ×2
الصلاة خيرٌ من النَّوم2x khusus Subuh
اَللهُ اَكْبَرُ2x    
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ   1x

Lafaz ikamah adalah berikut ini.

اَللهُ اَكْبَرُ 2x
اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ
حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ
حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ
قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ 2x
اَللهُ اَكْبَرُ 2x
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ

      Sebagian ulama berpendapat bahwa azan dan ikamah hukumnya sunah, sedangkan  sebagian ulama yang lain  berpendapat bahwa azan dan ikamah hukumnya fardu kifayah untuk syiar Islam.
      Azan dan ikamah disyariatkan untuk salat fardu lima waktu yang dikerjakan secara berjamaah maupun sendiri. Untuk mengerjakan salat sunah tidak dianjurkan dengan azan dan ikamah, tetapi disarankan menyerukan “ashshalatul jamiah” (marilah salat berjamaah).
Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

671. AZAN

AZAN DAN IKAMAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang azan dan ikamah menurut  agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Al-Quran surah Al-Ankabut, surah ke-29 ayat 45.

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

      “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Quran) dan dirikan salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
      Al-Quran surah Al-Jumuah, surah ke-62 ayat 9.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

      “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
      Kata “azan” (menurut KBBI V) dapat diartikan “seruan untuk mengajak orang melakukan salat berjamaah”, atau “bang”. Sedangkan “ikamah” adalah panggilan atau seruan segera berdiri untuk salat berjamaah.
      Seruan azan dimaksudkan untuk memberitahukan bahwa waktu salat fardu telah tiba dan menyerukan untuk mengerjakan salat berjamaah, serta menyiarkan agama Islam dalam masyarakat umum.
       Lafaz azan adalah berikut ini.

اَللهُ اَكْبَرُ  4 kali
اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُx 2
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ ×2
حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ ×2
حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ ×2
الصلاة خيرٌ من النَّوم2x khusus Subuh
اَللهُ اَكْبَرُ2x    
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ   1x

Lafaz ikamah adalah berikut ini.

اَللهُ اَكْبَرُ 2x
اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ
حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ
حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ
قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ 2x
اَللهُ اَكْبَرُ 2x
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ

      Sebagian ulama berpendapat bahwa azan dan ikamah hukumnya sunah, sedangkan  sebagian ulama yang lain  berpendapat bahwa azan dan ikamah hukumnya fardu kifayah untuk syiar Islam.
      Azan dan ikamah disyariatkan untuk salat fardu lima waktu yang dikerjakan secara berjamaah maupun sendiri. Untuk mengerjakan salat sunah tidak dianjurkan dengan azan dan ikamah, tetapi disarankan menyerukan “ashshalatul jamiah” (marilah salat berjamaah).
Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

671. AZAN

AZAN DAN IKAMAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang azan dan ikamah menurut  agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Al-Quran surah Al-Ankabut, surah ke-29 ayat 45.

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

      “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Quran) dan dirikan salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
      Al-Quran surah Al-Jumuah, surah ke-62 ayat 9.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

      “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
      Kata “azan” (menurut KBBI V) dapat diartikan “seruan untuk mengajak orang melakukan salat berjamaah”, atau “bang”. Sedangkan “ikamah” adalah panggilan atau seruan segera berdiri untuk salat berjamaah.
      Seruan azan dimaksudkan untuk memberitahukan bahwa waktu salat fardu telah tiba dan menyerukan untuk mengerjakan salat berjamaah, serta menyiarkan agama Islam dalam masyarakat umum.
       Lafaz azan adalah berikut ini.

اَللهُ اَكْبَرُ  4 kali
اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُx 2
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ ×2
حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ ×2
حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ ×2
الصلاة خيرٌ من النَّوم2x khusus Subuh
اَللهُ اَكْبَرُ2x    
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ   1x

Lafaz ikamah adalah berikut ini.

اَللهُ اَكْبَرُ 2x
اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ
حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ
حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ
قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ 2x
اَللهُ اَكْبَرُ 2x
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ

      Sebagian ulama berpendapat bahwa azan dan ikamah hukumnya sunah, sedangkan  sebagian ulama yang lain  berpendapat bahwa azan dan ikamah hukumnya fardu kifayah untuk syiar Islam.
      Azan dan ikamah disyariatkan untuk salat fardu lima waktu yang dikerjakan secara berjamaah maupun sendiri. Untuk mengerjakan salat sunah tidak dianjurkan dengan azan dan ikamah, tetapi disarankan menyerukan “ashshalatul jamiah” (marilah salat berjamaah).
Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

671. AZAN

AZAN DAN IKAMAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang azan dan ikamah menurut  agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Al-Quran surah Al-Ankabut, surah ke-29 ayat 45.

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

      “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Quran) dan dirikan salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
      Al-Quran surah Al-Jumuah, surah ke-62 ayat 9.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

      “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
      Kata “azan” (menurut KBBI V) dapat diartikan “seruan untuk mengajak orang melakukan salat berjamaah”, atau “bang”. Sedangkan “ikamah” adalah panggilan atau seruan segera berdiri untuk salat berjamaah.
      Seruan azan dimaksudkan untuk memberitahukan bahwa waktu salat fardu telah tiba dan menyerukan untuk mengerjakan salat berjamaah, serta menyiarkan agama Islam dalam masyarakat umum.
       Lafaz azan adalah berikut ini.

اَللهُ اَكْبَرُ  4 kali
اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُx 2
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ ×2
حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ ×2
حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ ×2
الصلاة خيرٌ من النَّوم2x khusus Subuh
اَللهُ اَكْبَرُ2x    
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ   1x

Lafaz ikamah adalah berikut ini.

اَللهُ اَكْبَرُ 2x
اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ
حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ
حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ
قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ 2x
اَللهُ اَكْبَرُ 2x
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ

      Sebagian ulama berpendapat bahwa azan dan ikamah hukumnya sunah, sedangkan  sebagian ulama yang lain  berpendapat bahwa azan dan ikamah hukumnya fardu kifayah untuk syiar Islam.
      Azan dan ikamah disyariatkan untuk salat fardu lima waktu yang dikerjakan secara berjamaah maupun sendiri. Untuk mengerjakan salat sunah tidak dianjurkan dengan azan dan ikamah, tetapi disarankan menyerukan “ashshalatul jamiah” (marilah salat berjamaah).
Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

671. AZAN

AZAN DAN IKAMAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang azan dan ikamah menurut  agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Al-Quran surah Al-Ankabut, surah ke-29 ayat 45.

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

      “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Quran) dan dirikan salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
      Al-Quran surah Al-Jumuah, surah ke-62 ayat 9.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

      “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
      Kata “azan” (menurut KBBI V) dapat diartikan “seruan untuk mengajak orang melakukan salat berjamaah”, atau “bang”. Sedangkan “ikamah” adalah panggilan atau seruan segera berdiri untuk salat berjamaah.
      Seruan azan dimaksudkan untuk memberitahukan bahwa waktu salat fardu telah tiba dan menyerukan untuk mengerjakan salat berjamaah, serta menyiarkan agama Islam dalam masyarakat umum.
       Lafaz azan adalah berikut ini.

اَللهُ اَكْبَرُ  4 kali
اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُx 2
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ ×2
حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ ×2
حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ ×2
الصلاة خيرٌ من النَّوم2x khusus Subuh
اَللهُ اَكْبَرُ2x    
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ   1x

Lafaz ikamah adalah berikut ini.

اَللهُ اَكْبَرُ 2x
اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ
حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ
حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ
قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ 2x
اَللهُ اَكْبَرُ 2x
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ

      Sebagian ulama berpendapat bahwa azan dan ikamah hukumnya sunah, sedangkan  sebagian ulama yang lain  berpendapat bahwa azan dan ikamah hukumnya fardu kifayah untuk syiar Islam.
      Azan dan ikamah disyariatkan untuk salat fardu lima waktu yang dikerjakan secara berjamaah maupun sendiri. Untuk mengerjakan salat sunah tidak dianjurkan dengan azan dan ikamah, tetapi disarankan menyerukan “ashshalatul jamiah” (marilah salat berjamaah).
Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

671. AZAN

AZAN DAN IKAMAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang azan dan ikamah menurut  agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Al-Quran surah Al-Ankabut, surah ke-29 ayat 45.

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

      “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Quran) dan dirikan salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
      Al-Quran surah Al-Jumuah, surah ke-62 ayat 9.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

      “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
      Kata “azan” (menurut KBBI V) dapat diartikan “seruan untuk mengajak orang melakukan salat berjamaah”, atau “bang”. Sedangkan “ikamah” adalah panggilan atau seruan segera berdiri untuk salat berjamaah.
      Seruan azan dimaksudkan untuk memberitahukan bahwa waktu salat fardu telah tiba dan menyerukan untuk mengerjakan salat berjamaah, serta menyiarkan agama Islam dalam masyarakat umum.
       Lafaz azan adalah berikut ini.

اَللهُ اَكْبَرُ  4 kali
اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُx 2
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ ×2
حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ ×2
حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ ×2
الصلاة خيرٌ من النَّوم2x khusus Subuh
اَللهُ اَكْبَرُ2x    
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ   1x

Lafaz ikamah adalah berikut ini.

اَللهُ اَكْبَرُ 2x
اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ
حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ
حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ
قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ 2x
اَللهُ اَكْبَرُ 2x
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ

      Sebagian ulama berpendapat bahwa azan dan ikamah hukumnya sunah, sedangkan  sebagian ulama yang lain  berpendapat bahwa azan dan ikamah hukumnya fardu kifayah untuk syiar Islam.
      Azan dan ikamah disyariatkan untuk salat fardu lima waktu yang dikerjakan secara berjamaah maupun sendiri. Untuk mengerjakan salat sunah tidak dianjurkan dengan azan dan ikamah, tetapi disarankan menyerukan “ashshalatul jamiah” (marilah salat berjamaah).
Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

Saturday, January 27, 2018

670. BESAR

HADAS BESAR
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang hadas besar menurut  agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Al-Quran surah Al-Maidah, surah ke-5 ayat 6.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

      “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkanmu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”
      Kata “hadas” (menurut KBBI V) dapat diartikan “keadaan tidak suci pada diri seorang muslim yang menyebabkan ia tidak boleh salat, tawaf, dan sebagainya”.
    “Hadas kecil” adalah hadas yang disebabkan oleh buang air (kentut dan sebagainya) dan menyebabkan batal wudu, sedangkan “hadas besar” adalah hadas yang disebabkan oleh bersetubuh (haid dan sebagainya), baru dianggap bersih kembali sesudah mandi hadas.
      Hal-hal yang dilarang karena hadas besar. Pertama, ketika hadas besar dilarang mengerjakan salat wajib dan salat sunah.
      Kedua, orang yang berhadas besar dilarang melakukan tawaf sunah maupun tawaf fardu, yaitu berjalan mengelilingi Kakbah  berlawanan arah dengan jarum jam sebanyak tujuh kali yang diawali dari garis yang berada di depan Hajar Aswad.
     Ketiga, orang yang berhadas besar dilarang membawa, menyentuh, dan mengangkat mushaf Al-Quran, kecuali terpaksa untuk menjaga mushaf Al-Quran jangan sampai rusak, terbakar dan semacamnya, tetapi sebagian ulama tidak melarang orang yang berhadas besar untuk menyentuh Al-Quran.
      Keempat, orang yang berhadas besar dilarang membaca mushaf Al-Quran, tetapi membaca zikir yang yang diambil dari ayat-ayat Al-Quran dibolehkan. Sebagian ulama berpendapat bahwa orang yang junub dibolehkan membaca Al-Quran karena tidak ada dalil larangan yang kuat .
      Kelima, orang yang berhadas besar dilarang duduk di dalam masjid, tetapi sebagian ulama berpendapat bahwa orang yang berhadas besar boleh duduk di teras masjid.
Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

670. BESAR

HADAS BESAR
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang hadas besar menurut  agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Al-Quran surah Al-Maidah, surah ke-5 ayat 6.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

      “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkanmu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”
      Kata “hadas” (menurut KBBI V) dapat diartikan “keadaan tidak suci pada diri seorang muslim yang menyebabkan ia tidak boleh salat, tawaf, dan sebagainya”.
    “Hadas kecil” adalah hadas yang disebabkan oleh buang air (kentut dan sebagainya) dan menyebabkan batal wudu, sedangkan “hadas besar” adalah hadas yang disebabkan oleh bersetubuh (haid dan sebagainya), baru dianggap bersih kembali sesudah mandi hadas.
      Hal-hal yang dilarang karena hadas besar. Pertama, ketika hadas besar dilarang mengerjakan salat wajib dan salat sunah.
      Kedua, orang yang berhadas besar dilarang melakukan tawaf sunah maupun tawaf fardu, yaitu berjalan mengelilingi Kakbah  berlawanan arah dengan jarum jam sebanyak tujuh kali yang diawali dari garis yang berada di depan Hajar Aswad.
     Ketiga, orang yang berhadas besar dilarang membawa, menyentuh, dan mengangkat mushaf Al-Quran, kecuali terpaksa untuk menjaga mushaf Al-Quran jangan sampai rusak, terbakar dan semacamnya, tetapi sebagian ulama tidak melarang orang yang berhadas besar untuk menyentuh Al-Quran.
      Keempat, orang yang berhadas besar dilarang membaca mushaf Al-Quran, tetapi membaca zikir yang yang diambil dari ayat-ayat Al-Quran dibolehkan. Sebagian ulama berpendapat bahwa orang yang junub dibolehkan membaca Al-Quran karena tidak ada dalil larangan yang kuat .
      Kelima, orang yang berhadas besar dilarang duduk di dalam masjid, tetapi sebagian ulama berpendapat bahwa orang yang berhadas besar boleh duduk di teras masjid.
Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

670. BESAR

HADAS BESAR
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang hadas besar menurut  agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Al-Quran surah Al-Maidah, surah ke-5 ayat 6.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

      “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkanmu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”
      Kata “hadas” (menurut KBBI V) dapat diartikan “keadaan tidak suci pada diri seorang muslim yang menyebabkan ia tidak boleh salat, tawaf, dan sebagainya”.
    “Hadas kecil” adalah hadas yang disebabkan oleh buang air (kentut dan sebagainya) dan menyebabkan batal wudu, sedangkan “hadas besar” adalah hadas yang disebabkan oleh bersetubuh (haid dan sebagainya), baru dianggap bersih kembali sesudah mandi hadas.
      Hal-hal yang dilarang karena hadas besar. Pertama, ketika hadas besar dilarang mengerjakan salat wajib dan salat sunah.
      Kedua, orang yang berhadas besar dilarang melakukan tawaf sunah maupun tawaf fardu, yaitu berjalan mengelilingi Kakbah  berlawanan arah dengan jarum jam sebanyak tujuh kali yang diawali dari garis yang berada di depan Hajar Aswad.
     Ketiga, orang yang berhadas besar dilarang membawa, menyentuh, dan mengangkat mushaf Al-Quran, kecuali terpaksa untuk menjaga mushaf Al-Quran jangan sampai rusak, terbakar dan semacamnya, tetapi sebagian ulama tidak melarang orang yang berhadas besar untuk menyentuh Al-Quran.
      Keempat, orang yang berhadas besar dilarang membaca mushaf Al-Quran, tetapi membaca zikir yang yang diambil dari ayat-ayat Al-Quran dibolehkan. Sebagian ulama berpendapat bahwa orang yang junub dibolehkan membaca Al-Quran karena tidak ada dalil larangan yang kuat .
      Kelima, orang yang berhadas besar dilarang duduk di dalam masjid, tetapi sebagian ulama berpendapat bahwa orang yang berhadas besar boleh duduk di teras masjid.
Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

670. BESAR

HADAS BESAR
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang hadas besar menurut  agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Al-Quran surah Al-Maidah, surah ke-5 ayat 6.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

      “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkanmu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”
      Kata “hadas” (menurut KBBI V) dapat diartikan “keadaan tidak suci pada diri seorang muslim yang menyebabkan ia tidak boleh salat, tawaf, dan sebagainya”.
    “Hadas kecil” adalah hadas yang disebabkan oleh buang air (kentut dan sebagainya) dan menyebabkan batal wudu, sedangkan “hadas besar” adalah hadas yang disebabkan oleh bersetubuh (haid dan sebagainya), baru dianggap bersih kembali sesudah mandi hadas.
      Hal-hal yang dilarang karena hadas besar. Pertama, ketika hadas besar dilarang mengerjakan salat wajib dan salat sunah.
      Kedua, orang yang berhadas besar dilarang melakukan tawaf sunah maupun tawaf fardu, yaitu berjalan mengelilingi Kakbah  berlawanan arah dengan jarum jam sebanyak tujuh kali yang diawali dari garis yang berada di depan Hajar Aswad.
     Ketiga, orang yang berhadas besar dilarang membawa, menyentuh, dan mengangkat mushaf Al-Quran, kecuali terpaksa untuk menjaga mushaf Al-Quran jangan sampai rusak, terbakar dan semacamnya, tetapi sebagian ulama tidak melarang orang yang berhadas besar untuk menyentuh Al-Quran.
      Keempat, orang yang berhadas besar dilarang membaca mushaf Al-Quran, tetapi membaca zikir yang yang diambil dari ayat-ayat Al-Quran dibolehkan. Sebagian ulama berpendapat bahwa orang yang junub dibolehkan membaca Al-Quran karena tidak ada dalil larangan yang kuat .
      Kelima, orang yang berhadas besar dilarang duduk di dalam masjid, tetapi sebagian ulama berpendapat bahwa orang yang berhadas besar boleh duduk di teras masjid.
Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online