Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, April 18, 2018

783. FISIK

BANGUNAN FISIK MASJIDIL HARAM
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang bangunan fisik Masjidil Haram di Mekah?” Berikut ini penjelasannya

     
      Nabi Muhammad bersabda,”Tidak ada bumi yang lebih baik dan lebih aku sukai daripada Mekah, seandainya kaumku tidak mengusirku, maka aku akan tinggal selamanya di Mekah.”
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 144.

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

      “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkan mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkan mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”
      Masjidil Haram adalah sebuah masjid terbesar di dunia  yang berada di pusat kota Mekah. Masjidil Haram adalah tujuan utama bagi umat Islam dari seluruh dunia yang melaksanakan ibadah haji dan umrah. 
      Masjidil Haram dibangun mengelilingi Kakbah yang menjadi arah kiblat bagi umat Islam dari seluruh dunia ketika mengerjakan ibadah salat yang berpahala 100.000 kali dibandingkan dengan salat di masjid lain, selain salat di Masjid Nabawi Madinah yang berpahala 1.000 kali dibandingkan salat di masjid yang lain.
      Bangunan Masjidil Haram berlantai tiga yang memiliki 9 menara yang berada di dataran rendah Batha’ di Mekah dengan ketinggian sekitar 300 meter di atas permukaan air laut.
      Sebanyak 8 menara Masjidil Haram berada di pintu masuk utama dengan posisi berpasangan yang 1 menara di sisi kiri dan 1 menara di sisi kanan, sedangkan yang hanya 1 menara terletak di bukit Safa, tempat memulai perjalanan sai.
      Masjidil Haram mempunyai 129 pintu untuk memasuki Masjidil Haram, terdapat 4 pintu utama dan 45 pintu biasa yang terbuka selama 24 jam sehari semalam, masing-masing pintu memiliki sebuah nama dan nomor pintu, misalnya pintu bernama Babus Salam, Shafa, Darul Arqam, Ali, Abbas, Nabi, Bani Syaibah, dan lain-lain.
     Terdapat sebuah pintu yang sangat populer dan paling utama yang biasanya para jamaah sering menginginkan memasuki lewat pintu tersebut, yaitu pintu Babus Salam. Jamaah yang masuk Masjidil Haram melewati pintu Babus Salam akan dapat langsung melihat Kakbah, Hajar Aswad, Makam Ibrahim, dan Hijir Ismail.
     Semua pintu dalam Masjidil Haram dilengkapi dengan lampu petunjuk berwarna merah dan hijau. Jika lampu hijau menyala, berarti di dalam masjid masih terdapat tempat yang kosong, tetapi jika lampu merah menyala, berarti tak ada tempat lagi di dalam masjid.
    Masjidil Haram juga menyediakan 50 pintu yang dikhususkan bagi para jamaah yang membutuhkan perlakuan khusus dan para jamaah yang tidak bisa berjalan kaki atau yang mempunyai kekhususan lainnya.
      Masjidil Haram dilengkapi dengan “full AC” (pendingin udara) dan tangga berjalan elektronik yang dipasang pada semua lantai serta ruangan bawah tanah dipakai untuk tempat wudu dan toilet, sedangkan terowongan bawah tanah Masjidil Haram digunkan untuk saluran air, penampungan air hujan, dan  tempat parkir kendaraan.
      Luas Masjidil-Haram sekitar 400 ribu meter persegi yang mampu menampung jamaah 900 ribu orang, sedangkan pada musim haji, Masjidil Haram “dipaksa” menampung jamaah lebih dari 3 juta orang.
     Semua lantai di dalam Masjidil-Haram diberi tanda berupa garis melingkar untuk memudahkan para jamaah membuat saf untuk salat menghadap Kakbah dan jalur khusus untuk tawaf mengelilingi Kakbah. 
      Di dalam bangunan fisik Masjidil-Haram terdapat Kakbah, sumur air zam-zam, Makam Ibrahim, Hijir Ismail, dan di pojok selatan terdapat bukit Safa dan di pojok utara terdapat bukit Marwa.
      Bangunan tempat para jamaah melakukan sai yang memanjang dari selatan ke utara sekitar 400 meter yang berada di sisi bagian timur Masjidil Haram, kegiatan sai dapat dikerjakan di lantai 1, 2, dan 3, serta disiapkan jalur khusus bagi jamaah yang menggunakan kursi roda.
      Tempat bukit Safa untuk mengerjakan sai diberi tanda berupa bangunan 1 menara yang menjulang tinggi, sedangkan bukit Marwa diberi tanda dengan bangunan 2 menara yang menjulang tinggi.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

783. FISIK

BANGUNAN FISIK MASJIDIL HARAM
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang bangunan fisik Masjidil Haram di Mekah?” Berikut ini penjelasannya

     
      Nabi Muhammad bersabda,”Tidak ada bumi yang lebih baik dan lebih aku sukai daripada Mekah, seandainya kaumku tidak mengusirku, maka aku akan tinggal selamanya di Mekah.”
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 144.

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

      “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkan mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkan mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”
      Masjidil Haram adalah sebuah masjid terbesar di dunia  yang berada di pusat kota Mekah. Masjidil Haram adalah tujuan utama bagi umat Islam dari seluruh dunia yang melaksanakan ibadah haji dan umrah. 
      Masjidil Haram dibangun mengelilingi Kakbah yang menjadi arah kiblat bagi umat Islam dari seluruh dunia ketika mengerjakan ibadah salat yang berpahala 100.000 kali dibandingkan dengan salat di masjid lain, selain salat di Masjid Nabawi Madinah yang berpahala 1.000 kali dibandingkan salat di masjid yang lain.
      Bangunan Masjidil Haram berlantai tiga yang memiliki 9 menara yang berada di dataran rendah Batha’ di Mekah dengan ketinggian sekitar 300 meter di atas permukaan air laut.
      Sebanyak 8 menara Masjidil Haram berada di pintu masuk utama dengan posisi berpasangan yang 1 menara di sisi kiri dan 1 menara di sisi kanan, sedangkan yang hanya 1 menara terletak di bukit Safa, tempat memulai perjalanan sai.
      Masjidil Haram mempunyai 129 pintu untuk memasuki Masjidil Haram, terdapat 4 pintu utama dan 45 pintu biasa yang terbuka selama 24 jam sehari semalam, masing-masing pintu memiliki sebuah nama dan nomor pintu, misalnya pintu bernama Babus Salam, Shafa, Darul Arqam, Ali, Abbas, Nabi, Bani Syaibah, dan lain-lain.
     Terdapat sebuah pintu yang sangat populer dan paling utama yang biasanya para jamaah sering menginginkan memasuki lewat pintu tersebut, yaitu pintu Babus Salam. Jamaah yang masuk Masjidil Haram melewati pintu Babus Salam akan dapat langsung melihat Kakbah, Hajar Aswad, Makam Ibrahim, dan Hijir Ismail.
     Semua pintu dalam Masjidil Haram dilengkapi dengan lampu petunjuk berwarna merah dan hijau. Jika lampu hijau menyala, berarti di dalam masjid masih terdapat tempat yang kosong, tetapi jika lampu merah menyala, berarti tak ada tempat lagi di dalam masjid.
    Masjidil Haram juga menyediakan 50 pintu yang dikhususkan bagi para jamaah yang membutuhkan perlakuan khusus dan para jamaah yang tidak bisa berjalan kaki atau yang mempunyai kekhususan lainnya.
      Masjidil Haram dilengkapi dengan “full AC” (pendingin udara) dan tangga berjalan elektronik yang dipasang pada semua lantai serta ruangan bawah tanah dipakai untuk tempat wudu dan toilet, sedangkan terowongan bawah tanah Masjidil Haram digunkan untuk saluran air, penampungan air hujan, dan  tempat parkir kendaraan.
      Luas Masjidil-Haram sekitar 400 ribu meter persegi yang mampu menampung jamaah 900 ribu orang, sedangkan pada musim haji, Masjidil Haram “dipaksa” menampung jamaah lebih dari 3 juta orang.
     Semua lantai di dalam Masjidil-Haram diberi tanda berupa garis melingkar untuk memudahkan para jamaah membuat saf untuk salat menghadap Kakbah dan jalur khusus untuk tawaf mengelilingi Kakbah. 
      Di dalam bangunan fisik Masjidil-Haram terdapat Kakbah, sumur air zam-zam, Makam Ibrahim, Hijir Ismail, dan di pojok selatan terdapat bukit Safa dan di pojok utara terdapat bukit Marwa.
      Bangunan tempat para jamaah melakukan sai yang memanjang dari selatan ke utara sekitar 400 meter yang berada di sisi bagian timur Masjidil Haram, kegiatan sai dapat dikerjakan di lantai 1, 2, dan 3, serta disiapkan jalur khusus bagi jamaah yang menggunakan kursi roda.
      Tempat bukit Safa untuk mengerjakan sai diberi tanda berupa bangunan 1 menara yang menjulang tinggi, sedangkan bukit Marwa diberi tanda dengan bangunan 2 menara yang menjulang tinggi.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

782. BATAS

BATAS TANAH SUCI MEKAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang batas-batas tanah suci Mekah menurut Al-Quran?” Berikut ini penjelasannya.
      Para ulama menjelaskan bahwa Allah telah menyucikan seluruh tanah Mekah dan sekitarnya sejak bumi diciptakan oleh Allah sampai kiamat kelak. Dikisahkan bahwa malaikat Jibril memberi tahu Nabi Ibrahim tentang batas-batas tanah suci Mekah dan menyuruh memberi tanda dengan batu, maka Nabi Ibrahim adalah orang pertama yang memberi tanda batas tanah suci (haram) Mekah dengan yang lainnya.
      Pada tahun ke-9 Hijrah, setelah pembebasan kota Mekah, Nabi Muhammad mengutus Tamin bin Asad Khazai untuk memperbaiki semua tanda batas tanah suci Mekah, kemudian dilanjutkan oleh para khalifah berikutnya.
      Banyaknya tanda batas tanah suci Mekah sebanyak 943 buah yang ditancapkan di atas gunung, lembah, dan tempat yang tinggi, tetapi kebanyakan tanda tersebut telah terpendam, kemudian diperbaiki oleh generasi sesudahnya.
      Kawasan tanah suci Mekah dengan luas sekitar 550  km persegi dan keliling 127 km, Allah menjadikan sebagai tempat kembali, tempat bertemunya seluruh manusia, dan sebagai tempat yang aman.
      Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 25.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ ۚ وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

      “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidil Haram yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih.”
      Batas  tanah suci Mekah adalah berikut ini.
      Pertama, Masjid Tan’im. Masjid Tan’im atau Masjid Sayidah Aisyah, istri Nabi Muhammad, dan ibu kaum muslimin terletak 7,5 km di sebelah barat laut Masjidil Haram, adalah batas tanah suci yang paling dekat.
     Kedua, Masjid Ji’ranah. Ji’ranah adalah nama tempat yang diambil dari nama seorang wanita dungu yang senang menguraikan benang yang pernah hidup di daerah tersebut yang terletak 22 km di sebelah utara Masjidil Haram.
      Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 92.

وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلًا بَيْنَكُمْ أَنْ تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَىٰ مِنْ أُمَّةٍ ۚ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ اللَّهُ بِهِ ۚ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
    
    “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.”
      Ketiga, Masjid Hudaibiyah. Hudaibiyah adalah tempat para sahabat berbaiat kepada Nabi Muhammad pada tahun ke-6 Hijrah yang terletak 24 km di sebelah barat dari Masjidil Haram.
      Al-Quran surah Al-Fath, surah ke-48 ayat 10.

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
  
   “Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepadamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.”
      Keempat, Wadi Nakhlah. Nakhlah terletak 23 km di sebelah timur laut Masjidil Haram. Setelah pembebasan Mekah, Khalid bin Walid beserta 30 orang yang berasal dari Persia diperintahkan oleh Nabi Muhammad untuk memusnahkan berhala Uzza, berhala terbesar milik kaum Quraisy.
      Kelima, Adlan Laban. Adlat Laban atau Al-Aqisyiyyah terletak 13 km di sebelah selatan Masjidil Haram yang dikeliling bukit Laban yang berwarna putih mirip susu. Adlat adalah nama seorang pemimpin Bani Aqisy pada  abad 9 Hijrah.
      Keenam, Bukit Arafah. Arafah adalah tempat Nabi Adam dan Hawa “ta’aruf” (bertemu dan saling mengenal kembali) yang berjarak 22 km di sebelah tenggara Masjidil Haram. Arafah adalah lokasi para jamaah haji dari seluruh dunia melaksanakan wukuf pada 9 Zulhijah.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

782. BATAS

BATAS TANAH SUCI MEKAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang batas-batas tanah suci Mekah menurut Al-Quran?” Berikut ini penjelasannya.
      Para ulama menjelaskan bahwa Allah telah menyucikan seluruh tanah Mekah dan sekitarnya sejak bumi diciptakan oleh Allah sampai kiamat kelak. Dikisahkan bahwa malaikat Jibril memberi tahu Nabi Ibrahim tentang batas-batas tanah suci Mekah dan menyuruh memberi tanda dengan batu, maka Nabi Ibrahim adalah orang pertama yang memberi tanda batas tanah suci (haram) Mekah dengan yang lainnya.
      Pada tahun ke-9 Hijrah, setelah pembebasan kota Mekah, Nabi Muhammad mengutus Tamin bin Asad Khazai untuk memperbaiki semua tanda batas tanah suci Mekah, kemudian dilanjutkan oleh para khalifah berikutnya.
      Banyaknya tanda batas tanah suci Mekah sebanyak 943 buah yang ditancapkan di atas gunung, lembah, dan tempat yang tinggi, tetapi kebanyakan tanda tersebut telah terpendam, kemudian diperbaiki oleh generasi sesudahnya.
      Kawasan tanah suci Mekah dengan luas sekitar 550  km persegi dan keliling 127 km, Allah menjadikan sebagai tempat kembali, tempat bertemunya seluruh manusia, dan sebagai tempat yang aman.
      Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 25.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ ۚ وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

      “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidil Haram yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih.”
      Batas  tanah suci Mekah adalah berikut ini.
      Pertama, Masjid Tan’im. Masjid Tan’im atau Masjid Sayidah Aisyah, istri Nabi Muhammad, dan ibu kaum muslimin terletak 7,5 km di sebelah barat laut Masjidil Haram, adalah batas tanah suci yang paling dekat.
     Kedua, Masjid Ji’ranah. Ji’ranah adalah nama tempat yang diambil dari nama seorang wanita dungu yang senang menguraikan benang yang pernah hidup di daerah tersebut yang terletak 22 km di sebelah utara Masjidil Haram.
      Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 92.

وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلًا بَيْنَكُمْ أَنْ تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَىٰ مِنْ أُمَّةٍ ۚ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ اللَّهُ بِهِ ۚ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
    
    “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.”
      Ketiga, Masjid Hudaibiyah. Hudaibiyah adalah tempat para sahabat berbaiat kepada Nabi Muhammad pada tahun ke-6 Hijrah yang terletak 24 km di sebelah barat dari Masjidil Haram.
      Al-Quran surah Al-Fath, surah ke-48 ayat 10.

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
  
   “Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepadamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.”
      Keempat, Wadi Nakhlah. Nakhlah terletak 23 km di sebelah timur laut Masjidil Haram. Setelah pembebasan Mekah, Khalid bin Walid beserta 30 orang yang berasal dari Persia diperintahkan oleh Nabi Muhammad untuk memusnahkan berhala Uzza, berhala terbesar milik kaum Quraisy.
      Kelima, Adlan Laban. Adlat Laban atau Al-Aqisyiyyah terletak 13 km di sebelah selatan Masjidil Haram yang dikeliling bukit Laban yang berwarna putih mirip susu. Adlat adalah nama seorang pemimpin Bani Aqisy pada  abad 9 Hijrah.
      Keenam, Bukit Arafah. Arafah adalah tempat Nabi Adam dan Hawa “ta’aruf” (bertemu dan saling mengenal kembali) yang berjarak 22 km di sebelah tenggara Masjidil Haram. Arafah adalah lokasi para jamaah haji dari seluruh dunia melaksanakan wukuf pada 9 Zulhijah.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

782. BATAS

BATAS TANAH SUCI MEKAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang batas-batas tanah suci Mekah menurut Al-Quran?” Berikut ini penjelasannya.
      Para ulama menjelaskan bahwa Allah telah menyucikan seluruh tanah Mekah dan sekitarnya sejak bumi diciptakan oleh Allah sampai kiamat kelak. Dikisahkan bahwa malaikat Jibril memberi tahu Nabi Ibrahim tentang batas-batas tanah suci Mekah dan menyuruh memberi tanda dengan batu, maka Nabi Ibrahim adalah orang pertama yang memberi tanda batas tanah suci (haram) Mekah dengan yang lainnya.
      Pada tahun ke-9 Hijrah, setelah pembebasan kota Mekah, Nabi Muhammad mengutus Tamin bin Asad Khazai untuk memperbaiki semua tanda batas tanah suci Mekah, kemudian dilanjutkan oleh para khalifah berikutnya.
      Banyaknya tanda batas tanah suci Mekah sebanyak 943 buah yang ditancapkan di atas gunung, lembah, dan tempat yang tinggi, tetapi kebanyakan tanda tersebut telah terpendam, kemudian diperbaiki oleh generasi sesudahnya.
      Kawasan tanah suci Mekah dengan luas sekitar 550  km persegi dan keliling 127 km, Allah menjadikan sebagai tempat kembali, tempat bertemunya seluruh manusia, dan sebagai tempat yang aman.
      Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 25.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ ۚ وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

      “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidil Haram yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih.”
      Batas  tanah suci Mekah adalah berikut ini.
      Pertama, Masjid Tan’im. Masjid Tan’im atau Masjid Sayidah Aisyah, istri Nabi Muhammad, dan ibu kaum muslimin terletak 7,5 km di sebelah barat laut Masjidil Haram, adalah batas tanah suci yang paling dekat.
     Kedua, Masjid Ji’ranah. Ji’ranah adalah nama tempat yang diambil dari nama seorang wanita dungu yang senang menguraikan benang yang pernah hidup di daerah tersebut yang terletak 22 km di sebelah utara Masjidil Haram.
      Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 92.

وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلًا بَيْنَكُمْ أَنْ تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَىٰ مِنْ أُمَّةٍ ۚ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ اللَّهُ بِهِ ۚ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
    
    “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.”
      Ketiga, Masjid Hudaibiyah. Hudaibiyah adalah tempat para sahabat berbaiat kepada Nabi Muhammad pada tahun ke-6 Hijrah yang terletak 24 km di sebelah barat dari Masjidil Haram.
      Al-Quran surah Al-Fath, surah ke-48 ayat 10.

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
  
   “Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepadamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.”
      Keempat, Wadi Nakhlah. Nakhlah terletak 23 km di sebelah timur laut Masjidil Haram. Setelah pembebasan Mekah, Khalid bin Walid beserta 30 orang yang berasal dari Persia diperintahkan oleh Nabi Muhammad untuk memusnahkan berhala Uzza, berhala terbesar milik kaum Quraisy.
      Kelima, Adlan Laban. Adlat Laban atau Al-Aqisyiyyah terletak 13 km di sebelah selatan Masjidil Haram yang dikeliling bukit Laban yang berwarna putih mirip susu. Adlat adalah nama seorang pemimpin Bani Aqisy pada  abad 9 Hijrah.
      Keenam, Bukit Arafah. Arafah adalah tempat Nabi Adam dan Hawa “ta’aruf” (bertemu dan saling mengenal kembali) yang berjarak 22 km di sebelah tenggara Masjidil Haram. Arafah adalah lokasi para jamaah haji dari seluruh dunia melaksanakan wukuf pada 9 Zulhijah.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

782. BATAS

BATAS TANAH SUCI MEKAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang batas-batas tanah suci Mekah menurut Al-Quran?” Berikut ini penjelasannya.
      Para ulama menjelaskan bahwa Allah telah menyucikan seluruh tanah Mekah dan sekitarnya sejak bumi diciptakan oleh Allah sampai kiamat kelak. Dikisahkan bahwa malaikat Jibril memberi tahu Nabi Ibrahim tentang batas-batas tanah suci Mekah dan menyuruh memberi tanda dengan batu, maka Nabi Ibrahim adalah orang pertama yang memberi tanda batas tanah suci (haram) Mekah dengan yang lainnya.
      Pada tahun ke-9 Hijrah, setelah pembebasan kota Mekah, Nabi Muhammad mengutus Tamin bin Asad Khazai untuk memperbaiki semua tanda batas tanah suci Mekah, kemudian dilanjutkan oleh para khalifah berikutnya.
      Banyaknya tanda batas tanah suci Mekah sebanyak 943 buah yang ditancapkan di atas gunung, lembah, dan tempat yang tinggi, tetapi kebanyakan tanda tersebut telah terpendam, kemudian diperbaiki oleh generasi sesudahnya.
      Kawasan tanah suci Mekah dengan luas sekitar 550  km persegi dan keliling 127 km, Allah menjadikan sebagai tempat kembali, tempat bertemunya seluruh manusia, dan sebagai tempat yang aman.
      Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 25.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ ۚ وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

      “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidil Haram yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih.”
      Batas  tanah suci Mekah adalah berikut ini.
      Pertama, Masjid Tan’im. Masjid Tan’im atau Masjid Sayidah Aisyah, istri Nabi Muhammad, dan ibu kaum muslimin terletak 7,5 km di sebelah barat laut Masjidil Haram, adalah batas tanah suci yang paling dekat.
     Kedua, Masjid Ji’ranah. Ji’ranah adalah nama tempat yang diambil dari nama seorang wanita dungu yang senang menguraikan benang yang pernah hidup di daerah tersebut yang terletak 22 km di sebelah utara Masjidil Haram.
      Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 92.

وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلًا بَيْنَكُمْ أَنْ تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَىٰ مِنْ أُمَّةٍ ۚ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ اللَّهُ بِهِ ۚ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
    
    “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.”
      Ketiga, Masjid Hudaibiyah. Hudaibiyah adalah tempat para sahabat berbaiat kepada Nabi Muhammad pada tahun ke-6 Hijrah yang terletak 24 km di sebelah barat dari Masjidil Haram.
      Al-Quran surah Al-Fath, surah ke-48 ayat 10.

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
  
   “Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepadamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.”
      Keempat, Wadi Nakhlah. Nakhlah terletak 23 km di sebelah timur laut Masjidil Haram. Setelah pembebasan Mekah, Khalid bin Walid beserta 30 orang yang berasal dari Persia diperintahkan oleh Nabi Muhammad untuk memusnahkan berhala Uzza, berhala terbesar milik kaum Quraisy.
      Kelima, Adlan Laban. Adlat Laban atau Al-Aqisyiyyah terletak 13 km di sebelah selatan Masjidil Haram yang dikeliling bukit Laban yang berwarna putih mirip susu. Adlat adalah nama seorang pemimpin Bani Aqisy pada  abad 9 Hijrah.
      Keenam, Bukit Arafah. Arafah adalah tempat Nabi Adam dan Hawa “ta’aruf” (bertemu dan saling mengenal kembali) yang berjarak 22 km di sebelah tenggara Masjidil Haram. Arafah adalah lokasi para jamaah haji dari seluruh dunia melaksanakan wukuf pada 9 Zulhijah.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

782. BATAS

BATAS TANAH SUCI MEKAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang batas-batas tanah suci Mekah menurut Al-Quran?” Berikut ini penjelasannya.
      Para ulama menjelaskan bahwa Allah telah menyucikan seluruh tanah Mekah dan sekitarnya sejak bumi diciptakan oleh Allah sampai kiamat kelak. Dikisahkan bahwa malaikat Jibril memberi tahu Nabi Ibrahim tentang batas-batas tanah suci Mekah dan menyuruh memberi tanda dengan batu, maka Nabi Ibrahim adalah orang pertama yang memberi tanda batas tanah suci (haram) Mekah dengan yang lainnya.
      Pada tahun ke-9 Hijrah, setelah pembebasan kota Mekah, Nabi Muhammad mengutus Tamin bin Asad Khazai untuk memperbaiki semua tanda batas tanah suci Mekah, kemudian dilanjutkan oleh para khalifah berikutnya.
      Banyaknya tanda batas tanah suci Mekah sebanyak 943 buah yang ditancapkan di atas gunung, lembah, dan tempat yang tinggi, tetapi kebanyakan tanda tersebut telah terpendam, kemudian diperbaiki oleh generasi sesudahnya.
      Kawasan tanah suci Mekah dengan luas sekitar 550  km persegi dan keliling 127 km, Allah menjadikan sebagai tempat kembali, tempat bertemunya seluruh manusia, dan sebagai tempat yang aman.
      Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 25.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ ۚ وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

      “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidil Haram yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih.”
      Batas  tanah suci Mekah adalah berikut ini.
      Pertama, Masjid Tan’im. Masjid Tan’im atau Masjid Sayidah Aisyah, istri Nabi Muhammad, dan ibu kaum muslimin terletak 7,5 km di sebelah barat laut Masjidil Haram, adalah batas tanah suci yang paling dekat.
     Kedua, Masjid Ji’ranah. Ji’ranah adalah nama tempat yang diambil dari nama seorang wanita dungu yang senang menguraikan benang yang pernah hidup di daerah tersebut yang terletak 22 km di sebelah utara Masjidil Haram.
      Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 92.

وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلًا بَيْنَكُمْ أَنْ تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَىٰ مِنْ أُمَّةٍ ۚ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ اللَّهُ بِهِ ۚ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
    
    “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.”
      Ketiga, Masjid Hudaibiyah. Hudaibiyah adalah tempat para sahabat berbaiat kepada Nabi Muhammad pada tahun ke-6 Hijrah yang terletak 24 km di sebelah barat dari Masjidil Haram.
      Al-Quran surah Al-Fath, surah ke-48 ayat 10.

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
  
   “Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepadamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.”
      Keempat, Wadi Nakhlah. Nakhlah terletak 23 km di sebelah timur laut Masjidil Haram. Setelah pembebasan Mekah, Khalid bin Walid beserta 30 orang yang berasal dari Persia diperintahkan oleh Nabi Muhammad untuk memusnahkan berhala Uzza, berhala terbesar milik kaum Quraisy.
      Kelima, Adlan Laban. Adlat Laban atau Al-Aqisyiyyah terletak 13 km di sebelah selatan Masjidil Haram yang dikeliling bukit Laban yang berwarna putih mirip susu. Adlat adalah nama seorang pemimpin Bani Aqisy pada  abad 9 Hijrah.
      Keenam, Bukit Arafah. Arafah adalah tempat Nabi Adam dan Hawa “ta’aruf” (bertemu dan saling mengenal kembali) yang berjarak 22 km di sebelah tenggara Masjidil Haram. Arafah adalah lokasi para jamaah haji dari seluruh dunia melaksanakan wukuf pada 9 Zulhijah.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

782. BATAS

BATAS TANAH SUCI MEKAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang batas-batas tanah suci Mekah menurut Al-Quran?” Berikut ini penjelasannya.
      Para ulama menjelaskan bahwa Allah telah menyucikan seluruh tanah Mekah dan sekitarnya sejak bumi diciptakan oleh Allah sampai kiamat kelak. Dikisahkan bahwa malaikat Jibril memberi tahu Nabi Ibrahim tentang batas-batas tanah suci Mekah dan menyuruh memberi tanda dengan batu, maka Nabi Ibrahim adalah orang pertama yang memberi tanda batas tanah suci (haram) Mekah dengan yang lainnya.
      Pada tahun ke-9 Hijrah, setelah pembebasan kota Mekah, Nabi Muhammad mengutus Tamin bin Asad Khazai untuk memperbaiki semua tanda batas tanah suci Mekah, kemudian dilanjutkan oleh para khalifah berikutnya.
      Banyaknya tanda batas tanah suci Mekah sebanyak 943 buah yang ditancapkan di atas gunung, lembah, dan tempat yang tinggi, tetapi kebanyakan tanda tersebut telah terpendam, kemudian diperbaiki oleh generasi sesudahnya.
      Kawasan tanah suci Mekah dengan luas sekitar 550  km persegi dan keliling 127 km, Allah menjadikan sebagai tempat kembali, tempat bertemunya seluruh manusia, dan sebagai tempat yang aman.
      Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 25.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ ۚ وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

      “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidil Haram yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih.”
      Batas  tanah suci Mekah adalah berikut ini.
      Pertama, Masjid Tan’im. Masjid Tan’im atau Masjid Sayidah Aisyah, istri Nabi Muhammad, dan ibu kaum muslimin terletak 7,5 km di sebelah barat laut Masjidil Haram, adalah batas tanah suci yang paling dekat.
     Kedua, Masjid Ji’ranah. Ji’ranah adalah nama tempat yang diambil dari nama seorang wanita dungu yang senang menguraikan benang yang pernah hidup di daerah tersebut yang terletak 22 km di sebelah utara Masjidil Haram.
      Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 92.

وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلًا بَيْنَكُمْ أَنْ تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَىٰ مِنْ أُمَّةٍ ۚ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ اللَّهُ بِهِ ۚ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
    
    “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.”
      Ketiga, Masjid Hudaibiyah. Hudaibiyah adalah tempat para sahabat berbaiat kepada Nabi Muhammad pada tahun ke-6 Hijrah yang terletak 24 km di sebelah barat dari Masjidil Haram.
      Al-Quran surah Al-Fath, surah ke-48 ayat 10.

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
  
   “Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepadamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.”
      Keempat, Wadi Nakhlah. Nakhlah terletak 23 km di sebelah timur laut Masjidil Haram. Setelah pembebasan Mekah, Khalid bin Walid beserta 30 orang yang berasal dari Persia diperintahkan oleh Nabi Muhammad untuk memusnahkan berhala Uzza, berhala terbesar milik kaum Quraisy.
      Kelima, Adlan Laban. Adlat Laban atau Al-Aqisyiyyah terletak 13 km di sebelah selatan Masjidil Haram yang dikeliling bukit Laban yang berwarna putih mirip susu. Adlat adalah nama seorang pemimpin Bani Aqisy pada  abad 9 Hijrah.
      Keenam, Bukit Arafah. Arafah adalah tempat Nabi Adam dan Hawa “ta’aruf” (bertemu dan saling mengenal kembali) yang berjarak 22 km di sebelah tenggara Masjidil Haram. Arafah adalah lokasi para jamaah haji dari seluruh dunia melaksanakan wukuf pada 9 Zulhijah.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

782. BATAS

BATAS TANAH SUCI MEKAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang batas-batas tanah suci Mekah menurut Al-Quran?” Berikut ini penjelasannya.
      Para ulama menjelaskan bahwa Allah telah menyucikan seluruh tanah Mekah dan sekitarnya sejak bumi diciptakan oleh Allah sampai kiamat kelak. Dikisahkan bahwa malaikat Jibril memberi tahu Nabi Ibrahim tentang batas-batas tanah suci Mekah dan menyuruh memberi tanda dengan batu, maka Nabi Ibrahim adalah orang pertama yang memberi tanda batas tanah suci (haram) Mekah dengan yang lainnya.
      Pada tahun ke-9 Hijrah, setelah pembebasan kota Mekah, Nabi Muhammad mengutus Tamin bin Asad Khazai untuk memperbaiki semua tanda batas tanah suci Mekah, kemudian dilanjutkan oleh para khalifah berikutnya.
      Banyaknya tanda batas tanah suci Mekah sebanyak 943 buah yang ditancapkan di atas gunung, lembah, dan tempat yang tinggi, tetapi kebanyakan tanda tersebut telah terpendam, kemudian diperbaiki oleh generasi sesudahnya.
      Kawasan tanah suci Mekah dengan luas sekitar 550  km persegi dan keliling 127 km, Allah menjadikan sebagai tempat kembali, tempat bertemunya seluruh manusia, dan sebagai tempat yang aman.
      Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 25.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ ۚ وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

      “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidil Haram yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih.”
      Batas  tanah suci Mekah adalah berikut ini.
      Pertama, Masjid Tan’im. Masjid Tan’im atau Masjid Sayidah Aisyah, istri Nabi Muhammad, dan ibu kaum muslimin terletak 7,5 km di sebelah barat laut Masjidil Haram, adalah batas tanah suci yang paling dekat.
     Kedua, Masjid Ji’ranah. Ji’ranah adalah nama tempat yang diambil dari nama seorang wanita dungu yang senang menguraikan benang yang pernah hidup di daerah tersebut yang terletak 22 km di sebelah utara Masjidil Haram.
      Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 92.

وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلًا بَيْنَكُمْ أَنْ تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَىٰ مِنْ أُمَّةٍ ۚ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ اللَّهُ بِهِ ۚ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
    
    “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.”
      Ketiga, Masjid Hudaibiyah. Hudaibiyah adalah tempat para sahabat berbaiat kepada Nabi Muhammad pada tahun ke-6 Hijrah yang terletak 24 km di sebelah barat dari Masjidil Haram.
      Al-Quran surah Al-Fath, surah ke-48 ayat 10.

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
  
   “Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepadamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.”
      Keempat, Wadi Nakhlah. Nakhlah terletak 23 km di sebelah timur laut Masjidil Haram. Setelah pembebasan Mekah, Khalid bin Walid beserta 30 orang yang berasal dari Persia diperintahkan oleh Nabi Muhammad untuk memusnahkan berhala Uzza, berhala terbesar milik kaum Quraisy.
      Kelima, Adlan Laban. Adlat Laban atau Al-Aqisyiyyah terletak 13 km di sebelah selatan Masjidil Haram yang dikeliling bukit Laban yang berwarna putih mirip susu. Adlat adalah nama seorang pemimpin Bani Aqisy pada  abad 9 Hijrah.
      Keenam, Bukit Arafah. Arafah adalah tempat Nabi Adam dan Hawa “ta’aruf” (bertemu dan saling mengenal kembali) yang berjarak 22 km di sebelah tenggara Masjidil Haram. Arafah adalah lokasi para jamaah haji dari seluruh dunia melaksanakan wukuf pada 9 Zulhijah.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

782. BATAS

BATAS TANAH SUCI MEKAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang batas-batas tanah suci Mekah menurut Al-Quran?” Berikut ini penjelasannya.
      Para ulama menjelaskan bahwa Allah telah menyucikan seluruh tanah Mekah dan sekitarnya sejak bumi diciptakan oleh Allah sampai kiamat kelak. Dikisahkan bahwa malaikat Jibril memberi tahu Nabi Ibrahim tentang batas-batas tanah suci Mekah dan menyuruh memberi tanda dengan batu, maka Nabi Ibrahim adalah orang pertama yang memberi tanda batas tanah suci (haram) Mekah dengan yang lainnya.
      Pada tahun ke-9 Hijrah, setelah pembebasan kota Mekah, Nabi Muhammad mengutus Tamin bin Asad Khazai untuk memperbaiki semua tanda batas tanah suci Mekah, kemudian dilanjutkan oleh para khalifah berikutnya.
      Banyaknya tanda batas tanah suci Mekah sebanyak 943 buah yang ditancapkan di atas gunung, lembah, dan tempat yang tinggi, tetapi kebanyakan tanda tersebut telah terpendam, kemudian diperbaiki oleh generasi sesudahnya.
      Kawasan tanah suci Mekah dengan luas sekitar 550  km persegi dan keliling 127 km, Allah menjadikan sebagai tempat kembali, tempat bertemunya seluruh manusia, dan sebagai tempat yang aman.
      Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 25.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ ۚ وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

      “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidil Haram yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih.”
      Batas  tanah suci Mekah adalah berikut ini.
      Pertama, Masjid Tan’im. Masjid Tan’im atau Masjid Sayidah Aisyah, istri Nabi Muhammad, dan ibu kaum muslimin terletak 7,5 km di sebelah barat laut Masjidil Haram, adalah batas tanah suci yang paling dekat.
     Kedua, Masjid Ji’ranah. Ji’ranah adalah nama tempat yang diambil dari nama seorang wanita dungu yang senang menguraikan benang yang pernah hidup di daerah tersebut yang terletak 22 km di sebelah utara Masjidil Haram.
      Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 92.

وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلًا بَيْنَكُمْ أَنْ تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَىٰ مِنْ أُمَّةٍ ۚ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ اللَّهُ بِهِ ۚ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
    
    “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.”
      Ketiga, Masjid Hudaibiyah. Hudaibiyah adalah tempat para sahabat berbaiat kepada Nabi Muhammad pada tahun ke-6 Hijrah yang terletak 24 km di sebelah barat dari Masjidil Haram.
      Al-Quran surah Al-Fath, surah ke-48 ayat 10.

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
  
   “Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepadamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.”
      Keempat, Wadi Nakhlah. Nakhlah terletak 23 km di sebelah timur laut Masjidil Haram. Setelah pembebasan Mekah, Khalid bin Walid beserta 30 orang yang berasal dari Persia diperintahkan oleh Nabi Muhammad untuk memusnahkan berhala Uzza, berhala terbesar milik kaum Quraisy.
      Kelima, Adlan Laban. Adlat Laban atau Al-Aqisyiyyah terletak 13 km di sebelah selatan Masjidil Haram yang dikeliling bukit Laban yang berwarna putih mirip susu. Adlat adalah nama seorang pemimpin Bani Aqisy pada  abad 9 Hijrah.
      Keenam, Bukit Arafah. Arafah adalah tempat Nabi Adam dan Hawa “ta’aruf” (bertemu dan saling mengenal kembali) yang berjarak 22 km di sebelah tenggara Masjidil Haram. Arafah adalah lokasi para jamaah haji dari seluruh dunia melaksanakan wukuf pada 9 Zulhijah.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

782. BATAS

BATAS TANAH SUCI MEKAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang batas-batas tanah suci Mekah menurut Al-Quran?” Berikut ini penjelasannya.
      Para ulama menjelaskan bahwa Allah telah menyucikan seluruh tanah Mekah dan sekitarnya sejak bumi diciptakan oleh Allah sampai kiamat kelak. Dikisahkan bahwa malaikat Jibril memberi tahu Nabi Ibrahim tentang batas-batas tanah suci Mekah dan menyuruh memberi tanda dengan batu, maka Nabi Ibrahim adalah orang pertama yang memberi tanda batas tanah suci (haram) Mekah dengan yang lainnya.
      Pada tahun ke-9 Hijrah, setelah pembebasan kota Mekah, Nabi Muhammad mengutus Tamin bin Asad Khazai untuk memperbaiki semua tanda batas tanah suci Mekah, kemudian dilanjutkan oleh para khalifah berikutnya.
      Banyaknya tanda batas tanah suci Mekah sebanyak 943 buah yang ditancapkan di atas gunung, lembah, dan tempat yang tinggi, tetapi kebanyakan tanda tersebut telah terpendam, kemudian diperbaiki oleh generasi sesudahnya.
      Kawasan tanah suci Mekah dengan luas sekitar 550  km persegi dan keliling 127 km, Allah menjadikan sebagai tempat kembali, tempat bertemunya seluruh manusia, dan sebagai tempat yang aman.
      Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 25.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ ۚ وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

      “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidil Haram yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih.”
      Batas  tanah suci Mekah adalah berikut ini.
      Pertama, Masjid Tan’im. Masjid Tan’im atau Masjid Sayidah Aisyah, istri Nabi Muhammad, dan ibu kaum muslimin terletak 7,5 km di sebelah barat laut Masjidil Haram, adalah batas tanah suci yang paling dekat.
     Kedua, Masjid Ji’ranah. Ji’ranah adalah nama tempat yang diambil dari nama seorang wanita dungu yang senang menguraikan benang yang pernah hidup di daerah tersebut yang terletak 22 km di sebelah utara Masjidil Haram.
      Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 92.

وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلًا بَيْنَكُمْ أَنْ تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَىٰ مِنْ أُمَّةٍ ۚ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ اللَّهُ بِهِ ۚ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
    
    “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.”
      Ketiga, Masjid Hudaibiyah. Hudaibiyah adalah tempat para sahabat berbaiat kepada Nabi Muhammad pada tahun ke-6 Hijrah yang terletak 24 km di sebelah barat dari Masjidil Haram.
      Al-Quran surah Al-Fath, surah ke-48 ayat 10.

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
  
   “Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepadamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.”
      Keempat, Wadi Nakhlah. Nakhlah terletak 23 km di sebelah timur laut Masjidil Haram. Setelah pembebasan Mekah, Khalid bin Walid beserta 30 orang yang berasal dari Persia diperintahkan oleh Nabi Muhammad untuk memusnahkan berhala Uzza, berhala terbesar milik kaum Quraisy.
      Kelima, Adlan Laban. Adlat Laban atau Al-Aqisyiyyah terletak 13 km di sebelah selatan Masjidil Haram yang dikeliling bukit Laban yang berwarna putih mirip susu. Adlat adalah nama seorang pemimpin Bani Aqisy pada  abad 9 Hijrah.
      Keenam, Bukit Arafah. Arafah adalah tempat Nabi Adam dan Hawa “ta’aruf” (bertemu dan saling mengenal kembali) yang berjarak 22 km di sebelah tenggara Masjidil Haram. Arafah adalah lokasi para jamaah haji dari seluruh dunia melaksanakan wukuf pada 9 Zulhijah.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online