Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, May 28, 2018

851. ANAK

KETURUNAN NABI MUHAMMAD
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

     
      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang keturunan Nabi Muhammad menurut sejarah Islam?” Berikut ini penjelasannnya.
      Keturunan Nabi Muhammad adalah berikut ini.
      Ke-1, Nabi Muhammad menikah dengan Khadijah memperoleh 6 orang keturunan (4 perempuan dan 2 laki-laki) yaitu Qosim, Zainab, Ruqoiyah, Umi Kulsum, Fatimah, dan Abdullah. 
       Qosim dan Abdullah meninggal ketika masih kecil.
       Zainab menikah dengan Abi Al-Ash bin Rubai memperoleh 2 anak yaitu Ali bin Abi Al-Ash dan Umamah binti Abi Al-Ash.
       Ruqaiyah menikah dengan Utbah bin Abu Lahab sewaktu Nabi belum diangkat menjadi Rasul. Ketika Nabi diutus menjadi Rasul, Ruqaiyah dan Utbah bin Abu Lahab bercerai, tidak mempunyai anak.
      Ruqaiyah menikah dengan Usman bin Affan mempunyai seorang anak yang meninggal dunia ketika masih kecil.
      Umi Kulsum menikah dengan Utaibah bin Abu Lahab sewaktu Nabi belum diangkat menjadi Rasul. Ketika Nabi diangkat menjadi Rasul, Umi Kulsum dan Utaibah bin Abu Lahab bercerai, tidak mempunyai anak.
       Umi Kulsum menikah dengan Usman bin Affan tidak mempunyai anak.
      Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib mempunyai 4 anak yaitu: Hasan bin Ali, Husein bin Ali, Zainab bin Ali dan Umi Kulsum bin Ali. 
    Ke-2, Nabi Muhammad menikah dengan Maria Qibti (tawanan perang) mendapatkan seorang anak laki-laki bernama Ibrahim yang wafat masih kecil bertepatan dengan terjadinya gerhana matahari.
    Nabi Muhammad menikah dengan istri yang lain tidak mempunyai anak dan semua anak laki-laki Nabi wafat sewaktu masih kecil, hanya Fatimah yang menyaksikan ketika Nabi wafat, sedangkan anak-anak Nabi yang lain telah meninggal dunia.
Daftar Pustaka
1. Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online.

851. ANAK

KETURUNAN NABI MUHAMMAD
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

     
      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang keturunan Nabi Muhammad menurut sejarah Islam?” Berikut ini penjelasannnya.
      Keturunan Nabi Muhammad adalah berikut ini.
      Ke-1, Nabi Muhammad menikah dengan Khadijah memperoleh 6 orang keturunan (4 perempuan dan 2 laki-laki) yaitu Qosim, Zainab, Ruqoiyah, Umi Kulsum, Fatimah, dan Abdullah. 
       Qosim dan Abdullah meninggal ketika masih kecil.
       Zainab menikah dengan Abi Al-Ash bin Rubai memperoleh 2 anak yaitu Ali bin Abi Al-Ash dan Umamah binti Abi Al-Ash.
       Ruqaiyah menikah dengan Utbah bin Abu Lahab sewaktu Nabi belum diangkat menjadi Rasul. Ketika Nabi diutus menjadi Rasul, Ruqaiyah dan Utbah bin Abu Lahab bercerai, tidak mempunyai anak.
      Ruqaiyah menikah dengan Usman bin Affan mempunyai seorang anak yang meninggal dunia ketika masih kecil.
      Umi Kulsum menikah dengan Utaibah bin Abu Lahab sewaktu Nabi belum diangkat menjadi Rasul. Ketika Nabi diangkat menjadi Rasul, Umi Kulsum dan Utaibah bin Abu Lahab bercerai, tidak mempunyai anak.
       Umi Kulsum menikah dengan Usman bin Affan tidak mempunyai anak.
      Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib mempunyai 4 anak yaitu: Hasan bin Ali, Husein bin Ali, Zainab bin Ali dan Umi Kulsum bin Ali. 
    Ke-2, Nabi Muhammad menikah dengan Maria Qibti (tawanan perang) mendapatkan seorang anak laki-laki bernama Ibrahim yang wafat masih kecil bertepatan dengan terjadinya gerhana matahari.
    Nabi Muhammad menikah dengan istri yang lain tidak mempunyai anak dan semua anak laki-laki Nabi wafat sewaktu masih kecil, hanya Fatimah yang menyaksikan ketika Nabi wafat, sedangkan anak-anak Nabi yang lain telah meninggal dunia.
Daftar Pustaka
1. Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online.

851. ANAK

KETURUNAN NABI MUHAMMAD
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

     
      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang keturunan Nabi Muhammad menurut sejarah Islam?” Berikut ini penjelasannnya.
      Keturunan Nabi Muhammad adalah berikut ini.
      Ke-1, Nabi Muhammad menikah dengan Khadijah memperoleh 6 orang keturunan (4 perempuan dan 2 laki-laki) yaitu Qosim, Zainab, Ruqoiyah, Umi Kulsum, Fatimah, dan Abdullah. 
       Qosim dan Abdullah meninggal ketika masih kecil.
       Zainab menikah dengan Abi Al-Ash bin Rubai memperoleh 2 anak yaitu Ali bin Abi Al-Ash dan Umamah binti Abi Al-Ash.
       Ruqaiyah menikah dengan Utbah bin Abu Lahab sewaktu Nabi belum diangkat menjadi Rasul. Ketika Nabi diutus menjadi Rasul, Ruqaiyah dan Utbah bin Abu Lahab bercerai, tidak mempunyai anak.
      Ruqaiyah menikah dengan Usman bin Affan mempunyai seorang anak yang meninggal dunia ketika masih kecil.
      Umi Kulsum menikah dengan Utaibah bin Abu Lahab sewaktu Nabi belum diangkat menjadi Rasul. Ketika Nabi diangkat menjadi Rasul, Umi Kulsum dan Utaibah bin Abu Lahab bercerai, tidak mempunyai anak.
       Umi Kulsum menikah dengan Usman bin Affan tidak mempunyai anak.
      Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib mempunyai 4 anak yaitu: Hasan bin Ali, Husein bin Ali, Zainab bin Ali dan Umi Kulsum bin Ali. 
    Ke-2, Nabi Muhammad menikah dengan Maria Qibti (tawanan perang) mendapatkan seorang anak laki-laki bernama Ibrahim yang wafat masih kecil bertepatan dengan terjadinya gerhana matahari.
    Nabi Muhammad menikah dengan istri yang lain tidak mempunyai anak dan semua anak laki-laki Nabi wafat sewaktu masih kecil, hanya Fatimah yang menyaksikan ketika Nabi wafat, sedangkan anak-anak Nabi yang lain telah meninggal dunia.
Daftar Pustaka
1. Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online.

Sunday, May 27, 2018

850. ISTRI

ISTRI-ISTRI NABI MUHAMMAD
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,” Mohon dijelaskan tentang istri-istri Nabi Muhammad menurut sejarah Islam?” Berikut ini penjelasannnya.
      Istri Nabi Muhammad adalah berikut ini.
      Ke-1, Nabi Muhammad (25 tahun) menikah dengan Khadijah bin Khuwailid (40 tahun), janda cantik kaya yang pernah menikah dua kali, suami pertama Khadijah adalah Abu Halah dan suami kedua adalah Atiq, keduanya sudah meninggal dunia.
      Selama 25 tahun Nabi Muhammad berumah tangga hanya dengan satu istri, Khadijah, memperoleh 6 keturunan yaitu 4 perempuan dan 2 laki-laki, yaitu Qosim, Zainab, Ruqoiyah, Umi Kulsum, Fatimah, dan Abdullah.    
      Ke-2, Nabi berumur 50 tahun Khadijah, istri Nabi, dan Abu Thalib, paman Nabi, wafat. Nabi Muhammad (51 tahun) menikah dengan Saudah binti Zumah, janda dari Sakran bin Amr yang telah meninggal.
      Ke-3, Nabi Muhammmad (52 tahun) menikah dengan Aisyah binti Abu Bakar (9 tahun), seorang gadis, putri sahabat Nabi, Abu Bakar. Pada zaman itu, salah satu cara menghormati seorang sahabat adalah menikahkan dengan puterinya.
       Ke-4, Nabi Muhammad (56 tahun) menikah dengan Hafsah binti Umar, janda puteri Umar bin Khattab. Hafsah adalah janda mantan istri Khunais bin Huzadah yang sudah meninggal.
      Ke-5, Nabi Muhammad (57 tahun) menikah dengan Zainab binti Khuzaimah, mantan istri Abdullah bin Jahsy yang mati sahid dalam Perang Uhud. Zainab binti Khuzaimah meninggal 3 bulan setelah menikah dengan Nabi.
      Ke-6, Nabi Muhammad (57 tahun) menikah dengan Umi Salamah binti Umayah, mantan istri Abu salamah yang sudah meninggal. Umayah, ayah Umi salamah, adalah  kepala suku Quraisy, sehingga banyak suku Umi Salamah masuk Islam, salah satu yang terkenal adalah Khalid bin Walid.
      Ke-7, Nabi Muhammad (59 tahun) menikah dengan Zaenab binti Jahsy, mantan istri Zaid bin Harisah, anak angkat Nabi. 
      Ke-8, Nabi Muhamad (59 tahun) menikah dengan Juwariyah binti Haris, wanita tawanan perang, setelah pernikahan tersebut suku keluarga Juwariyah tidak lagi memusuhi Nabi.
      Ke-9, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Umi Habibah binti Abu Sufyan, mantan istri Ubaidillah bin Jahs yang meninggal ketika hijrah ke Habasyah. Abu Sufyan, ayah Umi Habibah, adalah pemimpin kaum Quraisy.
       Ke-10, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Safiyah binti Huyai, janda anak kepala suku Yahudi tawanan dalam Perang Khaibar, sehingga suku keluarga Safiyah tidak memusuhi Nabi.
      Ke-11, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Maimunah binti Haris, janda saudara Lubabah binti Haris yang telah wafat.
       Ke-12, Nabi Muhammad (61 tahun) menikah dengan Maria Qibti, tawanan perang hadiah dari pemimpin Mesir, mendapatkan keturunan anak laki-laki bernama Ibrahim yang meninggal waktu kecil bersamaan dengan terjadinya gerhana matahari.
      Ke-13, Nabi Muhammad (61 tahun) menikah dengan Raihanah binti Zaid, tawanan Perang Quraizhah.
      Sewaktu Nabi Muhammad wafat (63 tahun), istri Nabi yang telah wafat lebih dahulu dua orang, yaitu  Khadijah bin Khuwailid dan Zainab binti Khuzaimah.
Daftar Pustaka
1. Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004

850. ISTRI

ISTRI-ISTRI NABI MUHAMMAD
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,” Mohon dijelaskan tentang istri-istri Nabi Muhammad menurut sejarah Islam?” Berikut ini penjelasannnya.
      Istri Nabi Muhammad adalah berikut ini.
      Ke-1, Nabi Muhammad (25 tahun) menikah dengan Khadijah bin Khuwailid (40 tahun), janda cantik kaya yang pernah menikah dua kali, suami pertama Khadijah adalah Abu Halah dan suami kedua adalah Atiq, keduanya sudah meninggal dunia.
      Selama 25 tahun Nabi Muhammad berumah tangga hanya dengan satu istri, Khadijah, memperoleh 6 keturunan yaitu 4 perempuan dan 2 laki-laki, yaitu Qosim, Zainab, Ruqoiyah, Umi Kulsum, Fatimah, dan Abdullah.    
      Ke-2, Nabi berumur 50 tahun Khadijah, istri Nabi, dan Abu Thalib, paman Nabi, wafat. Nabi Muhammad (51 tahun) menikah dengan Saudah binti Zumah, janda dari Sakran bin Amr yang telah meninggal.
      Ke-3, Nabi Muhammmad (52 tahun) menikah dengan Aisyah binti Abu Bakar (9 tahun), seorang gadis, putri sahabat Nabi, Abu Bakar. Pada zaman itu, salah satu cara menghormati seorang sahabat adalah menikahkan dengan puterinya.
       Ke-4, Nabi Muhammad (56 tahun) menikah dengan Hafsah binti Umar, janda puteri Umar bin Khattab. Hafsah adalah janda mantan istri Khunais bin Huzadah yang sudah meninggal.
      Ke-5, Nabi Muhammad (57 tahun) menikah dengan Zainab binti Khuzaimah, mantan istri Abdullah bin Jahsy yang mati sahid dalam Perang Uhud. Zainab binti Khuzaimah meninggal 3 bulan setelah menikah dengan Nabi.
      Ke-6, Nabi Muhammad (57 tahun) menikah dengan Umi Salamah binti Umayah, mantan istri Abu salamah yang sudah meninggal. Umayah, ayah Umi salamah, adalah  kepala suku Quraisy, sehingga banyak suku Umi Salamah masuk Islam, salah satu yang terkenal adalah Khalid bin Walid.
      Ke-7, Nabi Muhammad (59 tahun) menikah dengan Zaenab binti Jahsy, mantan istri Zaid bin Harisah, anak angkat Nabi. 
      Ke-8, Nabi Muhamad (59 tahun) menikah dengan Juwariyah binti Haris, wanita tawanan perang, setelah pernikahan tersebut suku keluarga Juwariyah tidak lagi memusuhi Nabi.
      Ke-9, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Umi Habibah binti Abu Sufyan, mantan istri Ubaidillah bin Jahs yang meninggal ketika hijrah ke Habasyah. Abu Sufyan, ayah Umi Habibah, adalah pemimpin kaum Quraisy.
       Ke-10, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Safiyah binti Huyai, janda anak kepala suku Yahudi tawanan dalam Perang Khaibar, sehingga suku keluarga Safiyah tidak memusuhi Nabi.
      Ke-11, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Maimunah binti Haris, janda saudara Lubabah binti Haris yang telah wafat.
       Ke-12, Nabi Muhammad (61 tahun) menikah dengan Maria Qibti, tawanan perang hadiah dari pemimpin Mesir, mendapatkan keturunan anak laki-laki bernama Ibrahim yang meninggal waktu kecil bersamaan dengan terjadinya gerhana matahari.
      Ke-13, Nabi Muhammad (61 tahun) menikah dengan Raihanah binti Zaid, tawanan Perang Quraizhah.
      Sewaktu Nabi Muhammad wafat (63 tahun), istri Nabi yang telah wafat lebih dahulu dua orang, yaitu  Khadijah bin Khuwailid dan Zainab binti Khuzaimah.
Daftar Pustaka
1. Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004

850. ISTRI

ISTRI-ISTRI NABI MUHAMMAD
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,” Mohon dijelaskan tentang istri-istri Nabi Muhammad menurut sejarah Islam?” Berikut ini penjelasannnya.
      Istri Nabi Muhammad adalah berikut ini.
      Ke-1, Nabi Muhammad (25 tahun) menikah dengan Khadijah bin Khuwailid (40 tahun), janda cantik kaya yang pernah menikah dua kali, suami pertama Khadijah adalah Abu Halah dan suami kedua adalah Atiq, keduanya sudah meninggal dunia.
      Selama 25 tahun Nabi Muhammad berumah tangga hanya dengan satu istri, Khadijah, memperoleh 6 keturunan yaitu 4 perempuan dan 2 laki-laki, yaitu Qosim, Zainab, Ruqoiyah, Umi Kulsum, Fatimah, dan Abdullah.    
      Ke-2, Nabi berumur 50 tahun Khadijah, istri Nabi, dan Abu Thalib, paman Nabi, wafat. Nabi Muhammad (51 tahun) menikah dengan Saudah binti Zumah, janda dari Sakran bin Amr yang telah meninggal.
      Ke-3, Nabi Muhammmad (52 tahun) menikah dengan Aisyah binti Abu Bakar (9 tahun), seorang gadis, putri sahabat Nabi, Abu Bakar. Pada zaman itu, salah satu cara menghormati seorang sahabat adalah menikahkan dengan puterinya.
       Ke-4, Nabi Muhammad (56 tahun) menikah dengan Hafsah binti Umar, janda puteri Umar bin Khattab. Hafsah adalah janda mantan istri Khunais bin Huzadah yang sudah meninggal.
      Ke-5, Nabi Muhammad (57 tahun) menikah dengan Zainab binti Khuzaimah, mantan istri Abdullah bin Jahsy yang mati sahid dalam Perang Uhud. Zainab binti Khuzaimah meninggal 3 bulan setelah menikah dengan Nabi.
      Ke-6, Nabi Muhammad (57 tahun) menikah dengan Umi Salamah binti Umayah, mantan istri Abu salamah yang sudah meninggal. Umayah, ayah Umi salamah, adalah  kepala suku Quraisy, sehingga banyak suku Umi Salamah masuk Islam, salah satu yang terkenal adalah Khalid bin Walid.
      Ke-7, Nabi Muhammad (59 tahun) menikah dengan Zaenab binti Jahsy, mantan istri Zaid bin Harisah, anak angkat Nabi. 
      Ke-8, Nabi Muhamad (59 tahun) menikah dengan Juwariyah binti Haris, wanita tawanan perang, setelah pernikahan tersebut suku keluarga Juwariyah tidak lagi memusuhi Nabi.
      Ke-9, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Umi Habibah binti Abu Sufyan, mantan istri Ubaidillah bin Jahs yang meninggal ketika hijrah ke Habasyah. Abu Sufyan, ayah Umi Habibah, adalah pemimpin kaum Quraisy.
       Ke-10, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Safiyah binti Huyai, janda anak kepala suku Yahudi tawanan dalam Perang Khaibar, sehingga suku keluarga Safiyah tidak memusuhi Nabi.
      Ke-11, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Maimunah binti Haris, janda saudara Lubabah binti Haris yang telah wafat.
       Ke-12, Nabi Muhammad (61 tahun) menikah dengan Maria Qibti, tawanan perang hadiah dari pemimpin Mesir, mendapatkan keturunan anak laki-laki bernama Ibrahim yang meninggal waktu kecil bersamaan dengan terjadinya gerhana matahari.
      Ke-13, Nabi Muhammad (61 tahun) menikah dengan Raihanah binti Zaid, tawanan Perang Quraizhah.
      Sewaktu Nabi Muhammad wafat (63 tahun), istri Nabi yang telah wafat lebih dahulu dua orang, yaitu  Khadijah bin Khuwailid dan Zainab binti Khuzaimah.
Daftar Pustaka
1. Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004

850. ISTRI

ISTRI-ISTRI NABI MUHAMMAD
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,” Mohon dijelaskan tentang istri-istri Nabi Muhammad menurut sejarah Islam?” Berikut ini penjelasannnya.
      Istri Nabi Muhammad adalah berikut ini.
      Ke-1, Nabi Muhammad (25 tahun) menikah dengan Khadijah bin Khuwailid (40 tahun), janda cantik kaya yang pernah menikah dua kali, suami pertama Khadijah adalah Abu Halah dan suami kedua adalah Atiq, keduanya sudah meninggal dunia.
      Selama 25 tahun Nabi Muhammad berumah tangga hanya dengan satu istri, Khadijah, memperoleh 6 keturunan yaitu 4 perempuan dan 2 laki-laki, yaitu Qosim, Zainab, Ruqoiyah, Umi Kulsum, Fatimah, dan Abdullah.    
      Ke-2, Nabi berumur 50 tahun Khadijah, istri Nabi, dan Abu Thalib, paman Nabi, wafat. Nabi Muhammad (51 tahun) menikah dengan Saudah binti Zumah, janda dari Sakran bin Amr yang telah meninggal.
      Ke-3, Nabi Muhammmad (52 tahun) menikah dengan Aisyah binti Abu Bakar (9 tahun), seorang gadis, putri sahabat Nabi, Abu Bakar. Pada zaman itu, salah satu cara menghormati seorang sahabat adalah menikahkan dengan puterinya.
       Ke-4, Nabi Muhammad (56 tahun) menikah dengan Hafsah binti Umar, janda puteri Umar bin Khattab. Hafsah adalah janda mantan istri Khunais bin Huzadah yang sudah meninggal.
      Ke-5, Nabi Muhammad (57 tahun) menikah dengan Zainab binti Khuzaimah, mantan istri Abdullah bin Jahsy yang mati sahid dalam Perang Uhud. Zainab binti Khuzaimah meninggal 3 bulan setelah menikah dengan Nabi.
      Ke-6, Nabi Muhammad (57 tahun) menikah dengan Umi Salamah binti Umayah, mantan istri Abu salamah yang sudah meninggal. Umayah, ayah Umi salamah, adalah  kepala suku Quraisy, sehingga banyak suku Umi Salamah masuk Islam, salah satu yang terkenal adalah Khalid bin Walid.
      Ke-7, Nabi Muhammad (59 tahun) menikah dengan Zaenab binti Jahsy, mantan istri Zaid bin Harisah, anak angkat Nabi. 
      Ke-8, Nabi Muhamad (59 tahun) menikah dengan Juwariyah binti Haris, wanita tawanan perang, setelah pernikahan tersebut suku keluarga Juwariyah tidak lagi memusuhi Nabi.
      Ke-9, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Umi Habibah binti Abu Sufyan, mantan istri Ubaidillah bin Jahs yang meninggal ketika hijrah ke Habasyah. Abu Sufyan, ayah Umi Habibah, adalah pemimpin kaum Quraisy.
       Ke-10, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Safiyah binti Huyai, janda anak kepala suku Yahudi tawanan dalam Perang Khaibar, sehingga suku keluarga Safiyah tidak memusuhi Nabi.
      Ke-11, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Maimunah binti Haris, janda saudara Lubabah binti Haris yang telah wafat.
       Ke-12, Nabi Muhammad (61 tahun) menikah dengan Maria Qibti, tawanan perang hadiah dari pemimpin Mesir, mendapatkan keturunan anak laki-laki bernama Ibrahim yang meninggal waktu kecil bersamaan dengan terjadinya gerhana matahari.
      Ke-13, Nabi Muhammad (61 tahun) menikah dengan Raihanah binti Zaid, tawanan Perang Quraizhah.
      Sewaktu Nabi Muhammad wafat (63 tahun), istri Nabi yang telah wafat lebih dahulu dua orang, yaitu  Khadijah bin Khuwailid dan Zainab binti Khuzaimah.
Daftar Pustaka
1. Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004

850. ISTRI

ISTRI-ISTRI NABI MUHAMMAD
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,” Mohon dijelaskan tentang istri-istri Nabi Muhammad menurut sejarah Islam?” Berikut ini penjelasannnya.
      Istri Nabi Muhammad adalah berikut ini.
      Ke-1, Nabi Muhammad (25 tahun) menikah dengan Khadijah bin Khuwailid (40 tahun), janda cantik kaya yang pernah menikah dua kali, suami pertama Khadijah adalah Abu Halah dan suami kedua adalah Atiq, keduanya sudah meninggal dunia.
      Selama 25 tahun Nabi Muhammad berumah tangga hanya dengan satu istri, Khadijah, memperoleh 6 keturunan yaitu 4 perempuan dan 2 laki-laki, yaitu Qosim, Zainab, Ruqoiyah, Umi Kulsum, Fatimah, dan Abdullah.    
      Ke-2, Nabi berumur 50 tahun Khadijah, istri Nabi, dan Abu Thalib, paman Nabi, wafat. Nabi Muhammad (51 tahun) menikah dengan Saudah binti Zumah, janda dari Sakran bin Amr yang telah meninggal.
      Ke-3, Nabi Muhammmad (52 tahun) menikah dengan Aisyah binti Abu Bakar (9 tahun), seorang gadis, putri sahabat Nabi, Abu Bakar. Pada zaman itu, salah satu cara menghormati seorang sahabat adalah menikahkan dengan puterinya.
       Ke-4, Nabi Muhammad (56 tahun) menikah dengan Hafsah binti Umar, janda puteri Umar bin Khattab. Hafsah adalah janda mantan istri Khunais bin Huzadah yang sudah meninggal.
      Ke-5, Nabi Muhammad (57 tahun) menikah dengan Zainab binti Khuzaimah, mantan istri Abdullah bin Jahsy yang mati sahid dalam Perang Uhud. Zainab binti Khuzaimah meninggal 3 bulan setelah menikah dengan Nabi.
      Ke-6, Nabi Muhammad (57 tahun) menikah dengan Umi Salamah binti Umayah, mantan istri Abu salamah yang sudah meninggal. Umayah, ayah Umi salamah, adalah  kepala suku Quraisy, sehingga banyak suku Umi Salamah masuk Islam, salah satu yang terkenal adalah Khalid bin Walid.
      Ke-7, Nabi Muhammad (59 tahun) menikah dengan Zaenab binti Jahsy, mantan istri Zaid bin Harisah, anak angkat Nabi. 
      Ke-8, Nabi Muhamad (59 tahun) menikah dengan Juwariyah binti Haris, wanita tawanan perang, setelah pernikahan tersebut suku keluarga Juwariyah tidak lagi memusuhi Nabi.
      Ke-9, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Umi Habibah binti Abu Sufyan, mantan istri Ubaidillah bin Jahs yang meninggal ketika hijrah ke Habasyah. Abu Sufyan, ayah Umi Habibah, adalah pemimpin kaum Quraisy.
       Ke-10, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Safiyah binti Huyai, janda anak kepala suku Yahudi tawanan dalam Perang Khaibar, sehingga suku keluarga Safiyah tidak memusuhi Nabi.
      Ke-11, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Maimunah binti Haris, janda saudara Lubabah binti Haris yang telah wafat.
       Ke-12, Nabi Muhammad (61 tahun) menikah dengan Maria Qibti, tawanan perang hadiah dari pemimpin Mesir, mendapatkan keturunan anak laki-laki bernama Ibrahim yang meninggal waktu kecil bersamaan dengan terjadinya gerhana matahari.
      Ke-13, Nabi Muhammad (61 tahun) menikah dengan Raihanah binti Zaid, tawanan Perang Quraizhah.
      Sewaktu Nabi Muhammad wafat (63 tahun), istri Nabi yang telah wafat lebih dahulu dua orang, yaitu  Khadijah bin Khuwailid dan Zainab binti Khuzaimah.
Daftar Pustaka
1. Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004

850. ISTRI

ISTRI-ISTRI NABI MUHAMMAD
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,” Mohon dijelaskan tentang istri-istri Nabi Muhammad menurut sejarah Islam?” Berikut ini penjelasannnya.
      Istri Nabi Muhammad adalah berikut ini.
      Ke-1, Nabi Muhammad (25 tahun) menikah dengan Khadijah bin Khuwailid (40 tahun), janda cantik kaya yang pernah menikah dua kali, suami pertama Khadijah adalah Abu Halah dan suami kedua adalah Atiq, keduanya sudah meninggal dunia.
      Selama 25 tahun Nabi Muhammad berumah tangga hanya dengan satu istri, Khadijah, memperoleh 6 keturunan yaitu 4 perempuan dan 2 laki-laki, yaitu Qosim, Zainab, Ruqoiyah, Umi Kulsum, Fatimah, dan Abdullah.    
      Ke-2, Nabi berumur 50 tahun Khadijah, istri Nabi, dan Abu Thalib, paman Nabi, wafat. Nabi Muhammad (51 tahun) menikah dengan Saudah binti Zumah, janda dari Sakran bin Amr yang telah meninggal.
      Ke-3, Nabi Muhammmad (52 tahun) menikah dengan Aisyah binti Abu Bakar (9 tahun), seorang gadis, putri sahabat Nabi, Abu Bakar. Pada zaman itu, salah satu cara menghormati seorang sahabat adalah menikahkan dengan puterinya.
       Ke-4, Nabi Muhammad (56 tahun) menikah dengan Hafsah binti Umar, janda puteri Umar bin Khattab. Hafsah adalah janda mantan istri Khunais bin Huzadah yang sudah meninggal.
      Ke-5, Nabi Muhammad (57 tahun) menikah dengan Zainab binti Khuzaimah, mantan istri Abdullah bin Jahsy yang mati sahid dalam Perang Uhud. Zainab binti Khuzaimah meninggal 3 bulan setelah menikah dengan Nabi.
      Ke-6, Nabi Muhammad (57 tahun) menikah dengan Umi Salamah binti Umayah, mantan istri Abu salamah yang sudah meninggal. Umayah, ayah Umi salamah, adalah  kepala suku Quraisy, sehingga banyak suku Umi Salamah masuk Islam, salah satu yang terkenal adalah Khalid bin Walid.
      Ke-7, Nabi Muhammad (59 tahun) menikah dengan Zaenab binti Jahsy, mantan istri Zaid bin Harisah, anak angkat Nabi. 
      Ke-8, Nabi Muhamad (59 tahun) menikah dengan Juwariyah binti Haris, wanita tawanan perang, setelah pernikahan tersebut suku keluarga Juwariyah tidak lagi memusuhi Nabi.
      Ke-9, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Umi Habibah binti Abu Sufyan, mantan istri Ubaidillah bin Jahs yang meninggal ketika hijrah ke Habasyah. Abu Sufyan, ayah Umi Habibah, adalah pemimpin kaum Quraisy.
       Ke-10, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Safiyah binti Huyai, janda anak kepala suku Yahudi tawanan dalam Perang Khaibar, sehingga suku keluarga Safiyah tidak memusuhi Nabi.
      Ke-11, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Maimunah binti Haris, janda saudara Lubabah binti Haris yang telah wafat.
       Ke-12, Nabi Muhammad (61 tahun) menikah dengan Maria Qibti, tawanan perang hadiah dari pemimpin Mesir, mendapatkan keturunan anak laki-laki bernama Ibrahim yang meninggal waktu kecil bersamaan dengan terjadinya gerhana matahari.
      Ke-13, Nabi Muhammad (61 tahun) menikah dengan Raihanah binti Zaid, tawanan Perang Quraizhah.
      Sewaktu Nabi Muhammad wafat (63 tahun), istri Nabi yang telah wafat lebih dahulu dua orang, yaitu  Khadijah bin Khuwailid dan Zainab binti Khuzaimah.
Daftar Pustaka
1. Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004

850.ISTRI

ISTRI-ISTRI NABI MUHAMMAD
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,” Mohon dijelaskan tentang istri-istri Nabi Muhammad menurut sejarah Islam?” Berikut ini penjelasannnya.
      Istri Nabi Muhammad adalah berikut ini.
      Ke-1, Nabi Muhammad (25 tahun) menikah dengan Khadijah bin Khuwailid (40 tahun), janda cantik kaya yang pernah menikah dua kali, suami pertama Khadijah adalah Abu Halah dan suami kedua adalah Atiq, keduanya sudah meninggal dunia.
      Selama 25 tahun Nabi Muhammad berumah tangga hanya dengan satu istri, Khadijah, memperoleh 6 keturunan yaitu 4 perempuan dan 2 laki-laki, yaitu Qosim, Zainab, Ruqoiyah, Umi Kulsum, Fatimah, dan Abdullah.    
      Ke-2, Nabi berumur 50 tahun Khadijah, istri Nabi, dan Abu Thalib, paman Nabi, wafat. Nabi Muhammad (51 tahun) menikah dengan Saudah binti Zumah, janda dari Sakran bin Amr yang telah meninggal.
      Ke-3, Nabi Muhammmad (52 tahun) menikah dengan Aisyah binti Abu Bakar (9 tahun), seorang gadis, putri sahabat Nabi, Abu Bakar. Pada zaman itu, salah satu cara menghormati seorang sahabat adalah menikahkan dengan puterinya.
       Ke-4, Nabi Muhammad (56 tahun) menikah dengan Hafsah binti Umar, janda puteri Umar bin Khattab. Hafsah adalah janda mantan istri Khunais bin Huzadah yang sudah meninggal.
      Ke-5, Nabi Muhammad (57 tahun) menikah dengan Zainab binti Khuzaimah, mantan istri Abdullah bin Jahsy yang mati sahid dalam Perang Uhud. Zainab binti Khuzaimah meninggal 3 bulan setelah menikah dengan Nabi.
      Ke-6, Nabi Muhammad (57 tahun) menikah dengan Umi Salamah binti Umayah, mantan istri Abu salamah yang sudah meninggal. Umayah, ayah Umi salamah, adalah  kepala suku Quraisy, sehingga banyak suku Umi Salamah masuk Islam, salah satu yang terkenal adalah Khalid bin Walid.
      Ke-7, Nabi Muhammad (59 tahun) menikah dengan Zaenab binti Jahsy, mantan istri Zaid bin Harisah, anak angkat Nabi. 
      Ke-8, Nabi Muhamad (59 tahun) menikah dengan Juwariyah binti Haris, wanita tawanan perang, setelah pernikahan tersebut suku keluarga Juwariyah tidak lagi memusuhi Nabi.
      Ke-9, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Umi Habibah binti Abu Sufyan, mantan istri Ubaidillah bin Jahs yang meninggal ketika hijrah ke Habasyah. Abu Sufyan, ayah Umi Habibah, adalah pemimpin kaum Quraisy.
       Ke-10, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Safiyah binti Huyai, janda anak kepala suku Yahudi tawanan dalam Perang Khaibar, sehingga suku keluarga Safiyah tidak memusuhi Nabi.
      Ke-11, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Maimunah binti Haris, janda saudara Lubabah binti Haris yang telah wafat.
       Ke-12, Nabi Muhammad (61 tahun) menikah dengan Maria Qibti, tawanan perang hadiah dari pemimpin Mesir, mendapatkan keturunan anak laki-laki bernama Ibrahim yang meninggal waktu kecil bersamaan dengan terjadinya gerhana matahari.
      Ke-13, Nabi Muhammad (61 tahun) menikah dengan Raihanah binti Zaid, tawanan Perang Quraizhah.
      Sewaktu Nabi Muhammad wafat (63 tahun), istri Nabi yang telah wafat lebih dahulu dua orang, yaitu  Khadijah bin Khuwailid dan Zainab binti Khuzaimah.
Daftar Pustaka
1. Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004

850. ISTRI

ISTRI-ISTRI NABI MUHAMMAD
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,” Mohon dijelaskan tentang istri-istri Nabi Muhammad menurut sejarah Islam?” Berikut ini penjelasannnya.
      Istri Nabi Muhammad adalah berikut ini.
      Ke-1, Nabi Muhammad (25 tahun) menikah dengan Khadijah bin Khuwailid (40 tahun), janda cantik kaya yang pernah menikah dua kali, suami pertama Khadijah adalah Abu Halah dan suami kedua adalah Atiq, keduanya sudah meninggal dunia.
      Selama 25 tahun Nabi Muhammad berumah tangga hanya dengan satu istri, Khadijah, memperoleh 6 keturunan yaitu 4 perempuan dan 2 laki-laki, yaitu Qosim, Zainab, Ruqoiyah, Umi Kulsum, Fatimah, dan Abdullah.    
      Ke-2, Nabi berumur 50 tahun Khadijah, istri Nabi, dan Abu Thalib, paman Nabi, wafat. Nabi Muhammad (51 tahun) menikah dengan Saudah binti Zumah, janda dari Sakran bin Amr yang telah meninggal.
      Ke-3, Nabi Muhammmad (52 tahun) menikah dengan Aisyah binti Abu Bakar (9 tahun), seorang gadis, putri sahabat Nabi, Abu Bakar. Pada zaman itu, salah satu cara menghormati seorang sahabat adalah menikahkan dengan puterinya.
       Ke-4, Nabi Muhammad (56 tahun) menikah dengan Hafsah binti Umar, janda puteri Umar bin Khattab. Hafsah adalah janda mantan istri Khunais bin Huzadah yang sudah meninggal.
      Ke-5, Nabi Muhammad (57 tahun) menikah dengan Zainab binti Khuzaimah, mantan istri Abdullah bin Jahsy yang mati sahid dalam Perang Uhud. Zainab binti Khuzaimah meninggal 3 bulan setelah menikah dengan Nabi.
      Ke-6, Nabi Muhammad (57 tahun) menikah dengan Umi Salamah binti Umayah, mantan istri Abu salamah yang sudah meninggal. Umayah, ayah Umi salamah, adalah  kepala suku Quraisy, sehingga banyak suku Umi Salamah masuk Islam, salah satu yang terkenal adalah Khalid bin Walid.
      Ke-7, Nabi Muhammad (59 tahun) menikah dengan Zaenab binti Jahsy, mantan istri Zaid bin Harisah, anak angkat Nabi. 
      Ke-8, Nabi Muhamad (59 tahun) menikah dengan Juwariyah binti Haris, wanita tawanan perang, setelah pernikahan tersebut suku keluarga Juwariyah tidak lagi memusuhi Nabi.
      Ke-9, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Umi Habibah binti Abu Sufyan, mantan istri Ubaidillah bin Jahs yang meninggal ketika hijrah ke Habasyah. Abu Sufyan, ayah Umi Habibah, adalah pemimpin kaum Quraisy.
       Ke-10, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Safiyah binti Huyai, janda anak kepala suku Yahudi tawanan dalam Perang Khaibar, sehingga suku keluarga Safiyah tidak memusuhi Nabi.
      Ke-11, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Maimunah binti Haris, janda saudara Lubabah binti Haris yang telah wafat.
       Ke-12, Nabi Muhammad (61 tahun) menikah dengan Maria Qibti, tawanan perang hadiah dari pemimpin Mesir, mendapatkan keturunan anak laki-laki bernama Ibrahim yang meninggal waktu kecil bersamaan dengan terjadinya gerhana matahari.
      Ke-13, Nabi Muhammad (61 tahun) menikah dengan Raihanah binti Zaid, tawanan Perang Quraizhah.
      Sewaktu Nabi Muhammad wafat (63 tahun), istri Nabi yang telah wafat lebih dahulu dua orang, yaitu  Khadijah bin Khuwailid dan Zainab binti Khuzaimah.
Daftar Pustaka
1. Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004

850. ISTRI

ISTRI-ISTRI NABI MUHAMMAD
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,” Mohon dijelaskan tentang istri-istri Nabi Muhammad menurut sejarah Islam?” Berikut ini penjelasannnya.
      Istri Nabi Muhammad adalah berikut ini.
      Ke-1, Nabi Muhammad (25 tahun) menikah dengan Khadijah bin Khuwailid (40 tahun), janda cantik kaya yang pernah menikah dua kali, suami pertama Khadijah adalah Abu Halah dan suami kedua adalah Atiq, keduanya sudah meninggal dunia.
      Selama 25 tahun Nabi Muhammad berumah tangga hanya dengan satu istri, Khadijah, memperoleh 6 keturunan yaitu 4 perempuan dan 2 laki-laki, yaitu Qosim, Zainab, Ruqoiyah, Umi Kulsum, Fatimah, dan Abdullah.    
      Ke-2, Nabi berumur 50 tahun Khadijah, istri Nabi, dan Abu Thalib, paman Nabi, wafat. Nabi Muhammad (51 tahun) menikah dengan Saudah binti Zumah, janda dari Sakran bin Amr yang telah meninggal.
      Ke-3, Nabi Muhammmad (52 tahun) menikah dengan Aisyah binti Abu Bakar (9 tahun), seorang gadis, putri sahabat Nabi, Abu Bakar. Pada zaman itu, salah satu cara menghormati seorang sahabat adalah menikahkan dengan puterinya.
       Ke-4, Nabi Muhammad (56 tahun) menikah dengan Hafsah binti Umar, janda puteri Umar bin Khattab. Hafsah adalah janda mantan istri Khunais bin Huzadah yang sudah meninggal.
      Ke-5, Nabi Muhammad (57 tahun) menikah dengan Zainab binti Khuzaimah, mantan istri Abdullah bin Jahsy yang mati sahid dalam Perang Uhud. Zainab binti Khuzaimah meninggal 3 bulan setelah menikah dengan Nabi.
      Ke-6, Nabi Muhammad (57 tahun) menikah dengan Umi Salamah binti Umayah, mantan istri Abu salamah yang sudah meninggal. Umayah, ayah Umi salamah, adalah  kepala suku Quraisy, sehingga banyak suku Umi Salamah masuk Islam, salah satu yang terkenal adalah Khalid bin Walid.
      Ke-7, Nabi Muhammad (59 tahun) menikah dengan Zaenab binti Jahsy, mantan istri Zaid bin Harisah, anak angkat Nabi. 
      Ke-8, Nabi Muhamad (59 tahun) menikah dengan Juwariyah binti Haris, wanita tawanan perang, setelah pernikahan tersebut suku keluarga Juwariyah tidak lagi memusuhi Nabi.
      Ke-9, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Umi Habibah binti Abu Sufyan, mantan istri Ubaidillah bin Jahs yang meninggal ketika hijrah ke Habasyah. Abu Sufyan, ayah Umi Habibah, adalah pemimpin kaum Quraisy.
       Ke-10, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Safiyah binti Huyai, janda anak kepala suku Yahudi tawanan dalam Perang Khaibar, sehingga suku keluarga Safiyah tidak memusuhi Nabi.
      Ke-11, Nabi Muhammad (60 tahun) menikah dengan Maimunah binti Haris, janda saudara Lubabah binti Haris yang telah wafat.
       Ke-12, Nabi Muhammad (61 tahun) menikah dengan Maria Qibti, tawanan perang hadiah dari pemimpin Mesir, mendapatkan keturunan anak laki-laki bernama Ibrahim yang meninggal waktu kecil bersamaan dengan terjadinya gerhana matahari.
      Ke-13, Nabi Muhammad (61 tahun) menikah dengan Raihanah binti Zaid, tawanan Perang Quraizhah.
      Sewaktu Nabi Muhammad wafat (63 tahun), istri Nabi yang telah wafat lebih dahulu dua orang, yaitu  Khadijah bin Khuwailid dan Zainab binti Khuzaimah.
Daftar Pustaka
1. Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004

849. HISAB

KISAH ORANG BADUI YANG MENGHISAB ALLAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Dikisahkan, seorang Badui telah memeluk Islam dan sudah mengikrarkan “dua kalimat syahadat” (Saya bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dan saya bersaksi Nabi Muhammad utusan Allah), karena dia mengikuti jejak kepala sukunya.
     Si Badui telah masuk Islam berkat hasil dakwah dari para pemimpinnya lalu dia belajar cara beribadah agama Islam dari tokoh kabilahnya, meskipun dia tergolong “ekonomi lemah”, tidak pintar, dan belum pernah bepergian keluar dari desanya, jelasnya dia orang “ndeso” karena tempat tinggalnya terpencil dan “adoh kawat”.
     Si Badui belum pernah ke Madinah, belum pernah bertemu dengan Nabi, dan tidak mengenal wajah Nabi, tetapi dengan segala keterbatasannya, dia sudah menjadi seorang  mukmin yang baik, karena dia sangat  mencintai Nabi Muhammad.
       Pada suatu hari rombongan kabilah sukunya pergi ke Mekah untuk melaksanakan ibadah umrah dan si Badui ikut dalam rombongan.
     Ketika rombongannya melaksanakan tawaf mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali dengan berjalan kaki berlawanan arah jarum jam, si Badui selalu “mengintil” dan mengikuti di belakang rombongannya.
      Si Badui terpisah dari rombongan yang melaksanakan tawaf, dia berjalan sambil berzikir, “Ya, Karim, …” berulang-ulang, karena dia bukan orang cerdas dan tidak mampu menghafal doa tawaf, maka selama tawaf dia hanya membaca “Ya, Karim, …”, berulang-ulang.
     Tiba-tiba dia merasa ada yang mengikutinya dari belakang, karena ada orang yang berjalan “menempel” di belakangnya dan menirukan ucapannya, “Ya, Karim,...” seperti dirinya, kemudian si Badui bergeser berpindah agak menjauh, agar tidak diikuti orang tersebut.
      Dia menyangka orang itu mengolok-oloknya, meskipun dia telah bergeser dan menjauh, tetapi orang itu tetap “membuntutinya”, kemana pun dia bergerak orang itu selalu mengikutinya.
    Akhirnya, si Badui menghentikan langkahnya dan memutar badannya 180 derajat,  berbalik menghadap orang itu dan si Badui berkata,”Wahai, orang yang berwajah cerah dan berbadan bagus, apakah engkau memperolok-olokku? Demi Allah, engkau akan kulaporkan kepada kekasihku”.   “Siapakah kekasihmu itu?” jawab lelaki itu, lalu si Badui menjawab, “Nabiku, Nabi Muhammad Rasulullah.”
     Lelaki itu tampak tersenyum mendengarkan jawabannya, kemudian lelaki itu bertanya, “Apakah engkau belum mengenal dan bertemu dengan Nabimu itu, wahai saudaraku, Badui?” “Belum,” jawab Si Badui. 
      Lelaki itu berkata lagi,”Bagaimana mungkin engkau mencintainya, padahal engkau tidak mengenalnya? Bagaimana pula keimananmu kepadanya?” “Aku beriman atas kenabiannya, meskipun aku tidak pernah melihatnya dan aku membenarkan kerasulannya, walaupun aku belum pernah bertemu dengannya,” jawab si Badui.
      Lelaki itu tersenyum lagi, “Wahai saudaraku orang Badui, aku inilah Nabimu di dunia dan pemberi syafaat kepadamu di akhirat kelak.” Memang, lelaki yang “mengintili” si Badui adalah Nabi Muhammad yang saat itu juga sedang melaksanakan tawaf.
     Nabi mengikuti si Badui ketika sedang tawaf, beliau melihat si Badui yang “polos” dan “unik” yang terpisah dari rombongannya, tetapi dia tampak begitu khusuk dalam melaksanakan tawaf.
    Si Badui memandang Nabi, seakan tidak percaya, kaget bercampur gembira, dia  terpana, lalu matanya berkaca-kaca, kemudian dia mendekat kepada Nabi dan  merendahkan badan akan mencium tangan Nabi, lalu  Nabi memegang pundaknya.
      Nabi bersabda,”Wahai saudaraku orang Badui, janganlah engkau memperlakukanku seperti orang asing memperlakukan rajanya. Sesungguhnya, Allah mengutusku bukan sebagai orang yang sombong dan sewenang-wenang, tetapi Allah mengutusku dengan kebenaran dan memberikan kabar gembira berupa kenikmatan di surga serta  memberikan  peringatan tentang pedihnya azab neraka.”
      Si Badui lalu berdiri termangu, tampak jelas raut wajah kegembiraannya, karena bisa berjumpa dengan Nabi, tiba-tiba malaikat Jibril turun kepada Nabi menyampaikan beberapa kalimat kepada si Badui.
     “Wahai Badui, sesungguhnya kelembutan dan kemuliaan Allah. Ya, Karim. Yang Maha Pemurah. Maha Memberi tanpa diminta. Akan menghisab dan memperhitungkan segala perbuatan manusia.”
      Nabi menyampaikannya  kepada Si Badui, lalu si Badui bertanya, “Apakah Allah akan menghisabku, Ya Rasulullah? Nabi menjawab, “Benar Allah akan menghisabmu, jika Allah menghendaki.”
     Tiba-tiba Badui mengucapkan sesuatu yang tidak terduga, “Demi kebesaran dan keagungan Allah, apabila Allah menghisabku, maka aku juga akan menghisab Allah.” Nabi bersabda sambil tersenyum, “Wahai saudaraku, engkau menghisab Allah dalam hal apa?” 
     Si Badui menjawab,”Jika Allah menghisabku atas dosaku, maka aku akan menghisab Allah dengan Maha Pengampunan-Nya. Apabila Allah menghisabku atas kemaksiatanku, maka aku akan menghisab Allah atas Maha Pemaaf-Nya. Apabila Allah menghisabku atas kekikiranku, maka aku akan menghisab Allah atas Maha Kedermawanan-Nya”.
     Nabi terharu mendengarkan jawaban si Badui, hingga Nabi meneteskan air mata membasahi jenggot beliau, karena mendengarkan jawaban sederhana yang menunjukkan betapa “akrabnya” si Badui dengan Tuhan-Nya, dan betapa tinggi “makrifatnya” kepada Allah, padahal dia belum pernah mendapatkan didikan langsung dari Nabi.
     Malaikat Jibril turun lagi dan memberi tahu Nabi, “Wahai Muhammad, Allah mengirim salam kepadamu dan berfirman,”Kurangi tangismu, karena dapat memengaruhi para malaikat dalam bertasbih dan sampaikan kepada saudaramu, si Badui, bahwa dia tidak perlu menghisab Allah, karena Allah tidak akan menghisabnya, dan dia termasuk penghuni surga.”
      Al-Quran surah Al-Isra, surah ke-17 ayat 36.

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
      “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.”
Sumber :
1. Katsir, Ibnu. Kisah Para Nabi. Penerbit Pustaka Azzam. Jakarta 2011.
2. Sahil, Azharuddin. Indeks Al-Quran. Panduan Mudah Mencari Ayat dan Kata dalam Al-Quran. Penerbit Mizan. Bandung 2007.
3. Bahjat, Ahmad. Nabi Nabi Allah. Penerbit Qisthi Press. Jakarta, 2015.
4. Katsir, Ibnu. Kisah Para Nabi. Penerbit Pustaka Azzam. Jakarta, 2011.
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
6. Tafsirq.com online.