Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, July 3, 2019

2542. BUKTI ADANYA AKHIRAT


BUKTI ADANYA AKHIRAT
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
     Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan bukti adanya akhirat?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
1.    Apakah diperlukan bukti tentang adanya hari akhir?
2.    Logika yang baik pasti menjawab bahwa kehidupan sesudah kematian di dunia ini pasti adanya.
3.    Bukankah makhluk yang paling mulia adalah makhluk yang berjiwa?
4.    Bukankah yang paling mulia di antara makhuk yang berjiwa adalah yang memiliki kemauan dan kebebasan memilih?
5.    Kemudian yang paling mulia dari kelompok ini adalah yang mampu melihat jauh ke depan, serta mampu mempertimbangkan dampak dan risiko dari semua kegiatan dan pilihannya.
6.    Demikian logika kita yang baik berkata, kemudian muncul pertanyaan baru,”Apakah selama hidup di dunia ini, semua orang melihat dan merasakan akibat perbuatannya yang didasarkan oleh kegiatan dan pilihannya itu?”
7.    Sudahkah semua yang berbuat baik memetik buah perbuatannya?
8.    Sudahkah semua orang yang berbuat jahat menerima kenistaan akibat  kejahatannya?
9.    Jawabannya adalah bahwa ternyata semua orang tidak atau masih belum menerima balasan dan risiko dari semua perbuatan dan pilihannya selama hidup di dunia.
10. Sering terjadi di dunia ini kondisi yang sangat tidak adil yaitu orang-orang yang jahat tidak menerima risiko dari segala perbuatannya.
11. Malahan orang jahat berhasil menikmati hasil kejahatannya, dan sebaliknya orang-orang yang baik dalam kondisi yang memprihatinkan.
12. Oleh karena itu, demi tegaknya keadilan, maka semua orang harus menerima balasan dan risiko dari segala perbuatannya secara adil selama hidup di dunia ini.
13. Sehingga semua pihak akan memperoleh secara adil dan sempurna hasil perbuatan yang didasarkan atas pilihannya masing-masing.
14. Al-Quran menamakan hidup di akhirat adalah “al-hayawan” (hidup yang sempurna).
15. Kematian dinamakan “wafat”, yang arti harfiahnya adalah “kesempurnaan”.
16. Al-Quran surah Thaha (surah ke-20) ayat 15.

إِنَّالسَّاعَةَآتِيَةٌأَكَادُأُخْفِيهَالِتُجْزَىٰكُلُّنَفْسٍبِمَاتَسْعَىٰ

     Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.
17. Al-Quran surah Saba (surah ke-34) ayat 3-5.

وَقَالَالَّذِينَكَفَرُوالَاتَأْتِينَاالسَّاعَةُ ۖ قُلْبَلَىٰوَرَبِّيلَتَأْتِيَنَّكُمْعَالِمِالْغَيْبِ ۖ لَايَعْزُبُعَنْهُمِثْقَالُذَرَّةٍفِيالسَّمَاوَاتِوَلَافِيالْأَرْضِوَلَاأَصْغَرُمِنْذَٰلِكَوَلَاأَكْبَرُإِلَّافِيكِتَابٍمُبِينٍ
لِيَجْزِيَالَّذِينَآمَنُواوَعَمِلُواالصَّالِحَاتِ ۚ أُولَٰئِكَلَهُمْمَغْفِرَةٌوَرِزْقٌكَرِيمٌ
وَالَّذِينَسَعَوْافِيآيَاتِنَامُعَاجِزِينَأُولَٰئِكَلَهُمْعَذَابٌمِنْرِجْزٍأَلِيمٌ
      Dan orang-orang yang kafir berkata: "Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami". Katakan: "Pasti datang, demi Tuhanku Yang mengetahui yang gaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya seberat zarah pun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lohmahfuz)", supaya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Mereka itu adalah orang-orang yang baginya ampunan dan rezeki yang mulia. Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan adzab Kami), mereka itu memperoleh adzab, yaitu (jenis) azab yang pedih.
18. Memang terdapat orang-orang yang tidak sabar dan tidak betah menunggu.
19. Mereka menghendaki agar perhitungan ganjaran dan balasan langsung dilakukan dengan segera di dunia ini.
20. Mereka lupa bahwa kehidupan dan kematian di dunia adalah ujian dari Allah untuk manusia.
21.  Al-Quran surah Al-Mulik (surah ke-67) ayat 1-2.

تَبَارَكَالَّذِيبِيَدِهِالْمُلْكُوَهُوَعَلَىٰكُلِّشَيْءٍقَدِيرٌ
الَّذِيخَلَقَالْمَوْتَوَالْحَيَاةَلِيَبْلُوَكُمْأَيُّكُمْأَحْسَنُعَمَلًا ۚ وَهُوَالْعَزِيزُالْغَفُورُ

   Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia mengujimu, siapa di antaramu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Daftar Pustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  
2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.    Tafsirq.com online.

2542. BUKTI ADANYA AKHIRAT


BUKTI ADANYA AKHIRAT
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
     Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan bukti adanya akhirat?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
1.    Apakah diperlukan bukti tentang adanya hari akhir?
2.    Logika yang baik pasti menjawab bahwa kehidupan sesudah kematian di dunia ini pasti adanya.
3.    Bukankah makhluk yang paling mulia adalah makhluk yang berjiwa?
4.    Bukankah yang paling mulia di antara makhuk yang berjiwa adalah yang memiliki kemauan dan kebebasan memilih?
5.    Kemudian yang paling mulia dari kelompok ini adalah yang mampu melihat jauh ke depan, serta mampu mempertimbangkan dampak dan risiko dari semua kegiatan dan pilihannya.
6.    Demikian logika kita yang baik berkata, kemudian muncul pertanyaan baru,”Apakah selama hidup di dunia ini, semua orang melihat dan merasakan akibat perbuatannya yang didasarkan oleh kegiatan dan pilihannya itu?”
7.    Sudahkah semua yang berbuat baik memetik buah perbuatannya?
8.    Sudahkah semua orang yang berbuat jahat menerima kenistaan akibat  kejahatannya?
9.    Jawabannya adalah bahwa ternyata semua orang tidak atau masih belum menerima balasan dan risiko dari semua perbuatan dan pilihannya selama hidup di dunia.
10. Sering terjadi di dunia ini kondisi yang sangat tidak adil yaitu orang-orang yang jahat tidak menerima risiko dari segala perbuatannya.
11. Malahan orang jahat berhasil menikmati hasil kejahatannya, dan sebaliknya orang-orang yang baik dalam kondisi yang memprihatinkan.
12. Oleh karena itu, demi tegaknya keadilan, maka semua orang harus menerima balasan dan risiko dari segala perbuatannya secara adil selama hidup di dunia ini.
13. Sehingga semua pihak akan memperoleh secara adil dan sempurna hasil perbuatan yang didasarkan atas pilihannya masing-masing.
14. Al-Quran menamakan hidup di akhirat adalah “al-hayawan” (hidup yang sempurna).
15. Kematian dinamakan “wafat”, yang arti harfiahnya adalah “kesempurnaan”.
16. Al-Quran surah Thaha (surah ke-20) ayat 15.

إِنَّالسَّاعَةَآتِيَةٌأَكَادُأُخْفِيهَالِتُجْزَىٰكُلُّنَفْسٍبِمَاتَسْعَىٰ

     Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.
17. Al-Quran surah Saba (surah ke-34) ayat 3-5.

وَقَالَالَّذِينَكَفَرُوالَاتَأْتِينَاالسَّاعَةُ ۖ قُلْبَلَىٰوَرَبِّيلَتَأْتِيَنَّكُمْعَالِمِالْغَيْبِ ۖ لَايَعْزُبُعَنْهُمِثْقَالُذَرَّةٍفِيالسَّمَاوَاتِوَلَافِيالْأَرْضِوَلَاأَصْغَرُمِنْذَٰلِكَوَلَاأَكْبَرُإِلَّافِيكِتَابٍمُبِينٍ
لِيَجْزِيَالَّذِينَآمَنُواوَعَمِلُواالصَّالِحَاتِ ۚ أُولَٰئِكَلَهُمْمَغْفِرَةٌوَرِزْقٌكَرِيمٌ
وَالَّذِينَسَعَوْافِيآيَاتِنَامُعَاجِزِينَأُولَٰئِكَلَهُمْعَذَابٌمِنْرِجْزٍأَلِيمٌ
      Dan orang-orang yang kafir berkata: "Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami". Katakan: "Pasti datang, demi Tuhanku Yang mengetahui yang gaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya seberat zarah pun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lohmahfuz)", supaya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Mereka itu adalah orang-orang yang baginya ampunan dan rezeki yang mulia. Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan adzab Kami), mereka itu memperoleh adzab, yaitu (jenis) azab yang pedih.
18. Memang terdapat orang-orang yang tidak sabar dan tidak betah menunggu.
19. Mereka menghendaki agar perhitungan ganjaran dan balasan langsung dilakukan dengan segera di dunia ini.
20. Mereka lupa bahwa kehidupan dan kematian di dunia adalah ujian dari Allah untuk manusia.
21.  Al-Quran surah Al-Mulik (surah ke-67) ayat 1-2.

تَبَارَكَالَّذِيبِيَدِهِالْمُلْكُوَهُوَعَلَىٰكُلِّشَيْءٍقَدِيرٌ
الَّذِيخَلَقَالْمَوْتَوَالْحَيَاةَلِيَبْلُوَكُمْأَيُّكُمْأَحْسَنُعَمَلًا ۚ وَهُوَالْعَزِيزُالْغَفُورُ

   Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia mengujimu, siapa di antaramu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Daftar Pustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  
2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.    Tafsirq.com online.

2542. BUKTI ADANYA AKHIRAT


BUKTI ADANYA AKHIRAT
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
     Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan bukti adanya akhirat?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
1.    Apakah diperlukan bukti tentang adanya hari akhir?
2.    Logika yang baik pasti menjawab bahwa kehidupan sesudah kematian di dunia ini pasti adanya.
3.    Bukankah makhluk yang paling mulia adalah makhluk yang berjiwa?
4.    Bukankah yang paling mulia di antara makhuk yang berjiwa adalah yang memiliki kemauan dan kebebasan memilih?
5.    Kemudian yang paling mulia dari kelompok ini adalah yang mampu melihat jauh ke depan, serta mampu mempertimbangkan dampak dan risiko dari semua kegiatan dan pilihannya.
6.    Demikian logika kita yang baik berkata, kemudian muncul pertanyaan baru,”Apakah selama hidup di dunia ini, semua orang melihat dan merasakan akibat perbuatannya yang didasarkan oleh kegiatan dan pilihannya itu?”
7.    Sudahkah semua yang berbuat baik memetik buah perbuatannya?
8.    Sudahkah semua orang yang berbuat jahat menerima kenistaan akibat  kejahatannya?
9.    Jawabannya adalah bahwa ternyata semua orang tidak atau masih belum menerima balasan dan risiko dari semua perbuatan dan pilihannya selama hidup di dunia.
10. Sering terjadi di dunia ini kondisi yang sangat tidak adil yaitu orang-orang yang jahat tidak menerima risiko dari segala perbuatannya.
11. Malahan orang jahat berhasil menikmati hasil kejahatannya, dan sebaliknya orang-orang yang baik dalam kondisi yang memprihatinkan.
12. Oleh karena itu, demi tegaknya keadilan, maka semua orang harus menerima balasan dan risiko dari segala perbuatannya secara adil selama hidup di dunia ini.
13. Sehingga semua pihak akan memperoleh secara adil dan sempurna hasil perbuatan yang didasarkan atas pilihannya masing-masing.
14. Al-Quran menamakan hidup di akhirat adalah “al-hayawan” (hidup yang sempurna).
15. Kematian dinamakan “wafat”, yang arti harfiahnya adalah “kesempurnaan”.
16. Al-Quran surah Thaha (surah ke-20) ayat 15.

إِنَّالسَّاعَةَآتِيَةٌأَكَادُأُخْفِيهَالِتُجْزَىٰكُلُّنَفْسٍبِمَاتَسْعَىٰ

     Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.
17. Al-Quran surah Saba (surah ke-34) ayat 3-5.

وَقَالَالَّذِينَكَفَرُوالَاتَأْتِينَاالسَّاعَةُ ۖ قُلْبَلَىٰوَرَبِّيلَتَأْتِيَنَّكُمْعَالِمِالْغَيْبِ ۖ لَايَعْزُبُعَنْهُمِثْقَالُذَرَّةٍفِيالسَّمَاوَاتِوَلَافِيالْأَرْضِوَلَاأَصْغَرُمِنْذَٰلِكَوَلَاأَكْبَرُإِلَّافِيكِتَابٍمُبِينٍ
لِيَجْزِيَالَّذِينَآمَنُواوَعَمِلُواالصَّالِحَاتِ ۚ أُولَٰئِكَلَهُمْمَغْفِرَةٌوَرِزْقٌكَرِيمٌ
وَالَّذِينَسَعَوْافِيآيَاتِنَامُعَاجِزِينَأُولَٰئِكَلَهُمْعَذَابٌمِنْرِجْزٍأَلِيمٌ
      Dan orang-orang yang kafir berkata: "Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami". Katakan: "Pasti datang, demi Tuhanku Yang mengetahui yang gaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya seberat zarah pun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lohmahfuz)", supaya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Mereka itu adalah orang-orang yang baginya ampunan dan rezeki yang mulia. Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan adzab Kami), mereka itu memperoleh adzab, yaitu (jenis) azab yang pedih.
18. Memang terdapat orang-orang yang tidak sabar dan tidak betah menunggu.
19. Mereka menghendaki agar perhitungan ganjaran dan balasan langsung dilakukan dengan segera di dunia ini.
20. Mereka lupa bahwa kehidupan dan kematian di dunia adalah ujian dari Allah untuk manusia.
21.  Al-Quran surah Al-Mulik (surah ke-67) ayat 1-2.

تَبَارَكَالَّذِيبِيَدِهِالْمُلْكُوَهُوَعَلَىٰكُلِّشَيْءٍقَدِيرٌ
الَّذِيخَلَقَالْمَوْتَوَالْحَيَاةَلِيَبْلُوَكُمْأَيُّكُمْأَحْسَنُعَمَلًا ۚ وَهُوَالْعَزِيزُالْغَفُورُ

   Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia mengujimu, siapa di antaramu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Daftar Pustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  
2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.    Tafsirq.com online.

2541. HARI KIAMAT-1


HARI KIAMAT
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang hari kiamat menurut Al-Quran?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
1.    Terdapat dua hal pokok yang berkaitan dengan keimanan yang tercantum dalam ayat Al-Quran, yaitu:
1)    Ke-1: Uraian dan pembuktian tentang keesaan Allah.
2)    Ke-2: Uraian dan pembuktian tentang hari kiamat.
2.    Al-Quran dan hadis Nabi sering kali menyebutkan percaya kepada Allah dan hari kiamat untuk mewakili rukun iman lainnya.
3.    Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 8.

وَمِنَالنَّاسِمَنْيَقُولُآمَنَّابِاللَّهِوَبِالْيَوْمِالْآخِرِوَمَاهُمْبِمُؤْمِنِينَ

      Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian", padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
4.    Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9)  ayat  18.

إِنَّمَايَعْمُرُمَسَاجِدَاللَّهِمَنْآمَنَبِاللَّهِوَالْيَوْمِالْآخِرِوَأَقَامَالصَّلَاةَوَآتَىالزَّكَاةَوَلَمْيَخْشَإِلَّااللَّهَ ۖ فَعَسَىٰأُولَٰئِكَأَنْيَكُونُوامِنَالْمُهْتَدِينَ

       Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapatkan petunjuk.
5.    Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 69.
إِنَّالَّذِينَآمَنُواوَالَّذِينَهَادُواوَالصَّابِئُونَوَالنَّصَارَىٰمَنْآمَنَبِاللَّهِوَالْيَوْمِالْآخِرِوَعَمِلَصَالِحًافَلَاخَوْفٌعَلَيْهِمْوَلَاهُمْيَحْزَنُونَ

     Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
6.    Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah dia berkata benar atau diam”.
7.    Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah ia menghormati tamunya”.
8.    Demikian terlihat bahwa keimanan kepada Allah berkaitan erat dengan keimanan kepada hari kiamat, dan memang keimanan kepada Allah tidak sempurna apabila belum ditambahi dengan keimanan kepada hari akhir.
9.    Keimanan kepada Allah menuntut amal perbuatan.
10. Amal , amal perbuatan baru sempurna motivasinya dengan adanya keyakinan tentang hari kiamat, karena kesempurnaan ganjaran danbalasannya hanya ditemukan pada hari akhir kelak.
11. Banyak redaksi yang digunakan oleh Al-Quran untuk menguraikan hari akhir, yaitu:
1)    “Yaum al-ba'ts” (hari kebangkitan).
2)     “Yaum al-qiyamah” (hari kiamat).
3)    “Yaum al-fashl” (hari pemisah antara pelaku kebaikan dan kejahatan).
4)    Dan banyak lainnya.
12. Al-Quran menguraikan tentang hari kebangkitan menggunakan beberapa metode dan pendekatan, misalnya:
1)    kata “al-yaum al-akhir” terulang sebanyak 24 kali.
2)    Kata “akhirat” yang terulang sebanyak 115 kali.
3)    Dan masih banyak kata padanannya, yang menunjukkan bahwa hari akhir  sangat penting.
13. Banyak juga sisi dari hari kebangkitan yang diuraikan oleh Al-Quran, dan uraiannya sering kali berbeda informasinya, bahkan berlawanan yang diletakkan dalam berbagai surat.
14. Seolah-olah Al-Quran bermaksud untuk memantapkan keyakinan tentang adanya hari kebangkitan secara bagian per bagian, dan serta pasal per pasal ke dalam jiwa pemeluknya.
15. Al-Quran berusaha menjelaskan dan menjawab keraguan dan penolakan kaum musyrik menyangkut hari kiamat yang berdalih:
1)    Apakah Tuhan mampu menghidupkan kembali tulang-belulang yang telah menyatu dengan tanah?
2)    Apakah Allah mengetahui bagian-bagian tubuh manusia yang telah berserakan bahkan telah bercampur dengan banyak makhluk selainnya?”

16. Al-Quran surah Fushshilat (surah ke-41) ayat 39.

وَمِنْآيَاتِهِأَنَّكَتَرَىالْأَرْضَخَاشِعَةًفَإِذَاأَنْزَلْنَاعَلَيْهَاالْمَاءَاهْتَزَّتْوَرَبَتْ ۚ إِنَّالَّذِيأَحْيَاهَالَمُحْيِيالْمَوْتَىٰ ۚ إِنَّهُعَلَىٰكُلِّشَيْءٍقَدِيرٌ

      Dan sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) -Nya bahwa kamu melihat bumi itu kering tandus, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Daftar Pustaka
1.            Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  
2.            Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.            Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.            Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.            Tafsirq.com online.