Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, October 5, 2020

5713. MANUSIA PUNYA NALURI KEBAIKAN


 

AKHLAK KONSIDERANS JADI RASULULLAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

1.  Kata “akhlak” terambil dari bahasa  Arab.

 

2.  Akahlak biasanya diartikan “tabiat”, “perangai”, “kebiasaan”, dan “agama”.

 

3.  Tetapi  kata “akhlak” tidak ditemukan dalam Al-Quran.

 

 

4.  Yang ditemukan hanya bentuk tunggal dari “akhlak” yaitu “khuluq”.

 

5.  Al-Quran surah Al-Qalam (surah ke-68) ayat 4.

 

 

 

6.  Ayat ini dinilai  sebagai “konsiderans” (petimbangan yang menjadi dasar pengangkatan) Nabi Muhammad sebagai Rasul.

 

7.  Al-Quran surah Al-Qalam (surah ke-68) ayat 4.

 

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

 

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.

 

 

8.  Ayat ini adalah “konsiderans” Nabi Muhammad sebagai Rasul.

 

9.  Konsiderans adalah pertimbangan yang menjadi pengankatan.

 

10.      Kata “akhlak” banyak ditemukan dalam hadis Nabi Muhammad.

 

11.      Hadis populer adalah, “Aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.

 

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

 

      Sesungguhnya, aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.

 

12.      Akhlak (kelakuan manusia) sangat beragam dalam kebaikan dan keburukan serta aneka macam objeknya.

 

13.      Al-Quran surah Al-Lail (surah ke-92) ayat 4.

إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ

 

     Sesungguhnya usahamu memang berbeda-beda.

 

14.      Para ahli sering membahas perilaku baik dan buruk, serta penyebab munculnya sikap itu.

 

15.      Apakah kelakuan itu hasil pilihan manusia sendiri, atau berada di luar kemampuan manusia? 

 

 

 

16.      Manusia punya potensi menjadi orang baik atau sebaliknya menjadi orang jelek.

 

17.      Al-Quran surah Al-Balad (surah ke-90) ayat 10.

وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ

 

     Dan Kami telah menunjukkan kepadanya 2 jalan.

 

18.      Al-Quran surah Asy-Syams (surah ke-91) ayat 7-8.  

 

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَافَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

 

      Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

 

19.      Manusia punya potensi baik dan buruk yang tertanam dalam dirinya.

 

20.      Ditemukan isyarat dalam Al-Quran kebajikan terlebih dahulu menghiasi manusia daripada kejahatan.

 

 

 

21.      Dan manusia pada dasarnya cenderung kepada kebajikan.

 

22.      Al-Quran surah Thaha (surah ke-20) ayat 121.

 

فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ ۚ وَعَصَىٰ آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَىٰ

 

     Maka keduanya (Adam dan Hawa) memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah dia.

 

23.      Sebelum Nabi Adam dan Hawa digoda iblis dan menjadi durhaka, keduanya adalah orang baik.

 

24.      Karena tidak pernah mengerjakan sesuatu yang buruk.

 

25.      Karena tergoda,  maka keduanya tersesat.

 

 

26.      Nabi Adam dan Hawa kemudian bertobat kepada Allah.

 

27.      Sehingga keduanya kembali suci.

 

28.      Semua manusia punya naluri kepada kebaikan.

 

 

29.      Buktinya, ada persamaan konsep pokok  moral  pada  setiap peradaban dan zaman.

 

30.      Misalnya, manusia pada zaman kapan pun dan di mana pun pasti menganggap dan menilai bohong, menipu, dan angkuh adalah jelek.

 

 

 

31.      Dan menilai  hormat  kepada  kedua  orang tua  adalah baik.

 

 

32.      Tetapi, cara dan bentuk hormat kepada orang tua bisa berbeda antara  generasi dan masyarakat berbeda zaman.

 

33.      Selama perbedaan yang terjadi masih dinilai baik dan wajar dalam masyarakat umum, maka hal itu tetap bernilai makruf (baik).

 

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2.  Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online.      

 

 

5712. LAPANG DADA ITU MEMAAFKAN DENGAN CARA BAIK


 

LAPANG DADA ITU MEMAAFKAN DENGAN CARA BAIK

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

1.  Kata “lapang dada” (menurut KBBI V) dapat diartikan “berasa lega” atau “tidak sesak”, “berasa senang”, dan “tidak menjadi gusar”.

 

2.  Kata “Al-Shafh” (lapang dada)  dalam Al-Quran terulang 8 kali dalam berbagai bentuknya.

 

3.  Kata “al-shafh” awalnya bermakan “lapang”.

 

 

4.  Halaman lembaran sebuah buku disebuat “shafhat” karena kelapangan dan keluasannya.

 

5.  Al-shafh dapat diartikan “kelapangan dada”.

 

 

6.  Berjabat tangan  disebut “mushafahat” karena pihak yang melakukannya  menjadi perlambang kelapangan dada.

7.  Dari 8 kali bentuk “al-shafh” yang ditampilkan dalam Al-Quran, yang 4 kali didahului perintah “memberi maaf”. 

 

8.  Al-Quran surah At-Thaghabun (surah ke-64) ayat 14. 

 

 

      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

   

 

      Hai orang-orang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

 

 

9.  Al-Quran surah An-Nur (surah ke-24) ayat 22.  

 

      وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

 

     Dan janganlah orang-orang yang punya kelebihan dan kelapangan di antaramu bersumpah mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang miskin dan orang-orang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

 

10.      Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 13.

 

   فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ ۙ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ ۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

  

 

       (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkan mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

 

 

11.      Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 109. 

 

      وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ ۖ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    

 

     Sebagian besar Ahli Kitab ingin agar mereka bisa mengembalikanmu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkan dan biarkan mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 

 

12.      Kata “al-shafa” (lapang dada) lebih tinggi kedudukannya dibanding “al-afwa” (memaafkan).

 

13.      Kata “shafhat” bisa bermakna “halaman”.

 

 

14.      Jika kita  punya selembar kertas dengan kesalahan tulisan pensil, maka kesalahan itu bis dihapus dengan penghapus. 

 

15.      Meskipun kesalahan sudah dihapus, tetapi masih ada bekasnya.

 

 

16.      Diperlukan “al-shafh” (kelapangan dada).

 

17.      Yaitu bersedia membuka lembaran baru, sehingga hubungan tidak ternodai dan tidak kusut.

 

18.      Tidak  seperti halaman yang telah dihapus kesalahannya.

 

19.      Mushafahat artinya “berjabat tangan”.

 

20.       Lambang siap membuka  lembaran  baru, memaafkan, dan  melupakan lembaran lama.

 

21.      Meskipun kesalahan telah dihapus, terkadang masih tersisa kekusutan.

 

 

22.      Setelah orang memberi maaf, perlu  dilanjutkan  “al-shafh” (berlapang dada).

 

23.      Berlapang dada artinya memaafkan dengan cara yang baik.

 

24.      Al-Quran surah Al-Hijr (surah ke-15) ayat 85.

 

      وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ ۖ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ

 

     Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkan (mereka) dengan cara yang baik.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2.  Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online.      

 

5711. AKHLAK KONSIDERANS UNTUK JADI RASUL


 

AKHLAK KONSIDERANS UNTUK MENJADI RASULULLAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

1.  Kata “akhlak” terambil dari bahasa  Arab.

 

2.  Akahlak biasanya diartikan “tabiat”, “perangai”, “kebiasaan”, dan “agama”.

 

3.  Tetapi  kata “akhlak” tidak ditemukan dalam Al-Quran.

 

 

4.  Yang ditemukan hanya bentuk tunggal dari “akhlak” yaitu “khuluq”.

 

5.  Al-Quran surah Al-Qalam (surah ke-68) ayat 4.

 

 

 

6.  Ayat ini dinilai  sebagai “konsiderans” (petimbangan yang menjadi dasar pengangkatan) Nabi Muhammad sebagai Rasul.

 

7.  Al-Quran surah Al-Qalam (surah ke-68) ayat 4.

 

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

 

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.

 

 

8.  Ayat ini adalah “konsiderans” Nabi Muhammad sebagai Rasul.

 

9.  Konsiderans adalah pertimbangan yang menjadi pengankatan.

 

10.      Kata “akhlak” banyak ditemukan dalam hadis Nabi Muhammad.

 

11.      Hadis populer adalah, “Aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.

 

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

 

      Sesungguhnya, aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.

 

12.      Akhlak (kelakuan manusia) sangat beragam dalam kebaikan dan keburukan serta aneka macam objeknya.

 

13.      Al-Quran surah Al-Lail (surah ke-92) ayat 4.

إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ

 

     Sesungguhnya usahamu memang berbeda-beda.

 

14.      Para ahli sering membahas perilaku baik dan buruk, serta penyebab munculnya sikap itu.

 

15.      Apakah kelakuan itu hasil pilihan manusia sendiri, atau berada di luar kemampuan manusia? 

 

 

 

16.      Manusia punya potensi menjadi orang baik atau sebaliknya menjadi orang jelek.

 

17.      Al-Quran surah Al-Balad (surah ke-90) ayat 10.

وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ

 

     Dan Kami telah menunjukkan kepadanya 2 jalan.

 

18.      Al-Quran surah Asy-Syams (surah ke-91) ayat 7-8.  

 

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَافَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

 

      Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

 

19.      Manusia punya potensi baik dan buruk yang tertanam dalam dirinya.

 

20.      Ditemukan isyarat dalam Al-Quran kebajikan terlebih dahulu menghiasi manusia daripada kejahatan.

 

 

 

21.      Dan manusia pada dasarnya cenderung kepada kebajikan.

 

22.      Al-Quran surah Thaha (surah ke-20) ayat 121.

 

فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ ۚ وَعَصَىٰ آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَىٰ

 

     Maka keduanya (Adam dan Hawa) memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah dia.

 

23.      Sebelum Nabi Adam dan Hawa digoda iblis dan menjadi durhaka, keduanya adalah orang baik.

 

24.      Karena tidak pernah mengerjakan sesuatu yang buruk.

 

25.      Karena tergoda,  maka keduanya tersesat.

26.      Nabi Adam dan Hawa kemudian bertobat kepada Allah.

 

27.      Sehingga keduanya kembali suci.

 

28.      Semua manusia punya naluri kepada kebaikan.

 

 

29.      Buktinya, ada persamaan konsep  pokok  moral  pada  setiap peradaban dan zaman.

 

30.      Misalnya, manusia pada zaman kapan pun dan di mana pun pasti menganggap dan menilai bohong, menipu, dan angkuh adalah jelek.

 

 

 

31.      Dan menilai  hormat  kepada  kedua  orang tua  adalah baik.

 

 

32.      Tetapi, cara dan bentuk hormat kepada orang tua bisa berbeda antara  generasi dan masyarakat berbeda zaman.

 

33.      Selama perbedaan yang terjadi masih dinilai baik dan wajar dalam masyarakat umum, maka hal itu tetap bernilai makruf (baik).

 

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2.  Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online.