Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, October 8, 2020

5789. AMANAH ADALAH PEREKAT NIKAH

 


AMANAH ADALAH PEREKAT NIKAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

A. Amanah adalah perekat pernikahan.

 

1.  lstri rela meninggalkan keluarganya untuk bergabung dengan orang asing yang menjadi suaminya.

 

2.  lstri yakin akan hidup lebih bahagia bersama suaminya dan anak-anaknya dibanding keluarganya.

 

3.  Amanah itu harus dijaga dengan baik.

 

 

4.  Perekat pernikahan suami dan istri adalah:

1) Cinta.

2) Mawadah.

3) Rahmat.

4) Amanah Allah.

 

5.  Jika cinta pupus dan mawadah putus, maka masih ada rahmat.

 

6.  Jika tidak tersisa, maka masih ada amanah.

 

 

7.  Selama pasangan suami dan istri beragama, amanahnya akan tetap terjaga.

 

8.  Al-Quran memerintahkan seorang suami agar menggauli istrinya dengan baik.

 

 

9.  Jika kamu tidak lagi menyukai dan mencintainya, jangan memutus tali perkawinan.

 

10.             Mungkin kamu tidak menyenangi sesuatu, tetapi Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

 

 

11.             Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 19.

 

     يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

    

 

Hai orang-orang beriman, tidak halal bagimu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

 

 

12.             Kata “mawaddah” tersusun dari huruf-huruf  “m-w-d-d”.

 

13.             Yang  maknanya berkisar  pada  “kelapangan  dan  kekosongan”.

 

 

14.             Mawadah  adalah “kelapangan dada” dan “kekosongan jiwa dari kehendak  buruk”.

 

15.             Mawadah adalah  “cinta plus”.

 

 

16.             Orang yang mencintai, kadang hatinya kesal, sehingga  cintanya  pudar dan putus.

 

17.             Tetapi yang bersemayam dalam  hati  mawadah,  tidak akan memutuskan hubungan, seperti yang bisa terjadi pada orang yang  bercinta.

 

 

18.             Karena hatinya lapang dan kosong dari keburukan, sehingga pintunya telah tertutup untuk dihinggapi keburukan, yang mungkin datang dari pasangannya.

 

19.             Kata “rahmat” adalah kondisi psikologis yang muncul dalam hati akibat  menyaksikan  ketidakberdayaan, sehingga mendorong seseorang untuk  memberdayakannya.

 

 

20.             Suami dan istri masing-masing akan bersungguh-sungguh dan bersusah payah untuk mendatangkan kebaikan bagi pasangannya.

 

21.             Suami dan istri akan menolak segala sesuatu yang bisa mengganggu keluarganya.

 

 

22.             Al-Quran menjelaskan betapapun hebatnya seseorang, dia  pasti punya kelemahan.

 

23.             Sebaliknya betapa pun lemahnya seseorang,  pasti ada  unsur kebaikannya.

 

 

24.             Tidak ada suami yang sempurna, dan tidak ada istri yang sempurna.

 

25.             Sehingga suami dan istri harus selalu berusaha untuk saling melengkapi.  

 

 

26.             Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 187 menjelaskan istri adalah pakaian suami, dan suami adalah pakaian istri.

 

 

     أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

   

 

     Dihalalkan bagimu pada malam hari bulan Ramadan bercampur dengan istri-istri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampunimu dan memberikan maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakan puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beriktikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

 

 

27.             Ayat Al-Quran ini mengisyaratkan suami dan istri saling membutuhkan seperti  manusia perlu pakaian.

 

28.             Artinya suami dan istri masing-masing punya kekurangan.

 

 

29.             Suami dan istri harus bisa berfungsi sebagai pakaian, yang menutupi kekurangan pasangannya.

 

30.             Seperti layaknya pakaian yang menutupi aurat atau kekurangan pemakainya.

 

 

31.             Pernikahan adalah suatu amanah yang harus dirawat, dijaga, dan diamankan dengan baik oleh suami dan istri.

 

32.             Terjadinya pernikahan atas doa dan restu orang tua dan keluarga masing-masing.

 

 

33.             Kesediaan istri untuk hidup bersama dengan seorang pria dengan meninggalkan orang-tua dan keluarga yang membesarkannya.

 

34.             Istri menggantinya dengan penuh kerelaan hidup bersama pria asing yang menjadi suaminya, serta bersedia saling berbagi dan saling merawat dalam suka dan duka.

 

 

35.             Semuanya dilakukan dengan penuh keyakinan kebahagian hidup bersama suami dan anak-anaknya akan lebih besar dibandingkan dengan kebahagiaan bersama keluarga asalnya.

 

36.             Keyakinan ini yang dituangkan istri  kepada  suaminya  dan  itu  yang  dinamakan oleh Al-Quran “mitsaqan  ghalizha” (perjanjian sangat kokoh).

 

 

37.             Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 21. 

 

     وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُ وَقَدْ أَفْضَىٰ بَعْضُكُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا

    

     Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-istri. Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil darimu perjanjian yang kuat.

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.  Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online.     

5788. MENYINDIR HP SENDIRI

 


MENYINDIR HP SENDIRI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

A. Semuanya tergantung HP.

 

1.  Tidak tua

2.  Tidak muda

 

3.  Tidak laki-laki

4.  Tidak perempuan

 

5.  Kalau sudah taruh HP, ditinggal sebentar, dilihat lagi, ditutup sebentar, dibuka lagi

 

 

6.  Semua sayang banget sama yang namanya HP,

7.  Bepergian ngantongi HP,

 

8.  Kumpul-kumpul sama teman bawa tas isinya HP,

 

 

9.  Sehari HP bisa keluar masuk dari tas atau saku kemeja lebih dari lima puluh kali …

 

10.             Habis mandi lihat HP,

11.             Habis nyapu lihat HP,

 

12.             Habis masak lihat HP,

13.             Habis nyuci lihat HP,

 

14.             Habis makan lihat HP,

15.             Habis kedatangan tamu lihat HP,

 

16.             Habis bangun tidur lihat HP,

17.             Tengah malam terjaga lihat HP,

 

18.             Pokoknya asal habis apa saja yang dilihat HP …

 

 

19.             Karena setianya sama HP, pulsa tinggal sedikit cepat-cepat dibelikan,

 

20.             Low-batt satu strip, bingung cari colokan listrik,

21.             Sinyalnya lemah bingung cari tempat,

 

22.             Apa lagi kalau pas low-batt listrik mati lagi, PLN yang di-umpat …

 

 

23.             Dipanggil suami/istri pura-pura tidak dengar,

24.             HP-nya bunyi, langsung lari mencari di mana HP ditaruhnya tadi …

 

25.             Pokoknya, kalau sudah selesai acara apa saja, yang di cari HP …

 

 

26.             Kalau perempuan, namanya Nokia Binti Samsung

27.             Kalau laki-laki, namanya Sony Bin Lenovo.

 

28.             Semoga saya tidak ketularan seperti itu.

29.             Yang merasa seperti itu, jangan senyam-senyum sendiri.

 

30.             Nanti suami/istri kita tidak paham dengan sikap kita.

 

 

31.             Do’a untuk HP:

 

32.             Ya Allah, ampuni dosa-dosa saya yang mempunyai HP ini ya Allah …

 

 

33.             Karena saya:

34.             Lebih banyak NGISI PULSA daripada SEDEKAH

35.             Lebih banyak baca SMS/WA/FB/BB daripada baca KITAB SUCI …

 

36.             Lebih sering update status daripada update amal sholih kepadamu ya Allah …

 

 

37.             Lebih sering buka BLUETOOTH daripada BERLUTUT SUJUD …

38.             Sering TELEPON, tapi jarang SILATURAHIM …

 

39.             Isi pulsa 10.000 tidak puas, tapi isi KOTAK AMAL 10.000 saja merasa kebanyakan banget …

 

 

40.             Kalau dengar HP bunyi, langsung buru-buru angkat sama cengar-cengir, tapi pas suara ADZAN dikumandangkan, malah santai INTERNETAN …

 

41.             Ya Allah, semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya yang punya HP ini …

 

 

42.             Dan semoga HP yang saya punya ini, bermanfaat buat sarana IBADAH kepada-Mu

 

43.             ya Allah …

44.             Dan semoga, teman-teman saya yang seperti saya, juga Allah ampuni dosa-dosanya ya, ya Allah … Aamiin …

 

45.             Edisi bukan nyindir, tapi mengingatkan diriku sendiri. Terima kasih dan mohon maaf bila ada yang tersinggung, saya juga sama tersinggung, hanya untuk renungan lembut, tapi nyata.

 

 

46.             Semoga bermanfaat.

 

Sumber: Aa Gym)

5787. UTUSAN RASUL HADANG KAFILAH ABU SUFYAN

 


UTUSAN RASUL HADANG KAFILAH ABU SUFYAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A. Rasulullah mengirim utusan untuk menghadang rombongan kafilah Abu sufyan.

 

1.  Al-Quran surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat 5.

 

     كَمَا أَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنْ بَيْتِكَ بِالْحَقِّ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ لَكَارِهُونَ

 

      Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, meskipun sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya,

 

 

2.  Al-Quran surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat 6.

 

     يُجَادِلُونَكَ فِي الْحَقِّ بَعْدَمَا تَبَيَّنَ كَأَنَّمَا يُسَاقُونَ إِلَى الْمَوْتِ وَهُمْ يَنْظُرُونَ

 

     Mereka membantahmu (Muhammad) tentang kebenaran sesudah nyata (bahwa mereka pasti menang), seolah-olah mereka dihalau kepada kematian, sedangkan mereka melihat (sebab-sebab kematian itu).

 

 

B. Asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat 5 dan 6.

 

1.  Abu Ayyub menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan kafilah Abu Sufyan yang akan mendekat ke Madinah dalam perjalanan pulang ke Mekah.

 

2.  Rasulullah bersabda,”Bagaimana pendapat kalian tentang kafilah Abu Sufyan. Semoga Allah menjadikan mereka sebagai rampasan perang.”

 

 

3.  Para sahabat bergegas menuju luar kota Madinah.

 

4.  Setelah 2 hari perjalanan, Rasulullah mendengar berita Abu Sufyan mendapat bantuan pasukan dari Mekah.

 

 

5.  Rasulullah bersabda,”Bagimana pendapat kalian tentang bantuan pasukan itu?”

 

6.  Para sahabat menjawab,”Ya Rasulullah, kami tidak mampu melawan mereka.”

 

 

7.  Miqdad berkata,”kamu jangan mengatakan seperti kaum Musa: Pergilah kamu bersama Tuhanmu, saya menunggu di sini saja.”

 

8.  Kemudian turun ayat 5 dan 6 ini.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.  Tafsirq.com online.