Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, October 9, 2020

5798. BIASAKAN BERPIKIR POSITIF

 BIASAKAN BERPIKIR POSITIF

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A. Dalam hidup ini biasakan selalu berpikir positif.

 

1.  Keberuntungan terkadang memainkan perannya dalam hidup manusia, dan kerap tidak masuk akal.

 

2.  Karena itulah takdir mereka.

 

3.  Boleh jadi keterlambatanmu dalam perjalanan adalah keselamatanmu.

 

4.  Boleh jadi tertundanya pernikahanmu adalah suatu keberkahan.

 

 

5.  Boleh jadi dipecatnya engkau dari pekerjaan adalah suatu maslahat (kebaikan).

 

6.  Boleh jadi sampai sekarang engkau belum dikarunia anak, itu kebaikan dalam hidupmu.

 

 

7.  Boleh jadi engkau membenci sesuatu tapi ternyata itu baik untukmu.

 

8.  Allah Maha Mengetahui, manusia tidak mengetahui.

 

 

9.  Sebab itu, jangan merasa gundah terhadap segala sesuatu yang terjadi padamu, semuanya sudah atas izin Allah.

 

10.     Jangan banyak mengeluh, karena hanya menambah kegelisahan.

 

 

11.     Perbanyaklah bersyukur.

 

12.     Alhamdulillah, itu yang akan mendatangkan kebahagiaan.

 

 

13.     Terus ucap Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya.

 

14.     Selama masih bisa tidur tanpa obat tidur.

 

 

15.     Kita masih bisa bangun tidur hanya dengan satu bunyi suara.

 

16.     Kita terbangun tanpa melihat alat medis yang menempel di tubuh kita, itu tanda hidup sejahtera.

 

 

17.     Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, ucapkan sampai tak mampu lagi mengucapkannya.

 

18.     Jangan selalu melihat ke belakang, di sana ada masa lalu yang menghantuimu.

 

 

19.     Jangan selalu melihat ke depan, terkadang ada masa depan yang membuat gelisah.

 

20.     Tetapi lihatlah ke atas, karena di sana ada Allah yang membuat bahagia.

 

 

21.     Tidak harus banyak teman agar engkau menjadi popular.

 

22.     Singa sang raja hutan lebih sering berjalan sendirian.

 

 

23.     Tetapi kawanan domba selalu bergerombol.

 

24.     Jari tangan juga demikian: kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk, semuanya berjajar bersampingan, kecuali jari jempol yang paling jauh di antara ke-4 itu.

 

 

25.     Tetapi perhatikan: Engkau akan terkejut kalau semua jari-jari itu tidak bisa berfungsi dengan baik, tanpa adanya jempol sendirian yang jauh dari mereka.

 

26.     Sebenarnya yang diperhitungkan bukan jumlah teman di sekelilingmu.

 

 

27.     Tetapi banyaknya cinta dan manfaat yang ada di sekitarmu, meskipun jauh dari mereka.

 

28.     Menyibukkan diri dalam pekerjaan akan menyelamatkan dirimu dari 3 masalah; yaitu:

 

1) Kebosanan.

2) Kehinaan.

3) Kemiskinan.

 

29.     Aku tidak pernah tahu adanya rumus sukses.

 

30.     Aku menyadari rumus gagal adalah sikap asal semua orang.

 

 

31.     Teman itu seperti anak tangga, boleh jadi ia membawa ke atas atau ternyata sebaliknya membawa ke bawah.

 

32.     Hati-hatilah anak tangga mana yang engkau lalui.

 

 

33.     Hidup ini terus berlanjut baik engkau tertawa atau menangis.

 

34.     Jangan jadikan hidupmu penuh kesedihan yang tidak bermanfaat.

 

 

35.     Berlapang dadalah, maafkan, dan serahkan urusan manusia kepada Tuhan.

 

36.     Kita semua akan berpulang kepada-Nya.

 

 

37.     Jangan penah meninggalkan salat.

 

38.     Jutaan manusia berada di bawah tanah, sedang berharap diperbolehkan kembali hidup.

 

 

39.     Mereka ingin bersujud kepada Allah, meskipun hanya sekali sujud.

 

40.     Jangan selalu bersandar pada cinta, karena itu jarang terjadi.

 

 

41.     Jangan bersandar kepada manusia karena ia akan pergi.

 

42.     Tetapi bersandar kepada Allah.

 

 

43.     Dia, Allah yang menentukan segalanya.

44.     Al-Quran surah Al-Mukminun (surah ke-23) ayat 99-100.

 

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ٱرْجِعُونِ
لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَٰلِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّآ ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ



     (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.

 

Sumber: Mata Najwa)


5797. DOA JANGAN DIHUKUM SEBAB LUPA DAN SALAH

 


DOA JANGAN DIHUKUM SEBAB LUPA DAN SALAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A. Allah memberi beban kepada manusia sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

 

1.  Manusia akan mendapat balasan pahala atau siksaan sesuai dengan yang dikerjakannya.

 

2.  Contoh doa mohon diampuni karena lupa dan salah.

 

3.  Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 286.

 

 

     لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 

     

    Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. dia mendapat pahala dari kebajikan yang dikerjakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau menghukum kami karena kami lupa atau melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkan kami; ampuni kami; dan rahmati kami. Engkau Pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi kaum yang kafir".  

 

 

B. Asbabun nuzul (penyebab turunnya) ayat 286.

 

1.  Abu Hurairah menjelaskan ayat ini untuk menasakh (menghapus) ayat sebelumnya.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.  Tafsirq.com online.

5796. MANUSIA MENDAPAT BALASAN YANG SESUAI

 


MANUSIA MENDAPAT BALASAN YANG SESUAI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A. Allah memberi beban kepada manusia sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

 

1.  Manusia akan mendapat balasan pahala atau siksaan sesuai dengan yang dikerjakannya.

 

2.  Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 286.

 

 

     لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 

     

    Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. dia mendapat pahala dari kebajikan yang dikerjakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau menghukum kami karena kami lupa atau melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkan kami; ampuni kami; dan rahmati kami. Engkau Pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi kaum yang kafir".  

 

 

B. Asbabun nuzul (penyebab turunnya) ayat 286.

 

1.  Abu Hurairah menjelaskan ayat ini untuk menasakh (menghapus) ayat sebelumnya.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.  Tafsirq.com online.

5795. MANUSIA DIBERI BEBAN YANG SESUAI

 


MANUSIA DIBERI BEBAN YANG SESUAI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A. Allah memberi beban kepada manusia sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

 

1.  Manusia akan mendapat balasan pahala atau siksaan sesuai dengan yang dikerjakannya.

 

2.  Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 286.

 

 

     لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 

     

    Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. dia mendapat pahala dari kebajikan yang dikerjakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau menghukum kami karena kami lupa atau melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkan kami; ampuni kami; dan rahmati kami. Engkau Pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi kaum yang kafir".  

 

 

B. Asbabun nuzul (penyebab turunnya) ayat 286.

 

1.  Abu Hurairah menjelaskan ayat ini untuk menasakh (menghapus) ayat sebelumnya.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.  Tafsirq.com online.

Thursday, October 8, 2020

5791. DOA RASUL JIKA KALAH, TIADA LAGI YANG MENYEMBAH ALLAH

 


RASUL: JIKA KALAH, TIADA YANG SEMBAH ALLAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A. Rasulullah berdoa pada Perang Badar.

 

1.  “Ya Allah jika kelompok kecil umat lslam ini kalah, maka tidak ada lagi orang yang  menyembah-Mu di bumi ini.”

 

2.  Doa Rasulullah dikabulkan oleh Allah.

 

3.  Al-Quran surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat 9.

 

     إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

     (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bantuan kepadamu dengan 1.000 malaikat yang datang berturut-turut".

 

4.  Al-Quran surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat 10.

 

     وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ ۚ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

    

    Dan tidak Allah menjadikannya, melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanya di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

 

B. Asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat 9 dan 10.

 

1.  Umar bin Khattab menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan Perang Badar.

 

2.  Rasulullah tahu pasukan musuh berjumlah 1.000 orang, sedangkan pasukan Islam hanya sekitar 300 orang.

 

 

3.  Rasulullah berdoa,”Ya Allah, kabulkan apa yang Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika Engkau binasakan kelompok kecil dan umat Islam ini, maka tidak ada lagi orang yang menyembah-Mu di atas bumi ini.”

 

4.  Kemudian turun ayat 9 dan 10 ini.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.  Tafsirq.com online.

5790. SUAMI DAN ISTRI SEPERTI PAKAIAN

 


SUAMI DAN ISTRI SEPERTI PAKAIAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

A. Amanah adalah perekat pernikahan.

 

1.  lstri rela meninggalkan keluarganya untuk bergabung dengan orang asing yang menjadi suaminya.

 

2.  lstri yakin akan hidup lebih bahagia bersama suaminya dan anak-anaknya dibanding keluarganya.

 

3.  Amanah itu harus dijaga dengan baik.

 

 

4.  Perekat pernikahan suami dan istri adalah:

1) Cinta.

2) Mawadah.

3) Rahmat.

4) Amanah Allah.

 

5.  Jika cinta pupus dan mawadah putus, maka masih ada rahmat.

 

6.  Jika tidak tersisa, maka masih ada amanah.

 

 

7.  Selama pasangan suami dan istri beragama, amanahnya akan tetap terjaga.

 

8.  Al-Quran memerintahkan seorang suami agar menggauli istrinya dengan baik.

 

 

9.  Jika kamu tidak lagi menyukai dan mencintainya, jangan memutus tali perkawinan.

 

10.             Mungkin kamu tidak menyenangi sesuatu, tetapi Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

 

 

11.             Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 19.

 

     يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

    

 

Hai orang-orang beriman, tidak halal bagimu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

 

 

12.             Kata “mawaddah” tersusun dari huruf-huruf  “m-w-d-d”.

 

13.             Yang  maknanya berkisar  pada  “kelapangan  dan  kekosongan”.

 

 

14.             Mawadah  adalah “kelapangan dada” dan “kekosongan jiwa dari kehendak  buruk”.

 

15.             Mawadah adalah  “cinta plus”.

 

 

16.             Orang yang mencintai, kadang hatinya kesal, sehingga  cintanya  pudar dan putus.

 

17.             Tetapi yang bersemayam dalam  hati  mawadah,  tidak akan memutuskan hubungan, seperti yang bisa terjadi pada orang yang  bercinta.

 

 

18.             Karena hatinya lapang dan kosong dari keburukan, sehingga pintunya telah tertutup untuk dihinggapi keburukan, yang mungkin datang dari pasangannya.

 

19.             Kata “rahmat” adalah kondisi psikologis yang muncul dalam hati akibat  menyaksikan  ketidakberdayaan, sehingga mendorong seseorang untuk  memberdayakannya.

 

 

20.             Suami dan istri masing-masing akan bersungguh-sungguh dan bersusah payah untuk mendatangkan kebaikan bagi pasangannya.

 

21.             Suami dan istri akan menolak segala sesuatu yang bisa mengganggu keluarganya.

 

 

22.             Al-Quran menjelaskan betapapun hebatnya seseorang, dia  pasti punya kelemahan.

 

23.             Sebaliknya betapa pun lemahnya seseorang,  pasti ada  unsur kebaikannya.

 

 

24.             Tidak ada suami yang sempurna, dan tidak ada istri yang sempurna.

 

25.             Sehingga suami dan istri harus selalu berusaha untuk saling melengkapi.  

 

 

26.             Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 187 menjelaskan istri adalah pakaian suami, dan suami adalah pakaian istri.

 

 

     أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

   

 

     Dihalalkan bagimu pada malam hari bulan Ramadan bercampur dengan istri-istri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampunimu dan memberikan maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakan puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beriktikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

 

 

27.             Ayat Al-Quran ini mengisyaratkan suami dan istri saling membutuhkan seperti  manusia perlu pakaian.

 

28.             Artinya suami dan istri masing-masing punya kekurangan.

 

 

29.             Suami dan istri harus bisa berfungsi sebagai pakaian, yang menutupi kekurangan pasangannya.

 

30.             Spereti layaknya pakaian yang menutupi aurat atau kekurangan pemakainya.

 

 

31.             Pernikahan adalah suatu amanah yang harus dirawat, dijaga, dan diamankan dengan baik oleh suami dan istri.

 

32.             Terjadinya pernikahan atas doa dan restu orang tua dan keluarga masing-masing.

 

 

33.             Kesediaan istri untuk hidup bersama dengan seorang pria dengan meninggalkan orang-tua dan keluarga yang membesarkannya.

 

34.             Istri menggantinya dengan penuh kerelaan hidup bersama pria asing yang menjadi suaminya, serta bersedia saling berbagi dan saling merawat dalam suka dan duka.

 

 

35.             Semuanya dilakukan dengan penuh keyakinan kebahagian hidup bersama suami dan anak-anaknya akan lebih besar dibandingkan dengan kebahagiaan bersama keluarga asalnya.

 

36.             Keyakinan ini yang dituangkan istri  kepada  suaminya  dan  itu  yang  dinamakan oleh Al-Quran “mitsaqan  ghalizha” (perjanjian sangat kokoh).

 

 

37.             Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 21. 

 

     وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُ وَقَدْ أَفْضَىٰ بَعْضُكُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا

    

     Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-istri. Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil darimu perjanjian yang kuat.

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.  Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online.