Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, October 10, 2020

5817. ARTI TANGGUNG JAWAB MANUSIA

 


ARTI TANGGUNG JAWAB MANUSIA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A. Manusia bebas memilih jalannya sendiri, tapi harus tanggung jawab.

 

1.  Al-Quran menyatakan manusia bebas memilih dan menentukan jalannya sendiri.

 

2.  Sehingga manusia harus bertanggungjawab atas risiko dan akibat dari pilihannya.

 

3.  Tidak boleh membebankan dosanya kepada orang lain.

 

4.  Dan dosa orang lain tidak bisa dibebankan kepada dirinya.

 

5.  Al-Quran surah Al-An'am (surah ke-6) ayat 164 menyatakan tanggung jawab itu baru  dituntut  jika  memenuhi  syarat tertentu, seperti pengetahuan, kemampuan, dan kesadaran.  

 

 

6.  قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِي رَبًّا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍ ۚ وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلَّا عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ مَرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

 

Katakan: “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudaratannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmu kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan”.

7.  Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 15 menyatakan Allah tidak akan mengazab sebelum mengutus seorang rasul.

 

8.  مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

 

 

    Barang siapa berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

 

9.  Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 286 menyatakan Allah akan membebani manusia sesuai kemampuannya.

10.     لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 

     Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan dia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.   

 

 

11.     Manusia diminta tanggungjawab terhadap sesuatu yang diketahuinya dan dalam  kemampuannya.

 

12.     Manusia tidak dituntut bertanggungjawab  terhadap sesuatu yang tidak diperbuatnya, meskipun hal itu diketahuinya. 

 

13.     Manusia harus tanggungjawab terhadap perbuatan yang dilakukan dengan sadar dan sengaja.

 

14.     Manusia tidak tanggung jawab terhadap perbuatan  tidak sengaja dan di luar kehendaknya. 

 

 

15.     Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 225. 

 

16.     لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ

 

 

     Allah tidak menghukummu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukummu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

 

 

17.     Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 173 menyatakan Allah memaafkan perbuatan yang dilakukan karena terpaksa atau tidak diinginkan.

 

18.     إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

 

     Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedangkan dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

 

19.     Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 106.

 

20.     مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَلَٰكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

 

 

     Barang siapa kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapatkan kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.

 

21.     Al-Quran surah Al-Isra, surah ke-17 ayat 23-24.

 

22.     ۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

23.     وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

 

     Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkan kepada mereka perkataan yang mulia.

     Dan rendahkan dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkan, “Wahai Tuhanku, kasihi mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku waktu kecil”.

 

24.     Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 25.

 

25.     رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا فِي نُفُوسِكُمْ ۚ إِنْ تَكُونُوا صَالِحِينَ فَإِنَّهُ كَانَ لِلْأَوَّابِينَ غَفُورًا

 

      Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat.

 

 

26.     Allah akan mengampuni kesalahan sikap dan perilaku orang yang baik yang dilakukan dengan terpaksa, dan tidak sadar, atau yang berada di luar kontrol kemampuannya, karena Allah Maha      Pengampun bagi orang-orang yang bertobat.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2.  Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online.

5816. SYIRIK TIDAK AKAN DIAMPUNI ALLAH

 


SYIRIK TIDAK AKAN DIAMPUNI ALLAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A. Syirik adalah menyekutukan Allah dengan yang lain.

 

 

1.  Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 48.

 

     إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

 

     Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa besar.

 

 

B. Asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 48.

 

 

1.  Abu Ayyub Anshari menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan seorang pria yang menjumpai Rasulullah.

 

2.  Dia berkata,”Aku punya keponakan yang tidak bisa meninggalkan perbuatan haram.”

 

3.  Rasulullah bersabda,”Apa agamanya?”

 

 

4.  Orang itu menjawab,”Dia salat dan mengesakan Allah.”

 

5.  Rasulullah bersabda,”Suruh dia meninggalkan agamanya atau beli agamanya.”

 

 

6.  Kemudian, orang itu melakukan perintah Rasulullah.

 

7.  Tetapi keponakannnya menolak tawarannya.

 

 

8.  Dia kembali dan berkata kepada Rasulullah,”Ternyata keponakanku sangat mencintai agamanya, ya Rasulullah.”

 

9.  Kemudian turun ayat 48 ini.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.  Tafsirq.com online.

5815. PENGERTIAN THAGHUT

 


PENGERTIAN THAGHUT

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A. Pengertian thaghut.

 

1.    Thaghut adalah segala sesuatu yang disembah selain Allah.

 

2.   Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 51.

 

     أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَٰؤُلَاءِ أَهْدَىٰ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلًا

   

 

      Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka lebih benar jalannya daripada orangyang beriman.

 

 

3.   Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 52.

 

     أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ ۖ وَمَنْ يَلْعَنِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ نَصِيرًا

     

    Mereka itu orang yang dilaknat oleh Allah. Barang siapa dilaknat oleh Allah, niscaya kamu  tidak akan mendapat penolong baginya.

 

 

B. Asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 51 dan 52.

 

1.       Ibnu Abbas menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan perkataan orang-orang Quraisy, ketika Kaab bin Asyraf (pemimpin Yahudi) datang ke Mekah.

 

2.       Kaum Quraisy berkata kepada Kaab bin Asyraf,”Anda adalah sebaik-baik penduduk Madinah dan paling mulia.”

 

 

3.       Kaab bin Asyraf menjawab,”Benar.”

 

4.       Kaum Quraisy berkata,”Apakah Anda tidak melihat anak yatim yang lemah dan hina ini (maksudnya adalah Nabi Muhammad) dan yang terputus dari kaumnya. Lalu dia mengatakan bahwa dia lebih baik dibanding kami?”

 

 

5.       “Padahal kami menerima orang-orang yang beribadah haji, menjadi pelayan Kakbah, serta memberi makan dan minum?”

 

6.       Kemudian turun ayat 51 dan 52 ini.

 

7.       Jabt sama dengan thaghut yaitu setan dan apa saja yang disembah selain Allah.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.    Tafsirq.com online.

5814. THAGHUT APA PUN YANG DISEMBAH SELAIN ALLAH

 


THAGHUT APA PUN YANG DISEMBAH SELAIN ALLAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A. Thaghut adalah segala sesuatu yang disembah selain Allah.

 

1.   Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 51.

 

     أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَٰؤُلَاءِ أَهْدَىٰ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلًا

   

 

      Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka lebih benar jalannya daripada orangyang beriman.

 

 

2.   Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 52.

 

     أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ ۖ وَمَنْ يَلْعَنِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ نَصِيرًا

     

    Mereka itu orang yang dilaknat oleh Allah. Barang siapa dilaknat oleh Allah, niscaya kamu  tidak akan mendapat penolong baginya.

 

 

B. Asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 51 dan 52.

 

1.       Ibnu Abbas menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan perkataan orang-orang Quraisy, ketika Kaab bin Asyraf (pemimpin Yahudi) datang ke Mekah.

 

2.       Kaum Quraisy berkata kepada Kaab bin Asyraf,”Anda adalah sebaik-baik penduduk Madinah dan paling mulia.”

 

 

3.       Kaab bin Asyraf menjawab,”Benar.”

 

4.       Kaum Quraisy berkata,”Apakah Anda tidak melihat anak yatim yang lemah dan hina ini (maksudnya adalah Nabi Muhammad) dan yang terputus dari kaumnya. Lalu dia mengatakan bahwa dia lebih baik dibanding kami?”

 

 

5.       “Padahal kami menerima orang-orang yang beribadah haji, menjadi pelayan Kakbah, serta memberi makan dan minum?”

 

6.       Kemudian turun ayat 51 dan 52 ini.

 

7.       Jabt sama dengan thaghut yaitu setan dan apa saja yang disembah selain Allah.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.    Tafsirq.com online.

5813. SYARAT DOSA BISA DIAMPUNI

 


SYARAT DOSA BISA DIAMPUNI ALLAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

A. Pengertian diampuni.

 

1.  Kata “ampun” bisa diartikan “pembebasan dari tuntutan karena melakukan kesalahan”.

 

2.  Pengampunan adalah pembebasan dari hukuman.

 

3.  Kata “al-ghufran” terambil dari kata “ghafara”.

 

4.  Ghafar pada awalnya artinya “menutup”.

 

5.  Rambut berwarna putih yang disemir hingga tertutup putihnya disebut “ghafara asy-sya'ra”.

 

6.  Dari akar kata “ghafara” lahir  kata  “ghifarah” yang artinya sepotong kain menghalangi kerudung, sehingga tidak ternodai oleh  minyak rambut.

 

7.  Kalimat “Maghfirah  Ilahi” artinya “perlindungan Allah dari siksa neraka”.

 

8.  Al-Quran surat Ali Imran (surah ke-3) ayat 31.

 

   قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

     Katakan: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikuti aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

 

 

9.  Al-Quran surat Al-Anfal (surah ke-8) ayat 29.

 

10.     يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

 

 

     Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberi kepadamu furqan dan menghapuskan segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

 

 

11.     FUrqan” adalah “petunjuk untuk membedakan yang benar dan yang salah”.

 

12.     Yaghfir lakum adalah “melindungimu dari siksa”.

 

 

13.     Dalam ayat Al-Quran di atas, kata  “yaghfir” jika  dirangkai dengan menyebut suatu dosa, diartikan “menutup dosa dengan sesuatu”.

 

14.     Jika “yaghfir” tidak dirangkai dengan menyebut dosa, berarti melindungi manusia dari siksa atau bencana.

 

15.     Kata “gufran” artinya “pengampunan atau  perlindungan”.

 

16.     Pengampunan bisa diperoleh setelah memenuhi syarat tertentu.

 

17.     Syarat  penutupan dosa  dan perlindungan dari siksaan adalah berbuat kebajikan.

 

18.     Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 286.

 

     لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 

     Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapatkan pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan dia mendapatkan siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.  

 

19.     Kesimpulannya, syarat dosa dan kesalahan bisa diampuni adalah:

 

1) Orang yang berbuat dosa bertobat.

 

2) Mohon ampunan kepada Allah.

 

3) Menutupi dosanya dengan berbuat kebajikan.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2.  Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online.