Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, October 10, 2020

5828. DILARANG MENYAKITI RASULULLAH

 




DILARANG MENYAKITI RASULULLAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

A. Umat lslam dilarang menyakiti Rasulullah dan keluarganya.

 

1.  Ayah dan ibu Nabi termasuk “ahlul fatrah” yang tidak disiksa oleh Allah sebelum rasul diutus kepada mereka.

 

2.  Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 15 menyatakan bahwa Allah tidak menyiksa seseorang sebelum mengutus seorang rasul kepadanya.

 

     مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

 

Barang siapa berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

 

3.  Abdullah bin Abdul Muththalib (ayah Nabi Muhammad), dan Aminah (ibu Nabi Muhammad ),  hidup sebelum Nabi Muhammad diutus menjadi rasul.

 

4.  Ayah dan ibu Nabi termasuk “ahlul fatrah” yang tidak disiksa oleh Allah sebelum rasul diutus kepada mereka.

 

5.  Para ulama Ahlussunnah waljamaah dan Imam Ibnu Taimiah berpendapat Al-Quran dan hadis Nabi menunjukkan Allah tidak menyiksa seseorang jika  risalah tidak sampai kepada mereka.

 

 

6.  Orang yang tidak menerima risalah kepada dirinya secara keseluruhan,  ia tidak diazab sama sekali.

 

7.  Orang yang datang risalah sampai kepadanya secara keseluruhan, tetapi tidak terperinci, ia akan disiksa dalam hal yang ditolaknya dan tidak diimaninya saja.

 

 

8.  Anas berkata seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasulullah, di manakah bapakku?”

 

9.  Rasulullah menjawab, “Di  neraka”.

 

10.     Ketika laki-laki itu pergi.

 

11.     Rasulullah memanggilnya dan bersabda,“Sesungguhnya bapakku dan bapakmu di neraka.”

 

(HR. Muslim).

 

12.     Para ulama menjelaskan yang dimaksud dengan “bapak” dalam hadis ini adalah paman Rasulullah (Abi Thalib), bukan Abdullah bin Abdul Muththalib (ayah Nabi Muhammad).

 

 

13.     Pada zaman dahulu, orang Arab biasanya menyebutkan “paman” dengan sebutan “bapak”.

 

14.     Abi Thalib (paman Nabi Muhammad) tidak beriman setelah Nabi Muhammad diutus menjadi Rasulullah.

 

 

15.     Abdullah bin Abdul Muththalib (ayah Nabi Muhammad) meninggal sebelum Rasulullah diutus, sehingga termasuk “ahlul fatrah” yaitu orang yang hidup sebelum rasul diutus.

 

16.     Abu Hurairah berkata Rasulullah bersabda, “Aku mohon izin kepada Allah untuk mohon ampun buat ibuku, tetapi Allah tidak mengizinkan. Aku minta izin ziarah ke kuburnya, lalu Allah mengizinkanku”.

(HR. Muslim).

 

 

17.     Hadis ini tidak menyatakan Aminah (ibu Nabi Muhammad) masuk neraka.

 

18.     Hadis ini hanya menyatakan Rasulullah tidak diberi izin mohon ampunan untuk ibunya.

 

 

19.     Tidak berarti Aminah (ibu Nabi Muhammad) kafir, karena Allah tetap mengizinkan beliau ziarah ke kuburnya.

 

20.     Seandainya Aminah (ibu Nabi Muhammad) kafir, pasti Rasulullah dilarang ziarah ke kuburnya.

 

 

21.     Rasulullah pernah dilarang mendoakan seorang sahabat, bukan karena ia kafir, tetapi karena ia mati masih punya tanggungan utang yang belum dibayar.

 

22.     Hadis di atas mestinya ditakwilkan (penafsiran makna ayat Al-Quran yang mengandung pengertian tersirat (inplisit).

 

 

23.     Jika tetap bertahan dengan makna tekstualnya, maka bertentangan dengan Al-Quran dan termasuk menyakiti Rasulullah.

 

24.     Semua umat Islam dilarang menyakiti Rasulullah.

 

 

25.     Rasulullah bersabda,“Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk, Ia jadikan aku dari yang terbaik di antara mereka, dari yang terbaik dari kelompok mereka, dari yang terbaik di antara dua kelompok, kemudian Ia pilih di antara kabilah-kabilah, Ia jadikan aku dari kabilah terbaik, kemudian Ia pilih rumah-rumah, Ia jadikan aku dari rumah terbaik di antara mereka. Aku jiwa terbaik dan rumah terbaik di antara mereka”.

(HR. Tirmidzi).

 

26.     Rasulullah berasal dari nasab keturunan terbaik, bukan dari orang kafir dan munafik.

 

 

27.     Umat Islam harus mencintai Nabi Muhammad melebihi orang lain, termasuk melebihi keluarganya.

 

28.     Rasulullah bersabda,”Tidak beriman salah seorang di antaramu, hingga aku lebih ia cintai daripada anak kandungnya, daripada ayah ibunya kandungnya dan semua manusia”.

(HR. Bukhari dan Muslim).

 

 

29.     Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 61.

 

 

     وَمِنْهُمُ الَّذِينَ يُؤْذُونَ النَّبِيَّ وَيَقُولُونَ هُوَ أُذُنٌ ۚ قُلْ أُذُنُ خَيْرٍ لَكُمْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَرَحْمَةٌ لِلَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ ۚ وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

    

     Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan: "Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya". Katakanlah: "Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu". Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

2.  Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

3.  Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online

5827. AYAH IBU RASULULLAH AHLUL FATRAH

 


AYAH IBU RASULULLAH AHLUL FATRAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

A. Ayah dan ibu Nabi termasuk “ahlul fatrah” yang tidak disiksa oleh Allah sebelum rasul diutus kepada mereka.

 

1.  Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 15 menyatakan bahwa Allah tidak menyiksa seseorang sebelum mengutus seorang rasul kepadanya.

 

     مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

 

Barang siapa berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

 

2.  Abdullah bin Abdul Muththalib (ayah Nabi Muhammad), dan Aminah (ibu Nabi Muhammad ),  hidup sebelum Nabi Muhammad diutus menjadi rasul.

 

3.  Ayah dan ibu Nabi termasuk “ahlul fatrah” yang tidak disiksa oleh Allah sebelum rasul diutus kepada mereka.

 

4.  Para ulama Ahlussunnah waljamaah dan Imam Ibnu Taimiah berpendapat Al-Quran dan hadis Nabi menunjukkan Allah tidak menyiksa seseorang jika  risalah tidak sampai kepada mereka.

 

 

5.  Orang yang tidak menerima risalah kepada dirinya secara keseluruhan,  ia tidak diazab sama sekali.

 

6.  Orang yang datang risalah sampai kepadanya secara keseluruhan, tetapi tidak terperinci, ia akan disiksa dalam hal yang ditolaknya dan tidak diimaninya saja.

 

 

7.  Anas berkata seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasulullah, di manakah bapakku?”

 

8.  Rasulullah menjawab, “Di  neraka”.

 

9.  Ketika laki-laki itu pergi.

 

10.     Rasulullah memanggilnya dan bersabda,“Sesungguhnya bapakku dan bapakmu di neraka.”

 

(HR. Muslim).

 

11.     Para ulama menjelaskan yang dimaksud dengan “bapak” dalam hadis ini adalah paman Rasulullah (Abi Thalib), bukan Abdullah bin Abdul Muththalib (ayah Nabi Muhammad).

 

 

12.     Pada zaman dahulu, orang Arab biasanya menyebutkan “paman” dengan sebutan “bapak”.

 

13.     Abi Thalib (paman Nabi Muhammad) tidak beriman setelah Nabi Muhammad diutus menjadi Rasulullah.

 

 

14.     Abdullah bin Abdul Muththalib (ayah Nabi Muhammad) meninggal sebelum Rasulullah diutus, sehingga termasuk “ahlul fatrah” yaitu orang yang hidup sebelum rasul diutus.

 

15.     Abu Hurairah berkata Rasulullah bersabda, “Aku mohon izin kepada Allah untuk mohon ampun buat ibuku, tetapi Allah tidak mengizinkan. Aku minta izin ziarah ke kuburnya, lalu Allah mengizinkanku”.

(HR. Muslim).

 

 

16.     Hadis ini tidak menyatakan Aminah (ibu Nabi Muhammad) masuk neraka.

 

17.     Hadis ini hanya menyatakan Rasulullah tidak diberi izin mohon ampunan untuk ibunya.

 

 

18.     Tidak berarti Aminah (ibu Nabi Muhammad) kafir, karena Allah tetap mengizinkan beliau ziarah ke kuburnya.

 

19.     Seandainya Aminah (ibu Nabi Muhammad) kafir, pasti Rasulullah dilarang ziarah ke kuburnya.

 

 

20.     Rasulullah pernah dilarang mendoakan seorang sahabat, bukan karena ia kafir, tetapi karena ia mati masih punya tanggungan utang yang belum dibayar.

 

21.     Hadis di atas mestinya ditakwilkan (penafsiran makna ayat Al-Quran yang mengandung pengertian tersirat (inplisit).

 

 

22.     Jika tetap bertahan dengan makna tekstualnya, maka bertentangan dengan Al-Quran dan termasuk menyakiti Rasulullah.

 

23.     Semua umat Islam dilarang menyakiti Rasulullah.

 

 

24.     Rasulullah bersabda,“Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk, Ia jadikan aku dari yang terbaik di antara mereka, dari yang terbaik dari kelompok mereka, dari yang terbaik di antara dua kelompok, kemudian Ia pilih di antara kabilah-kabilah, Ia jadikan aku dari kabilah terbaik, kemudian Ia pilih rumah-rumah, Ia jadikan aku dari rumah terbaik di antara mereka. Aku jiwa terbaik dan rumah terbaik di antara mereka”.

(HR. Tirmidzi).

 

25.     Rasulullah berasal dari nasab keturunan terbaik, bukan dari orang kafir dan munafik.

 

 

26.     Umat Islam harus mencintai Nabi Muhammad melebihi orang lain, termasuk melebihi keluarganya.

 

27.     Rasulullah bersabda,”Tidak beriman salah seorang di antaramu, hingga aku lebih ia cintai daripada anak kandungnya, daripada ayah ibunya kandungnya dan semua manusia”.

(HR. Bukhari dan Muslim).

 

 

28.     Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 61.

 

 

     وَمِنْهُمُ الَّذِينَ يُؤْذُونَ النَّبِيَّ وَيَقُولُونَ هُوَ أُذُنٌ ۚ قُلْ أُذُنُ خَيْرٍ لَكُمْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَرَحْمَةٌ لِلَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ ۚ وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

    

     Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan: "Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya". Katakanlah: "Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu". Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

2.  Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

3.  Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online

5826. AJARI ANAKMU MEMANAH

 


AJARI ANAKMU MEMANAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A. Rasulullah bersabda,”Ajari anakmu berenang, memanah, dan menunggang kuda.”

 

1.  Berenang ialah menggerakkan badan melintas, mengapung, dan atau menyelam di air dengan memamaki kaki, tangan, dan sebagainya.

 

2.  Anak panah adalah senjata berupa tongkat kecil runcing, panjang, berbulu pada pangkalnya dan tajam pada ujungnya yang dilepaskan dengan busur.

 

 

3.  Busur adalah bilah kayu, bambu, dan sebagainya yang direntangkan dengan tali untuk melepaskan anak panah.

 

4.  Yang dimaksud memanah ialah melepaskan anak panah kepada sasaran yang dituju.

 

 

5.  Menunggang kuda adalah menaiki atau mengendarai kuda dengan duduk di atas kuda dengan kaki mengangkangi punggung kuda.

 

6.  Tetapi, bukan hanya ketiga olahraga tersebut yang dianjurkan untuk dipelajari oleh umat Islam.

 

7.  Dalam riwayat lain, Nabi Muhammad bertanding dalam olahraga lari bersama Aisyah (istri Nabi Muhammad).

 

 

8.  Nabi Muhammad pernah bergulat dengan seorang jagoan Mekah.

 

9.  Rasulullah ditantang seorang pegulat yang bersedia masuk Islam apabila dikalahkan.

 

10.             Nabi Muhammad berhasil mengalahkan jagoan gulat itu.

 

11.             Mengapa Nabi Muhammad berolahraga, dan menganjurkannya?

 

12.             Jawabnya jelas untuk kesehatan jasmani.

 

13.             Tetapi juga harus menjaga kesehatan rohani.

 

14.             Al-Quran mengecam orang sehat jasmaninya saja, tetapi jiwanya kosong bagai kayu bersandar.

 

 

15.             Al-Quran Al-Munafikun (surah ke-63) ayat 4.

 

     ۞ وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ ۖ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ ۖ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ ۖ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ ۚ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ ۚ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۖ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

   

      Jika kamu melihat mereka, tubuh-mereka menjadikan kamu kagum. Jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka. Semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?”

 

 

 

16.             Al-Quran surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat 60 memerintahkan agar manusia melakukan persiapan menghadapi musuh Allah.

 

     وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

    

     Siapkan untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang. Yang dengan persiapan itu kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya. Sedangkan Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

 

17.             Nabi Muhammad menjelaskan yang dimaksud kekuatan adalah memanah dan keterampilan memanah atau membidik sasaran sebagai salah satu sarana membela agama dan negara.

 

18.             Berolahraga adalah untuk meraih kesehatan, mencapai prestasi, dan belajar bersikap sportif dalam kejiwaan, termasuk bernilai spiritual keagamaan.

 

 

19.             Nabi Muhammad mengingatkan orang kuat bukan hanya punya kekuatan fisik saja, tetapi orang yang mampu mengendalikan dirinya.

 

20.             Orang tua harus memberi bekal terbaik kepada anaknya dengan berbagai macam ilmu, keterampilan, serta kekuatan fisik dan mental agar anak-anak kita siap menghadapi masa depan yang berbeda dengan zaman orang tuanya di mana pun mereka berada.

 

 

21.             Dengan bekal aneka ilmu, keterampilan, serta kekuatan fisik dan mental diharapkan anak-anak kita siap menjalani kehidupan di mana pun, kapan pun, dengan model apa pun sesuai perkembangan zaman.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.

2.  Naik, Zakir Abdul Karim. “Answer to non-muslim common question about Islam”. Jawaban Berbagai Pertanyaan Mengenai Islam.

3.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.

4.  Tafsirq.com online