Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, October 10, 2020

5825. BELAJAR RENANG, MEMANAH, NAIK KUDA

 


BELAJAR RENANG, MEMANAH, DAN NAIK KUDA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A. Rasulullah bersabda,”Ajari anakmu berenang, memanah, dan menunggang kuda.”

 

1.  Berenang ialah menggerakkan badan melintas, mengapung, dan atau menyelam di air dengan memamaki kaki, tangan, dan sebagainya.

 

2.  Anak panah adalah senjata berupa tongkat kecil runcing, panjang, berbulu pada pangkalnya dan tajam pada ujungnya yang dilepaskan dengan busur.

 

 

3.  Busur adalah bilah kayu, bambu, dan sebagainya yang direntangkan dengan tali untuk melepaskan anak panah.

 

4.  Yang dimaksud memanah ialah melepaskan anak panah kepada sasaran yang dituju.

 

 

5.  Menunggang kuda adalah menaiki atau mengendarai kuda dengan duduk di atas kuda dengan kaki mengangkangi punggung kuda.

 

6.  Tetapi, bukan hanya ketiga olahraga tersebut yang dianjurkan untuk dipelajari oleh umat Islam.

 

7.  Dalam riwayat lain, Nabi Muhammad bertanding dalam olahraga lari bersama Aisyah (istri Nabi Muhammad).

 

 

8.  Nabi Muhammad pernah bergulat dengan seorang jagoan Mekah.

 

9.  Rasulullah ditantang seorang pegulat yang bersedia masuk Islam apabila dikalahkan.

 

10.             Nabi Muhammad berhasil mengalahkan jagoan gulat itu.

 

11.             Mengapa Nabi Muhammad berolahraga, dan menganjurkannya?

 

12.             Jawabnya jelas untuk kesehatan jasmani.

 

13.             Tetapi juga harus menjaga kesehatan rohani.

 

14.             Al-Quran mengecam orang sehat jasmaninya saja, tetapi jiwanya kosong bagai kayu bersandar.

 

 

15.             Al-Quran Al-Munafikun (surah ke-63) ayat 4.

 

     ۞ وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ ۖ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ ۖ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ ۖ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ ۚ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ ۚ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۖ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

   

      Jika kamu melihat mereka, tubuh-mereka menjadikan kamu kagum. Jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka. Semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?”

 

 

 

16.             Al-Quran surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat 60 memerintahkan agar manusia melakukan persiapan menghadapi musuh Allah.

 

     وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

    

     Siapkan untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang. Yang dengan persiapan itu kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya. Sedangkan Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

 

17.             Nabi Muhammad menjelaskan yang dimaksud kekuatan adalah memanah dan keterampilan memanah atau membidik sasaran sebagai salah satu sarana membela agama dan negara.

 

18.             Berolahraga adalah untuk meraih kesehatan, mencapai prestasi, dan belajar bersikap sportif dalam kejiwaan, termasuk bernilai spiritual keagamaan.

 

 

19.             Nabi Muhammad mengingatkan orang kuat bukan hanya punya kekuatan fisik saja, tetapi orang yang mampu mengendalikan dirinya.

 

20.             Orang tua harus memberi bekal terbaik kepada anaknya dengan berbagai macam ilmu, keterampilan, serta kekuatan fisik dan mental agar anak-anak kita siap menghadapi masa depan yang berbeda dengan zaman orang tuanya di mana pun mereka berada.

 

 

21.             Dengan bekal aneka ilmu, keterampilan, serta kekuatan fisik dan mental diharapkan anak-anak kita siap menjalani kehidupan di mana pun, kapan pun, dengan model apa pun sesuai perkembangan zaman.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.

2.  Naik, Zakir Abdul Karim. “Answer to non-muslim common question about Islam”. Jawaban Berbagai Pertanyaan Mengenai Islam.

3.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.

4.  Tafsirq.com online

5824. ISLAM AGAMA YANG GAMPANG

 


ISLAM AGAMA YANG GAMPANG

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A. Agama lslam adalah agama yang gampang.

 

1.  Pada suatu hari, sepasang suami istri menjumpai Nabi Muhammad.

 

2.  Si istri berkata,”Wahai Rasulullah, suamiku, Sofwan, sering menghardikku, ketika aku salat dan memaksaku membatalkan puasaku ketika aku puasa sunah, serta suamiku sering mengerjakan  salat Subuh, ketika matahari sudah terbit.”

 

 

3.  Nabi Muhammad mendengarkan keluhan tersebut sambil menoleh dengan seluruh badan beliau, begitulah cara Nabi Muhammad menoleh.

 

4.  Nabi Muhammad menghadap ke arah suaminya dan  bertanya,”Benarkah itu, wahai Sofwan? 

 

5.  “Benar, ya Rasulullah,” jawab Sofwan tulus.

 

 

6.  Sofwan melanjutkan,”Saya menghardiknya, karena bacaan salatnya panjang, setelah membaca surah Al-Fatihah, istriku membaca dua surah yang panjang pada setiap rakaatnya, saya sudah menegurnya berkali-kali, tetapi, dia tetap saja begitu.”

 

7.  “Benar, ya Rasulullah, saya menyuruh istriku membatalkan puasanya, ketika dia puasa sunah, karena saya lelaki sehat yang sering tidak mampu menahan birahi,” lanjut Sofwan.

 

 

8.  Sofwan menambahkan,“Memang benar, saya sering mengerjakan salat Subuh, ketika matahari hampir terbit, karena keluargaku terbiasa bangun siang, sehingga saya sulit bangun tepat pada waktu Subuh.”

 

9.  Nabi Muhammad membenarkan sikap Sofwan dan bersabda,”Segeralah melakukan salat Subuh, ketika kamu bangun!”

 

 

10.             Nabi Muhammad bersabda kepada istri Sofwan,”Persingkatlah salatmu dan jika berpuasa sunah kamu harus izin suamimu.”

 

11.             Al-Quran surah Al-Haj (surah ke-22) ayat 78.

 

     وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ ۚ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَٰذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ ۖ فَنِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ

 

      Berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilihmu. Dia tidak menjadikanmu dalam agama suatu kesempitan. Ikuti agama orang tuamu Ibrahim. Allah menamakanmu sekalian orang-orang muslim sejak dahulu. Begitu pula dalam Al-Quran ini. Agar Rasul menjadi saksi atas dirimu. Supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Dirikan salat, tunaikan zakat. Berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia Pelindungmu. Dia sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” 

 

 

12.             Para ulama menjelaskan bahwa salah satu kaidah hukum Islam ialah kesulitan melahirkan kemudahan.

 

13.             Artinya jika orang mengalami kesulitan dalam menjalankan agama, maka mendapat pengecualian, sehingga dia memperoleh kemudahan.

 

14.             Para ulama enggan memopulerkannya dan jarang mendakwahkan keringanan dan kemudahan dalam beragama, karena khawatir umat Islam akan mengabaikan ajaran agama Islam.

 

 

15.             Sikap ini benar dalam satu sisi, tetapi salah dalam sisi yang lain, apabila ajaran agama tidak dijalankan sama sekali, karena tidak mengetahui keringanan dan kemudahannya.

 

16.             Umat Islam perlu memahami keringanan dan kemudahan dalam beragama.

 

 

17.             Contohnya berwudu biasanya memakai air, tetapi boleh diganti dengan bertayamum (pengganti wudu) untuk bersuci dari hadas kecil atau besar dengan menggunakan debu, pasir, atau tanah karena tidak ada air, atau sebab halangan memakai air, misalnya sakit.

 

18.             Kemudahan agama Islam lainnya, misalnya salat jamak (salat yang dilaksanakan dengan mengumpulkan dua salat wajib dalam satu waktu) seperti salat Zuhur dengan Asar atau salat Magrib dengan Isya.

 

 

19.             Salat jamak takdim (penggabungan pelaksanaan dua salat dalam satu waktu dengan cara memajukan salat yang belum masuk ke dalam salat yang telah masuk waktunya) seperti penggabungan pelaksanaan salat Zuhur dengan salat Asar pada waktu Zuhur atau pelaksanaan salat Magrib dengan salat Isya pada waktu Magrib. 

 

20.             Salat jamak takhir (penggabungan pelaksanaan dua salat dalam satu waktu dengan cara mengundurkan salat yang sudah masuk ke dalam waktu salat yang berikutnya) seperti penggabungan pelaksanaan salat Zuhur dengan salat Asar pada waktu Asar atau pelaksanaan salat Magrib dengan Isya pada waktu salat Isya.

 

 

21.             Salat jamak qasar (penggabungan dan sekaligus penyingkatan salat wajib), misalnya salat yang 4 rakaat disingkat menjadi 2 rakaat, kemudian digabung pelaksanaannya.

 

22.             Mungkin ada yang kaget bahwa Nabi Muhammad membolehkan orang yang tertidur untuk melaksanakan salat Subuh, sesudah terbitnya matahari, sehingga dia tidak berdosa karena terlambat salat.

 

 

23.             Tentu saja, hal ini tidak berlaku bagi orang yang berleha-leha dan begadang yang tidak ada manfaatnya pada malam hari serta tidak berlaku bagi orang yang terlambat bangun karena malas.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.

2.  Katsir, Ibnu. Kisah-kisah Nabi. penerbit Pustaka Azzam. Jakarta, 2013.

3.  Bahjat, Ahmad. Nabi-Nabi Allah. Penerbit Qisthi Press. Jakarta, 2007.

4.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.

5.  Naik, Zakir Abdul Karim. “Answer to non-muslim common question about Islam”. Jawaban Berbagai Pertanyaan Mengenai Islam.

6.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.

7.  Tafsirq.com online

5823. JANGAN IKUTI THAGHUT

 


JANGAN IKUTI THAGHUT

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A. Allah melarang umat lslam mengikuti thaghut.

 

1.  Thaghut adalah setan dan apa saja yang disembah selain Allah.

 

2.  Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 60.

 

 

     أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا

 

      Tidakkah kamu (Muhammad)  memperhatikan orang-orang yang mengaku  telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Masih menginginkan ketetapan hukum kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.

 

 

3.  Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 61.

 

     وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا

    

     Dan jika  dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah dan patuh kepada Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi dengan keras darimu.

 

 

4.  Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 62.

 

  فَكَيْفَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ثُمَّ جَاءُوكَ يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا إِحْسَانًا وَتَوْفِيقًا

    

 

     Maka bagaimana halnya jika kelak musibah menimpa mereka (orang munafik) karena perbuatan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu (Muhammad)  sambil bersumpah: "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain kebaikan dan perdamaian".

 

 

B. Asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 60 - 62.

 

1.  Ibnu Abbas menjelaskan 3 ayat ini turun berkenaan beberapa orang Islam datang kepada Abu Barzah Aslami (dukun Yahudi) untuk meminta penyelesaian suatu masalah.

 

2.  Abu Barzah Aslami adalah seorang dukun Yahudi yang biasa memberi solusi hukum atas kaumnya.

 

 

3.  Kemudian turun ayat 60, 61, dan 62 ini.

 

4.  Thaghut adalah setan dan apa saja yang disembah selain Allah.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.  Tafsirq.com online.

5822. FUNGSI MATA TELINGA DAN HATI

 


FUNGSI MATA, TELINGA, DAN HATI

Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

A. Fungsi mata, telinga, dan hati.

 

1.  Keluarga Abdul somad tinggal di Panjunan, Sukodono, Sidoarjo memiliki seekor kucing yang cantik.

 

2.  Kucing ini biasanya dipanggil “si Meong”.

 

 

3.  Si Meong punya bulu indah, lucu, dan menggemaskan.

 

4.  Hanya empat kata yang dilatihkan kepada si Meong, yaitu “meong, berdiri, pergi, dan tidur”.

 

 

5.  Setiap kali dipanggil namanya, si Meong pasti datang dengan berlari.

 

6.  Setiap disebutkan kata yang sudah diajarkan, si Meong pasti mengikutinya sesuai dengan perintah.

 

 

7.  Keluarga Abdul Somad sangat mencintai si Meong.

 

8.  Seolah-olah si Meong adalah bagian keluarganya.

 

 

9.  Jika bepergian si Meong sering diajak ikut serta.

10.     Keluarga Abdul Somad dan si Meong seakan tidak terpisahkan.

 

11.     Bayangkan, hanya menguasai empat kata saja, si Meong mendapatkan tempat istimewa dalam keluarga itu.

 

 

12.     Bagaimana dengan manusia yang mengenal banyak kosakata?

 

13.     Si Meong punya mata, telinga, dan hati, tetapi si Meong tetap hewan peliharaan.

 

14.     Si Meong tetap seekor hewan biasa yang memiliki daya emosional dari rangsangan atau stimulus yang diberikan.

 

15.     Perintah yang diberikan kepada si Meong hanya searah dan tidak terjadi komunikasi timbal balik.

 

16.     Hal itu yang membedakan manusia dengan binatang.

 

17.     Manusia lebih utama dibanding binatang, tetapi manusia bisa turun derajatnya menjadi lebih rendah daripada hewan.

 

18.     Manusia yang tidak pandai bersyukur dengan nikmat mata, telinga, dan hati yang diberikan oleh Allah, maka derajatnya anjlok menjadi lebih rendah dibanding hewan ternak.

 

19.     Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 179.

 

     وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

    

     Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

 

20.     Si Meong memanfaatkan mata, telinga, dan hatinya hanya untuk memenuhi kebutuhan biologis belaka.

 

21.     Kebutuhan biologis hanya merasakan enak atau tidak enak, puas atau tidak puas, senang atau tidak senang.

 

22.     Jika kebutuhanya tidak terpenuhi, maka hewan akan merusak.

 

23.     Manusia diberi mata, telinga, dan hati untuk melihat, mendengar, dan memahami kebesaran Allah, lalu mensyukurinya dengan beribadah kepada Allah.

 

24.     Manusia yang tidak bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah, maka derajatnya sama dengan hewan, bahkan lebih rendah lagi.

 

25.     Al-Quran surah Al-Haj (surah ke-22) ayat 46.

 

     أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

   

      Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.

 

26.     Al-Quran surah Al-Mukminun (surah ke-23) ayat 78.

 

     وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۚ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

   

     Dan Allah yang telah menciptakan bagimu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur.

 

27.     Mata, telinga, dan hati manusia perlu dilatih, dirawat, dan diasah agar semakin tajam dan sensitif, sehingga mudah bersyukur atas semua nikmat dan karunia Allah.

 

28.     Salah satu cara  memperkaya rasa syukur dengan mengunjungi orang-orang  yang sakit dan mengantarkan jenazah orang yang meninggal dunia.

 

29.     Nabi Muhammad bersabda,”Agar kalian menjadi manusia yang gampang bersyukur, maka berkunjunglah ke saudaramu yang sakit.”

 

30.     Dengan sering mengunjungi orang sakit, maka orang akan mudah bersyukur dengan semua nikmat kesehatan yang diperoleh selama ini.

 

Daftar Pustaka

1.  Triono, Bambang. Inspiring Moslem entrepreneur. Penerbit Kayu Tangan. Malang 2009.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.

3.  Tafsirq.com online