Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, October 10, 2020

5831. MENGAPA ISLAM BOLEH MAKAN DAGING

 


MENGAPA ISLAM BOLEH MAKAN DAGING

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A. Mengapa lslam membolehkan pemeluknya makan daging hewan ternak.

 

1.  Vegetarian ialah orang yang tidak makan daging, tetapi hanya mengosumsi sayuran dan hasil tumbuhan, karena alasan keagamaan atau kesehatan.

 

2.  Mengapa Islam membolehkan mengosumsi daging ternak?

 

B. Penjelasan lslam boleh makan daging.

 

C.Penjelasan ke-1.

1) Umat Islam diajarkan berbelas kasih terhadap sesama makhluk Allah.

 

2) Tetapi bersamaan dengan itu, Allah menciptakan bumi dan seluruh isinya, termasuk tumbuh-tumbuhan dan hewan untuk kepentingan manusia.

 

3) Umat Islam boleh makan daging hewan.

 

4) Tetapi juga boleh tidak makan daging hewan.

 

5) Dan boleh menjadi vegetarian murni.

 

6) Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 1.

 

     يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ ۚ أُحِلَّتْ لَكُمْ بَهِيمَةُ الْأَنْعَامِ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّي الصَّيْدِ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ ۗ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيدُ

      Wahai orang-orang beriman, penuhi akad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum menurut yang dikehendaki-Nya.

 

7) Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 5.

 

   وَالْأَنْعَامَ خَلَقَهَا ۗ لَكُمْ فِيهَا دِفْءٌ وَمَنَافِعُ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ

    

     Dia menciptakan binatang ternak untukmu. Padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan.”

 

8) Al-Quran surah Al-Mukminun (surah ke-23) ayat 21-22.

 

     وَإِنَّ لَكُمْ فِي الْأَنْعَامِ لَعِبْرَةً ۖ نُسْقِيكُمْ مِمَّا فِي بُطُونِهَا وَلَكُمْ فِيهَا مَنَافِعُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ

     وَعَلَيْهَا وَعَلَى الْفُلْكِ تُحْمَلُونَ

     

     Sesungguhnya pada binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagimu. Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya.

    Dan (juga) pada binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untukmu, dan sebagian kamu makan. Dan di atas punggung binatang ternak dan (juga) di atas perahu kamu diangkut.”

 

9) Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 168.

 

     يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

     Wahai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi. Dan janganlah kamu mengikuti langkah setan. Karena sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.

 

10)     Daging hewan mengandung banyak nutrisi dan kaya protein.

 

11)     Makanan non-vegetarian adalah sumber protein yang baik, makanan itu mengandung protein lengkap secara biologis.

 

12)     Yaitu asam amino esensial 8 yang tidak disintesis oleh tubuh dan penting dalam diet, daging juga mengandung zat besi, vitamin B1 dan niacin.

 

 

13)     Manusia punya gigi omnivora (makhluk pemakan tumbuhan dan pemakan daging), manusia makan bahan nabati dan hewani.

 

14)     Gigi hewan herbivora (pemakan tumbuh-tumbuhan), seperti sapi, kambing dan domba, Pola susunan giginya nyaris sama, semua hewan itu punyasusunan gigi  datar, cocok mengkonsumsi tumbuhan.

 

15)     Susunan gigi hewan karnivora (pemakan daging), seperti singa, harimau, atau macan tutul, kucing, dan anjing, susunan giginya runcing, cocok mengkonsumsi daging.

 

 

16)     Manusia punya susunan gigi datar dan runcing.

 

17)     Artinya, manusia punya gigi cocok mengonsumsi makanan herbivora dan karnivora.

18)     Karnivora ialah makhluk pemakan daging.

 

19)     Herbivora adalah makhluk pemakan tumbuh-tumbuhan.

 

 

20)     Omnivora adalah makhluk pemakan tumbuhan dan pemakan daging.

 

21)     Manusia makan bahan nabati dan hewani.

 

 

22)     Manusia makhluk pemakan segalanya.

 

23)     Jika Allah ingin manusia hanya mengkonsumsi tumbuhan saja, mengapa Allah juga memberi manusia gigi runcing atau gigi taring?  

24)     Keberadaan dua jenis gigi, herbivora dan karnivora, secara logis penegas Allah ingin manusia mengonsumsi  makanan vegetarian dan non-vegetarian.

 

25)     Manusia bisa mencerna makanan vegetarian dan non-vegetarian.

 

26)     Sistem pencernaan hewan herbivora khusus mencerna tumbuh-tumbuhan.

 

 

27)     Sistem pencernaan hewan karnivora khusus  mencerna daging.

 

28)     Sistem pencernaan manusia bisa mencerna makanan vegetarian dan non-vegetarian.

 

 

29)     Jika Allah hanya ingin manusia makan tumbuhan saja, mengapa Allah memberi sistem pencernaan untuk vegetarian dan non-vegetarian?

 

D.Penjelasan ke-2.

 

1) Tumbuh-tumbuhan adalah makhluk hidup.

 

2) Beberapa agama mengadopsi sistem vegetarian murni sebagai hukum pola makan dan menolak pembunuhan makhluk hidup.

 

3) Jika manusia bisa hidup tanpa membunuh satu pun makhluk hidup, banyak orang akan meniru cara hidup demikian.

 

4)  

5) Dahulu kala, manusia berpikir tumbuhan bukan makhluk hidup, tetapi sekarang faktanya tumbuhan juga makhluk hidup.

 

6) Logika tidak membunuh makhluk hidup, tidak dipenuhi meskipun vegetarian murni.

 

7) Manusia berpendapat tumbuhan tidak bisa merasa sakit, sehingga memotong tanaman bukan perbutanan jahat, jika dibanding membunuh hewan.

 

8) Sekarang, ilmu pengetahuan memberi tahu tumbuhan juga merasakan sakit, tetapi tangisannya tidak didengar manusia.

 

 

9) Telinga manusia tidak mampu menangkap getaran suara di luar kemampuannya.

10)     Telinga manusia hanya mampu menangkap getaran dengan frekuensi 20 Hertz sampai 20.000 Hertz. 

 

11)     Getaran yang lebih besar maupun lebih kecil tidak mampu didengar telinga manusia.

 

12)     Seekor anjing mampu mendengar getaran sampai dengan frekuensi 40.000 Hertz.

 

 

13)     Sehingga diciptakan “peluit diam” khusus untuk anjing dengan frekuensi lebih dari 20.000 Hertz dan kurang dari 40.000 Hertz.

 

14)     Suara itu hanya mampu didengar telinga anjing, tetapi tidak bisa didengar manusia.

 

 

15)     Anjing mengenali suara dan akan datang menuju ke sumber suara.

 

16)     Riset ini dilakukan petani di Amerika Serikat yang menemukan alat mengubah tangisan tumbuhan sehingga bisa didengar manusia.

 

17)     Dia kemudian menyadari ketika tumbuhan menangis kehausan.

 

 

18)     Riset terbaru menyatakan tumbuhan juga merasakan bahagia, sedih, dan menangis.

 

E. Penjelasan ke-3.

 

1) Para vegetarian berpendapat tumbuhan hanya punya 2 atau 3 indera, dan hewan punya 5 indera sehingga membunuh tumbuhan itu tidak sekejam membunuh hewan.

 

2) Misalnya saudara kita terlahir tuli dan bodoh, hanya memiliki 2 indera saja, dibanding manusia lainnya.

 

 

3) Ketika dewasa, seseorang membunuhnya. 

 

4) Apakah kita minta hakim memberi hukuman ringan untuk tindak pembunuhan itu, karena saudara laki-lakimu memiliki 2 indera saja, jika dibanding manusia lain pada umumnya?

 

 

5) Pada kenyataannya, kita mengatakan pembunuh telah membunuh orang baik, tidak berdosa, dan  hakim seharusnya memberi hukuman lebih berat.

 

F. Penjelasan ke-4.

 

1) Jika semua manusia vegetarian, maka jumlah ternak akan berlebih, karena laju reproduksi dan perkembangbiakan sangat cepat.

 

2) Allah Yang Maha Bijaksana sudah tahu cara menjaga keseimbangannya.

 

3) Maka tidak heran jika Allah mengizinkan manusia mengonsumsi daging ternak.

 

 

4) Tidak pantas jika ada yang mengatakan pemakan daging adalah orang keji, kejam, dan jahat.

 

 

Daftar Pustaka.

1.  Naik, Zakir Abdul Karim. “Answer to non-muslim common question about Islam”. Jawaban Berbagai Pertanyaan Mengenai Islam.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.

3.  Tafsirq.com online

5830. PENGERTIAN FI'IL MUDHARIK

 


PENGERTIAN FI’IL MUDHARIK

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

A. Pengertian fi’il mudharik.

 

1.  Fiil adalah kata yang menunjukkan suatu makna dan terikat dengan waktu.

 

2.  Fiil disebut juga “kata kerja”.

 

3.  Fi’il (kata kerja) ditinjau menurut waktu terjadinya, dibagi 3 kelompok, yaitu:

 

1)         Fiil madhi (waktu lampau)

2)         Fiil mudharik (waktu sekarang/akan datang).

3)         Fiil amar (perintah)

 

4.  Fiil madhi adalah kata kerja yang menunjukkan kejadian pada waktu lampau.

 

5.  Fiil mudharik adalah kata yang menunjukkan kejadian pada waktu sekarang atau akan datang.

 

6.  Fiil amar (kata kerja perintah) adalah kata kerja yang dipakai menuntut terjadinya sesuatu setelah pengucapan.

 

B. Tasrif lughawi,  اَلتَّصْرِيْفُ اللُّغَوِيُّ  adalah perubahan fi’il  (kata kerja) bersama dhamirnya (kata ganti orang).

 

1.  Tabel tashrif lughawi fi’il mudharik (waktu sekarang/akan datang)

 

C.Cara membaca tabel.

 

1.  Dibaca dari kanan ke kiri.

2.  Dibaca dari atas ke bawah.

 

3.   Baris ke-1 (dibaca dari kanan ke kiri).

 

1)         Tunggal (mufrad).

2)         Ganda (mutsanna).

 

3)         Jamak (lebih dari 2 orang)

4)         Keterangan.

 

4.  Baris ke-2 (dibaca dari kanan ke kiri).

a.  Jenis pria.

 

1) Tunggal (mufrad)

 

     يَكْتُبُ ~(yak-tu-bu) =  Dia (seorang pria) sedang/akan menulis.

 

b.  Dobel (mutsanna)

 

     يَكْتُبَانِ ~ (yak-tu-baa-ni) =  Mereka (dua orang pria) sedang/akan menulis.

 

c.  Jamak (lebih dari 2 orang)

 

     يَكْتُبُوْنَ ~(yak-tu-buu-na) =  Mereka (para pria) sedang/akan menulis.

 

D.Keterangan.

 

1) Dia adalah kata ganti orang ke-3 tidak hadir bersama pembicara.

 

2)  Disebut   لِلْغاَئِبِ ~ (ghaa-i-bi) / tidak ada orangnya.

 

5.  Baris ke-3 (dibaca dari kanan ke kiri).

 

a.  Jenis wanita.

 

1)         Tunggal.

 

   تَكْتُبُ ~(tak-tu-bu)=  Dia (seorang wanita) sedang/akan menulis.

 

b.   Dobel.

 

     تَكْتُبَانِ ~(tak-tu-baa-ni) =  Mereka (dua orang wanita) sedang/akan menulis.

 

c.  Jamak.

 

     يَكْتُبْنَ~ (yak-tub-na) = Mereka (para wanita) sedang/akan menulis

 

6.  Baris ke-4 (dibaca dari kanan ke kiri).

a.  Jenis pria.

 

1) Tunggal.

    تَكْتُبُ ~(tak-tu-bu) = Kamu (seorang pria) sedang/akan menulis.

 

2) Dobel.

 

    تَكْتُبَانِ ~(tak-tu-baa-ni) = Kalian (dua orang pria) sedang/akan menulis.

 

3) Jamak

 

    تَكْتُبُوْنَ ~(tak-tu-buu-na) = Kalian (para pria) sedang/akan menulis.

 

Keterangan.

1) Kamu adalah kata ganti orang ke-2 hadir dan diajak berbicara.

2) Disebut مُخَاطَبِ ~ (mu-khaa-ththab) / diajak berbicara.

 

7.  Baris ke-5 (dibaca dari kanan ke kiri).

 

a.  Jenis wanita.

 

1) Tunggal.

     تَكْتُبِيْنَ ~(tak-tu-bii-na) = Kamu (seorang wanita) sedang/akan menulis.

 

2) Ganda.

     تَكْتُبَانِ ~(tak-tu-baa-ni) = Kalian (dua orang wanita) sedang/akan menulis.

 

3)  Jamak.

 

       تَكْتُبْنَ ~(tak-tub-na) = Kalian (para wanita) sedang/akan menulis.

 

 

8.  Baris ke-6 (dibaca dari kanan ke kiri).

a.  Tunggal.

 

  آَكْتُبُ ~(ak-tu-bu) = saya (pria/wanita) sedang/akan menulis.

 

b.  Jamak.

 

  نَكْتُبُ ~(nak-tu-bu) = kami (dua orang pria/waanita) sedang/akan menulis.

 

Keterangan.

1) Orang yang berbicara disebut  لِلْمُتَكَلِّم  ~ (lil-mutakallim) = si pembicara.

 

9.  Contoh tashrif lughawi fiil mudharik (sedang/akan datang).

 

a.  يَنْصُرُ ~(yan-shu-ru)=  Dia (seorang pria) sedang/akan menolong

 

 

10.     Silakan mencoba untuk fi’il mudharik.

 

a.  يَجْلِسُ  ~ (yaj-li-isu) = duduk

 

b.  يَقْتُلُ ~ (yaq-tu-lu) =  membunuh

 

 

c.  يَشْرَبُ ~ (yasy-ra-bu) = minum

 

Daftar Pustaka

1.  Tim Badar Online Wisma Misfallah Thalabul Ilmi (MTI), Pogung Kidul 8C, RT 01/RW 49, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55284

2.  E-mail: onlinebadar@yahoo.com

5829. CINTA KEPADA NABI LEBIH DARI YANG LAIN

 


CINTA KEPADA NABI LEBIH DARI YANG LAIN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

A. Umat lslam harus mencintai Rasulullah melebih cintanya kepada yang lain.

 

1.  Umat lslam dilarang menyakiti Rasulullah dan keluarganya.

 

2.  Ayah dan ibu Nabi termasuk “ahlul fatrah” yang tidak disiksa oleh Allah sebelum rasul diutus kepada mereka.

 

3.  Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 15 menyatakan bahwa Allah tidak menyiksa seseorang sebelum mengutus seorang rasul kepadanya.

 

     مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

 

Barang siapa berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

 

4.  Abdullah bin Abdul Muththalib (ayah Nabi Muhammad), dan Aminah (ibu Nabi Muhammad ),  hidup sebelum Nabi Muhammad diutus menjadi rasul.

 

5.  Ayah dan ibu Nabi termasuk “ahlul fatrah” yang tidak disiksa oleh Allah sebelum rasul diutus kepada mereka.

 

6.  Para ulama Ahlussunnah waljamaah dan Imam Ibnu Taimiah berpendapat Al-Quran dan hadis Nabi menunjukkan Allah tidak menyiksa seseorang jika  risalah tidak sampai kepada mereka.

 

 

7.  Orang yang tidak menerima risalah kepada dirinya secara keseluruhan,  ia tidak diazab sama sekali.

 

8.  Orang yang datang risalah sampai kepadanya secara keseluruhan, tetapi tidak terperinci, ia akan disiksa dalam hal yang ditolaknya dan tidak diimaninya saja.

 

 

9.  Anas berkata seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasulullah, di manakah bapakku?”

 

10.     Rasulullah menjawab, “Di  neraka”.

 

11.     Ketika laki-laki itu pergi.

 

12.     Rasulullah memanggilnya dan bersabda,“Sesungguhnya bapakku dan bapakmu di neraka.”

 

(HR. Muslim).

 

13.     Para ulama menjelaskan yang dimaksud dengan “bapak” dalam hadis ini adalah paman Rasulullah (Abi Thalib), bukan Abdullah bin Abdul Muththalib (ayah Nabi Muhammad).

 

 

14.     Pada zaman dahulu, orang Arab biasanya menyebutkan “paman” dengan sebutan “bapak”.

 

15.     Abi Thalib (paman Nabi Muhammad) tidak beriman setelah Nabi Muhammad diutus menjadi Rasulullah.

 

 

16.     Abdullah bin Abdul Muththalib (ayah Nabi Muhammad) meninggal sebelum Rasulullah diutus, sehingga termasuk “ahlul fatrah” yaitu orang yang hidup sebelum rasul diutus.

 

17.     Abu Hurairah berkata Rasulullah bersabda, “Aku mohon izin kepada Allah untuk mohon ampun buat ibuku, tetapi Allah tidak mengizinkan. Aku minta izin ziarah ke kuburnya, lalu Allah mengizinkanku”.

(HR. Muslim).

 

 

18.     Hadis ini tidak menyatakan Aminah (ibu Nabi Muhammad) masuk neraka.

 

19.     Hadis ini hanya menyatakan Rasulullah tidak diberi izin mohon ampunan untuk ibunya.

 

 

20.     Tidak berarti Aminah (ibu Nabi Muhammad) kafir, karena Allah tetap mengizinkan beliau ziarah ke kuburnya.

 

21.     Seandainya Aminah (ibu Nabi Muhammad) kafir, pasti Rasulullah dilarang ziarah ke kuburnya.

 

 

22.     Rasulullah pernah dilarang mendoakan seorang sahabat, bukan karena ia kafir, tetapi karena ia mati masih punya tanggungan utang yang belum dibayar.

 

23.     Hadis di atas mestinya ditakwilkan (penafsiran makna ayat Al-Quran yang mengandung pengertian tersirat (inplisit).

 

 

24.     Jika tetap bertahan dengan makna tekstualnya, maka bertentangan dengan Al-Quran dan termasuk menyakiti Rasulullah.

 

25.     Semua umat Islam dilarang menyakiti Rasulullah.

 

 

26.     Rasulullah bersabda,“Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk, Ia jadikan aku dari yang terbaik di antara mereka, dari yang terbaik dari kelompok mereka, dari yang terbaik di antara dua kelompok, kemudian Ia pilih di antara kabilah-kabilah, Ia jadikan aku dari kabilah terbaik, kemudian Ia pilih rumah-rumah, Ia jadikan aku dari rumah terbaik di antara mereka. Aku jiwa terbaik dan rumah terbaik di antara mereka”.

(HR. Tirmidzi).

 

27.     Rasulullah berasal dari nasab keturunan terbaik, bukan dari orang kafir dan munafik.

 

 

28.     Umat Islam harus mencintai Nabi Muhammad melebihi orang lain, termasuk melebihi keluarganya.

 

29.     Rasulullah bersabda,”Tidak beriman salah seorang di antaramu, hingga aku lebih ia cintai daripada anak kandungnya, daripada ayah ibunya kandungnya dan semua manusia”.

(HR. Bukhari dan Muslim).

 

 

30.     Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 61.

 

 

     وَمِنْهُمُ الَّذِينَ يُؤْذُونَ النَّبِيَّ وَيَقُولُونَ هُوَ أُذُنٌ ۚ قُلْ أُذُنُ خَيْرٍ لَكُمْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَرَحْمَةٌ لِلَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ ۚ وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

    

     Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan: "Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya". Katakanlah: "Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu". Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

2.  Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

3.  Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online