Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, December 8, 2020

7967. KONDISI HOTEL JEMAAH HAJI DI MEKAH

 


KONDISI HOTEL JEMAAH HAJI DI MEKAH

Oleh: Drs. H M Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

 

Jemaah haji Indonesia tinggal di Arab Saudi dan tempat embarkasi (keberangkatan) selama 41 hari.

 

 

1)         25 hari di Mekah

 

2)         8 hari di Madinah

 

3)         5 hari di Arafah, Muzdalifah, dan Mina

 

4)         1 hari di embarkasi.

 

5)         2 hari waktu perjalanan.

 

Konsumsi makanan yang disajikan untuk jamaah haji sebanyak 74 kali.

 

1)         40 kali di Mekah.

 

2)         16 kali semasa puncak haji.

 

3)         18 kali selama di Madinah.

 

 

Jemaah haji harus membeli/memasak/menyediakan makanan sendiri selama 5 hari ketika tinggal di Mekah.

 

Uang living cost (beaya hidup) selama beribadah sebesar haji 1.500 Riyal Arab Saudi (1.500 x 3.800 = 5,7 juta rupiah, dengan kurs 1 Riyal  Saudi = 3.800 rupiah).

 

 

1.      Untuk membayar dam haji tamattu 400-500 Riyal.

 

 

2.      Untuk beaya hidup 1.000 Riyal.

 

Kondisi kamar hotel di Mekah.

 

1.      Tiap maktab ditempati 2.500 sampai 3.000 jamaah haji.

 

 

2.      Kamar pria terpisah dengan kamar wanita.

 

 

3.      Koper, tas tenteng, dan sebagainya ditaruh dalam kamar tidur.

4.      Kamar digunakan untuk istirahat, tidur, dan tempat makan.

 

 

5.      Jangan memasak di dalam kamar tidur.

 

 

6.      Selama di Mekah mendapat jatah 40 (empat puluh) kali makan.

 

 

7.      Uang living cost (1.500 Real Arab Saudi) untuk keperluan lainnya.

 

 

8.      Kebutuhan beras, gula, mie instan, sayur mayur, kompor dan lainnya tersedia di toko/restoran terdekat. 

 

 

9.      Makan dan minum yang cukup dan teratur agar tetap sehat.

10.               Gedung hotel dilengkapi dengan lift dan tangga.

 

 

11.               Lift dipakai bergantian, sehingga harus antre.

 

 

12.               Menggunakan eskalator (tangga berkalan) harus hati-hati agar pakaian tidak terjepit.

 

 

13.               Toilet pria terpisah dengan toilet wanita.

 

 

14.               Toilet pria diberi tanda pria berjenggot.

 

 

15.               Toilt wanita diberi tanda wanita berjilbab.

 

 

16.               Menggunakan kran air cukup dengan menekan tombolnya, air mengalir keluar dan akan berhenti otomatis.

 

 

17.               Toilet digunakan bergantian, sehingga harus antre.

 

 

18.               Keluar masuk toilet harus menutup aurat.

 

 

19.               Air untuk mandi, mencuci, dan berwudu dipakai secara hemat.

 

 

20.               Menjemur pakaian di tempat yang ditentukan, jangan di lorong jalan.

 

 

21.               Jika ada yang sakit agar tetap berada di dalam kamar ditemani keluarga dan kamar dikunci dari dalam.

 

 

22.               Jangan menerima tamu dalam kamar, karena akan mengganggu jamaah lainnya.

 

 

23.               Jangan sering mandi, hemat menggunakan air, dan jangan memakai sabun yang mengandung soda.

 

 

24.               Jangan merokok di tempat terlarang dan jangan membuang puntung rokok sembarangan.

 

Kegiatan keluar hotel.

 

1.      Hotel menyiapkan bis bolak balik dari hotel ke Masjidil Haram gratis (yang jauh).

 

 

2.      Hotel menyiapkan bis ziarah gratis.

 

 

3.      Perhatikan tempat hotel, nomor hotel, nama hotel, nomor maktab, nomor sektor, wilayah majmuah, agar tidak tersesat.

 

 

4.      Hotel dilengkapi neon box, bendera merah putih, dan nomor hotel.

 

 

5.      Gelang haji tidak boleh dilepas, dan tas kalung harus selalu dibawa.

6.      Gunakan masker jika keluar ruangan untuk mencegah masuknya debu dan kuman.

 

 

7.      Keluar hotel berombongan, jangan sendirian.

 

 

8.      Jangan terlalu lama mengunjungi keluarga yang jauh dari hotel.

 

 

9.      Jika keluar kamar agar lampu, AC, kompor gas dimatikan, dan kamar dikunci dari luar.

 

 

10.               Menyeberang jalan harus hati-hati, tengok kanan dan kiri lebih dahulu.

 

 

11.               Jika kondisi kurang sehat, jangan memaksa ikut ziarah.

12.               Jangan memaksa ikut mencium Hajar Aswad, apalagi jika harus membayar.

 

 

13.               Hati-hati dengan barang bawaan, ketika berdesakan seperti tawaf dan sai.

 

 

14.               Jemaah yang ikut Tarwiyah ke Mina pada tanggal 8 Zulhijah agar melapor kepada ketua kloter.

 

 

Membayar dam (denda)

 

 

1.      Sebaiknya membayar dam (denda) kepada Bank Arab Saudi.

 

 

2.      Uang dan harta berharga sebaiknya dititipkan pada safety box yang ada di hotel.

 

 

Bimbingan manasik haji dan umrah.

 

1.      Mengikuti kegiatan manasik haji dan umrah.

 

 

2.      Mempelajari buku manasik dari Kementerian Agama RI.

 

1)               Tuntunan Manasik Haji dan Umrah.

 

2)               Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah.

 

3)               Doa-Doa Pilihan Manasik haji dan Umrah.

 

 

 

 

Catatan Haji 2018.

Oleh : HM. Yusron Hadi bin HM. Tauchid Ismail, Sidoarjo, Jawa Timur.

Ketua regu 23, rombongan 6, kloter 71 Surabaya.

 

 

Daftar Pustaka

1.                Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo, cetakan ke-80, Bandung, 2017.

2.                Panduan Perjalanan Haji, 2018, Departemen Agama RI

3.                Bimbingan Manasik Haji, 2018, Departemen Agama RI

4.                Hikmah Ibadah Haji, 2018, Departemen Agama RI

5.                Tuntunan Keselamatan, Doa, dan Zikir Ibadah Haji, 2018, Departemen Agama RI

6.                Haji, Umrah, dan Ziarah, 1425 H, Dicetak dan diterbitkan oleh Kerajaan Arab Saudi.

7.                Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.

8.                Tafsirq.com online

 

 

 

 

 

 

7966. PENGERTIAN RAFAS FASIK JIDAL

 


PENGERTIAN RAFAS FASIK JIDAL

Oleh: Drs. H M Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

 

 

Di antara larangan selama berihram untuk jamaah haji dan umrah dalam Al-Quran adalah rafas, fasik, dan jidal.

 

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 197.

 

 

 

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

 

     

 

(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafas, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.

 

 

1.      Rafas (menurut KBBI V) dapat diartikan “perkataan yang menimbulkan berahi”, “perkataan yang tidak senonoh”, atau “hubungan seksual”.

 

 

2.      Rafas adalah mengeluarkan perkataan tidak senonoh yang mengandung unsur porno (cabul), senda gurau berlebihan yang menimbulkan nahsu berahi (syahwat), termasuk hubungan badan (bersetubuh).

 

 

3.      Fasik (menurut KBBI V) dapat diatikan “tidak peduli terhadap perintah Allah ( artinya buruk kelakuan, jahat, berdosa besar)”, atau “orang yang percaya kepada Allah, tetapi tidak mengamalkan perintah Allah, bahkan melakukan perbuatan dosa”.

FASIK

 

Fasik adalah semua perbuatan maksiat yang disadari atau tidak disadari oleh orang yang berbuat, antara lain:

 

 

1.      Sombong, angkuh, atau takabur.

 

2.      Sikap, perkataan, atau perbuatan yang merugikan atau menyakiti orang lain.

 

3.      Bersikap zalim terhadap orang lain, misalnya mengambil hak orang lain atau merugikan orang lain.

 

4.      Berbuat sesuatu yang dapat menodai akidah dan keimanan kepada Allah.

 

5.      Merusak lingkungan atau makhluk lain tanpa alasan yang benar.

6.      Menghasut dan memprovokasi orang lain agar berbuat maksiat.

JIDAL

 

Jidal adalah semua sikap dan perbuatan yang mengarah pada perdebatan, perselisihan, dan permusuhan yang diiringi dengan nafsu amarah, meskipun dengan alasan untuk mempertahankan kebenaran dan memperjuangkan haknya, misalnya berbantahan untuk berebut kamar tidur, toilet, dan kamar mandi, termasuk melakukan demontrasi terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya.

 

 

Bermusyawarah dan berdiskusi tentang masalah agama yang dilakukan dengan cara yang baik, sopan, dan santun untuk kebaikan dan kemaslahatan bersama diperbolehkan.

 

 

 

Catatan Haji 2018.

Oleh : HM. Yusron Hadi bin HM. Tauchid Ismail, Sidoarjo, Jawa Timur.

Ketua regu 23, rombongan 6, kloter 71 Surabaya.

 

 

Daftar Pustaka

1.                Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo, cetakan ke-80, Bandung, 2017.

2.                Panduan Perjalanan Haji, 2018, Departemen Agama RI

3.                Bimbingan Manasik Haji, 2018, Departemen Agama RI

4.                Hikmah Ibadah Haji, 2018, Departemen Agama RI

5.                Tuntunan Keselamatan, Doa, dan Zikir Ibadah Haji, 2018, Departemen Agama RI

6.                Haji, Umrah, dan Ziarah, 1425 H, Dicetak dan diterbitkan oleh Kerajaan Arab Saudi.

7.                Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.

8.                Tafsirq.com online

 

7965. RAFAS FASIK DAN JIDAL

 


RAFAS, FASIK, DAN JIDAL

Oleh: Drs. H M Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

 

 

Di antara larangan selama berihram untuk jamaah haji dan umrah dalam Al-Quran adalah rafas, fasik, dan jidal.

 

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 197.

 

 

 

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

 

     

 

(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafas, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.

 

 

1.      Rafas (menurut KBBI V) dapat diartikan “perkataan yang menimbulkan berahi”, “perkataan yang tidak senonoh”, atau “hubungan seksual”.

 

 

2.      Rafas adalah mengeluarkan perkataan tidak senonoh yang mengandung unsur porno (cabul), senda gurau berlebihan yang menimbulkan nahsu berahi (syahwat), termasuk hubungan badan (bersetubuh).

 

 

3.      Fasik (menurut KBBI V) dapat diatikan “tidak peduli terhadap perintah Allah ( artinya buruk kelakuan, jahat, berdosa besar)”, atau “orang yang percaya kepada Allah, tetapi tidak mengamalkan perintah Allah, bahkan melakukan perbuatan dosa”.

FASIK

 

Fasik adalah semua perbuatan maksiat yang disadari atau tidak disadari oleh orang yang berbuat, antara lain:

 

 

1.      Sombong, angkuh, atau takabur.

 

2.      Sikap, perkataan, atau perbuatan yang merugikan atau menyakiti orang lain.

 

3.      Bersikap zalim terhadap orang lain, misalnya mengambil hak orang lain atau merugikan orang lain.

 

4.      Berbuat sesuatu yang dapat menodai akidah dan keimanan kepada Allah.

 

5.      Merusak lingkungan atau makhluk lain tanpa alasan yang benar.

6.      Menghasut dan memprovokasi orang lain agar berbuat maksiat.

JIDAL

 

Jidal adalah semua sikap dan perbuatan yang mengarah pada perdebatan, perselisihan, dan permusuhan yang diiringi dengan nafsu amarah, meskipun dengan alasan untuk mempertahankan kebenaran dan memperjuangkan haknya, misalnya berbantahan untuk berebut kamar tidur, toilet, dan kamar mandi, termasuk melakukan demontrasi terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya.

 

 

Bermusyawarah dan berdiskusi tentang masalah agama yang dilakukan dengan cara yang baik, sopan, dan santun untuk kebaikan dan kemaslahatan bersama diperbolehkan.

 

 

 

Catatan Haji 2018.

Oleh : HM. Yusron Hadi bin HM. Tauchid Ismail, Sidoarjo, Jawa Timur.

Ketua regu 23, rombongan 6, kloter 71 Surabaya.

 

 

Daftar Pustaka

1.                Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo, cetakan ke-80, Bandung, 2017.

2.                Panduan Perjalanan Haji, 2018, Departemen Agama RI

3.                Bimbingan Manasik Haji, 2018, Departemen Agama RI

4.                Hikmah Ibadah Haji, 2018, Departemen Agama RI

5.                Tuntunan Keselamatan, Doa, dan Zikir Ibadah Haji, 2018, Departemen Agama RI

6.                Haji, Umrah, dan Ziarah, 1425 H, Dicetak dan diterbitkan oleh Kerajaan Arab Saudi.

7.                Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.

8.                Tafsirq.com online

 

7964. JEMAAH HAJI MUKIM DI MEKAH 28 HARI

 


JEMAAH HAJI MUKIM DI MEKAH 28 HARI

Oleh: Drs. H M Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

 

 

Persiapan mental calon jamaah haji.

1.      Bertobat kepada Allah, memperbanyak zikir, dan mohon bimbingan kepada Allah.

 

 

2.      Menyelesaikan tanggung jawab keluarga, pekerjaan, dan utang piutang.

 

 

3.      Silaturahmi dengan keluarga, kerabat, teman, masyarakat dengan mohon maaf dan doa restu.

 

4.      Membiasakan pola hidup sehat agar lancar dan mudah dalam mengerjakan ibadah haji dan umrah.

 

 

5.      Mempelajari manasik haji dan umrah.

 

 

Persiapan perbekalan.

1.      Menyiapkan bekal yang cukup selama perjalanan dan bekal untuk keluarga yang di rumah.

 

 

2.      Boleh mengadakan walimatus safar (yang mampu) dengan niat bersyukur atas nikmat Allah dengan menghindari sikap ria, pamer, dan sombong.

 

 

3.      Membawa perlengkapan yang cukup (baju batik, pakaian tidak transparan (wanita), alat mandi, alat tidur, dll)

 

 

4.      Dilarang menerima titipan barang apa pun dan dari siapa pun.

 

 

5.      Dilarang membawa barang-barang yang gampang meledak, kompor, minyak goreng, benda tajam, gambar/rekaman porno, dan benda lainnya yang membahayakan penerbangan.

 

 

Jamaah haji mukim (tinggal) di hotel Mekah 28 hari.

 

 

1.      Proses keberangkatan =  2 hari.

 

2.      Perjalanan dari Jeddah ke Mekah (gelombang ke-2) atau dari Madinah ke Mekah (gelombang ke-1) = 1 hari.

 

3.      Salat arbain di Madinah (tinggal di hotel) = 8 hari.

 

4.      Proses kepulangan = 2 hari.

 

5.      Mukim di hotel Mekah = 28 hari.

 

6.      Total berada di Arab Saudi = 41 hari.

 

 

Buku manasik dari Kementerian Agama RI.

1.      Tuntunan Manasik Haji dan Umrah.

 

2.      Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah.

 

3.      Doa-Doa Pilihan Manasik haji da Umrah.

 

 

Catatan Haji 2018.

Oleh : HM. Yusron Hadi bin HM. Tauchid Ismail, Sidoarjo, Jawa Timur.

Ketua regu 23, rombongan 6, kloter 71 Surabaya.

 

 

Daftar Pustaka

1.                Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo, cetakan ke-80, Bandung, 2017.

2.                Panduan Perjalanan Haji, 2018, Departemen Agama RI

3.                Bimbingan Manasik Haji, 2018, Departemen Agama RI

4.                Hikmah Ibadah Haji, 2018, Departemen Agama RI

5.                Tuntunan Keselamatan, Doa, dan Zikir Ibadah Haji, 2018, Departemen Agama RI

6.                Haji, Umrah, dan Ziarah, 1425 H, Dicetak dan diterbitkan oleh Kerajaan Arab Saudi.

7.                Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.

8.                Tafsirq.com online