Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, April 11, 2021

9237. MASALAHNYA KEMISKINAN DAN KEADILAN BUKAN RADIKAL

 


MASALAHNYA KEMISKINAN DAN KEADILAN BUKAN RADIKAL

 

 

 

Liputan6.com, Jakarta - Peneliti Politik LIPI Siti Zuhro membantah bahwa radikalisme adalah  masalah utama Indonesia.

 

 

Menurut dia, justru jadi persoalan inti adalah ketimpangan sosial dan kemiskinan.

 

 

"Persoalan intinya kita itu mengalami ketimpangan sosial ekonomi yang sangat serius," kata dia di Menteng, Jakarta, Minggu (29/12/2019).

 

 

 

Ketimpangan bidang ekonomi, masih menjadi masalah signifikan.

 

 

Bahkan, dialami masyarakat yang tinggal tidak jauh dari Jakarta.

 

 

"Tidak jauh dari Ibu Kota Negara, Provinsi Banten, tingkat penganggurannya paling tinggi.

 

 

Pastinya kemiskinan demikian juga," imbuhnya.

 

 

Sehingga upaya pengentasan kemiskinan harus menjadi prioritas Pemerintah ke depan.

 

 

"Supaya disharmoni di tengah masyarakat bisa terobati.

 

 

Jadi bukan konsep radikal itu terus-terusan.

 

 

Kita tidak mau dibawa ke alam politisasi radikalisme, politisasi politik identitas.

 

 

Pemilu sudah usai.

 

Pak Jokowi sudah mengatakan itu," ujarnya.

 

 

Pengentasan kemiskinan, harus terus dilakukan demi memenuhi rasa keadilan masyarakat.

 

 

"Mau tidak mau, pilihan kita adalah memberantas kemiskinan.

 

 

 Artinya juga menegakkan keadilan untuk sebagian masyarakat yang belum mengenyam keadilan itu," ungkapnya.

 

 

(Sumber LIPUTAN.COM)

9237. VIDEO HUMOR BADMINTON

9236. JADWAL KEGIATAN MASJID AL-ISHLAH PANJUNAN RAMADAN 2021

 




 

 

APAKAH TAFSIR MAUDHUI (TEMATIK) ITU

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

 

TAFSIR MAUDHUI (TEMATIK)

 

Januari 1960, Syaikh Mahmud Syaltut menyusun kitab tafsir.

 

 

Berjudul Tafsir Al-Quran Al-Karim dengan metode tafsir maudhui.

 

 

Tafsir maudhui adalah metode tafsir tidak menafsirkan Al-Quran ayat per ayat.

 

 

Tetapi membahas surah per surah atau bagian tertentu dalam satu surah.

 

 

Merangkainya dengan tema sentral.

 

 

Yang ada dalam suatu surah itu.

 

 

Metode tafsir maudhui belum membuat petunjuk dalam Al-Quran dipaparkan  menyeluruh.

 

 

Karena suatu masalah ditemukan dalam berbagai surah.

 

 

 

Muncul ide menghimpun semua ayat yang bicara suatu masalah tertentu.

 

 

Mengaitkan dengan lainnya.

 

 

Serta menafsirkannya utuh dan menyeluruh.

 

 

 

Gagasan ini dikembangkan di Mesir oleh Prof. Dr. Ahmad Sayyid Al-Kumiy pada akhir 60-an.

 

 

 

Pada hakikatnya ide ini kelanjutan metode maudhui model Mahmud Syaltut.

 

 

 

PENGERTIAN TAFSIR MAUDHUI (TEMATIK)

 

Metode tafsir maudhui punya 2 arti.

 

 

Ke-1: Penafsiran suatu surah Al-Quran:

 

 

1)     Menjelaskan tujuannya secara umum sesuai tema sentral.

 

 

2)     Menghubungkan masalah beraneka ragam dalam surah itu.

 

3)     Sehingga suatu surah dengan berbagai problemanya menjadi satu kesatuan.

 

 

Ke-2: Penafsiran dengan menghimpun semua ayat Al-Quran:

 

 

1)     Membahas suatu masalah tertentu.

 

2)     Yang sedapat mungkin diurutkan sesuai kronologis waktu turunnya.

 

 

3)     Menjelaskan pengertiannya secara menyeluruh.

 

 

4)     Untuk menarik pedoman dan petunjuk Al-Quran secara utuh.

 

 

 Tafsir metode maudhui (tematik) adalah suatu metode penafsiran Al-Quran.

 

 

Dengan cara para mufasir berupaya mengumpulkan ayat Al-Quran.

 

 

Dari berbagai surah yang punya  tema sama.

 

 

Sehingga mengarah kepada pengertian dan tujuan sama.

 

 

URUTAN LANGKAH TAFSIR MAUDHUI (TEMATIK)

 

1.      Menetapkan tema yang akan dibahas.

 

2.      Menghimpun ayat Al-Quran yang berkaitan dengan tema yang dibahas.

 

3.      Menyusun runtutan ayat Al-Quran sesuai waktu turunnya dan asbabun nuzul (penyebab turunnya).

 

4.      Memahami korelasi ayat Al-Quran dalam surahnya.

 

5.      Menyusun pembahasan dalam kerangka yang sempurna (outline).

 

6.      Melengkapi pembahasan dengan hadis yang relevan dengan tema atau pokok bahasan.

 

7.      Mempelajari semua ayat Al-Quran  dengan menghimpun ayat  yang punya pengertian sama.

 

8.      Mengkompromikan ayat Al-Quran yang:

 

1)     “Am” (umum) dan “khash” (khusus).

2)     “Mutlak” dan “muqayyad” (terikat).

 

3)     Ayat yang pada teksnya bertentangan.

 

4)     Sehingga  bertemu dalam satu muara, tanpa perbedaan atau pemaksaan.

 

 

 

KEUNGGULAN TAFSIR MAUDHUI (TEMATIK)

 

1.      Menghindari kelemahan metode lain.

 

2.      Menafsirkan ayat Al-Quran dengan ayat Al-Quran atau dengan hadis Nabi (cara terbaik dalam menafsirkan ayat Al-Quran).

 

3.      Kesimpulan yang dihasilkan gampang dipahami.

 

 

2.      Karena membawa kepada petunjuk Al-Quran, tanpa pembahasan yang bertele-tele.

 

 

3.      Membuktikan bahwa Al-Quran dapat memberikan solusi pedoman dalam mengatasi masalah kehidupan sehari-hari.

 

 

4.      Membuktikan dan menunjukkan keistimewaan Al-Quran.

 

 

5.      Menunjukkan tidak ada ayat Al-Quran yang saling bertentangan.

 

 

6.      Membuktikan bahwa Al-Quran sesuai dengan perkembangan sains dan teknologi.  

 

 

 

 

 Daftar Pustaka

1.      Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.

2.      Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.      Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.      Tafsirq.com online.