Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, April 13, 2021

9255. APAKAH RASUL ULUL AZMI ITU

 


APAKAH RASUL ULUL AZMI ITU

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Ulul Azmi adalah gelar khusus bagi golongan nabi pilihan.

 

 

Yang punya ketabahan luar biasa dalam menyebarkan ajaran tauhid.

 

ADA 5 RASUL ULUL AZMI

 

1.              Nabi Nuh.

2.              Nabi Ibrahim.

 

3.              Nabi Musa.

4.              Nabi Isa.

 

5.              Nabi Muhammad.

 

 

Gelar Ulul Azmi dijelaskan dalam Al-Quran surah:

 

1.      Al-Ahqaf (surah ke-46) ayat 35.

2.       Asy-Syura (surah ke-42) ayat 13.

 

 

Al-Quran Al-Ahqaf (surah ke-46) ayat 35.

 

 

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ ۚ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ ۚ بَلَاغٌ ۚ فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ

 

 

Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang “ulul azmi” yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan kamu jangan minta disegerakan (adzab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.

 

 


Al-Quran surah Asy-Syura (surah ke-42) ayat 13.

 

۞ شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰ ۖ أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ ۚ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ ۚ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ

 

 

Dia telah mensyariatkan kamu tentang agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu: Tegakkan agama dan kamu jangan berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).

 

 


Para Nabi Ulul Azmi teguh luar biasa dalam menyebarkan agama Allah.

 

 

Ketika para Nabi Ulul Azmi menghadapi penolakan dan ancaman dari kaumnya.

 

 

Para Nabi Ulul Azmi berdoa mohon kepada Allah agar kaumnya diberikan  hidayah.

 

 


Tatkala Allah mendapati berbagai ajaran yang disampaikan para Nabi Ulul Azmi  mutlak dibantah dan diingkari oleh kaumnya.

 

 

Maka Allah menyelamatkan para Nabi Ulul Azmi dan pengikut mereka.

 

Serta Allah menghukum kaum pengingkar.

 

 

TANDA-TANDA RASUL ULUL AZMI

 

1.      Menyeru dakwah universal kepada umat manusia dan jin.

 

2.      Menyampaikan syariat dan agama Allah.

 

3.      Menyampaikan kitab samawi yang berasal dari langit.

 

4.      Menerima perjanjian dan wasiat dari Allah.

 

 

KISAH NABI NUH

 

Selama ratusan tahun, Nabi Nuh berdakwah kepada keluarga dan kaumnya.

 

Agar mereka hanya menyembah Allah dan meninggalkan kemusyrikan.

 

Ternyata istri dan anak Nabi Nuh sendiri ikut menolak.

 

 

Umat Nabi Nuh salah satu generasi manusia paling keji yang pernah hidup di bumi.

 

 

Bahkan kaum itu mewariskan tradisi keji secara turun-temurun.

 

 

Ketika dakwahnya mutlak diingkari, Nabi Nuh mengadu kepada Allah.

 

 

Agar kaum membangkang dihukum karena menolak ajaran Allah.

 

 

Doa Nabi Nuh dikabulkan Allah.

 

Kemudian muncul musibah banjir bandang melenyapkan makhluk di bumi.

 

Yang selamat hanya penghuni kapal Nabi Nuh.

 

 

Allah menyelamatkan seisi kapal.

 

Nabi Nuh dan para penumpangnya mengikat perjanjian kepada Allah.

 

Makhluk yang menumpang kapal Nabi Nuh adalah nenek moyang segala makhluk bumi.

 

 

 

KISAH NABI IBRAHIM

 

Semasa bayi, Nabi Ibrahim diasingkan ke sebuah gua.

 

 

Agar selamat dari perintah Raja  Namrudz yang membunuh semua bayi pria.

 

 

Setelah beranjak dewasa, Nabi Ibrahim  menentang penyembahan berhala yang dilakukan kaumnya.

 


Nabi Ibrahim dilemparkan ke dalam kobaran api yang bergejolak.

 

 

Tetapi Allah menyelamatkan Nabi Ibrahim.

 


Kemudian Nabi Ibrahim dan pengikutnya hijrah.

 

Setelah bertahun-tahun menikah dengan Sarah tidak punya anak.

 

Sarah meminta Nabi Ibrahim menikahi Hajar.

 

 

Kemudian Hajar melahirkan anak lelaki bernama Ismail.

 

Allah menguji Nabi Ibrahim untuk menyembelih Ismail, putranya.

 

Nabi Ibrahim melaksanakannya.

 

Kemuidian diganti menyembelih hewan kurban.

 

Nabi Ibrahim dan Ismail mendirikan Baitullah.

 

Sebagai tempat berkumpul umat manusia di bumi.

 


KISAH NABI MUSA


Nabi Musa dibesarkan dalam lingkungan Istana Mesir.

 

Kemudian Nabi Musa  melarikan diri dari istana karena kematian seorang Mesir.

 


Allah mengutus Nabi Musa dan Harun kembali ke Mesir menyelamatkan Bani Israel dari penindasan Raja Firaun.

 

 

Allah memberi Nabi Musa dan Harun mukjizat  melawan Raja Firaun.

 


Allah memerintahkan Nabi Musa dan pengikutnya  menyeberangi Laut Merah.

 

 

Dan menenggelamkan Raja Firaun dan tentaranya.

 

Nabi Musa bermunajat di Gunung Sinai.

 

 

Tetapi Samiri menyeleweng mengajak Bani Israel menyembah patung anak sapi emas.

 

 

Nabi Harun yang diberi amanat tidak sanggup menghalanginya.

 

 

Nabi Musa mohon kepada Allah agar tidak menghukum kaumnya.

 

 

Doanya dikabulkan, sehingga kaumnya tidak dimusnahkan.

 

 

Nabi Musa satu-satunya manusia diberi keistimewaan untuk bicara langsung kepada Allah.

 

 

Nabi Musa menerima perjanjian berupa Kitab Taurat.

 

 

Yang berisi perintah dan hukum Allah.

 

 

KISAH NABI ISA

 


Nabi Isa satu-satunya manusia selain Nabi Adam yang dilahirkan tanpa ayah.

 

 

Nabi Isa dilahirkan oleh Maryam.

 

Sehingga dikenal “Isa putra Maryam”.

 

 

Allah mengangkat Nabi Isa lewat pemberian Ruhul Qudus.

 


Nabi Isa tabah dan teguh selama berdakwah.

 

Nabi Isa bersabar menghadapi kaum Yahudi dan pengkhianatan muridnya yang akan membunuhnya.

 


Tatkala dakwah Nabi Isa sepenuhnya diingkari kaumnya.

 

Allah menyelamatkan Nabi Isa dari tipu daya orang kafir.

 

 

Kemudian Allah menghukum orang kafir yang menentangnya.

 


KISAH NABI MUHAMMAD

 


Nabi Muhammad utusan Allah terakhir kepada umat manusia.

 

 

Allah menyelamatkan Nabi Muhammad dalam masa sulit.

 

 

Nabi diusir oleh kaum kafir, sehingga hijrah dari Mekah ke Madinah.

 

 

Allah memeritahkan Nabi Muhammad berperang melawan kaum kafir.

 

 


Nabi menerima wahyu berupa Al-Quran yang terkandung lafaz  “Bismillahirrahmanirrahim” .

 

 

Sebagai tanda penyempurnaan kitab Allah terdahulu.

 

 

Agar umat manusia berserah diri kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

 

 

 

 


Daftar Pustaka.


1. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

 

9254. FAKTOR PENGHAMBAT KEMAJUAN SAINS MENURUT AL-QURAN

 


FAKTOR PENGHAMBAT KEMAJUAN SAINS DALAM AL-QURAN

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Al-Quran menjelaskan faktor yang menghambat kemajuan sains dan teknologi, yaitu:

 

1.      Subjektivitas.

 

2.      Dugaan tidak beralasan.

 

3.      Tergesa-gesa mengambil kesimpulan.

 

4.      Al-Quran melarang “taqlid” atau ikut pemimpin tanpa dasar.

 

5.      Al-Quran melarang bersikap angkuh dan enggan menerima kebenaran.

 

6.      Al-Quran melarang mengambil keputusan sebelum paham masalahnya.

 

 

 

 

 

Al-Quran Az-Zukhruf (surah ke-43)  ayat 78.

 

لَقَدْ جِئْنَاكُمْ بِالْحَقِّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَكُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ

 

Sesungguhnya Kami telah membawa kebenaran kepadamu, tetapi kebanyakan di antaramu benci kepada kebenaran.

 

 

Al-Quran Al-A’raf (surah ke-7) ayat 79.

 

فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَةَ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ وَلَٰكِنْ لَا تُحِبُّونَ النَّاصِحِينَ

 

Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata, “Wahai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanah Tuhanku, dan aku telah memberi nasihat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang yang memberi nasihat”.

 

 

 

Al-Quran melarang “taqlid” atau ikut pemimpin tanpa dasar.

 

 

 

 Al-Quran surah ke-33 ayat 67.

 

 

وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا

 

Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin dan pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar)”.

 

 

Al-Quran melarang dugaan tidak beralasan.

 

 

Al-Quran surah Yunus (surah ke-10) ayat 36.

 

 

وَمَا يَتَّبِعُ أَكْثَرُهُمْ إِلَّا ظَنًّا ۚ إِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ

 

 

Kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan tidak berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

 

 

Al-Quran melarang tergesa-gesa mengambil kesimpulan.

 

 

Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 37.

 

خُلِقَ الْإِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ ۚ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ

 

 

Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (azab)-Ku. Kamu jangan minta kepada-Ku mendatangkan dengan segera.

 

 

 

Al-Quran melarang bersikap angkuh dan enggan menerima kebenaran.

 

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 146.

 

سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَا يُؤْمِنُوا بِهَا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَ

 

 

Aku akan memalingkan orang yang menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda kekuasaan-Ku. Apabila melihat ayat-Ku, mereka tidak beriman kepadanya. Jika melihat jalan yang membawa petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian karena mereka mendustakan ayat Kami dan selalu lalai daripadanya.

 

 

 

Al-Quran melarang mengambil keputusan sebelum paham masalahnya.

 

 

Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 36.

 

 

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

 

 

Kamu jangan mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertanggungjawaban.

 

 

 

Daftar Pustaka


1. Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  
2. Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran

 

 

 

9253. AL-QURAN MENDORONG KEMAJUAN SAINS

 


AL-QURAN MENDORONG KEMAJUAN SAINS

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

AL-QURAN MENDORONG KEMAJUAN SAINS

 

Al-Quran mendorong kemajuan sains dan teknologi serta tidak menghambat perkembangannya.

 

Hubungan antara Al-Quran dengan sains dan teknologi bukan dinilai dari banyaknya cabang ilmu pengetahuan yang dikandungnya.

 

 

Tetapi apakah ada ayat Al-Quran atau jiwa ayat Al-Quran yang menghalangi ilmu pengetahuan?

 

 

Kemajuan sains dan teknologi tidak hanya diukur melalui sumbangan yang diberikan kepada masyarakat atau kumpulan ide dan metode yang dikembangkannya.

 

 

Tetapi juga pada sekumpulan syarat psikologis dan sosial yang diwujudkan.

 

 

Sehingga berpengaruh terhadap kemajuannya.

 


Sejarah membuktikan Galileo, ketika mengungkapkan penemuan ilmiahnya.

 

 

Tidak mendapat tantangan dari lembaga ilmiah.

 

 

 

Tetapi menghadapi musuh  dari masyarakat berdasar agama.

 

 

 Galileo menjadi korban penemuannya sendiri.

 


Dalam Al-Quran ditemukan kata “ilmu” dalam berbagai bentuknya terulang 854 kali.

 

 

Banyak ayat Al-Quran yang menganjurkan agar umat manusia memakai  penalaran dan akal pikiran.

 


Al-Quran menjelaskan faktor yang menghambat kemajuan sains dan teknologi, yaitu:

 

1.          Subjektivitas.

 

2.          Dugaan tidak beralasan.

 

3.          Bergegas mengambil kesimpulan.

 

 



 


Al-Quran melarang “taqlid” atau ikut pemimpin tanpa dasar.

 

 

 

 Al-Quran surah ke-33 ayat 67.

 

 

وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا


Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin dan pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar)”.

 


Al-Quran melarang dugaan tidak beralasan.

 

 

Al-Quran surah Yunus (surah ke-10) ayat 36.

 

 

وَمَا يَتَّبِعُ أَكْثَرُهُمْ إِلَّا ظَنًّا ۚ إِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ

 


Kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan tidak berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

 

 

Al-Quran melarang tergesa-gesa mengambil kesimpulan.

 

 

Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 37.

 

خُلِقَ الْإِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ ۚ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ

 


Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (azab)-Ku. Kamu jangan minta kepada-Ku mendatangkan dengan segera.

 

 


Al-Quran melarang bersikap angkuh dan enggan menerima kebenaran.

 

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 146.

 

سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَا يُؤْمِنُوا بِهَا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَ

 


Aku akan memalingkan orang yang menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda kekuasaan-Ku. Apabila melihat ayat-Ku, mereka tidak beriman kepadanya. Jika melihat jalan yang membawa petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian karena mereka mendustakan ayat Kami dan selalu lalai daripadanya.

 

 

 

Al-Quran melarang mengambil keputusan sebelum paham masalahnya.

 

 

Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 36.

 

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

 


Kamu jangan mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertanggungjawaban.

 

 



 

 

Ayat Al-Quran semacam ini mewujudkan iklim perkembangan sains.

 

 

 
Daftar Pustaka


1. Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  
2. Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran