Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, July 9, 2021

10321. MENGAPA MASJID DITUTUP TAPI PASAR TETAP BUKA

 





MENGAPA MASJID DITUTUP TAPI PASAR TETAP BUKA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

PENGERTIAN VIRUS CORONA

 

Coronavirus (CoV) adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit.

 

Mulai flu biasa.

 

Hingga penyakit pernapasan lebih parah.

 

Seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

 

Dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

 

 

Sebagian besar coronavirus adalah virus tidak berbahaya.

 

Virus corona pada manusia pertama ditemukan tahun 1960.

 

Dalam hidung pasien yang terkena flu biasa (common cold).

 

 

Virus ini diberi nama berdasar struktur mirip mahkota di permukaannya.

 

“Corona” dalam bahasa Latin berarti “halo” atau “mahkota”.

 

 

Ada 2 coronavirus pada manusia.

 

 

Yaitu OC43 dan 229E.

 

Yang menyebabkan terjadinya sebagian flu biasa.

 

 

Penyakit SARS, MERS, dan COVID-19 yang menjadi pandemi saat ini.

 

 

 

Karena tipe coronavirus lain.

 

 

Coronavirus adalah virus zoonosis.

 

Artinya virus ini menyebar dari hewan kepada manusia.

 

 

Investigasi menunjukkan virus corona penyebab SARS (SARS-CoV) ditularkan dari musang kepada manusia.

 

 

Pada wabah MERS.

 

 

Hewan yang menyebarkan coronavirus MERS-CoV kepada manusia adalah unta dromedaris.

 

Top of Form

Bottom of Form

Penyebaran coronavirus sama seperti virus penyebab flu lainnya.

 

Yaitu dari batuk dan bersin.

 

 

Atau dari sentuhan orang yang terinfeksi.

 

 

Virus ini juga dapat menular jika menyentuh barang yang terkontaminasi.

 

Lalu tangan menyentuh hidung, mata, dan mulut tanpa mencuci tangan.

 

 

Jenis-jenis coronavirus

 

Coronavirus punya banyak jenis.

 

Namanya dibedakan berdasar tingkat keparahan penyakit.

 

 

Dan seberapa jauh penyebarannya.

 

 

Hampir semua orang pernah terinfeksi virus corona.

 

 

Setidaknya 1 kali seumur hidupnya.

 

Biasanya terjadi pada anak-anak.

 

Meskipun umumnya muncul pada musim gugur dan dingin.

 

Coronavirus juga bisa muncul di Indonesia yang beriklim tropis.

 

 

Ada 6 jenis virus corona yang menginfeksi manusia.

 

Ada 4 di antaranya:

1)             229E

2)             NL63

3)             0C43

4)             HKU1

 

Dan 2 jenis sisanya adalah coronavirus yang langka.

 

Yaitu MERS-CoV penyebab penyakit MERS.

 

Dan SARS-CoV penyebab SARS.

 

 

Pada awal Januari 2020.

 

Pemerintah Cina melaporkan kasus infeksi coronavirus jenis baru.

 

Yang menyebabkan gejala mirip pneumonia.

 

Virus itu berbeda dengan tipe coronavirus mana pun.

 

 

Virus itu dikenal sebagai novel coronavirus 2019.

 

 

Atau 2019-nCoV.

 

Setelah melewati berbagai penelitian.

 

 

Maka 2019-nCoV secara resmi berganti nama menjadi:

 

 SARS-CoV-2.

 

 

SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 diduga menular dari hewan kelelawar dan ular kepada manusia.

 

 

 

Pada akhir Januari 2020.

 

 

Virus ini dikonfirmasi menular dari manusia kepada manusia.

 

 

 

Penyakit yang disebabkan oleh coronavirus

 

SARS

Pada akhir Desember 2019.

 

 

World Health Organization (WHO) mengumumkan kasus pneumonia.

 

 

Yang penyebabnya tidak diketahui di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok.

 

 

Pada 7 Januari 2020.

 

Novel coronavirus diidentifikasi sebagai penyebab kasus itu.

 

 

Virus yang dikenal 2019-nCoV ini belum pernah ditemukan.

 

 

Cara mencegah penularan

Virus COVID-19.

 

 

1.      Mencuci tangan secara rutin.

 

2.      Memakai sabun dan air, atau cairan pembersih tangan berbahan alkohol.

3.      Menghindari kerumunan.

 

4.      Selalu menjaga jarak dengan orang lain.

 

5.      Menjaga jarak aman dengan orang yang batuk atau bersin.

 

6.      Memakai  masker.

 

7.      Jangan menyentuh mata, hidung, atau mulut.

 

8.       Saat batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung dengan lengan atau tisu.

 

9.      Jangan keluar rumah, jika merasa tidak enak badan.

 

10.               Jika demam, batuk, atau kesulitan bernapas, segera ke dokter.

 

MENGAPA MASJID DITUTUP TAPI PASAR TETAP BUKA

 

Salah satu cara mengurangi penularan virus adalah dengan menghindari kerumunan.

 

Masjid ditutup untuk mengurangi kerumunan manusia.

 

Tapi mengapa pasar tetap dibuka.

 

Jawabnya.

 

1.      Tak semua masjid ditutup.

 

2.      Masjid yang ditutup hanya wilayah tertentu yang sangat berbahaya.

 

3.      Semua kegiatan di masjid bisa dipindah ke rumah, misalnya:

 

 

1)     Salat berjamaah.

 

2)     Mengaji.

 

3)     Belajar dan mengajar  Al-Quran.

 

4)     Dan ibadah lainnya.

 

 

Tapi kebutuhan hidup sehari-hari.

 

Tak bisa dipindah ke rumah, misalnya:

 

1.      Bahan makanan dan minuman.

2.      LPG.

 

3.      Minyak goreng.

4.      Kebutuhan sembako.

 

5.      Dan  lainnya.

 

Sehingga dalam kondisi darurat.

 

Maka terpaksa masjid ditutup untuk sementara.

 

Akan dibuka lagi, jika kondisi sudah membaik.

 

 

Keputusan ini hasil musyawarah Majelis Ulama lndonesia.

 

Majelis Ulama lndonesia berisi para ahli dalam bidangnya masing-masing.

 

Hal ini bukan keputusan individu.

 

Tapi keputusan semua para ahli.

 

Yang tergabung dalam Majelis Ulama lndonesia.

 

Dengan memperhatikan semua hal secara menyeluruh.

 

Untuk kebaikan bersama.

 

 

(Sumber Ustaz Dasad Latif)

 

10320. SAHABAT MEMBUAT SENDIRI DOA TERTENTU

 



SAHABAT MEMBUAT SENDIRI DOA TERTENTU

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Nabi Muhammad membenarkan perbuatan para sahabat.

 

Padahal Nabi tidak pernah melakukannya.

 

Rasulullah tidak pernah mengucapkan.

 

Dan tidak pernah mengajarkan.

 

Tetapi dilakukan oleh sahabat.

 

Dan Nabi Muhammad membenarkannya.

 

 

 

6.   Sahabat membuat doa sendiri.

 

Sebuah doa yang dibuat oleh sahabat Nabi.

 

Anas bin Malik berkata,

 

”Rasulullah mendengar seorang pria mengucapkan doa tertentu.”

 

 

Rasulullah  bersabda,

 

“Engkau telah memohon kepada Allah dengan nama-Nya yang Agung.

 

Jika berdoa dengan doa itu.

 

Maka doanya akan dikabulkan oleh Allah.”

 

 

 

 

Nabi Muhammad tidak pernah mengajarkannya.

 

 

Orang itu melakukan perbuatan yang tidak dilakukan, tidak diucapkan, dan tidak diajarkan Nabi.

 

 

Maka termasuk bid’ah.

 

Tetapi bid’ah hasanah (yang baik).

 

 

Setelah disampaikan kepada Nabi Muhammad.

 

 

Dan diakui beliau.

 

 

Barulah ia menjadi sunah taqririah.

 

Yaitu tanggapan (respon) Nabi Muhammad).

 

Hal itu disebut sunah “taqririah”.

 

Setelah Nabi Muhammad membenarkannya.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

2.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

3.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.

4.              Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.              Tafsirq.com online

 

 

10319. USTAZ DASAT LATIF TENTANG COVID-19


USTAZ DASAT LATIF TENTANG COVID-19

 https://fb.watch/6DghTZU5zS/


10318. SAHABAT MEMBUAT SENDIRI BACAAN IFTITAH

 



SAHABAT MEMBUAT SENDIRI BACAAN IFTITAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Nabi Muhammad membenarkan perbuatan para sahabat.

 

Padahal Nabi tidak pernah melakukannya.

 

Rasulullah tidak pernah mengucapkan.

 

Dan tidak pernah mengajarkan.

 

Tetapi dilakukan oleh sahabat.

 

Dan Nabi Muhammad membenarkannya.

 

 

 

6.   Sahabat membuat sendiri bacaan iftitah.

 

Bacaan iftitah dibuat oleh sahabat.

 

Ibnu Umar berkata,

 

“Ketika kami salat bersama Rasulullah.

 

Seorang pria dari suatu kaum mengucapkan doa iftitah tertentu.

 

 

Rasulullah bersabda,

 

”Siapakah yang mengucapkan kalimat anu dan anu?”

 

Pria itu menjawab,

 

“Saya, wahai Rasulullah.”

 

 Rasulullah bersabda,

 

”Saya kagum dengan bacaan itu.

 

 

Karena pintu-pintu langit dibuka karena doa itu.”

 

 

 

Nabi Muhammad tidak pernah mengajarkannya.

 

 

Orang itu melakukan perbuatan yang tidak dilakukan, tidak diucapkan, dan tidak diajarkan Nabi.

 

 

Maka termasuk bid’ah.

 

Tetapi bid’ah hasanah (yang baik).

 

 

Setelah disampaikan kepada Nabi Muhammad.

 

 

Dan diakui beliau.

 

 

Barulah ia menjadi sunah taqririah.

 

Yaitu tanggapan (respon) Nabi Muhammad).

 

Hal itu disebut sunah “taqririah”.

 

Setelah Nabi Muhammad membenarkannya.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

2.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

3.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.

4.              Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.              Tafsirq.com online

 

 

10317. RASULULLAH BENARKAN SEMALAM PENUH BACA SURAH AL-IKHLAS

 



RASULULLAH BENARKAN  SEMALAM PENUH BACA SURAH AL-IKHLAS

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Nabi Muhammad membenarkan perbuatan para sahabat.

 

Padahal Nabi tidak pernah melakukannya.

 

Rasulullah tidak pernah mengucapkan.

 

Dan tidak pernah mengajarkan.

 

Tetapi dilakukan oleh sahabat.

 

Dan Nabi Muhammad membenarkannya.

 

 

 

5.   Sahabat membaca surah Al-Ikhlas semalam penuh.

 

 

 

Kemudian hal itu dilaporkan kepada Nabi.

 

Rasulullah  bersabda,

 

”Sesungguhnya surah Al-Ikhlas sama dengan sepertigaAl-Quran.”

 

(HR. Bukhari).

 

 

Nabi Muhammad tidak pernah mengajarkannya.

 

 

 

Orang itu melakukan perbuatan yang tidak dilakukan, tidak diucapkan, dan tidak diajarkan Nabi.

 

 

Maka termasuk bid’ah.

 

Tetapi bid’ah hasanah (yang baik).

 

 

Setelah disampaikan kepada Nabi Muhammad.

 

 

Dan diakui beliau.

 

 

Barulah ia menjadi sunah taqririah.

 

Yaitu tanggapan (respon) Nabi Muhammad).

 

Hal itu disebut sunah “taqririah”.

 

Setelah Nabi Muhammad membenarkannya.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

2.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

3.              Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.

4.              Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.              Tafsirq.com online