Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, July 12, 2021

10391. BEDANYA MITOS DAN LOGOS DALAM FILSAFAT

 




BEDANYA MITOS DAN LOGOS DALAM FILSAFAT

Oleh Drs. HM Yusron Hadi,MM

 

 

 

Perbedaan FILSAFAT dan FILOSOF

 

Filosof adalah orang yang berpikir, merefleksikan, berkreasi, dan memproduksi ide.

 

 

Ahli filsafat adalah orang yang belajar dan pinter teori, tokoh, dan paradigma filsafat.

 

Bisa dikatakan bahwa tiap orang itu filosof.

 

Tapi tidak semua orang menjadi ahli filsafat.

 

Filsafat sebagai metodologi

Yaitu filsafat dipakai alat untuk berpikir.

 

Misalnya: empiris, idealis, dan lainnya.

Filsafat sebagai produk pikiran.

Yaitu hasil pikiran orang tertentu.

 

Misalnya: pikiran Nietche, lqbal, dan lainnya.

 

Filsafat adalah alat yang bisa membuat orang sangat anti agama.

 

Tapi, filsafat juga bisa membuat orang menjadi sangat relijius.

 

Biasanya orang anti filsafat.

 

Karena melihat hasil produknya filsafat.

 

Bukan melihat filsafat sebagai alat berpikir yang benar.

 

Penyebab lahirnya filsafat

 

1.      Orang tak percaya dengan jawaban mistis untuk masalah hidupnya.

 

2.      Orang pindah dari mitos (dongeng) ke logos (rasio, nalar).

 

3.      Orang mulai berpikir dan mencari tahu.

 

Anak kecil biasanya sifat ingin tahunya tinggi.

 

Sehingga dia banyak bertanya.

 

Tapi lingkungannya secara sadar atau tidak.

 

Membunuh sifat ingin tahunya anak kecil.

 

 

Pintu gerbang filsafat

 

1.      Buka pikiran (rasional)

2.      Rasa ingin tahu (curios).

3.      Hikmah, kebijaksanaan (wisdom).

 

Pengertian logos

Yaitu menyelesaikan masalah dengan nalar pikiran sehat.

 

Pengertian mitos

Yaitu menyelesaikan masalah dengan jawaban legenda dan dongeng.

 

 

Islam zaman dahulu berhasil meraih kejayaannya.

 

Karena bergeser dari mitos menjadi logos.

 

Contoh mitos

 

1.      Orang Jawa

 

1)     Saat udara terasa hawanya panas.

 

Maka jawabannya berupa mitos

 

Yaitu karena tak pernah memberi sesajen.

 

Sehingga yang “Mbau Rekso” marah.

 

Dan sejenisnya.

 

2)     Merasa hidupnya sial terus.

 

Maka mencari jawaban mitos.

 

Mungkin wetonnya tak cocok.

 

Atau sebab mitos lainnya.

 

 

2.      Orang Yunani kuno

 

Saat ada masalah maka jawabannya berupa mitos.

 

Yaitu mereka butuh bantuan para dewa.

 

Dewa Laut, Dewa Petir.

 

Dan Dewa lainnya.

 

Mitos tak selalu jelek.

 

Tapi mitos tak berlaku universal.

Mitos tak terbuka dan sistemnya tertutup.

 

Artinya, mitos tak bisa diterapkan di tempat lain.

 

Mitos lainnya tentang Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan.

 

Orang Jawa takut ke pantai selatan.

 

Tapi orang Barat tak takut ke pantai selatan.

 

Karena orang Barat tak punya mitos Nyi Roro Kidul.

 

Orang Jawa tak berani berbusana hijau saat ke pantai laut selatan.

 

Itu adalah mitos.

 

Jika pakai logos.

 

Maka diteliti berapa orang meninggal di pantai selatan berbusana hijau.

 

Dan berapa jumlahnya orang meninggal yang pakai busana warna lain.

 

Selama orang masih suka mitos.

 

Maka sulit mendapat kemajuan dalam bidang sains dan teknologi.

 

 

Arti kebijaksanaan

Bijaksana itu tak selalu sama dengan kebenaran.

 

Filsafat itu tak hanya cinta kebenaran.

 

Tapi juga cinta kebijaksanaan.

 

Bijaksana itu proporsional dan pas.

 

Orang memanggil temannya, “Hai, Keriting.”

 

Karena temannya memang rambutnya kering.

 

Itu benar, tapi tidak bijaksana.

 

 

Atau  memanggil temannya, “Hai, Hitam.”

 

Karena temannya memang berkulit hitam.

 

Itu benar, tapi tidak bijaksana.

 

Atau,”Hai, Gendut.”,

 

Itu benar, tapi tak bijaksana.

 

 

(Sumber Ngaji Filsafat Dr Fahrudin Faiz)

10390. BEDANYA FILSAFAT DAN FILOSOF

 







BEDANYA FILSAFAT DAN FILOSOF

Oleh Drs. HM Yusron Hadi,MM

 

 

 

Perbedaan FILSAFAT dan FILOSOF

 

Filosof adalah orang yang berpikir, merefleksikan, berkreasi, dan memproduksi ide.

 

 

Ahli filsafat adalah orang yang belajar dan pinter teori, tokoh, dan paradigma filsafat.

 

Bisa dikatakan bahwa tiap orang itu filosof.

 

Tapi tidak semua orang menjadi ahli filsafat.

 

Filsafat sebagai metodologi

Yaitu filsafat dipakai alat untuk berpikir.

 

Misalnya: empiris, idealis, dan lainnya.

Filsafat sebagai produk pikiran.

Yaitu hasil pikiran orang tertentu.

 

Misalnya: pikiran Nietche, lqbal, dan lainnya.

 

Filsafat adalah alat yang bisa membuat orang sangat anti agama.

 

Tapi, filsafat juga bisa membuat orang menjadi sangat relijius.

 

Biasanya orang anti filsafat.

 

Karena melihat hasil produknya filsafat.

 

Bukan melihat filsafat sebagai alat berpikir yang benar.

 

Penyebab lahirnya filsafat

 

1.      Orang tak percaya dengan jawaban mistis untuk masalah hidupnya.

 

2.      Orang pindah dari mitos (dongeng) ke logos (rasio, nalar).

 

3.      Orang mulai berpikir dan mencari tahu.

 

Anak kecil biasanya sifat ingin tahunya tinggi.

 

Sehingga dia banyak bertanya.

 

Tapi lingkungannya secara sadar atau tidak.

 

Membunuh sifat ingin tahunya anak kecil.

 

 

Pintu gerbang filsafat

 

1.      Buka pikiran (rasional)

2.      Rasa ingin tahu (curios).

3.      Hikmah, kebijaksanaan (wisdom).

 

Pengertian logos

Yaitu menyelesaikan masalah dengan nalar pikiran sehat.

 

Pengertian mitos

Yaitu menyelesaikan masalah dengan jawaban legenda dan dongeng.

 

 

Islam zaman dahulu berhasil meraih kejayaannya.

 

Karena bergeser dari mitos menjadi logos.

 

Contoh mitos

 

1.      Orang Jawa

 

1)     Saat udara terasa hawanya panas.

 

Maka jawabannya berupa mitos

 

Yaitu karena tak pernah memberi sesajen.

 

Sehingga yang “Mbau Rekso” marah.

 

Dan sejenisnya.

 

2)     Merasa hidupnya sial terus.

 

Maka mencari jawaban mitos.

 

Mungkin wetonnya tak cocok.

 

Atau sebab mitos lainnya.

 

 

2.      Orang Yunani kuno

 

Saat ada masalah maka jawabannya berupa mitos.

 

Yaitu mereka butuh bantuan para dewa.

 

Dewa Laut, Dewa Petir.

 

Dan Dewa lainnya.

 

Mitos tak selalu jelek.

 

Tapi mitos tak berlaku universal.

Mitos tak terbuka dan sistemnya tertutup.

 

Artinya, mitos tak bisa diterapkan di tempat lain.

 

Mitos lainnya tentang Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan.

 

Orang Jawa takut ke pantai selatan.

 

Tapi orang Barat tak takut ke pantai selatan.

 

Karena orang Barat tak punya mitos Nyi Roro Kidul.

 

Orang Jawa tak berani berbusana hijau saat ke pantai laut selatan.

 

Itu adalah mitos.

 

Jika pakai logos.

 

Maka diteliti berapa orang meninggal di pantai selatan berbusana hijau.

 

Dan berapa jumlahnya orang meninggal yang pakai busana warna lain.

 

Selama orang masih suka mitos.

 

Maka sulit mendapat kemajuan dalam bidang sains dan teknologi.

 

 

Arti kebijaksanaan

Bijaksana itu tak selalu sama dengan kebenaran.

 

Filsafat itu tak hanya cinta kebenaran.

 

Tapi juga cinta kebijaksanaan.

 

Bijaksana itu proporsional dan pas.

 

Orang memanggil temannya, “Hai, Keriting.”

 

Karena temannya memang rambutnya kering.

 

Itu benar, tapi tidak bijaksana.

 

 

Atau  memanggil temannya, “Hai, Hitam.”

 

Karena temannya memang berkulit hitam.

 

Itu benar, tapi tidak bijaksana.

 

Atau,”Hai, Gendut.”,

 

Itu benar, tapi tak bijaksana.

 

 

(Sumber Ngaji Filsafat Dr Fahrudin Faiz)

10389. CARANYA BISA TOBAT NASUHAH

 



CARANYA BISA TOBAT NASUHAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

  

Pengertian tobat nasuhah.

 

 Tobat nasuhah adalah tobat yang sebenarnya dan sungguh-sungguh.

 

Dengan janji untuk tidak mengulangi kesalahan lagi.

 

 

Cara tobat nasuhah.

 

1.      Tobat dengan kesalahan yang pernah dilakukan.

 

2.      Berjanji dengan sungguh-sungguh tidak akan berbuat salah lagi.

 

3.      Menutup kesalahannya dengan banyak berbuat baik.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 186.

 

   وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

 

     Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

 

 

Kata “ibadi” (hamba-hamba-Ku) ditulis pakai huruf  “ya” 17 kali, dan tidak pakai “ya” 4 kali.

 

Semua dipakai menunjukkan hamba Allah yang patuh  terjerumus dosa.

 

Tetapi dia ingin  kembali kepada Allah.

 

Al-Quran surah Al-Fajr (surah ke-89) ayat 29-30.

 

 

      فَادْخُلِي فِي عِبَادِي وَادْخُلِي جَنَّتِي

 

    Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.  

 

Al-Quran surah Az-Zumar (surah ke-39) ayat 53.

 

      ۞ قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

 

    Katakan:“Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 37.

 

   فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

 

 

     Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

 

Kalimat “menerima kalimat dari Tuhan” mengisyaratkan  Allah membuka pintu tobat-Nya.

 

Dan memberi taufik kepada orang berdosa agar kembali mohon ampunan kepada  Allah.

 

Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 39.  

 

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 

Maka barang siapa bertobat (di antara pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2.  Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online.