Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, August 8, 2021

10782. MUKJIZAT NABI ISA (YESUS) DALAM AL-QURAN

 







MUKIJZAT NABI ISA (YESUS) DALAM AL-QURAN

 Oleh: Drs. H.M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 Sebagai utusan Allah.

  

Nabi Isa diberi mukjizat untuk meyakinkan masyarakat umum.

 

 

Mukjizat Nabi lsa.

 

1.       Nabi Isa masih bayi bisa bicara untuk membela ibunya, Bunda Maryam dari tuduhan berzina.

  

2.       Patung burung ditiup menjadi burung yang hidup.

 

 3.       Menyembuhkan orang yaag matanya buta sejak lahir.

 

 4.       Menyembuhkan orang sakit sopak.

 

5.       Menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin Allah.

 

 

6.       Menyebutkan dengan tepat apa yang dimakan dan disimpan orang di rumahnya.

 

 7.       Menurunkan makanan langsung dari langit.

 


Al Qur'an surah Maryam (surah ke-19) ayat 30

 

 قَالَ إِنِّى عَبْدُ ٱللَّهِ ءَاتَىٰنِىَ ٱلْكِتَٰبَ وَجَعَلَنِى نَبِيًّا


Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.



Al-Quran surah Ali Imran (surah ke-3) ayat 49

 

 وَرَسُولًا إِلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَنِّى قَدْ جِئْتُكُم بِـَٔايَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ أَنِّىٓ أَخْلُقُ لَكُم مِّنَ ٱلطِّينِ كَهَيْـَٔةِ ٱلطَّيْرِ فَأَنفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًۢا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۖ وَأُبْرِئُ ٱلْأَكْمَهَ وَٱلْأَبْرَصَ وَأُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۖ وَأُنَبِّئُكُم بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِى بُيُوتِكُمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

 Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israel (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untukmu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya yang demikian suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.




Al-Quran surah Al-Ma'idah (surah ke-5) ayat  110

 

إِذْ قَالَ ٱللَّهُ يَٰعِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ٱذْكُرْ نِعْمَتِى عَلَيْكَ وَعَلَىٰ وَٰلِدَتِكَ إِذْ أَيَّدتُّكَ بِرُوحِ ٱلْقُدُسِ تُكَلِّمُ ٱلنَّاسَ فِى ٱلْمَهْدِ وَكَهْلًا ۖ وَإِذْ عَلَّمْتُكَ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَٱلتَّوْرَىٰةَ وَٱلْإِنجِيلَ ۖ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ ٱلطِّينِ كَهَيْـَٔةِ ٱلطَّيْرِ بِإِذْنِى فَتَنفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًۢا بِإِذْنِى ۖ وَتُبْرِئُ ٱلْأَكْمَهَ وَٱلْأَبْرَصَ بِإِذْنِى ۖ وَإِذْ تُخْرِجُ ٱلْمَوْتَىٰ بِإِذْنِى ۖ وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ عَنكَ إِذْ جِئْتَهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ فَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْهُمْ إِنْ هَٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ


(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan izin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang berpenyakit sopak dengan izin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israel (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: "Ini tidak lain hanya sihir yang nyata".



Al-Quran surat Al-Ma'idah (surah ke-5) ayat 112.

 

 إِذْ قَالَ ٱلْحَوَارِيُّونَ يَٰعِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيعُ رَبُّكَ أَن يُنَزِّلَ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ۖ قَالَ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

(Ingatlah), ketika pengikut Isa berkata: "Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?". Isa menjawab: "Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman".

 Nabi lsa bisa bicara saat masih bayi untuk melidungi ibunya, Bunda Maryam dari tuduhan berzina.

 

 

 Nabi lsa lahir tanpa ayah.

 

 Maka, orang-orang menuduh Bunda Maryam telah berzina.

 

 Bayi Nabi lsa bicara untuk melindungi ibunya dari tuduhan berzina.

 

Nabi Isa mohon kepada Allah sesuai keinginan pengikutnya.

 

Makanan yang terhidang di atas meja disebut Al-Ma'idah.

  

Profesor Amerika telah membaca AlQuran.

  

Awalnya dia mengira Al-Quran pasti berisi keluarga Nabi Muhammad.

  

Teryata dalam Al-Quran

 1.       Tidak ada surah bernama Khadijah,  istri Rasulullah.

 2.       Tidak ada surah bernama Aisyah, istri Rasulullah.

 3.       Tidak ada surah bernama Fatimah, putri Rasulullah.

 4.       Ada surah Maryam (surah ke-19), nama Bunda Nabi Isa.

 

Islam sangat menghormati Nabi Isa sebagai utusan Allan dan ibunya, Bunda Maryam sebagai wanita suci.

 

 Kelak di akhirat, Nabi Isa ditanya apakah dia mengaku tuhan?

 

   Al-Quran surah Al-Maidah (ssurah ke-5) ayat 116.

 

وَإِذْ قَالَ ٱللَّهُ يَٰعِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ءَأَنتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ ٱتَّخِذُونِى وَأُمِّىَ إِلَٰهَيْنِ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَٰنَكَ مَا يَكُونُ لِىٓ أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِى بِحَقٍّ ۚ إِن كُنتُ قُلْتُهُۥ فَقَدْ عَلِمْتَهُۥ ۚ تَعْلَمُ مَا فِى نَفْسِى وَلَآ أَعْلَمُ مَا فِى نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنتَ عَلَّٰمُ ٱلْغُيُوبِ


Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, apakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikan aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?". Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan tentu Engkau tahu apa yang ada pada diriku dan aku tidak tahu apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui hal yang gaib".

 

Al-Quran surah Al-Maidah (ssurah ke-5) ayat 17.

 

لَّقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ مَرْيَمَ ۚ قُلْ فَمَن يَمْلِكُ مِنَ ٱللَّهِ شَيْـًٔا إِنْ أَرَادَ أَن يُهْلِكَ ٱلْمَسِيحَ ٱبْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُۥ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا ۗ وَلِلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Sesungguhnya telah kafir orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam". Katakan: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putera Maryam beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?". Kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 

(Sumber Zakir Naik)

 

10781. ADA 2 SALAH YAITU PADA DIRI SENDIRI ATAU ORANG LAIN

 



ADA 2 SALAH YAITU PADA DIRI SENDIRI ATAU ORANG LAIN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

  

Siapa sih yang tidak pernah bikin kesalahan?

 

Semua orang pernah.

 Tapi pahami jenis-jenis kesalahan.

 Hidup kita itu memang akan selalu dipenuhi kesalahan.

  

Ada yang salah memutuskan memilih pekerjaan, sekolah, atau salah memilih jodoh.

  

Bahkan hal paling simpel, ada yang salah beli buku, sepatu, atau baju.

  

Bahkan ada yang salah masuk toilet, dia kira itu buat cowok, eh dia masuk toilet cewek.

 

Tapi, ada 2 jenis kesalahan ini.

 

 1.              Kesalahan yang hanya merugikan diri sendiri.

 2.              Kesalahan yang merugikan orang lain.

  

Sungguh beruntung, orang yang tidak pernah berbuat kesalahan jenis kedua.

  

Dia mungkin merasa hidupnya gagal total, penuh kesalahan.

  

Sekolah salah, pekerjaan salah, bahkan Emaknya saja lihat dia langsung kesel, marah.

  

Merasa salah dulu melahirkan anaknya seperti ini.

 

 Tapi sepanjang tidak merugikan orang lain, dia telah sukses menjalani hidupnya.

  

Setidaknya dia tidak berbuat salah dan merugikan orang lain.

 Karena, sungguh celaka seseorang yang walaupun dia sukses besar.

  

Hidupnya megah, kaya raya, terkenal.

  

Emaknya bangga minta ampun punya anak kayak dia.

  

Tapi dia sebenarnya diam-diam sedang berbuat kesalahan merugikan orang lain.

 

  

Dia mencuri.

 Korup.

 Menipu.

 Menjual produk2 merugikan orang lain.

 Maling, dsbgnya.

 

 Kulit luarnya memang keren, tapi hidupnya penuh kesalahan.

 

 

Wahai, hidup ini sebenarnya tidak rumit amat.

  

Kalian cemas gagal melakukan sesuatu, kita khawatir tidak berhasil, rugi, bangkrut, tidak masalah.

  

Itu kesalahan jenis pertama.

  

Masuk sekolah tidak top.

 Lulus juga nilai pas2an, pun tidak masalah.

  

Mungkin kita memang segitu saja.

  

Daripada, nilai bagus, tapi hasil nyontek.

  

Bisa masuk sekolah top tapi hasil nipu, nyuap.

  

Itu kesalahan jenis kedua.

  

Merugikan orang lain.

 Jahat.

 Semua orang pernah melakukan kesalahan.

  

Itu manusiawi,

  

TAPI sungguh tidak semua orang melakukan kejahatan (kesalahan jenis kedua).

  

Jangan ditukar, jangan dibalik-balik.

  

Dan jangan dijadikan tameng kalimat bijak tersebut.

 Semoga kita mau berusaha, menjaga diri kita, keluarga kita dari kesalahan jenis kedua.

 

 

Tidak apa hidup kita nampak gagal, terlihat biasa saja, penuh kesalahan jenis pertama, sepanjang kita selalu gigih, berusaha menghindari kesalahan jenis kedua.

 

 

Tidak ada yang lebih hina di dunia ini; saat seseorang bangga dengan hidupnya, tapi itu semua dari hasil mencuri, maling.

 

 Kesalahan2 jenis kedua.

  

Hilang sudah kehormatan hidupnya.

 (Sumber Tere Liye)

 

Saturday, August 7, 2021

10780. NAFSU MUTMAINAH MENGAJAK KEPADA KEBAIKAN

 



NAFSU MUTMAINAH MENGAJAK KEPADA KEBAIKAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

Sunan Kali Jaga membagi  4 macam nafsu manusia , yaitu:

 

1.      Nafsu Lawamah.

2.      Nafsu Sufiah.

3.      Nafsu Amarah.

4.      Nafsu Mutmainah.

 

 

Nafsu Lawamah, Sufiah, dan Amarah adalah penghalang.

 

Nafsu Mutmainah adalah tujuan.

 

 

1.   Nafsu lawamah.

Yaitu Begawan Maenaka.

Nafsu Lawamah warnanya hitam.

 

Melambangkan batin dan pikiran yang gelap.

 

Tiap manusia dituntun oleh pikiran, hati, dan batinnya.

 

Jika batin, hati, dan pikirannya gelap.

Maka orangnya tertuntun dalam kegelapan.

 

Sehingga orangnya tak bisa dinasihati.

 

Nafsu Lawamah selalu mengajak berbuat jelek, negatif, dan merusak.

 

 

2.   Nafsu sufiah.

Yaitu Begawan Gajah Situbondo atau Bayu Kanitra.

 

Nafsu Sufiah warnanya kuning.

 

Melambangkan batin dan pikiran malas, lemah, dan pelupa.

 

Nafsu sufiah mengajak bersikap malas.

 

Dengan alasan capek dan lainnya.

 

 

3.   Nafsu amarah.

Yaitu Begawan Raksasa Joyorekso atau Bayu Anras.

 

Nafsu Amarah warnanya merah.

 

Raut wajah dan matanya memerah.

 

Melambangkan batin, hati, dan pikiran yang pemarah dan suka merusak.

 

Senang  membakar hati dan pikiran agar marah.

 

Orang marah ucapannya tak terkontrol.

 

Saat marah jangan berbuat apa pun.

 

Rasulullah bersabda,

“Jika kamu marah saat berdiri, maka duduklah.

 

Jika marah saat duduk, maka berbaringlah.

 

Jika saat berbaring masih marah, maka wudu dan kerjakan salat.”



4.   Nafsu mutmainah.

Yaitu Begawan Resi Hanoman atau kera berbulu putih.

 

Nafsu Mutmainah warnanya putih.

 

Melambangkan batin dan pikiran yang suci, pembimbing, dan penuntun.

 

 

Al-Quran surah Al-Asr (surah ke-103 ayat 1-3.

 


وَالْعَصْرِ

 

Demi masa.

 

إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ

 

Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian.

 

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

 

Kecuali orang- yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati agar menaati kebenaran dan saling menasihati agar menetapi kesabaran.

 

 

 

 

 

(Sumber Ngaji Filsafat Dr Fahrudin Faiz)