Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, November 7, 2021

11563. PENGANTIN SAKINAH SYARATNYA TAK SALING MENGHINA

 



PENGANTIN  SAKINAH SYARATNYA TAK SALING MENGHINA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Secara umum, Al-Quran memakai  kata “zawwaja”dan  “zauwj”.

 

Untuk menggambarkan  terjalinnya  hubungan  suami  istri secara sah.

 

 

 

 

Berpasangan adalah  ketetapan Allah atas segala makhluk.

 

Karena berulang-ulang  hakikat  ini ditegaskan dalam Al-Quran.

 

 Al-Quran surah Adz-Dzariyat (surah ke-51) ayat 49.

 

 وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

 

  

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasangan agar kamu mengingat kebesaran Allah.

 

 Al-Quran surah Yasin (surah ke-36) ayat 36.

 

سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

 

     Maha Suci Allah yang telah menciptakan semuanya berpasangan, baik dari apa yang tumbuh di bumi dan jenis mereka (manusia) maupun dari (makhluk) yang tidak mereka ketahui.

 

 

 

 Fitrah manusia mendambakan pasangan sebelum dewasa.

 

 Dan dorongan yang sulit dibendung setelah dewasa.

 

Agama Islam mensyariatkan adanya pertemuan pria dan wanita dalam pernikahan.

 

 Untuk mendapat ketenteraman  atau  sakinah  dalam  istilah Al-Quran.

  

 

Al-Quran surah Ar-Rum (surah ke-30) ayat 21.

 

 وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

 

     Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian  benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

 

Kata “sakinah” terambil dari akar kata “sakana”.

 

Yang  artinya “diam atau tenangnya sesuatu setelah bergejolak”.

 

Pisau disebut “sikkin”.

 

 Karena pisau adalah alat yang membuat hewan yang disembelih tenang, tidak bergerak, setelah meronta.

Sakinah dalam pernikahan adalah ketenangan yang dinamis dan aktif.

 

Kata “sakinah” (dalam KBBI V) diartikan “kedamaian, ketenteraman, ketenangan, dan kebahagiaan”.

 

Mawadah bermakna kasih sayang.

 

 Kata “rahma” tidak ditemukan dalam KBBI V.

  

 Rahman artinya belas kasih, dan pengasih.

 

Rahmat bermakna belah kasih, kerahiman, karunia, dan berkah.

 

 Untuk meraih rumah tangga samara (sakinah, mawadah, dan rahmat) syaratnya adalah:

 

Sakinah.

 

 Bisa dicapai jika suami istri tidak saling menghina kelemahan dan kekurangan pasangannya.

 

 Karena tidak ada suami dan istri yang sempurna.

 

Mawadah

 

Bisa dicapai jika suami istri memusatkan perhatian kepada kelebihan pasangannya.

 

 Karena setiap suami dan istri masing-masing pasti punya kebaikan.

 

 Rahma (rahmat).

Bisa diperoleh jika suami istri mampu memaafkan kekurangan pasangannya.

 

Dan menganggapnya sebagai ladang amal yang akan mendapat pahala dari Allah.

 

Semoga kita semua dapat membentuk keluarga yang sakinah, mawadah, dan rahma (rahman).

 

 

Daftar Pustaka

1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994. 

2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.    Tafsirq.com online.

 

11562. TAMBAH UMUR RAMBUT MEMUTIH BELAJAR SIAP KAIN PUTIH

 






TAMBAH UMUR RAMBUT MEMUTIH BELAJAR SIAP KAIN PUTIH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

Kata “umur” diambil dari akar kata yang sama dengan “makmur”.

 

Kata “umur” dan “makmur”.

 

Keduanya harus menggambarkan makmur, bahagia.

Serta sejahtera jasmani dan rohani.

 

 

 Aktivitas manusia sangat terkait dengan umurnya.

 

Termasuk panjang dan pendek usianya.

 

 

Makin tambah umur.

Makin lemah tangan manusia untuk menggenggam.

 

Karena Allah mendidik manusia.

Untuk belajar melepaskan cintanya terhadap dunia.

 

 

Al-Quran surah Hud (surah ke-11) ayat 15-16.

 

 

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ

       أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

 

      Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.

       Itu orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sia apa yang telah mereka kerjakan?

 

 

Makin tambah umur.

Makin kabur pandangan mata manusia.

 

Karena Allah mencerahkan mata hati manusia untuk melihat akhirat.

 

 

Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 72.

 

وَمَنْ كَانَ فِي هَٰذِهِ أَعْمَىٰ فَهُوَ فِي الْآخِرَةِ أَعْمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلًا

 

 

Dan barang siapa buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).

 

 

Makin tambah umur.

Makin sensitif perasaan manusia.

 

Karena Allah mengajar manusia.

 

 bahwa tautan hati kepada makhluk akan menghampakan.

 

Tapi tautan kepada Allah tidak mengecewakan.  

 

 

Al-Quran surah Lukman (surah ke-31) ayat 22.

 

۞ وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ ۗ وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ

 

 

      Dan barang siapa menyerahkan dirinya kepada Allah, sedangkan dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah kesudahan segala urusan.

 

 

Makin tambah umur.

Makin berguguran gigi manusia.

 

Karena Allah mengingatkan manusia.

Bahwa suatu hari dia akan gugur selamanya ke dalam tanah.

 

 

Al-Quran surah Ali Imran (surah ke-3) ayat 145.

 

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ

      

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

 

 

Makin tambah umur.

Makin lemah kekuatan tulang dan sendi manusia.

 

Karena Allah mengingatkan manusia.

 

Suatu hari nyawanya akan gugur diambil pemilik-Nya. 

 

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 78.

 

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ ۗ وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا

 

      Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu dalam benteng tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun?

 

 

Makin tambah umur.

Makin memutih rambut manusia.

 

Karena Allah mengingatkan manusia.

 

Suatu hari jenazahnya akan dibungkus kain kafan putih. 

 

 

Al-Quran surah Ali Imran (surah ke-3) ayat 185.

 

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

     

 

 Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat saja disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

 

 

Makin tambah umur.

Hati manusia makin sepi dan ingin menyendiri.

 

Karena Allah sedang mendidik manusia.

Untuk melepaskan cinta manusia dan dunia. 

 

 

 Al-Quran surah Al-An’Am (surah ke-6) ayat 32.

 

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

 

      Dan tidaklah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?

 

 

 

DaftarPustaka

1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.    Tafsirq.com online