Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, December 13, 2021

11928. RASA CINTA MARAH DAN TAKUT MANUSIA

 



RASA  CINTA MARAH DAN TAKUT MANUSIA

Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.

 

 

Banyak orang menghabiskan waktunya sia-sia.

Karena tidak mengenal dirinya.

 

Sehingga waktunya terbuang begitu saja.

 

Ada teori ‘scarcity’ (kelangkaan).

Yang menjadi dasar ‘fear’ (rasa takut) umat manusia.

 

 

Scarcity adalah terbatasnya sumber atau langka.

 

Yaitu driven (pengendali manusia sejak zaman batu.

 

Karena langkanya makanan.

Manusia nomaden bergerak pindah.

 

Mencari sumber pangan baru.

Yang berlimpah.

 

 

Karena scarcity, manusia menemukan api.

 

Untuk memasak.

Karena terbatasnya makanan segar.

 

 

Secara psikologis.

Seluruh umat manusia driven-nya.

Ada 3 dorongan hidupnya,  yaitu:

1)    Cinta.

2)    Amarah.

3)    Takut.

 

 

Tiap orang punya penggeraknya masing-masing dari.

 

Contohnya.

 

Bung Soekarno marah.

Sang Bapak Bangsa memerdekakan  Indonesia.

 

Cintanya Mahatma Gandhi.

Dia memerdekakan India dari Inggris.

 

Rasa takutnya Bill Gates.

 

Tercipta produk.

Yang dipakai seluruh dunia.

Yaitu platform Windows komputer.

 

 

Hasil statistik survei psikologi di dunia.

 

1)    10% manusia digerakkan cinta.

2)    30% oleh amarah.

3)    60% oleh rasa takut.

 

 

Jadi, dunia paling banyak memakai rasa takut.

 

Bahasa sederhananya.

Yaitu ditakut-takuti.

 

Maka  banyak iklan membangkitkan rasa takut.

 

Contohnya iklan pasta gigi.

 

Kita ditakuti kuman menggerogoti gigi.

 

Dan ibu,  sang pahlawan keluarga.

 

 Membeli pasta gigi.

Sebagai solusi mengatasi rasa takut akan kuman.

 

 

Contoh lain.

Kita ditakuti kuman saat main kotor-kotoran.

 

Lalu, ibu menyediakan sabun antiseptik melawan kuman.

 

Contoh lain lagi.

Kita ditakuti malu ketek bau.

 

Takut tidak mendapat perhatian lawan jenis.

Lalu memakai deodoran.

 

Semua berbasis ‘ditakut-takuti’.

 

 Dn produsen muncul.

Sebagai ‘pahlawan’.

 

Yang hadir dengan solusi.

Rasa takut yang mereka timbulkan.

 

 

Dunia iklan, promosi, memengaruhi orang untuk percaya.

 

Paling efektif memakai rasa takut.

 

 

Landasan rasa takut adalah langka.

 

 

Insting manusia paling dasar adalah bertahan hidup.

 

 

Terbatasnya sumber.

 

Membuat manusia bergerak mencari solusi.

 

Dalam studi tengadakan tes responden.

 

Dengan survei lapangan.

Kami membuat kue cokelat, brownies.

 

Semua sama takarannya dan rasanya.

 

Lalu kami meletakkannya dalam sebuah jar atau toples.

 

 

Responden ke-1.

 

Stoples diisi penuh.

Lalu tiap orang mencicipi.

 

Disuruh memberi saran.

Berapa harga roti pantas.

 

 

 

Responden ke-2.

 

Stoples hanya diisi 3 buah brownies cookies.

 

Setelah dicicipi.

Mereka ditanya berapa harga yang pantas.

 

 

 

Percayakah Anda?

 

Stoples berisi penuh cookies.

 

Semua peserta menghargai lebih rendah.

Daripada stoples yang sedikit!

 

 

Dengan kata lain.

Seluruh responden.

Yang cookies-nya jumlahya sedikit.

 

Menganggap rasanya lebih enak dan harganya lebih mahal.

 

 

Padahal, kuenya sama!

 

 

Artinya ‘stok sedikit’.

Menimbulkan rasa takut akan langka.

 

 

Hal ini strategi iklan home selling di televisi.

 

 

 Pertama diperlihatkan orang buncit perutnya, jelek tubuhnya.

 

 

Tidak sehat.

Saat ini rasa takut dibangkitkan.

 

Lalu, diperlihatkan tubuh ideal, six pack, sexy.

Dengan alat yang katanya hanya perlu dipakai 15 menit sehari.

 

Dalam waktu singkat.

Jadi langsing.

 

 

Kemudian, di ujung pertunjukan iklan.

Mulailah scarcity dimainkan.

 

 “Stok terbatas, telepon sekarang juga!

 

Anda dapat bonus: pisau.”

 

Kalimat ini membuat Anda panic.

 

Karena takut habis.

 

Dan merasa beruntung.

 

Karena mendapat stok terbatas.

 

Dan dapat bonus pula.

 

Manusia digerakkan oleh cinta, amarah, dan rasa takut.

 

 

Manusia harus mengendalikannya.

 

Jangan sampai dikendalikan.

 

Manusia harus mengendalikan amarah, takut, dan cinta.

.

 

Jika manusia mampu mengendalikan cintanya.

 

Maka ia akan menyebarkan cintanya kepada orang lain.

 

 

Rata-rata orang kaya digerakkan oleh rasa takut.

 

Misalnya Bill Gates.

 

Orangnya perfeksionis dan detail.

 

Rasa takutnya sangat besar.

 

Bill Gates takut.

Saat Netflix meluncurkan Firefox di pameran komputer.

 

Bill Gates datang ke stan.

 

Dan memerhatikan Firefox sedetail mungkin.

 

Hingga 4 jam ia berdiri di sana.

 

 

Orang digerakkan oleh rasa takut.

Perfeksionis dan detail.

 

 

Sedemikian telitinya ia menelaah kompetitornya.

 

Sampai petugas stan jengah.

 

Dan memilih untuk tutup lebih cepat sebelum waktunya.

 

Rasa takut Bill Gates.

Memunculkan Windows Internet Explorer.

 

 

Contoh pebisnis digerakkan  amarah.

Yaitu Donald Trump.

 

Dia sangat kompetitif, sulit dikalahkan.

Dan sangat mengejar prestasi.

 

Bawaannya mau marah terus.

 

Saat ada yang menyainginya.

 

Contoh pebisnis digerakkan  cinta.

 

Yaitu Mark Zuckerberg.

 

 

 (Sumber: Mardigu WP)

 

 

11927. HASIL LIGA INGGRIS

Sunday, December 12, 2021

11923. SIKAP WARAK JAUHI HARAM DAN SYUBHAT

 








SIKAP WARAK JAUHI  HARAM DAN SYUBHAT

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

Yang halal jelas hukumnya.

Yang haram juga jelas hukumnya.

 

Tapi yang syubhat masih samar-samar.

Dan tidak jelas halal atau haramnya.

 

 

Orang yang wirai.

Pasti meninggalkan yang haram.

 

 

Juga meninggalkan yang syubhat.

 

Menjauhi yang masih samar-samar.

Yang masih pro kontra.

Dan tidak jelas hukum halal atau haramnya.

 

Salah satu rahmat Allah terhadap manusia.

Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang.

Menjelaskan halal dan haram dengan terang benderang.

Dan terperinci.

 

 

Al-Quran surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 119.

 

وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا لَيُضِلُّونَ بِأَهْوَائِهِمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُعْتَدِينَ

 

       Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepadamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.

 

Para ulama menjelaskan.

Bahwa masalah halal yang sudah jelas, maka boleh dikerjakan.

Dan masalah haram pun yang sudah jelas.

Maka tidak ada keringanan  mengerjakannya.

Selama dalam keadaan normal.

 

Tapi, masih ada sesuatu di antara halal dan haram.

Yang disebut syubhat.

 

Syubhat adalah suatu masalah yang tidak begitu jelas hukumnya.

Antara halal dan haramnya tak jelas bagi manusia.

 

Hal ini terjadi karena tasyabbuh (tidak jelasnya) dalil.

Dan tidak jelasnya jalan untuk menerapkan dalil yang ada.

Terhadap suatu peristiwa.

 

Dalam masalah syubhat.

Islam memberi  garis.

Yang disebut sikap wara.

 

Wara adalah mengambil sikap menghindari yang syubhat.

Karena ingin berhati-hati.

Dan takut tergelincir dalam perbuatan haram.

 

 

Umat Islam agar berusaha menjauhkan diri.

Dan menghindar dari syubhat.

 

Agar lebih aman.

Dan tidak akan terseret berbuat haram.

 

Menghindari yang syubhat.

Termasuk sikap menutup jalan.

 

Agar tidak terseret ke dalam perbuatan maksiat.

Yang dilarang Allah.

 

 

Rasulullah bersabda:

 

”Yang halal sudah jelas dan yang haram pun sudah jelas.

Di antara keduanya ada  beberapa yang syubhat (belum jelas).

Apakah masuk bagian yang halal atau yang haram?”

 

“Barangsiapa menjauhi yang syubhat.

Karena ingin membersihkan agama dan kehormatannya.

Maka dia akan selamat.”

 

 

“Barangsiapa mengerjakan syubhat.

Maka ia hampir jatuh ke dalam haram.

Seperti penggembala kambing di sekitar daerah larangan.

Dia hampir jatuh kepadanya.”

 

 

“Ingatlah! bahwa tiap raja punya daerah larangan”.

 

“Ingat pula, bahwa daerah larangan dari Allah .

 

Yaitu semua hal yang diharamkan-Nya.”

 

 

 

Daftar Pustaka.

1.    Qardhawi, Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi. Halal dan Haram dalam Islam. Alih bahasa: H. Mu'ammal Hamidy. Penerbit: PT. Bina Ilmu, 1993

2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

3.    Tafsirq.com online.

 

 

 

 

11920. DEBAT KUSIR JANGAN BERTENGKAR

 



DEBAT KUSIR JANGAN BERTENGKAR

Oleh:Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

Rombongan tiba di lautan pasir gunung Bromo.

 

Kami berkumpul di lokasi kumpulan kuda.

 Kami bersiap menunggang kuda menuju kawah gunung Bromo.

 

 

Pak Arie menaiki kuda, saya juga.

 

Tali kuda dikendalikan si pemilik.

Bisa disebut si kusir.

 

Waktu kami datang.

KUSIR yang bernama KASIR  sedang duduk di KASUR  yang KASAR.

  

Pak Arie duduk di atas punggung kuda.

Saya juga.

 

Tiba-tiba terdengar suara yang mengejutkan,

 

”Tret, tret, tuut…ciuuuut.”

 

Berasal dari belakang kuda yang saya naiki.

 

Terdengar suara “ciut”.

Yang berarti “sempit”.

 

Meskipun lautan pasir Gunung Bromo amat luas.

 

 

Pak kusir yang bernama Kasir berkata,

“Wah kasihan, kudanya masuk angin.”

“Bukan masuk angin, Pak.

 

Tapi, keluar angin,” teriak Pak Arie.

  Saya membela Pak Kasir,

 

“Benar Pak Arie, perut kudanya masuk angin.

 

Sehingga terdengar suara kentut.”

 

 “Salah! Yang benar keluar angin.

 

Bukan masuk angin,” jelas Pak Arie.

 Sejak saat itu dan sampai sekarang.

 

Saya menganggap kudanya “masuk angin”.

 

Tetapi, Pak Arie tetap bersikukuh menganggapnya: “keluar angin”.

 

 Debat kusir itu terbawa sampai pensiun.

 

Mulai 1 April 2017, Pak Arie memasuki usia purnatugas.

  

Pensiun dari guru PNS sekaligus dari “ambtenar”.

 

Mestinya, semua orang yang pensiun tidak perlu debat kusir.

 

Jangan tertipu urusan “tetek bengek”.

 

Pensiun bisa bermakna PENuh konsentraSI Urusan Nanti.

 

Termasuk saya.