Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, February 10, 2022

12532. KORSEL DAN INDONESIA MERDEKA HAMPIR SAMA TAPI BEDA

 






KORSEL DAN INDONESIA MERDEKA HAMPIR SAMA TAPI BEDA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

  

REFLEKSI HUT NKRI

 

Indonesia dan Korea Selatan merdeka pada hari berdekatan.

  

 Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945.

  

Korea Selatan merdeka pada 15 Agustus 1945.

  

Hanya berbeda 2 hari saja.

 

 Korea Selatan yang dahulu lebih miskin dibanding Indonesia.

  

Sekarang Korea Selatan menempati papan atas Negara Maju.

  

 Memang hanya berbeda 2 hari.

 

 Tapi bisa berbeda segalanya.

 

 Orang Korea Selatan tidak merayakan 15 Agustus-an seperti di Indonesia.

  

Orang Korea Selatan hanya mengibarkan benderanya, sudah.

 

 Di Korea Selatan tidak ada umbul-umbul, spanduk, lomba-lomba, apalagi peringatan yang meriah.

   

Apakah tanpa semua itu mereka tidak cinta negaranya?

  

Jawabannya, pasti tidak.

  

Orang Korea Selatan, pasti cinta kepada negaranya.

 

 Di Indonesia tiap kantor dipasang foto Presiden dan Wakil Presiden.

   

Di Korea Selatan hanya memasang bendera negaranya.

  

Bagi mereka,

 

 "Siapa pun Presidennya, Negaraku tetap Korea".

  

Setelah mendapat kemerdekaan dari Jepang.

Korea harus melewati fase perang saudara.

   

Hingga akhirnya pecah menjadi Korea Utara dan Korea Selatan.

  

Saat itu, orang Korea teramat miskin.

  

Makan makan nasi saja susah.

 

 Nasi adalah makanan pokok orang Korea.

  

Setiap bertemu.

 

 Mereka saling bertanya

 

 “밥을 먹었어요?”

  (“Sudah makan nasi?”).

  

Jika menjawab belum, maka akan diajak makan.

 

 

Orang Korea Selatan sangat pekerja keras.

   

Tidak diragukan lagi hasil nyata dari kerja keras Korea Selatan saat ini.

 

 Pesan dari Presiden Korea saat itu,

 

 “Let’s work harder and harder.

 

 Let’s work much harder not to make our sons and daughters sold to foreign countries.”

  

Mari kita bekerja lebih keras dan lebih keras.

  

Mari kita bekerja lebih keras agar tidak membuat anak-anak kita dijual ke luar negeri.

 

 Dan kemudian ditutup oleh quote ini,

 

 

“Now, we promise that we will hand over a good country to our sons and daughters.

 

We will give you the country worthy to be proud as well.”

 

 Sekarang, kita berjanji akan menyerahkan sebuah negara yang baik untuk putra dan putri kita.

 

 Kita akan memberi negara yg layak untuk dibanggakan.

  

Bisakah kita?

  

Mari kita membeli barang produksi Indonesia.

   

Mari kita membela Indonesia.

 

 Bukan karena mutu tinggi atau harga murah.

  

Tetapi karena milik bangsa sendiri.

  

Bangga dg produk Bangsa sendiri

  

Merdekaaaaa.....!!!

 

(Sumber detiknews)

 

 

12531. YAKIN JANJI ALLAH DAN KONSISTEN TANDA DICINTAI ALLAH

 





YAKIN JANJI ALLAH DAN KONSISTEN TANDA DICINTAI ALLAH  

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Istikamah (menurut KBBI V) adalah sikap teguh pendirian.

Dan selalu konsisten dalam hidupnya.

 

Al-Quran surah Fushilat (surah ke-41) ayat 30.

 


إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

 

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakan mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu".

 

 

Ada 2 tanda orang dicintai Allah, yaitu:

 

1.      Orang yang sangat yakin dengan janji Allah.

 

2.      Orang yang selalu istikamah.

Yaitu orang teguh pendirian.

Dan konsisten dalam hidupnya.

 

 

Al-Quran surah Al-Fath (surah ke-48) ayat 4.

 

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا


Dia Allah yang telah menurunkan ketenangan dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah, tentara langit dan bumi dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

 

 

Air yang menetes dengan lembut dan kecil.

Tapi istikamah.

Setetes demi setetes.

 

Maka batu yang keras pun menjadi cekung bahkan berlubang.

 

Hal ini menunjukkan  “sunatullah”.

Atau hukum Allah yang berlaku di alam semesta.

 

Sikap istikamah adalah kekuatan.

Dan akan mengundang kemuliaan. 

 

 Orang istikamah hanya menyembah kepada Allah.

Dan konsisten melaksanakan semua perintah Allah.

 

Serta menjauhi segala yang dilarang Allah.

 

Allah akan meninggikan derajatnya.

 

Memberi ketenangan, ketenteraman.

Dan kesejahteraan dalam hidupnya.

 

 

  Orang istikamah tetap tenang menghadapi situasi apa pun.

 

Tenang dan tenteram tidak bisa dibeli.

 

Dan tidak bisa dirampok.

 

Ketenangan dan ketenteraman adalah milik Allah.

 

Allah akan memberi sikap tenang.

Dan tenteram kepada hamba-Nya yang terpilih.

 

 

Orang istikamah tidak khawatir dan tidak takut.

Terhadap urusan dunia.

 

Dia hanya takut jika Allah tidak rida kepadanya.

 

Orang istikamah tidak gelisah dalam urusan dunia.

 

 Karena dunia dan segala isinya.

Hanya sekadar tempat singgah sebentar.

 

 

 Seorang hamba Allah yang sudah punya pendirian.

 

Dan sikap istakamah mantap dalam hidupnya.

 

Hatinya tidak mudah goyah.

Oleh godaan dan bisikan setan.

 

Langkahnya mantap menempuh jalan yang Allah ridai.

 

Ia tetap kokoh.

Meskipun berbagai ujian datang bertubi-tubi.

 

 Ujian malah menjadikan dirinya makin kuat.

Dalam istiqamah.

 

Semoga kita termasuk hamba Allah yang senantiasa berupaya untuk istiqamah.

Amin.

 

(Sumber Aa Gym)