Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, May 9, 2022

13181. PROF AHMAD ZAHRO WAHABI ARAB SAUDI AHLI SUNAH

 

 






 

PROF AHMAD ZAHRO WAHABI ARAB SAUDI AHLI SUNAH    

 Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Prof Ahmad Zahro berpendapat.

 Ada 2 macam aliran Wahabi dalam lslam, yaitu:

 

1.Abdul Wahab bin Sulaiman

 Termasuk khawarij dan sesat.

 

Karena umat lslam di luar kelompoknya dianggap kafir.

 

2.Muhammad bin Abdul Wahab.

 

Yaitu paham yang dianut  Pemerintah Arab Saudi sekarang.

 

Pada tahun 1920-an.

 

Pemerintah Arab Saudi baru terbentuk.

Bekerja sama dengan ulama Wahabi.

 

Bertindak amat keras.

 

Makam Rasulullah akan dibongkar.

Dan semua wirid dilarang.

 

Kemudian berdiri ormas NU.

Untuk merespon perbuatan Wahabi.

 

Dan organisasi di dunia lslam.

Keberatan dengan langkah Wahabi.

 

Dalam perundingan.

Akhirnya berhasil.

Makam Rasulullah tak jadi dibongkar.

 

 Waktu terus berlalu sampai ke anak cucu.

 Ternyata generasi berikutnya.

 

Umat lslam kurang kenal dengan Wahabi.

 

Sampai sekarang.

 Masih ada umat lslam yang menganggap Wahabi sesat.

 

 Dan Wahabi bukan ahli sunah.

 

Prof DR Ahmad Zaro bukan Wahabi.

Tapi merasa keberatan dan tak rela.

 

Saat saudara sesama muslim dicaci maki.

 

Padahal Wahabi di Arab Saudi sekarang.

Adalah Wahabi ahli sunah.

 

Memang sesama umat lslam ada beberapa perbedaan.

 

Misalnya, NU dan Muhammadiyah juga ada beberapa perbedaan.

 

Tapi sesama umat lslam dilarang saling mencela.

 

Dan tak boleh saling menghina.

 

Jangan sampai muncul ucapan:

 

“Wahabi iblis”.

“Wahabi sesat”.

“Wahabi ciptaan Yahudi”.

 

Mustahil Allah rela.

Salat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

 

Imamnya adalah iblis dan sesat.

 

Prof DR Ahmad Zahro belajar Al-Quran .

Gurunya adalah  Imam Masjid Nabawi.

 

Mereka pahamnya Wahabi.

Tapi mereka orang saleh dan baik.

 

Mazhab akidahnya adalah Wahabi.

Tapi mazhab fikihnya Hambali.

 

Umat lslam boleh benci Wahabi.

Tapi jangan terlalu.

 

Kelak di akhirat.

Jangan sampai malu di depan Allah.

 

Karena berkata yang tak benar.

Juga karena tak punya ilmunya.

 

Prof DR Ahmad Zahro akrab dengan Abdurrahman Syudais.

 

Imam salat Masjidil Haram Mekah, Arab Saudi.

 

Menurut Prof Dr Ahmad Zahro.

 

Para imam salat di Mekah dan Madinah.

Mereka pantas masuk surga lebih dulu.

Dibanding orang lain di zaman sekarang.

 

Menurut Prof DR Ahmad Zahro.

Mereka orang yang bersih lahir dan batin.

 

Dalam 4 mazhab.

Memang ada beberapa perbedaan.

 

Misalnya.

Wahabi tak wiridan.

Dan tak qunut Subuh.

 

Umat lslam benci Wahabi.

Mungkin dikompori oleh Syiah.

 

Karena paham Syiah musuh utama paham Wahabi.

 

Menurut Prof Dr Ahmad Zahro.

 

Seandainya yang berkuasa di Arab  Saudi bukan paham Wahabi.

 

Mungkin tiang di Masjidil Haram dipuja-puja.

 

Pada tahun 1986.

Saat Prof Dr Ahmad Zahro beribadah haji.

 

Melihat sendiri.

Ada orang mengelus-elus tiang Masjidil Haram.

Kemudian dilarang oleh petugas askar.

 

Banyak umat lslam di pelosok dunia.

 

Ilmu lslamnya masih bercampur dengan paham lokal.

 

Mungkin mirip paham kejawen.

Yang mengkultuskan.

 

Dan memuja-muja tiang Masjidil Haram.

 

 

(Sumber Prof Dr Ahmad Zahro)

 

 

13180. ANIES BASWEDAN PERLU DIJAGA AGAR SELAMAT

 

 






 

ANIES BASWEDAN PERLU DIJAGA AGAR SELAMAT

 

Anies:

Arus Perbaikan vs Arus Penghancuran

 

Oleh Asyari Usman

Banyak yang mulai gelisah.

Bahkan putus asa.

 

Anies Baswedan makin kuat.

Medan magnetnya makin luas.

Akumulasi dukungan tak terhitung lagi.

 

Hari-hari ini makin banyak partai politik (parpol) yang menunjukkan interest.

 

Mereka ikut menjadi relawan Anies.

Mendekat dan merasa nyaman bersama Pak Gubernur.

 

Mereka tahu Anies bukan figur yang disukai para konglomerat hitam.

 

Mereka pun paham.

Anies tak punya modal besar.

Tapi, begitulah rupanya panggilan nurani yang paling dalam.

 

Panggilan untuk Indonesia yang lebih baik.

 

Tanpa rekayasa, Anies kini menjadi ikon harapan.

Untuk merealisasikan perbaikan dan kemajuan Indonesia.

 

Perbaikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Yang dilandaskan pada keadilan untuk semua.

 

Keadilan sosial dan keadilan hukum.

Dari sini kemajuan bersama.

Untuk semua itu bisa berawal.

 

Keteladanan top-down sangat diperlukan. Ini tidak tergantikan.

 

Hari ini, teladan dari atas.

Itu yang absen.

Dan absen sudah terlalu lama.

 

Untuk situasi dan kondisi Indonesia saat ini.

Teladan top-down hanya bisa diperankan oleh figur pemimpin.

 

Yang punya 4 syarat primer, yaitu:

1)                Integritas.

2)                Kapabilitas,

3)                Kapasitas.

4)                Bebas dari tangan oligarki.

 

Empat syarat ini kelihatan ringan.

Tetapi, sesungguhnya figur itu tidak ada.

Jika Anies Baswedan tidak pada posisi ideal dan krusial.

Sebagai gubernur DKI.

 

Figur yang itu-itu juga memang banyak.

 

Yaitu, figur yang siap menyempurnakan kehancuran Indonesia.

 

Anies Baswedan.

Sekarang ini menjadi pusat perhatian.

 

Orang-orang yang serius.

Ingin Indonesia menjadi kuat.

Tanpa pembelahan.

 

Tidak ada orang yang sehat akalnya.

Tidak ingin Anies Baswdean menjadi presiden.

 

Alhamdulillah.

Tak terasa Anies baswedan membentuk mainstream (arus besar) perubahan.

Yang didambakan.

 

Ini berlangsung secara alami.

 

Bukan karena desain.

Apalagi desain kotor.

 

 

Anies Baswedan sebagai arus besar perubahan.

Harus diperkuat dan dipertahankan.

 

Semua kelompok sipil yang pro-perbaikan.

Tanpa diminta akan berkumpul.

Dan mengawal jalan.

 Anies Baswedan menuju kursi presiden.

 

Upaya ini tidak ringan.

Oligarki penjahat bisnis.

Dan oligarki penjahat politik.

Siap menghadang.

 

Mereka sedang mengatur strategi.

Untuk menggagalkan Anies.

 

Segala cara akan dilakukan.

Mereka punya sumber dana tak terbatas.

 

Bisa membeli dan membayar apa saja, siapa saja.

 

Bahkan, pantas khawatir.

Tentang keamanan dan keselamatan Pak Gubernur.

 

Sebab, mereka merasa berhak melakukan apa saja.

Jadi, hari ini kita punya kesempatan.

 

Untuk mengenali pertarungan di depan.

Yang sangat berat dan menentukan.

 

Yaitu, pertarungan.

Arus perbaikan melawan arus penghancuran.

 

Rakyat Indonesia.

Bukan Presiden George Bush Jr.

Lebih berhak mengatakan,

 

 “You are either with us, or against us”.

 

Kalian bersama kami.

Atau musuh kami.

 

Kalian mau menegakkan keadilan.

Atau terus merusaknya.

 

Oleh Asyari Usman

7 Mei 2022