Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, August 9, 2022

14348. DALAM DEMOKRASI BEDA PENDAPAT BUKAN RADIKAL

 

 


 

DALAM DEMOKRASI BEDA PENDAPAT BUKAN RADIKAL

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.

 

 

Dalam negera demokrasi.

 

Beda pendapat harus dihormati.

 

Bukan dianggap musuh.

Dan dinilai radikal.

 

 

 

Presiden Lajnah Tanfidziyah (LT) dari Syarikat Islam Indonesia.

 

KH Muflich Chalif Ibrahim mengatakan.

 

Bahwa menerapkan moderasi beragama sangat perlu.

 

Apalagi bagi generasi muda.

 

Hal itu sebagai upaya mengajarkan agama.

 

Bukan hanya membentuk saleh personal.

 

Tapi juga mampu menjadikan agamanya sebagai instrument.

 

Untuk menghargai umat agama lain.

 

Yaitu moderasi beragama dengan menerapkan wasathiyah.

 

Artinya kita dapat menerima perbedaan.

 

Tapi masalah utama.

 

Harus dibereskan dulu.

 

Yaitu  masalah miskin, bodoh, dan tak adil.

 

Moderasi beragama harus digalakkan.

 

Terutama untuk generasi milenial.

 

Tujuannya agar dapat menerima perbedaan.

 

Termasuk perbedaan pendapat.

 

Dalam internal Islam sendiri.

 

Jangan sampai orang berbeda pandangan politik.

Dianggap lawan.

 

Orang berbeda pendapat.

Jangan dianggap musuh.

 

Dan jangan dianggap radikal.

 

Pada masa peralihan Orde Baru.

 

Perbedaan pendapat betul-betul dihargai.

 

Orang yang beda pendapat.

Tidak dianggap lawan.

Yang harus dihancurkan.

Tapi dianggap teman diskusi.

 

Jangan sampai orang yang beda pendapat dalam politik.

Dianggap anti Pancasila.

 

Dinilai pengkhianat Pancasila.

Dan harus diusir.

 

 

 

Untuk menyampaikan dan  mewujudkan moderasi beragama.

 

Khususnya kepada generasi muda.

 

Para penyelenggara negara.

Harus memberi contoh teladan yang baik  kepada rakyat.

 

Rakyat butuh bukti teladan.

Dan contoh nyata para pejabat negara.

 

Baik eksekutif, legislative, dan yudikatifnya.

 

Dari tingkat pusat sampai ke daerah.

 

Jika para pejabat negaranya sudah memberi contoh teladan baik.

 

Tentu masyarakat mudah mengikutinya.

 

Muflich menilai.

Bahwa orang yang terpapar paham radikal terorisme.

 

Yaitu golongan sumbu pendek yang mudah dihasut.

 

Karena tidak paham agama Islam secara mendalam.

 

Dia mengingatkan.

Agar umat Islam belajar Islam secara mendalam.

 

Agar tidak mudah terhasut.

 

Yang berakibat mudah terpapar paham radikal teroris.

 

Jangan sampai kita dihasut oleh pihak.

 

Yang ingin membenturkan agama dengan Negara.

 

Antara lslam dan Pancasila.

 

Jadi moderasi beragama ini.

 

Adalah bentuk tanggung jawab kita kepada agama kita.

 

Yang Islam kepada Islam.

 

Yang Kristen kepada Kristen.

 

Dan lainnya.

 

Termasuk kepada generasi  muda,” tuturnya.

 

 

(Sumber sindonews)

 

14347. SEBAIKNYA JANGAN BEPERGIAN SENDIRIAN

 

 



 

SEBAIKNYA JANGAN  BEPERGIAN SENDIRIAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

Pedoman akan bepergian.

 

1.        Sebelum berangkat.

Salat sunah 2 rakaat.

 

2.        Memberi pesan pada keluarga.

Berapa lama perjalanan.

Dan saling mendoakan.

 

3.        Berdoa saat keluar rumah.

 

4.        Berdoa saat naik kendaraan.

 

5.        Menebarkan salam.

Selama dalam perjalanan.

 

6.        Pergi rombongan.

Jangan sendirian.

Ada ketua rombongan.

 

7.        Memperbanyak doa.

 

8.        Bertakbir (Allahu akbar) saat jalan naik.

Bertasbih (Subhanallah) saat jalan turun.

 

9.        Dianjurkan salat jamak.

 

10.   Segera kembali jika urusan selesai.

 

11.   Saat kembali dari bepergian.

Salat sunah 2 rakaat.

 

12.   Bersyukur dan sedekah.

Bisa kembali selamat.

 

 

Menebarkan salam.

 

Orang muda memberi salam pada orang tua.

 

Orang berjalan memberi salam pada orang duduk.

 

Naik kendaraan memberi salam pada orang berjalan.

 

Rombongan kecil memberi salam pada rombongan lebih  banyak.

 

Dalam membalas salam.

Minimal sama panjangnya.

Dengan ucapan salam.

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 86.

 

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

 

Jika kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah penghormatan serupa. Sesungguhnya Allah menghitung segala sesuatu.

 

 

(Sumber suara.Muhammadiyah)

 

Monday, August 8, 2022

14346. PEDOMAN UMAT ISLAM SAAT BEPERGIAN

 

 


 

PEDOMAN UMAT ISLAM SAAT BEPERGIAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

Pedoman akan bepergian.

 

1.        Sebelum berangkat.

Salat sunah 2 rakaat.

 

2.        Memberi pesan pada keluarga.

Berapa lama perjalanan.

Dan saling mendoakan.

 

3.        Berdoa saat keluar rumah.

 

4.        Berdoa saat naik kendaraan.

 

5.        Menebarkan salam.

Selama dalam perjalanan.

 

6.        Pergi rombongan.

Jangan sendirian.

Ada ketua rombongan.

 

7.        Memperbanyak doa.

 

8.        Bertakbir (Allahu akbar) saat jalan naik.

Bertasbih (Subhanallah) saat jalan turun.

 

9.        Dianjurkan salat jamak.

 

10.   Segera kembali jika urusan selesai.

 

11.   Saat kembali dari bepergian.

Salat sunah 2 rakaat.

 

12.   Bersyukur dan sedekah.

Bisa kembali selamat.

 

 

Menebarkan salam.

 

Orang muda memberi salam pada orang tua.

 

Orang berjalan memberi salam pada orang duduk.

 

Naik kendaraan memberi salam pada orang berjalan.

 Rombongan kecil memberi salam pada rombongan lebih  banyak.

 

Dalam membalas salam.

Minimal sama panjangnya.

Dengan ucapan salam.

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 86.

 

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

 

Jika kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah penghormatan serupa. Sesungguhnya Allah menghitung segala sesuatu.

 

 

(Sumber suara.Muhammadiyah)