Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, August 10, 2022

14371. JANGAN SALING SERANG TUNJUKKAN PRESTASI CALON PRESIDEN

 






 

 

JANGAN SALING SERANG  TAMPILKAN PRESTASI CALON PRESIDEN

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Ganti Nama Saja.

 Anies Bswedan.

 

Sudah Dibilang Jago.

Apalagi Bangun stadion JIS

 

Daripada saling serang.

 

Hendri Satrio mengusulkan.

 

Para pendukung.

Agar berlomba.

 

Menyampaikan prestasi.

Calon Presiden.

 

Atau jagoan masing-masing.

 

Gubernur DKI Jakarta.

 Anies Baswedan.

 

Kerap disindir hanya jago mengganti nama.

 

Dari mengganti nama jalan.

Sampai mengganti nama.

 

 Rumah Sakit Umum Daerah.

menjadi Rumah Sehat Untuk Jakarta.

 

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina.

Hendri Satrio.

 

Punya jawaban atas sentilan itu.

 

Dia menimpali.

Bahwa mengganti nama saja.

 

 Anies Baswedan.

sudah disebut hebat.

 

Artinya.

Jika berhasil membangun.

Berbagai mahakarya.

 

Seperti:

1.         Jakarta International Studium (JIS).

2.        Revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM).

3.        Dan lainnya.

 

 

Maka Anies Baswedan.

Layak disebut juara.

 

Dia juga menyinggung.

Calon presiden pada Pilpres 2024 .

 

Saya usul

Jangan saling serang.

 

Sebaiknya para pendukung.

Berlomba menyampaikan prestasi.

Jagoan masing-masing.

 

Jangan sibuk.

Cari kekurangan capres lain.

 

Tapi berlomba.

Tunjukkan prestasi.

 

Jika ada capres tanpa prestasi.

Maka pendukungnya.

Sibuk ngejelekin capres lain.

 

Hendri Satrio kerap menyentil.

Pengkritik Anies Baswedan.

 

Yaitu tiap kali menyampaikan.

Hasil temuan lembaga KedaiKopi.

 

Bahwa kriteria presiden.

Paling diinginkan masyarakat.

 

Yaitu cerdas.

 

Dia dituduh kampanye.

Untuk Gubernur Jakarta.

 Anies Baswedan.

 

“Kriteria calon presiden 2024.

Menurut lembaga survei KedaiKopi.

Yaitu harus cerdas.

 

Tapi anehnya.

Saya dituduh promosi Anies Baswedan,” jelasnya.

 

Banyak calon presiden lainnya.

Yang juga cerdas.

 

Coba sebutkan nama.

Selain Anies Baswedan.

 

(Sumber kba)

 

14370. ANIES BASWEDAN MENANG SEBAB RAKYAT DIGUSUR BUKAN ISU AGAMA

 

 



 

ANIES BASWEDAN MENANG SEBAB RAKYAT DIGUSUR BUKAN ISU AGAMA

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Bukan Isu Agama.

Anies Baswedan Menang.

 

 Karena Wong Cilik Kecewa.

 Digusur Ahok

 

 

Temuan Edbert Gani.

Mirip kata lan Wilson.

 

Menurut Indonesianis.

Dari Murdoch University, Australia.

 

Anies Baswedan menang.

Karena gerakan arus bawah.

 

Co-Founder Total Politik.

Arie Putra.

 

Mengulas buku terbaru.

Peneliti CSIS Edbert Gani Suryahudaya.

 

Berjudul:

 Tidak Perlu Ratu Adil.

 

 

 “Ada beberapa poin.

Menurut gue sangat menarik.

 

Yaitu soal politik identitas,” jelas Arie Putra.

 

Tema:
 “Bukan 212 Yang Antarkan Anies Jadi Gubernur?

 

Sabtu, 6 Agustus 2022.

 

 

Pemilihan Gubernur Jakarta 2017.

Dapat sorotan luas secara nasional.

Sebab diwarnai isu agama.

 

Bermula dari ucapan Basuki T. Purnama.

Gubernur saat itu.

Terkait Al Maidah 51.

 

Ucapan Ahok mengundang reaksi keras.

Dari umat Islam.

 

Hingga melahirkan aksi besar-besaran.

 

Isu agama.

Dianggap pengaruh kemenangan.

 Anies Baswedan.

 

“Tapi temuan Gani mengatakan lain.

 Bukan gerakan agama.

 

Yang mempengaruhi.

Bapak Anies Baswedan menang,” ungkapnya.

 

“Gani memperlihatkan.

Bahwa kantong suara Jokowi-Ahok di 2012.

 

Di beberapa wilayah.

Mengalami perpindahan.

Terutama daerah korban gusuran,” sambungnya.

 

Temuan Edbert Gani.

Mirip kata Ian Wilson.

 

Menurut Indonesianis.

Dari Murdoch University, Australia.

 

Anies Baswedan menang.

Karena adanya gerakan arus bawah.

 

Gerakan orang termajinalkan.

Oleh kebijakan Ahok.

 

Karena penggusuran.

Dan lainnya.

 

PDIP waktu itu mendukung Ahok.

Tidak bisa lagi dijadikan wadah politik.

Bagi kaum wong cilik.

 

Karena PDIP.

Mendukung menggusur wong cilik.

 

“Kira-kira Ian Wilson.

Punya penjelasan seperti itu,” paparnya.

 

Dia menyimpulkan.

Kebijakan menyasar kelompok kelas bawah,

Menentukan pilihan politik.

 

Seperti di Amerika Serikat.

Pada masa Donald Trump.

 

Isu politik identitas mencuat.

 

Tapi ada soal lain.

Yang lebih fundamental dirasakan masyarakat.

 

Hasil Pilkada DKI.

 Putaran kedua.

 

1)        Ahok-Djarot 42.05 persen.

2)        Anies-Sandi 57.95 persen.

 

 

Pada putaran pertama.

 

1)        AHY-Sylvi 17,02 persen.

2)        Ahok-Djarot 42,99 persen.

3)         dan Anies-Sandi 39,95 persen. 

 

(Sumber kba)