Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, August 11, 2022

14380. HINA ORANG LAIN SEBAB CALON PRESIDEN TAK PUNYA PRESTASI

 

 


 

HINA ORANG LAIN SEBAB CALON PRESIDEN TAK PUNYA PRESTASI

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Ganti Nama Saja.

 Anies Bswedan.

 

Sudah Dibilang Jago.

Apalagi Bangun stadion JIS

 

Daripada saling serang.

 

Hendri Satrio mengusulkan.

 

Para pendukung.

Agar berlomba.

 

Menyampaikan prestasi.

Calon Presiden.

 

Atau jagoan masing-masing.

 

Gubernur DKI Jakarta.

 Anies Baswedan.

 

Kerap disindir hanya jago mengganti nama.

 

Dari mengganti nama jalan.

Sampai mengganti nama.

 

 Rumah Sakit Umum Daerah.

menjadi Rumah Sehat Untuk Jakarta.

 

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina.

Hendri Satrio.

 

Punya jawaban atas sentilan itu.

 

Dia menimpali.

Bahwa mengganti nama saja.

 

 Anies Baswedan.

sudah disebut hebat.

 

Artinya.

Jika berhasil membangun.

Berbagai mahakarya.

 

Seperti:

1.         Jakarta International Studium (JIS).

2.        Revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM).

3.        Dan lainnya.

 

 

Maka Anies Baswedan.

Layak disebut juara.

 

Dia juga menyinggung.

Calon presiden pada Pilpres 2024 .

 

Saya usul

Jangan saling serang.

 

Sebaiknya para pendukung.

Berlomba menyampaikan prestasi.

Jagoan masing-masing.

 

Jangan sibuk.

Cari kekurangan capres lain.

 

Tapi berlomba.

Tunjukkan prestasi.

 

Jika ada capres tanpa prestasi.

Maka pendukungnya.

Sibuk ngejelekin capres lain.

 

Hendri Satrio kerap menyentil.

Pengkritik Anies Baswedan.

 

Yaitu tiap kali menyampaikan.

Hasil temuan lembaga KedaiKopi.

 

Bahwa kriteria presiden.

Paling diinginkan masyarakat.

 

Yaitu cerdas.

 

Dia dituduh kampanye.

Untuk Gubernur Jakarta.

 Anies Baswedan.

 

“Kriteria calon presiden 2024.

Menurut lembaga survei KedaiKopi.

Yaitu harus cerdas.

 

Tapi anehnya.

Saya dituduh promosi Anies Baswedan,” jelasnya.

 

Banyak calon presiden lainnya.

Yang juga cerdas.

 

Coba sebutkan nama.

Selain Anies Baswedan.

 

(Sumber kba)

 

14379. HASIL SURVEI TERGANTUNG PEMBERI DANA

 

 





 

 

HASIL SURVEI TERGANTUNG PEMBERI DANA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Hasil Survei Tergantung.

 Siapa Pendananya.

 

Survei calon Presiden di Indonesia.

Perlu dana besar.

 

Karena luasnya wilayah.

Dan besarnya populasi.

 

Yang jadi sampel.

Agar bisa mewakili seluruh Indonesia.

 

 Lembaga survei perlu dana besar.

 

Untuk biaya survei.

 

 

Dilema yang dihadapi.

Pemberi dana siap mendanai survei.

Jika kepentingannya diakomodir.

 

 

Jika survei calon Presiden tahun 2024.

 

Maka kepentingan politik pendana.

Tidak mungkin diabaikan.

 

Apa kepentingan pendana?

 

Jika pengusaha memberi dana survei.

Maka pasti kepentingan ekonomi.

 

Yaitu imperium bisnisnya.

Agar  ditopang presiden akan datang.

 

 

Jika yang mendanai survei.

 

Yaitu penguasa merangkap pengusaha.

 

Maka pasti punya kepentingan.

Politik dan ekonomi.

 

Pendana survei.

Bisa pengusaha besar.

 

Yang tidak ingin kehilangan cantolan.

Kepada penguasa akan datang.

 

Sehingga perlu promosi calon presiden baru.

Yang bisa menopang imperium bisnis.

Dan membesarkan bisnis mereka.

 

 

Bisa juga yang mendanai survei.

Yaitu orang yang ingin perubahan.

 

Dan punya calon presiden.

Yang bisa memperbaiki Indonesia.

 

 

 Dalam mengorbitkan calon presiden 2024.

 

Pendana siap biaya untuk survei.

 

Dilema Para Ilmuwan.

 

Lembaga survei sudah jadi industri.

Tiap survei harus memberi keuntungan.

 

 

Maka lembaga survei.

Yaitu entitas bisnis industri.

Yang motifnya  cari untung.

 

Jasa yang ditawarkan.

Yaitu kegiatan survei.

 

Mereka yang menggeluti bisnis survei.

Yaitu para ilmuwan.

Umumnya bergelar S-2.

 

Dan banyak Ph.D (Philosophy of Doctor).

Dari  luar negeri.

 

 

Sejatinya sebagai ilmuwan.

Prinsipnya untuk mencari.

Dan menemukan kebenaran.

 

 Tapi survei atau riset.

Yang terkait calon presiden.

 

Belum tentu untuk mencari.

Dan menemukan kebenaran.

 

Dalam realitas.

Hasil survei.

 

Bisa bertentangan dengan persepsi.

Dan opini publik.

 

 

 Contohnya.

 

Anies Baswedan.

Gubernur DKI Jakarta.

 

Mayoritas masyarakat Indonesia.

Dan Internasional.

 

Memberi apresiasi.

Atas keberhasilan Anies.

 

Dalam menangani corona.

Di Jakarta.

 

 

 Sehingga 40 Gubernur.

Dan Walikota di dunia.

 

Mengundang Anies Baswedan.

Jadi pembicara utama.

Dalam membahas corona.

 

 

 Tapi, hasil survei.

Yang dilakukan sebuah lembaga.

 

Menyebut elektabilitas Anies turun.

Karena Corona.

 

 

Patut diduga.

Kelompok kepentingan.

Yang membiayai survei.

 

Tidak sejalan.

Dengan kepentingan politiknya.

 

 

Sehingga harus mengorbitkan calon lain.

Dengan elektabilitas tinggi.

Melampaui Anies.

 

Kita berharap.

Lembaga survei.

Tetap netral.

 

Tidak dijadikan alat promosi.

Untuk calon presiden 2024.

 

 

Supaya kelihatan ilmiah.

Lembaga itu dibiayai untuk survei.

 

Hasilnya harus sesuai.

Dengan kepentingan pendana.

Yang membiayai.

 

 

Survei Capres 2024.

Yang banyak dilakukan.

 

 Sejatinya untuk memotret.

Aspirasi masyarakat.

 

Kita berharap.

Hasil survei tidak direkayasa.

 

Dalam rangka promosi.

Calon presiden 2024.

Yang sesuai kepentingan pendana.

 

Kita amat berharap.

Rakyat sebagai pemegang kedaulatan.

 

Tidak dijadikan sebagai obyek.

Dan sasaran operasi.

 

Meggiring opini publik.

Untuk memuluskan rekayasa.

 

Calon presiden.

Lewat lembaga survei.

 

Semoga tulisan ini.

Memberi sumbangsih.

 

Dalam upaya menyadarkan.

Seluruh rakyat Indonesia.

 

Agar tidak tersesat.

Dari penggiringan opini.

Calon Presiden 2024.

 

Yang tujuannya.

Melanggengkan kekuasaan politik.

Dan ekonomi.

 

Di Indonesia.

Dengan mengabaikan aspirasi.

Dan kepentingan mayoritas rakyat.

 

 

(Sumber: Musni Umar)