Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, August 15, 2022

14419. ANIES BASWEDAN ISI 3 SEMINAR DI JEPANG

 


 

 

 

ANIES BASWEDAN ISI 3 SEMINAR TRANSPORTASI DI JEPANG

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Lawatan ke Jepang.

Anies BASWEDAN.

 

Mengisi Seminar.

 Bahas Transformasi Jakarta

 

Gubernur DKI Jakarta.

Anies Baswedan.

 

Mengisi seminar.

Di Tokyo dan Hiroshima.

Dalam lawatan ke Jepang. 

 

Banyak topik yang dibahas.

 

Mulai:

1.        Transportasi.

2.        Kesehatan.

 

3.        Pendidikan.

4.        Ekonomi.

 

5.        Demokrasi.

6.        UMP.

 

Mereka memang detail.

Dan telaten dalam memantau.

 Jakarta dan Indonesia.

 

 Gubernur DKI Jakarta.

Anies Baswedan.

 

Mengisi seminar .

Di Tokyo dan Hiroshima.

 

Dalam lawatan ke Jepang.

Anies BASWEDAN.

 

Membahas sejumlah topik.

Terkait Ibu Kota Jakarta.

 

 “The Sasakawa Peace Foundation.

Menyelenggarakan 3 seminar.

Tentang Jakarta.

 

Yaitu 2 kali di Tokyo.

Dan 1 kali di Hiroshima,” tulis Anies.

 

 Minggu, 14 Agustus 2022.

 

Gubrnur Anies Baswedan.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

 

Mengatakan bahwa:

1.        Seminar ke-1:

 

Untuk akademisi dan jurnalis.

Mereka punya riset dan kajian.

 

Terkait lndonesia.

Dan Asia Tenggara.

 

2.        Seminar ke-2:

 

Untuk bisnis dan masyarakat umum.

Yang punya usaha.

Dan minat di Indonesia.

 

3.        Seminar ke-3:

 

Sasakawa kerja sama dengan Universitas Hiroshima.

Menyelenggarakan kuliah.

Untuk kalangan mahasiswa.

 

Dari kegiatan itu.

Anies Baswedan menilai.

 

Bahwa sejumlah masyarakat Jepang.

Memperhatikan perkembangan Jakarta.

 

“Banyak topik yang dibahas.

Mulai dari soal:

 

Transportasi.

Kesehatan.

 

Pendidikan.

Ekonomi.

 

Demokrasi.

Hingga masalah UMP.

 

Mereka cukup detail dan telaten.

Memantau Jakarta.

Dan Indonesia,” ungkap Anies.

 

“Menariknya.

Sebagian malah mengatakan.

Bahwa Jepang harus belajar dari Indonesia.

 

Soal kecepatan learning dan unlearning.

Agar lebih cepat.

Mengantisipasi perubahan,” lanjutnya.

 

Anies Baswedan menilai.

Diskusi bukan semata-mata.

Dari orang mewakili Jakarta di Jepang.

 

Tapi percakapan.

Sebagai sesama warga dunia.

 

Yang saling belajar.

Dan berbagi pengalaman.

 

“Kita sesama warga dunia.

 Dan sama-sama punya tanggung jawab.

 

Untuk menyiapkan masa depan lebih baik.

 

Bagi generasi berikutnya,” pungkasnya. 

 

(sumber kba)

 

14418. AYAT SETAN DIPAKAI BARAT HANTAM ISLAM DAN EJEK IRAN

 

 


 

 

AYAT SETAN DIPAKAI BARAT HANTAM ISLAM DAN EJEK IRAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Prof Dr Abdul Hadi:

Salman Rushdie Hanya Pion Dunia Barat .

Untuk Menghantam Islam.

 

 

Jika Nabi Muhammad dihina.

 

Maka semua umat Islam.

Yang miliaran jumlahnya.

Langsung merasa dihina.

 

 

Sastrawan kondang.

Dan guru besar Falsafah Islam.

 Universitas Paramadina.

 

Prof Dr Abdul Hadi WM.

Bahwa kasus usaha pembunuhan.

 

Terhadap penulis novel berdarah India.

Salman Rushdie.

 

Terjadi sebagai konsekuensi.

Karena dia menghina miliaran.

Orang Islam sedunia.

 

Tiap orang Muslim.

Selalu merasa.

 

Jika Rasulullah Muhammad SAW.

Dihina.

Maka orang lslam juga ikut dihina. 

 

‘’Kalau Tuhan orang Islam dihina.

Tak terlalu besar implikasinya.

 

Karena masih ada peluang.

Berbeda pendapat.

 

Tapi saat Nabinya.

Dipakai bahan olokan.

Atau dihina.

 

Maka tiap orang Muslim.

Akan langsung.

Merasa dicampakkan.

 

Hal ni juga pendapat.

Pakar sufi asal Jerman.

 Anne Marrie Schimmel.

 

Maka itu harus dipahami.

 

Jadi soal penghinaan.

Terhadap ajaran Islam.

Dan Nabi Muhammad.

 

Jangan dibandingkan agama lain,’’ kata Abdul Hadi WM.

Ahad (11/8/2022).

 

Abdul Hadi.

Menjadi legenda pelopor sastra sufi.

Di Indonesia.

Muncul pada dekade 1970-an.

 

Dalam dunia sastra.

Akibat perilaku Salman Rushdie.

 

Dia berhasil membuat dinding pemisah.

Antara sastrawan Muslim.

Dan bukan Muslim.

 

Sebelum novel itu.

Tak ada dinding pemisah.

 

Jika Salman Rushdie.

Merasa bila dirinya bagian dunia Barat.

 

Maka tidak bisa disalahkan.

Dan apa yang dikatakannya.

 

Selalu benar.

Sehingga apa saja boleh.

 

Jika dunia Barat.

Merasa dunia lslam boleh diinjak.

 

Maka kini menerima imbalannya,’’ ujarnya.

 

Dalam tradisi khazanah sastra di dunia Islam.

 

Tidak ada pengarang seperti Salman.

 

‘’Jika mereka menghina dunia Barat.

Hal itu karena sikap kolonialnya.

 

Tak ada penulis lslam.

Yang menghina Yesus, Buddha, dan lainnya.

 

Apakah ada pengarang Muslim.

Yang menghina Yesus Kristus, Budha.

Dan lainnya?

 

Apakah ada pengarang Muslim.

Yang mengatakan kitab suci agama lain.

Yaitu kitabnya setan?

 

Tak ada sama sekali.”

 

Salman Rushdie.

Hanya sekedar pion dunia Barat.

Untuk menghantam Islam.

 

Sebab, implikasi semua tindakannya.

Dengan menulis dan menyebarkan.

Novel Ayat-Ayat Setan.

 

Bukan soal agama lagi.

 

Tapi sudah meluas pada masalah:

1.        Politik.

2.        Sosial.

3.        Budaya.

 

Secara global.

 

‘’Dulu Salman Rushide berjanji akan bertobat.

 

Tapi dunia Barat.

Memakai dan memanjakanya.

 

Dengan memberi:

1.        Perlindungan.

2.        Sanjungan.

 

3.        Uang.

4.        Penghargaan.

5.        Dan lainnya.

 

Dia menjadi sangat terhormat.

Dalam budaya Barat,’’ kata Abdul Hadi.

 

Kemunculan novel Ayat-Ayat Setan.

Selain untuk menghantam Islam.

 

Juga dipakai dunia Barat.

Yaitu AS dan sekutunya.

Untuk mengejek Iran.

 

Karena novel itu terbit.

Tak lama sesudah meletusnya Revolusi Iran.

 

Yang menumbangkan rezim pro Barat.

Yaitu Syah Iran.

 

‘’Ayatollah Khomeini paham hal itu.

 

Maka mengeluarkan fatwa.

Hukum mati pada Salman Rushdie.”

 

Bagaimana mutu.

Novel Ayat Ayat Setan.

Dalam bidang sastra dunia?

 

Secara mutu.

Sastra novel Ayat-Ayat Setan.

Biasa saja.

 

Tak baik dan juga tak buruk.’

 

’Novel ini terkenal.

Karena kontroversi.

Dan imbas politiknya saja.

 

Jangan bandingkan.

Novel ini.

 

Dengan karya pemenang.

Penghargaan Nobel sastra.

 

Sangat jauh kualitasnya.”

 

(Sumber Republika)