Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, August 15, 2022

14414. BENAR ITU SOAL AGAMA BAIK ITU AKHLAK INDAH ITU SENI

 

 



 

BENAR ITU SOAL AGAMA BAIK ITU AKHLAK INDAH ITU SENI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Tidak mudah mendefinisikan agama.

 

Kita ketemu kenyataan.

Bahwa agama sangat beragam.

 

Pandangan seseorang terhadap agama.

Ditentukan pahamnya.

Terhadap ajaran  agama itu sendiri.

 

 

Pemimpin gereja di Eropa.

Menghukum dan menindas para ilmuwan.

 

Akibat penemuan para ilmuwan.

Dianggap bertentangan dengan kitab suci.

 

Akhirnya.

Para ilmuwan menjauh dari agama.

Dan meninggalkannya.

 

 

Apakah manusia dapat melepaskan diri dari agama.

Adakah alternatif lain.

Yang dapat mengganti agama?  

 

 

Menurut ajaran Islam.

Orang beragama itu fitrah.

 

Yaitu sesuatu yang  melekat.

Pada diri manusia.

Dan terbawa sejak lahir.

 

 

Al-Quran surah Ar-Rum (surah ke-30) ayat 30.

 

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

         

Maka hadapkan wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama lurus; tapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

 

 

Artinya manusia tidak dapat melepaskan diri dari agama.

 

Karena manusia makhluk yang butuh agama.

 

 

Tapi manusia dapat  menunda.

Dan menangguhkannya.

Sampai akan matia.

 

 

Pada akhirnya.

Sebelum manusia mati.

 

Sebelum roh manusia  meninggalkan jasadnya.

 

Manusia akan butuh beragama. 

 

Macam mamacm kebutuhan manusia.

Yaitu:

 

1)         Butuh udara untuk bernapas.

2)        Butuh air untuk minum.

 

3)        Butuh makan untuk hidup.

4)        Butuh hubungan seksual.

5)        Butuh agama.

 

 

1.        MANUSIA BUTUH UDARA

 

Kebutuhan udara untuk bernapas.

Harus segera dipenuhi.

 

2.        MANUSIA BUTUH AIR.

 

Kebutuhan manusia terhadap air.

Bisa ditunda lebih lama.

 

Dibanding butuh udara.

Untuk bernapas.

 

 

3.        MANUSIA BUTUH MAKANAN.

 

Kebutuhan manusia untuk mengonsumsi makanan.

Lebih lebih singkat dibanding kebutuhan manusia.

Untuk menyalurkan naluri seksualnya.

 

 

4.        MANUSIA BUTUH SEKSUAL

 

Kebutuhan seksual manusia.

Bisa ditunda lebih lama.

Daripada kebutuhan makanan.

 

 

5.        MANUSIA BUTUH AGAMA

 

Kebutuhan manusia terhadap agama.

Bisa ditunda sampai akan mati.

 

 

Ketika terjadi konfrontasi.

Antara ilmuwan Eropa dengan Gereja.

 

Para ilmuwan meninggalkan agama.

 

Kemudian para ilmuwan sadar.

Butuh pegangan yang pasti.

 

Mereka memakai hati nurani.

Sebagai alternatif pengganti  agama. 

 

 

Para ilmuwan sadar.

Bahwa alternatif ini sangat labil.

 

Karena hati nurani.

Dibentuk lingkungan.

Dan latar belakang pendidikan.


Hati nurani A.

Bisa berbeda  dengan  hati nurani B.

 

Maka tolok  ukur pasti.

Jadi sangat rancu.

 

Kemudian lahir.

Filsafat eksistensialisme.

 

Yang membolehkan manusia.

Berbuat apa saja.

 

Yang dianggapnya baik.

Dan menyenangkan.

Tanpa melihat nilai.

 

 

Tapi semua tidak bisa menggusur agama.

 

Karena fitrah beragama.

Berada dalam diri manusia.

 

Meskipun sering tidak diakui .

Oleh  manusia sendiri. 

 

 

Selama manusia punya perasaan cemas dan mengharap.

 

Maka manusia akan beragama.

Dan berhubungan  dengan Tuhan.

 

Karena perasaan takut.

Salah satu dorongan terbesar.

Untuk beragama. 

 

 

Para ulama berpendapat.

 

1)        Ilmu akan mempercepat sampai tujuan.

Tapi agama menentukan arah yang dituju.

 

2)        Ilmu akan menyesuaikan manusia dengan lingkungannya.

Tapi agama akan menyesuaikan dengan jati dirinya.

 

3)        Ilmu adalah hiasan lahir.

Tapi agama adalah hiasan batin.

 

4)         Ilmu akan memberikan kekuatan dan menerangi jalan.

Tapi agama akan memberi harapan dan dorongan jiwa.

 

5)         Ilmu akan menjawab pertanyaan yang dimulai dengan “bagaimana?”.

Tapi agama akan menjawab pertanyaan yang dimulai dengan “mengapa?”

 

6)         Ilmu tidak jarang mengeruhkan pikiran pemiliknya.

Tapi agama selalu menenangkan jiwa pemeluknya yang tulus. 

 

 

Manusia terdiri atas:

 

1)        Akal.

2)        Jiwa.

3)        Jasmani.

 

 

Akal dan rasio manusia.

Ada wilayahnya.

 

Tak semua soal dapat selesai.

Dihadapi dengan akal.

 

 

 Karya seni.

Tak dapat dinilai hanya oleh akal.

 

Karena yang lebih berperan.

Yaitu kalbu. 

 

 

Akal dan rasio.

Bagaikan kemampuan berenang.

 

Yang akan berguna.

Saat  berenang di sungai.

 

Atau di laut.

Yang airnya tenang.

 

Tapi jika ombak dan gelombang membahana.

 

Maka orang pandai berenang.

Dan tidak bisa berenang.

 

Semua butuh pelampung.  

 

Dalam hubungannya.

Dengan pengembangan iptek.

Agama sangat berperan.

 

Terutama jika manusia.

Tetap ingin jadi manusia. 

 

 

Sekarang manusia berhasil.

Melakukan rekayasa genetika.

 

Apakah akan dilanjutkan.

Sehingga menghasilkan makhluk hidup.

 

Yang dapat menjadi tuan.

Bagi penciptanya sendiri?

 

 

Apakah ini baik atau buruk?

 

Yang dapat menjawabnya.

 Yaitu nilai agama.

 

Bukan seni.

Dan bukan filsafat.

 

 

Alternatifnya kembali beragama.

 

Orang tak beragama.

 

Terpaksa menciptakan agama baru.

Untuk memuaskan jiwanya.  

 

 

Agama diwahyukan oleh Tuhan.

 

Benihnya muncul dari pengenalan.

Dan pengalaman manusia pertama.

Di pentas bumi.

 

 

Manusia hidup perlu 3 hal, yaitu:

1)        Keindahan.

2)        Kebenaran.

3)        Kebaikan.

 

Gabungan ketiganya disebut kesucian. 

 

 

Manusia ingin mengetahui siapa.

Atau apa Yang Maha Suci.

 

Dan saat itu.

Dia menemukan Tuhan.

 

 

Sejak itu pula manusia.

Berusaha berhubungan dengan Tuhan.

Dan berusaha  meneladani  sifat Tuhan.  

 

Usaha manusia itu.

Disebut beragama.

 

Artinya beragama.

Yaitu terpatrinya rasa suci.

Dalam jiwa seseorang.

 

 

 Seorang beragama.

Selalu berusaha untuk mencari.

 

Dan mendapatkan yang:

 

Benar, baik, dan indah.  

 

1)           Mencari yang benar.

Menghasilkan ilmu.

 

2)           Mencari yang baik.

Menghasilkan akhlak.

 

3)           Mencari yang indah.

Menghasilkan seni. 

 

 

Agama bukan hanya kebutuhan manusia.

Tapi juga selalu relevan.

Dengan kehidupannya.

 

Karena semua manusia.

Pasti mendambakan:

 

Kebenaran, keindahan, dan kebaikan.

  

 

Daftar Pustaka

1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.    Tafsirq.com online.      

 

14413. ISLAM AKAN MENANG MESKIPUN SAYA TAK BERPERAN

 

 



 

ISLAM AKAN MENANG MESKIPUN SAYA TAK IKUT BERPERAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

KEMENANGAN ISLAM ADALAH JANJI ALLAH.

 

Kemenangan Islam.

Yaitu janji Allah.

 

Dengan kita.

Atau tanpa kita.

 

Jika kita tidak mengambil peran perjuangan.

Pasti akan ada orang lain.

 

Bukan Islam yang perlu kita.

Tapi kita yang butuh Islam.

 

Hidup adalah pilihan.

 Teruslah melangkah.

Meskipun semua manusia berhenti.

 

Teruslah melangkah.

Meskipun halangan mengganggu.

 

Pemenang.

Yaitu orang yang pandai bersyukur.

 

Dan terus berusaha bangkit.

Dari masalah apa pun.

 

Bersiaplah jadi pemenang.

Pemenang dalam pertarungan sengit.

Antar peradaban.

 

Hanya akan ada satu peradaban.

Yang memimpin dunia.

 

Hidup adalah pilihan.

Kita memilih tetap setia.

 

Di jalan perjuangan.

Dan tetap terus berjuang.

 

Meskipun semua manusia berhenti.

Dan duri tajam mengganggu kaki.

 

Meskipun hambatan, tantangan.

Dan rintangan.

Terus menghadang.

 

Jangan mundur dari gelanggang.

Generasi baru pejuang.

 

Pasti akan selalu lahir.

Dalam tiap zaman.

 

Mereka datang silih berganti.

Yang muda mengganti yang tua.

 

Yang kuat mengganti yang lemah.

Dakwah lslam tak pernah kehabisan pejuang.

 

Pada tiap zaman.

Selalu ada pejuang sejati.

 

Pejuang sejati tiap zaman selalu ada.

 

 Jika mereka lelah.

Dalam mengusung kebenaran.

Maka Allah akan MENGUATKAN kembali .

 

Tapi jika mereka lelah.

Karena tergoda dunia.

 

Maka akan banyak pejuang.

Yang rela MENGGANTIKAN.

 

Dakwah tidak pernah kehabisan pejuang.

 

Kereta dakwah akan terus melaju.

Menghancurkan tiap penghalang.

 

Dan akan berhenti.

Di stasiun kemenangan.

 

Al-Quran surah An-Nur (surah ke-24) ayat 55.

 

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

 

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, seperti Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tidak menyekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka orang fasik.

 

 

 

 

(Sumber Ustaz M Ismail Yusanto)

 

Sunday, August 14, 2022