Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, September 10, 2022

14852. MANFAAT MENJELASKAN DENGAN UMPAMA

 



 

 

MANFAAT MENJELASKAN DENGAN PEMISALAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

Kata “umpama” menurut KBBI.

Artinya:

 

1)        Yang jadi contoh (persamaan, perbandingan) dengan yang lain.

 

2)        Sama halnya dengan.

3)        Bagaikan.

 

4)        Seakan-akan (seumpama).

5)        Yang diandaikan (bukan sebenarnya).

 

 

Perumpamaan.

Yaitu perbandingan, ibarat, peribahasa berupa perbandingan.

 

 

Rasulullah sering membuat perumpamaan.

 

Rasulullah sosok terbaik dalam menyampaikan ilmu.

 

Kalimat dari Rasulullah.

Penuh hikmah dan berisi.

 

Penjelasan Rasulullah.

Sangat sesuai dengan konteks.

Dan sangat dipahami oleh para sahabat.

 

Rasulullah terkadang hanya menyampaikan secara singkat dan pendek.

 

Terkadang dengan tanya jawab.

Dan terkadang memperagakan.

 

Dalam banyak hadis.

Rasulullah menyampaikan perumpamaan.

Misalnya.

 

1.الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

 

“Orang mukmin dengan orang mukmin lain.

Seperti sebuah bangunan.

Sebagian menguatkan bagian lain.”.

 

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

 

“Perumpamaan kaum mukmin.

Dalam saling mencintai, mengasihi dan menyayangi.

 

Seperti tubuh.

Jika satu anggota tubuh sakit.

 

Maka anggota tubuh lain.

Susah tidur dan merasa demam.”

 

Hadis di atas bisa dipahami.

Bahwa umat lslam.

 

Harus saling memperkuat.

Seperti bangunan.

Yang saling memperkuat.

 

Artinya.

 

Semua umat lslam.

Harus saling membina ukhuwah.

 

Saling menolong dan membantu.

Dalam kebaikan dan takwa.

 

Tapi bukan saling membantu.

Dalam kejahatan.

 

Amal kebaikan yang sulit dilakukan  sendirian.

Mestinya dilakukan bersama.

 

Seperti membangun:

1)        Sekolah.

2)        Masjid.

 

3)        Fasilitas umum.

4)        Rumah sakit.

 

5)        Pondok pesantren.

6)        Panti asuhan.

7)        Dan lainnya.

 

Rasulullah mengumpamakan.

Kasih sayang sesama umat lslam.

 

Seperti satu tubuh.

Jika satu anggota tubuh sakit.

 

Maka anggota tubuh lain.

Merasa demam.

 

Artinya.

Umat lslam.

 

Harus siap saling menjaga.

Siap saling membantu.

Untuk menolong sesama.

 

Al-Quran surah Al-Asri (surah ke-103) ayat 1-3.

 

 

وَالْعَصْرِ

 

Demi masa.

إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ

 

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.

 

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

 

Kecuali orang-orang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati agar menaati kebenaran dan saling menasihati agar menetapi kesabaran.

 

 

(Sumber suara.muhammadiyah)

14851. PANGKAT JABATAN UNTUK AMAR MAKRUF NAHI MUNGKAR

 

 


PANGKAT DAN JABATAN UNTUK AMAR MAKRUH NAHI MUNGKAR

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

Pangkat dan jabatan sebagai alat untuk menegakkan amar makruf nahi mungkar.

 

Allah menyukai orang mukmin dalam barisan yang kokoh.

 

Agar umat Islam menyiapkan diri secara matang.

Agar tidak lengah.

 

Ketika ada kelompok.

Atau apa pun yang ingin menyerang dan menghancurkan umat Islam.

 

Maka umat Islam sudah siap tempur.

Kapan pun dan di mana pun berada.

 

Al-Quran surah As-Saf (surah ke-61) ayat 4.

 

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِهٖ صَفًّا كَاَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَّرْصُوْصٌ

 

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

 

Al-Quran menegaskan.

Pentingnya umat lslam punya kekuasaan politik.

 

Untuk menegakkan amar makruf nahi mungkar.

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 110.

 

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ

 

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, tapi kebanyakan mereka orang fasik.

 

Ayat di atas memberi pelajaran bahwa umat Islam adalah umat terbaik di dunia.

 

Jika menjalankan amar makruf dan  nahi mungkar.

Karena beriman kepada Allah.

 

Menjalankan amar makruf.

Atau menyuruh umat berbuat  baik relatif lebih mudah.

 

Tapi menegakkan nahi mungkar.

Atau mencegah kemungkaran lebih sulit.

 

Karena nahi mungkar harus didukung kekuasaan politik.

Dengan kekuasaan politik.

 

Maka menegakkan nahi munkar.

Atau mencegah kemungkaran lebih mudah.

 

Misalnya.

Jika Presiden adalah orang yang bertakwa.

Maka mencegah kemungkaran sangat mudah.

 

Contohnya, Presiden membuat surat keputusan.

 

Misalnya, dalam 1 bulan, tidak boleh ada pabrik minuman keras di Indonesia.

Tidak ada yang berani menghalanginya.

 

Termasuk semua jenis kemungkaran yang meresahkan masyarakat.

Dengan kekuasaan politik.

 

Semuanya mudah.

Rasulullah bersabda bahwa orang  yang menumpas kemungkaran.

 

Dengan kekuasaan politik yang ada padanya.

Maka imannya berada paling atas.

 

Rasulullah bersabda,

“Barang siapa melihat kemungkaran.

Hendaklah ia mencegah dengan tangannya.

 

Jika tak mampu.

Hendaklah mencegah dengan lisan.

 

Jika tidak mampu juga.

Hendaklah ia mencegah dengan hatinya.

Hal itu selemah-lemahnya iman.”

 

Mencegah dengan  tangan.

Artinya dengan  kekuasaan politik.

 

Bangsa Indonesia, menganut Trias Politika.

Yaitu Eksekutif, Legislagis dan Yudikatif.

 

Eksekutif adalah jabatan mulai Presiden sampai Kepala Dusun di desa.

 

Eksekutif adalah tempat iman paling atas.

Pertengahannya adalah dengan lisan.

 

Yaitu kelompok ulama, dosen, guru, dan ustaz.

Yang hanya bisa mengatakan.

 

Tetapi tidak punya kekuasaan.

Tapi tempat iman yang paling bawah.

Yaitu mereka yang mencegah kemungkaran dalam hatinya.

 

Artinya jika ada kemungkaran.

Dia tidak suka dan benci dalam hatinya.

Tanpa bisa berbuat apa-apa.

 

Rasulullah bersabda bahwa orang mukmin kuat itu lebih baik.

 

Dan lebih dicintai Allah daripada mukmin lemah.

Hadis di atas menegaskan agar orang mukmin punya kekuatan dalam kehidupannya.

 

Yaitu semua hal terkait kehidupan.

Karena orang mukmin yang kuat lebih dicintai Allah ketimbang mukmin yang lemah.

 

Jika, dalam politik mukmin lemah, maka akan dikuasai orang kafir.

 

Kuat secara politik.

Artinya berkuasa atau menjabat dalam pemerintahan.

 

Kuat secara ekonomi.

Artinya tidak miskin, bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.

 

Sehingga tidak minta-minta kepada orang lain.

Kuat dalam ilmu.

 

Artinya pintar dan cerdas.

Menguasai sain dan teknologi.

 

Tidak bodoh yang mudah ditipu dan dirayu oleh orang kafir.

Kuat secara kesehatan.

 

Artinya tidak sakit-sakitan.

Karena makan yang halal dan bergizi.

Kuat secara sosial budaya.

 

Artinya tidak “kuper” kurang pergaulan.

Umat Islam harus silaturrahim kepada siapa pun agar punya koneksi.

 

Sehingga memperkuat status sosialnya.

Demikian pentingnya mukmin yang kuat.

Mari kita berdoa dan ikhtiar.

 

Agar umat Islam punya kekuatan dalam segala bidang.

Agar Umat Islam tampil sebagai Imam.

 

Bukan sebagai makmum.

 

Amar makruf nahi mungkar tidak berjalan maksimal.

Jika tidak didukung kekuasaan politik.

 

Jika umat Islam lemah dalam kekuasaan politik.

Maka umat Islam tidak bisa maksimal menegakkan Al-Quran dan sunah.

 

Termasuk dalam membuat Undang-Undang di DPR.

 

Mestinya wakil rakyat diisi oleh mayoritas umat Islam.

Yang punya komitmen terhadap nilai Islam.

 

Umat Islam wajib memilih pemimpin politik yang beragama Islam yang bertakwa.

 

Kekuasaan politik itu mulai Presiden, Menteri, Gubenur, Walikota/Bupati.

 

Termasuk Legislatif, Eksekutif dan Judikatif.

Rebutlah kekuatan politik.

 

Dengan strategi sesuai Al-Quran dan sunah.

Dengan kekuasaan politik.

 

Umat Islam bisa meningkatkan kualitas semua bidang kehidupannya.

 

Yaitu hubungan kepada Allah.

Dan hubungan kepada sesama manusia.

 

Nabi Muhammad adalah Rasulullah.

Juga sebagai kepala Negara.

 

Rasulullah memimpin 3 komunitas besar.

Yaitu Muslimin, Yahudi dan Nasrani di Madinah.

 

Rasulullah sebagai kepala negara berhasil memimpin semua golongan yang berbeda.

 

Sehingga dakwah Islam berkembang ke seluruh dunia.

 

Semoga kita peduli dengan politik.

Dengan aktif saat Pilkada dan Pilpres.

 

Jangan sampai umat Islam acuh tak acuh dan tak peduli.

 

Yang akhirnya.

Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif dikuasai orang kafir dan munafik.

 

Jika orang kafir dan munfik berkuasa.

Maka kepentingan umat Islam tidak diperhatikan.

 

 

(Sumber Dr. Sulidar MA)