Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, January 8, 2023

16160. DAFTAR NAMA ISTRI NABI MUHAMMAD

 

 



DAFTAR NAMA ISTRI NABI MUHAMMAD

Oleh: Drs HM Yusron Hadi, MM

 

 

 

1.        Nabi Muhammad usia 25 tahun.

 

Menikah dengan Khadijah bin Khuwailid.

Usia 40 tahun.

 

Seorang janda cantik dan kaya.

Khadijah pernah menikah 2 kali.

 

1)        Abu Halah.

2)        Atiq.

Keduanya sudah almarhum.

 


Selama 25 tahun berumah tangga dengan Khadijah.

 

Istri Nabi hanya Khadijah saja.

Nabi dan Khadijah mendapat 6 keturunan.

 

Yaitu:

1)                Qasim.

2)                Zainab.

 

3)                Ruqaiyah.

4)                Umi Kulsum.

 

5)                Fatimah.

6)                Abdullah.    

Nabi umur 50 tahun.

Khadijah dan Abu Thalib wafat.

 

2.        Nabi Muhammad usia 51 tahun.

Menikah dengan Saudah binti Zumah.

 

Saudah janda dari Sakran bin Amr. 

 Sakran sudah meninggal.

 

 

3.        Nabi Muhammad usia 52 tahun.

 

Menikah dengan Aisyah binti Abu Bakar.

Usia 9 tahun.

 

Seorang gadis, putri Abu Bakar.

Sahabat Nabi yang utama.

 

Pada zaman itu.

Cara menghormati sahabat.

Dengan menikahkan puterinya dengan sahabatnya.

 

4.        Nabi usia 56 tahun.

 

Menikah dengan Hafsah binti Umar.

Seorang janda.

Puteri Umar bin Khattab.

 

Hafsah mantan istri Khunais bin Huzadah. 

Khunais bin Huzadah sudah meninggal.

 

5.        Nabi usia 57 tahun.

 

Menikah dengan Zainab binti Khuzaimah.

Mantan istri Abdullah bin Jahsy.

 

Yang mati sahid Perang Uhud.

Zainab meninggal 3 bulan.

Setelah menikah dengan Nabi.

 

 

6.        Nabi usia 57 tahun.

Menikah dengan Umi Salamah binti Umayyah.

 

Mantan istri Abu salamah.

Yang sudah meninggal.

 

Umayyah ialah kepala suku Quraisy.

Banyak suku Umi Salamah masuk Islam.

Salah satunya, Khalid bin Walid.

 

7.        Nabi usia 59 tahun.

 

Menikah dengan Zaenab binti Jahsy.

Janda selama 17 tatun.

 

Mantan istri Zaid bin Harisah.

Anak angkat Nabi. 

 

8.        Nabi usia 59 tahun.

 

Menikah dengan Juwariyah binti Haris. Seorang wanita tawanan perang.

Sehingga suku keluarga Juwariyah.

Tidak memusuhi Nabi.

 

9.        Nabi usia 60 tahun.

 

Menikah dengan Umi Habibah binti Abu Sufyan.

 

Mantan istri Ubaidillah bin Jahs. 

Ubaidillah hijrah ke Habasyah.

Meninggal di Habasyah.

Abu Sufyan pemimpin kaum Quraisy.

 

10.   Nabi usia 60 tahun.

 

Menikah dengan Safiyah binti Huyai.

Janda anak kepala suku Yahudi.

 

Tawanan dalam Perang Khaibar.

Sehingga suku keluarga Safiyah.

Tidak memusuhi Nabi.

 

11.   Nabi usia 60 tahun.

 

Menikah dengan Maimunah binti Haris. 

Janda saudara Lubabah binti Haris.

 

12.   Nabi usia 61 tahun.

 

Menikah dengan Maria Qibti.

Tawanan perang dari Mesir.

 

Mendapat anak bernama Ibrahim.

Meninggal waktu kecil.

Saat gerhana matahri.

 

13.   Nabi usia 61 tahun.

 

Menikah dengan Raihanah binti Zaid. 

Tawanan Perang Quraizhah.

 

Nabi wafat umur 63 tahun.

Ada 9 istri masih hidup.

 

Dan 2 istri Nabi wafat lebih dulu.

1)                Khadijah bin Khuwailid.

2)                Zainab binti Khuzaimah.

 

ANAK KANDUNG NABI MUHAMMAD

 

Keturunan Nabi dengan Khadijah 6 orang.

Perempuan 4 orang dan 2 laki-laki.

 

Qosim, Zainab, Ruqoiyah, Umi Kulsum, Fatimah, dan Abdullah.  

 

Anak Nabi dengan Maria Qibti.

Bernama Ibrahim.

 

Nabi dengan istri lain.

Tak punya anak.

 

Semua anak pria Nabi.

Wafat masih kecil.

 

Fatimah menyaksikan Nabi wafat.

 

Anak Nabi yang lain.

Sudah meninggal dunia.

 


Daftar Pustaka


1. Syekh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.


2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.


3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.

 

16158. HANYA REZIM KOMUNIS TAKUT POLITIK IDENTITAS

 


HANYA REZIM KOMUNIS TAKUT POLITIK IDENTITAS

Oleh: Drs HM Yusron Hadi, MM

 

 

 

Rezim.

Yaitu pemerintah yang berkuasa.

 

Hanya Rezim Komunis.

Yang Antipolitik Identitas

 

Dalam tradisi demokrasi.

Identitas sangat penting.

 

Karena  identitas orang.

Bisa tunjukkan:

 

1)        Jati dirinya.

2)        Pikirannya.

 

3)        Apa yang akan diperjuangkan.

Untuk meraih masa depan.

Yang dianggap baik.


 Identitas.

Berasal dari kata “identity”.

 

Artinya:

1)        Punya tanda.

2)        Punya ciri.

 

3)        Punya jati diri.

Yang melekat pada individu dan kelompok.

 

4)        Bisa dipakai membedakan.

 

Identitas.

Tunjukkan tiap orang merdeka.

 

Sehingga tiap orang.

Bisa saling belajar.

Saling melengkapi.

 

Atas kelebihan dan kekurangan.

Yang dimiliki.

 

Menolak kemerdekaan pribadi,

Merampas kemerdekaan individu.

 

Sebagai identitas.

Maka keragaman akan hilang.

 

Semua jadi seragam.

Tak boleh berbeda.

 

 Seperti rezim komunis.

Di beberapa negara.

 

Misalnya.

5)        Korea Utara.

6)        China.

7)        Rusia.

Menganut paham itu.

 

Yaitu negara.

Tak akui milik pribadi.

 

Sebagai identitas.

Semua milik negara.

Tak boleh ada keragaman.

 

Maka identitas lain.

Dianggap mengancam.

 

Dalam politik kebangsaan.

Harus punya identitas.

Dengan identitas.

 

Partai politik atau politisi.

Diketahui apa yang diperjuangkan.

Dan dari siapa dia mendapat dukungan.

 

Penghapusan identitas.

Hanya dilakukan kekuasaan.

Yang ingin jaga otoritasnya.

 

Gramsci menyebutnya hegemoni.

Hegemoni hanya di negara otoritarian.

Yang berideologi komunis.

 

Reformasi 1998 .

Diperjuangkan  rakyat dan mahasiswa.

Yaitu cita cita tradisi demokrasi.

Agar baik, sehat, jujur dan adil.

 

Siapa menyeragamkan.

Dan ingin hilangkan identitas.

 

Mungkin anasir komunis.

Jangan terulang peristiwa 1948 dan 1965.

 

Rakyat cinta Pancasila.

Dan rindu demokrasi Indonesia.

Yang benar dan adil.

 

Agar wujud keadilan soaial.

Bagi seluruh rakyat.

Harus melawan pihak.

Yang ingin menghapus identitas.

 

 

(Sumber Isa Ansori)