Organisasi Profesi Guru
Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.
Tema Gambar Slide 2
Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.
Tema Gambar Slide 3
Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.
Monday, January 9, 2023
16185. ORANG BARAT ISLAM PRIMITIF SEBAB DI SURGA MINUM
ORANG
BARAT ISLAM PRIMITIF SEBAB DI SURGA ACARA MINUM
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
Al-Quran
menceritakan 3 cara minum penghuni surga.
Yaitu:
1)
Mengambil minuman sendiri.
2)
Dilayani dengan diberi minuman.
3)
Allah memberi minuman.
KELAK
DI SURGA DAPAT APA
Orang
non-muslim bertanya,
“Orang
lslam kelak di surga.
Akan
mendapat apa?”
“Minum-minum,”
jawab orang muslim.
PESTA
MODEL 1
PESTANYA
ORANG KAYA.
TAMUNYA
AMBIL MINUMAN SENDIRI
Misalnya.
Ada
acara istimewa.
Yang
dihadiri banyak orang.
Tuan
rumahnya tak mampu menyiapkan banyak piring, sendok, gelas, dan sejenisnya.
Ruang
tamu tidak cukup menampung banyak orang.
Tempat
pertemuan untuk banyak orang.
Dipindah
ke ruang belakang yang luas.
Tuan
rumah menyewa meja, kursi, alat makan, minum, dan sejenisnya.
Disiapkan
tempat minuman besar berisi aneka minuman.
Sehingga
para tamu bisa menuangnya sendiri.
Artinya
pesta yang tamunya mengambil keperluan minumannya sendiri.
PESTA
MODEL 2.
PESTANYA
ORANG SANGAT KAYA.
ADA
PETUGAS BERKELILING MEMBERI MINUMAN KEPADA PARA TAMU.
PESTA
MODEL 3.
PESTANYA
ORANG ISTIMEWA. TUAN RUMAH LANGSUNG MENUANGKAN MINUMAN KEPADA PARA TAMUNYA.
Al-Quran
surah Al-Insan.
Berkisah
cara minum di surga.
Dengan
3 model di atas.
MODEL
KE-1
AMBIL
MINUMAN SENDIRI
Al-Quran
surah Al-Insan (surah ke-76) ayat 5.
إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ
مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا
Sesungguhnya
orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi
minuman) yang campurannya adalah air kafur.
Ayat
di atas memberi kesan.
Orangnya mengambil
minuman sendiri.
Dari
tempat yang disiapkan.
MODEL
KE-2 MINUMNYA DILAYANI
Al-Quran
surah Al-Insan (surah ke-76) ayat 17.
وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا
كَانَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيلًا
Di
dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang
campurannya adalah jahe.
Ayat
di atas memberi kesan.
Orangnya TIDAK
MENGAMBIL MINUMAN.
TAPI DILAYANI
DENGAN DIBERI MINUMAN.
Orientalis
berpendapat.
Karena
orang Arab hidupnya di padang pasir.
Maka
di surga yang dibicarakan Al-Quran.
Yaitu
minum-minum.
Orientalis
berpendapat.
Bahwa
Al-Quran adalah primitif.
Padahal pada zaman modern.
Orang
berkumpul pasti ada acara minum-minum.
MODEL
KE-3
ALLAH
MELAYANI MEMBERI MINUM
Al-Quran
surah Al-Insan (surah ke-76) ayat 21.
عَالِيَهُمْ ثِيَابُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَإِسْتَبْرَقٌ ۖ
وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍ وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا
Mereka
memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada
mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberi mereka minuman yang
bersih.
(Sumber
Nouman Ali Khan)
16184. DAKWAH LUAS DAN LUWES MUNCUL UMAT MODERAT
DAKWAH LUAS DAN LUWES MUNCUL UMAT MODERAT
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
Prof Abdul Malik Fadjar.
Bahwa beragama harus luas dan luwes.
Yang diperluas dan diperluwes.
Bukan agamanya.
Tapi pemahaman terhadap ajaran agama.
Pemeluk agama.
Perlu wawasan dan bergaul luas.
Sehingga terbangun:
1)
Cara berpikir.
2)
Bersikap.
3)
Berperilaku.
Luwes dalam beragama.
Karakter luas dan luwes.
Membuat umat.
Siap hidup.
Dalam suasana majemuk.
Dan menghargai perbedaan.
Tanda orang sempit pandangan.
Anggap orang yang tidak sama .
Yaitu musuh saya.
Menurut Yusuf Al Qardhawi (2007).
Ada 6 karakter utama.
Kelompok radikal.
1)
Pemahaman agama literal.
2)
Keras dan menyulitkan.
3)
Sombong terhadap pendapatnya.
4)
Tak terima beda pendapat.
5)
Mengafirkan kelompok lain.
6)
Tidak peduli pada fitnah.
Dia selalu bedakan.
1)
Minna dan minhum.
2)
In grup dan out group.
3)
Kelompok kami dan kelompok mereka.
Perbedaan orang terpelajar.
Yaitu rahmat.
Perbedaan orang kurang wawasan.
Yaitu bencana.
Amar makruf nahi mungkar.
Yaitu tugas pemimpin.
Nabi Muhammad.
Berpesan cara berdakwah.
1.
Mempermudah.
2.
Tak mempersulit.
3.
Menggembirakan.
4.
Tak menakuti.
Para mubalig.
Punya posisi penting.
Hadirkan wajah Islam Indonesia.
Yang ramah dan luwes.
Bukan Islam penuh amarah.
Jika dakwah agama.
Dilakukan ramah dan luwes.
Maka akan membentuk umat:
1)
Moderat.
2)
Berpikir terbuka.
(Sumber Prof Dr Biyanto)


