Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, January 8, 2023

16165. AHOK CINA KRISTEN BAHAS QURAN ITU POLITIK AGAMA

 


AHOK CINA KRISTEN BAHAS QURAN ITU POLITIK AGAMA

Oleh: Drs HM Yusron Hadi, MM

 

 


NasDem:

Narasi Politik Agama.

 

Pilkada DKI.

Awal mula.

 

Berasal dari Ahok.

Bukan Anies Baswedan.

 

Ketua DPP Partai NasDem.

 Effendy Choirie.

Atau Gus Choi menilai.

 

Narasi nuansa agama.

Untuk berpolitik.

 

Di Pilkada DKI Jakarta.

Pada tahun 2017

 

Berawal dari ulah

Basuki Tjahaja Purnama.

Atau Ahok.

 

Bukan dari Anies Baswedan.

 

Anies Baswedan.

Tak keluarkan narasi.

Politik identitas.

 

Saat Pilkada DKI Jakarta.

Yang kerap dituduhkan.


"Mari kita lihat.

Sejak awal sampai akhir.

 

Maaf.

Semua berasal dari Ahok," ujar Gus Choi.

 

Sabtu (7/1/2023).


"Tuduhan itu.

 Jadi boomerang.

 

Karena awalnya dari mulutnya Ahok.

Kita harus ingat itu," tambahnya.

 

Yaitu pernyataan Ahok.

Mengutip surah Al Maidah.

Pada tahun 2016.

 

Saat itu.

Ahok mengutip surah Al Maidah ayat 51.

 

Dinilai menghina Islam.

Terus Ahok dihukum.

 

Pihak tuduh Anies.

Bawa politik identitas.

 

Tak pernah soroti.

Pernyataan kontroversi Ahok itu.

 

Padahal.

Ahok sampai dihukum.

Sebab pernyataan itu.


Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Memvonis 2 tahun penjara.

Pada Ahok.

 

Terbukti bersalah.

Penodaan agama.

 

Atas pernyataan .

Soal Surah Al-Maidah 51.

 

"Jangan tuduh Anies.

Politik identitas.

 

Karena ulah Ahok.

Yang masuk penjara.

Tidak dibicarakan lagi.

 

Tidak jadi sasaran lagi.

Padahal asalnya dari Ahok," kata dia.


Gus Choi membantah.

Anies Baswedan.

Dianggap pakai politik identitas.

 

Anies hanya jadi korban framing.

Sering disudutkan.

 

Pihak menyebut Anies.

Bapak identitas.

 

Hal itu.

Framing bohongi rakyat.

Dan termasuk fitnah," kata dia.

 


(sumber CNN)

16164. NARASI POLITIK AGAMA DARI AHOK BUKAN ANIES

 


NARASI POLITIK AGAMA DARI AHOK BUKAN ANIES BASWEDAN

Oleh: Drs HM Yusron Hadi, MM

 

 


NasDem:

Narasi Politik Agama.

 

Pilkada DKI.

Awal mula.

 

Berasal dari Ahok.

Bukan Anies Baswedan.

 

Ketua DPP Partai NasDem.

 Effendy Choirie.

Atau Gus Choi menilai.

 

Narasi nuansa agama.

Untuk berpolitik.

 

Di Pilkada DKI Jakarta.

Pada tahun 2017

 

Berawal dari ulah

Basuki Tjahaja Purnama.

Atau Ahok.

 

Bukan dari Anies Baswedan.

 

Anies Baswedan.

Tak keluarkan narasi.

Politik identitas.

 

Saat Pilkada DKI Jakarta.

Yang kerap dituduhkan.


"Mari kita lihat.

Sejak awal sampai akhir.

 

Maaf.

Semua berasal dari Ahok," ujar Gus Choi.

 

Sabtu (7/1/2023).


"Tuduhan itu.

 Jadi boomerang.

 

Karena awalnya dari mulutnya Ahok.

Kita harus ingat itu," tambahnya.

 

Yaitu pernyataan Ahok.

Mengutip surah Al Maidah.

Pada tahun 2016.

 

Saat itu.

Ahok mengutip surah Al Maidah ayat 51.

 

Dinilai menghina Islam.

Terus Ahok dihukum.

 

Pihak tuduh Anies.

Bawa politik identitas.

 

Tak pernah soroti.

Pernyataan kontroversi Ahok itu.

 

Padahal.

Ahok sampai dihukum.

Sebab pernyataan itu.


Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Memvonis 2 tahun penjara.

Pada Ahok.

 

Terbukti bersalah.

Penodaan agama.

 

Atas pernyataan .

Soal Surah Al-Maidah 51.

 

"Jangan tuduh Anies.

Politik identitas.

 

Karena ulah Ahok.

Yang masuk penjara.

Tidak dibicarakan lagi.

 

Tidak jadi sasaran lagi.

Padahal asalnya dari Ahok," kata dia.


Gus Choi membantah.

Anies Baswedan.

Dianggap pakai politik identitas.

 

Anies hanya jadi korban framing.

Sering disudutkan.

 

Pihak menyebut Anies.

Bapak identitas.

 

Hal itu.

Framing bohongi rakyat.

Dan termasuk fitnah," kata dia.

 


(sumber CNN)

16163. PEMILIH HARUS LIHAT REKAM JEJAK ANIES BASWEDAN

 


PEMILIH MUDA HARUS LIHAT REKAM JEJAK ANIES BASWEDAN

Oleh: Drs HM Yusron Hadi, MM

 

 

 

Relawan ajak

Pemilih milenial.

 

Lihat rekam jejak.

 Anies Baswedan

 

Juru Bicara

Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera.

 

 (Jubir Anies).

 Agung Prihatna.

 

Ajak pemilih milenial.

Untuk lihat rekam jejak.

 Saat Anies Baswedan.

 

1)        SMA.

2)        Mahasiswa.

 

3)        Kuliah di Amerika Serikat.

4)        Rektor Universitas Paramadina.

 

5)        Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

6)        Gubernur DKI Jakarta.

 

"Selama memimpin Jakarta.

Anies Baswedan.

 

Sukses bikin fasilitas public.

Standar internasional.

 

Seperti:

1)        Stadion JIS.

2)        Trotoar.

 

3)        Halte.

4)        Pusat kesenian.

5)        Dan lainnya.

Dengan standar global.

 

 Ketua Jubir Anies.

 Agung Prihatna.

Sabtu, 7-1-2023.

 

Anies Baswedan.

Juga raih prestasi tingkat :

 

1)        Nasional.

2)        Internasional.

 

Gubernur Anies Baswedan.

Bukan hanya sukses.

Bikin stadion JIS.

 

Bagi warga Jakarta.

Tapi seluruh warga Indonesia.

 

“Jakarta bukan hanya ibu kota negara.

Tapi tempat tinggal.

 

Dan berkumpulnya warga Indonesia.

Dari Sabang sampai Merauke," ujar Agung.

 

Stadion JIS.

Termasuk 10 stadion terbesar di dunia.

 

Padukan konsep bangunan:

1)        Olah raga.

2)        Seni.

3)        Budaya Indonesia.

 

Gubernur Anies Baswedan.

Juga sukses revitalisasi.

 

Pusat kesenian Jakarta.

 Taman Ismail Marzuki (TIM).

 

 Jadi bangunan multifungsi.

Atau mixed-use building.

 

TIM Jakarta.

Wadah seniman Indonesia.

 

Tempat kumpul warga.

Berbagai kalangan dan usia.

 

Anies Baswedan.

Juga tokoh Pendidikan.

Dan antikorupsi.

 

Anies Baswedan .

Jadi Ketua Komite Etik.

Di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 

"Anies Baswedan.

Sukses gerakan Indonesia mengajar.

 

Gerakan ajak warga.

Usaha Bersama.

 

Aktif mencerdaskan bangsa.

Upaya lunasi janji merdeka," kata Agung.

 

 Dalam rekam jejaknya.

Anies Baswedan.

 

Pemimpin yang:

1)        Mampu kerja.

 

2)        Punya integritas.

3)        Amanah.

 

 

(Sumber kba)