Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, January 13, 2023

16241. GUNUNG SEPERTI PASAK DI ALQURAN

 


GUNUNG SEPERTI PASAK DI AL-QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

  

 

ANGIN MENGAWINKAN AWAN MENURUT  AL-QURAN

  

Al-Quran surah Al-Hijr (surah ke-15) ayat 22.

  

وَأَرْسَلْنَا ٱلرِّيَٰحَ لَوَٰقِحَ فَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَسْقَيْنَٰكُمُوهُ وَمَآ أَنتُمْ لَهُۥ بِخَٰزِنِينَ


Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.

  

Kata “lawaaqih” berasal dari kata “laqaha” yanag artinya mengawinkan.

  

Dalam konteks ini makna mangawinkan berarti angin mendorong awan yang berkolaborasi
meningkatkan kondensasi hingga menyebabkan petir dan hujan.

  

Al-Quran surah Ar-Rum (surah ke-30) ayat 48.

 

ٱللَّهُ ٱلَّذِى يُرْسِلُ ٱلرِّيَٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُۥ فِى ٱلسَّمَآءِ كَيْفَ يَشَآءُ وَيَجْعَلُهُۥ كِسَفًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ ۖ فَإِذَآ أَصَابَ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦٓ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

Allah, Dia yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.

 

Deskripsi Al-Quran sangat sesuai secara sempurna dengan data hidrologi modern.

 
GUNUNG SEBAGAI PASAK  MENURUT  AL-QURAN

 
Dalam geologi, fenomena “lipatan” adalah sebuah fakta ilmiah yang baru ditemukan.

 

 

 Lipatan yang terjadi mengakibatkan terbentuk pegunungan.

 

Kerak bumi yang ditempati manusia seperti sebuah kulit yang padat.

 

Bagian dalam bumi berupa caairan panas, sehinga tak mungkin ada kehidupan di dalamnya.

  

Stabilitas pegunungan terkait dengan fenomena lipatan yang menyiapkan fondasi komponen pembentuk pegunungan.

  

Ahli geologi menyatakan jari-jari bumi sekitar 6.000 km dan kerak yang ditempati manusia berpijak sangat tipis sekitar 1-48 km.

 

 

 

karena tipisnya kerak bumi tempat berpijak manusia, maka kemungkinan bergetar sangat tinggi.

  

Gunung-gunung memberikan stabilitas daratan tempat manusia hidup.

  

Al-Quran secara sempurna mendeskripsikan hal ini dalam ayatnya.

 

Al-Quran surah An-Naba (surah ke-78) ayat 6-7.

  

أَلَمْ نَجْعَلِ ٱلْأَرْضَ مِهَٰدً

وَٱلْجِبَالَ أَوْتَادًا


Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,
dan gunung-gunung sebagai pasak?

Kata “autad” artinya pancang atau pasak yang biasanya dipakai untuk mendirikan tenda.

  

Sebuah buku berjudul “Earth” yang menjadi buku referensi ilmu geologi di universitas.

  

Salah satu penulisnya adalah Frank Press, Presiden Akademi Sains Amerika Serikat dan penasihat Presiden AS Jimmy Carter.

 

Dalam buku “Earth” penulis menggambarkan gunung berbentuk pasak dan permukaan gunung yang tampak hanya sebagian kecil dari keseluruhan gunung itu.

 

Di bagian bawah permukaan tanah, gunung tampak seperti akar yang menghunjam sangat kuat.

  

Gunung berperan sangat penting dalam menstabilkan kerak bumi.

  

Al-Quran menyebutkan fungsi pegunungan sebagai penjaga stabilitas daratan bumi.

  

Al-Quran menggambarkan fakta ilmiah ini sesuai dengan ilmu geologi modern secara sempurna.

  

Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 31.

 

  

وَجَعَلْنَا فِى ٱلْأَرْضِ رَوَٰسِىَ أَن تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَّعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ


Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.

 
GUNUNG MENANCAP DENGAN KUAT  MENURUT  AL-QURAN

 
Permukaan bumi terpecah-pecah menjadi banyak lempengan yang tebalnya sekitar 100 km.

 

Lempengan ini mengambang di sebagian wilayah yang mencair yang disebut aesthenosphere.

 

Formasi gunung terbentuk pada lempengan itu.

  

Kerak bumi tebalnya 5 km di bawah lautan, tebalnya sekitar 35 km di bawah permukaan continental, dan hampir mencapai 80 km di bawah pegunungan besar.

  

Hal itu adalah fondasi yang kuat bagi pegunungan.

  

Al-Quran berbicara tentang fondasi pegunungan yang kuat dalam ayatnya.

 

 

  

Al-Quran surah An-Naziat (surah ke-79) ayat 32.

 

 

وَٱلْجِبَالَ أَرْسَىٰهَا

 

Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh.


 

Daftar Pustaka

1.      Naik, Zakir. Miracles of Al-Quran and Sunnah. Penerbit Aqwam, Jakarta. 2016.

 

 

16240. SEMUA YANG HIDUP BERASAL DARI AIR DI ALQURAN

 


SEMUA YANG HIDUP BERASAL DARI AIR  DI  AL-QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

  

 

SEGALA SESUATU YANG HIDUP BERASAL DARI AIR

 

Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 30.

  

أَوَلَمْ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَنَّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَٰهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ كُلَّ شَىْءٍ حَىٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ


Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?



Al-Quran surah An-Nur (surah ke-24) ayat 45.

 

وَٱللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَآبَّةٍ مِّن مَّآءٍ ۖ فَمِنْهُم مَّن يَمْشِى عَلَىٰ بَطْنِهِۦ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِى عَلَىٰ رِجْلَيْنِ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِى عَلَىٰٓ أَرْبَعٍ ۚ يَخْلُقُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ


Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan 2 kaki sedangkan sebagian (yang lain) berjalan dengan 4 kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 


Al-Quran surah Al-Furqan (surah ke-25) ayat 54.

 

وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ مِنَ ٱلْمَآءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُۥ نَسَبًا وَصِهْرًا ۗ وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا


 

Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.

 

 

 
Setelah majunya ilmu sains modern sekarang kita tahu bahwa sitoplasma (substansi dasar sebuah sel) 80 persen dari air.

 

 

Penelitian modern mengungkapkan bahwa kebanyakan organisme 50 – 90 persen terdiri atas air.

  

Dan tiap makhluk hidup pasti butuh air.

 

Apakah mungkin 14 abad lalu manusia tahu bahwa tiap makhluk hidup terbuat dari air?

 

Apakah hal itu dibayangkan oleh manusia yang berada di padang pasir Arab yang selalu dilanda kelangkaan air?

 

Hal itu merujuk pada ayat Al-Quran tentang penciptaan hewan dari air.

 

 Dan ayat Al-Quran yang menerangkan manusia terbuat dari air.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.      Naik, Zakir. Miracles of Al-Quran and Sunnah. Penerbit Aqwam, Jakarta. 2016.

 

16239. API DALAM LAUTAN MENURUT ALQURAN

 

 


API DALAM LAUTAN MENURUT ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

Ada api di dasar lautan terbukti dalam Al-Quran.

 

Al-Quran surah At-Thur ( surah ke-52) ayat 1-6.

 

وَالطُّورِ

      وَكِتَابٍ مَسْطُورٍ

فِي رَقٍّ مَنْشُورٍ

وَالْبَيْتِ الْمَعْمُورِ

وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوعِ

وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ

 

      Demi bukit, dan Kitab yang ditulis, pada lembaran yang terbuka, dan demi Baitulmakmur, dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya ada api.

 

 

Pada zaman dulu.

Saat Al-Quran turun.

 

Bangsa Arab tak paham.

 

Sumpah Allah:

Demi lautan yang di dalam tanahnya ada api ini.

 

Arti “sajara”.

Menyalakan tungku pembakaran.

Hingga membuat panas atau mendidih.

 

Dalam persepsi mereka.

Air dan panas.

Saling bertentangan.

 

Air mematikan panas.

Dan panas menguapkan air.

 

 Tak mungkin 2 hal ini.

 Berdampingan dalam ikatan kuat.

 Tanpa ada yang rusak salah satunya.

 

Kata “sajara,”.

Artinya “mala’a” dan “kaffa”

(memenuhi dan menahan).

 

Fenomena mencengangkan.

Bayak air laut atau samudera.

Tak mampu padamkan bara api magma.

 

 Dan magma yang sangat panas.

Tak mampu panaskan air laut dan samudera.

 

Keseimbangan 2 hal berlawanan.

 

Al-Quran menyebutkan fakta itu.

Sejak 1.400 tahun lalu.

 

 

Al-Quran menjelaskan api di dalam lautan.

Dengan istilah “Masjur.”

 

Kata “Masjur,”.

Artinya sesuatu di atas.

Dipanaskan di bawahnya.

 

 

Nabi Muhammad bersabda,

“Tidak ada yang mengarungi lautan.

 

Kecuali orang berhaji, berumrah atau berperang di jalan Allah.

 

 Sesungguhnya di bawah lautan.

Ada api dan di bawah api ada lautan,”

(HR Abu Daud).

 

 

 

Daftar Pustaka

 

2.   Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

3.   Tafsirq.com online