Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, March 16, 2023

17149. ORANG TUDUH RADIKAL TAK RADIKAL DIA PEMECAH BANGSA

 



ORANG TUDUH RADIKAL TAK RADIKAL DIA PEMECAH BANGSA

Oleh:  Drs. HM Yusron Hadi,MM

 

 

 

 

 

Haedar Nashir:

Tidak politik identitas.

 

 Tapi datangi pesantren.

Rebut hati santri.

 

Ketua Umum Muhammadiyah.

 Haedar Nashir.

 

Mengkritik pihak.

Melakukan dikotomi.

Berdasar politik identitas.

 

Tapi dipakai .

Merebut kelompok santri.

 

Hal itu.

Pemecah belah.

 

1)        Yang ini politik identitas.

2)        Yang itu tidak politik identitas.

 

Padahal semuanya.

Punya identitas.

 

1)        Ada yang ditampilkan.

2)        Ada yang disembunyikan.

 

 Kami paham.

Teori politik tentang:

 

1)        Front stage.

2)        Back stage.

 

Apa yang ada di depan.

Dan apa yang di belakang,” kata Haedar.

 

Dalam peresmian

Rumah Sakit Umum.

 

 Universitas Muhammadiyah.

Jember, Jawa Timur.

 

Sabtu (11/3/2023).

 

Mengaku tak pakai politik identitas.

Tapi tokoh dan kekuatan politik.

Datang ke pesantren.

 

Padahal itu.

Politik identitas sebenarnya.

 

Ingin rebut hati kaum santri.

Politik demokrasi kita.

 

Cenderung membelah.

Dan memecah belah,” kata Haedar.

 

Haedar mengatakan.

Umat Islam dihadapkan.

 

Pada politik.

Membuat terpecah.

 

Rakyat dan bangsa Indonesia.

Sadar hak dan demokrasi.

 

Tapi pada saat sama.

Mereka seperti rumput kering.

 

Yang mudah terbakar.

Dalam hal persatuan.

 

Menurut Haedar.

1)        Bhinneka tunggal ika.

2)        Pancasila.

 

Saat ini lebih jadi retorika.

 

 Isu soal:

1)        Radikal.

2)        Intoleransi.

 

Begitu menarik.

Jadi isu para tokoh agama.

 

Realitas hidup kita di luar itu.

Seperti gunung es.

Tak terjangkau oleh kita,” katanya.

 

Muhammadiyah ingin.

Umat Islam dan bangsa Indonesia.

 

Tak berhenti.

Pada isu itu.

 

“Jangan-jangan isu itu.

Memecah belah kita juga.

 

Karena umat dipecah belah:

1)        Yang ini radikal.

2)        Yang itu tidak radikal.

 

3)        Yang ini toleran.

4)        Yang itu  tidak toleran,” kata Haedar.

 

“Kesadaran persatuan.

Penting jadi komitmen bersama.

 

Termasuk Muhammadiyah.

Yaitu:

 

1)        Mewujudkan persatuan tulus.

2)        Persatuan objektif rasional.

 

Tapi harus paham.

Bangsa besar dan majemuk.

Sulit betul-betul utuh.

 

Maka disebut pluralis.

Atau bhinneka.

 

Seperti air dan minyak.

Air dan minyak.

Susah disatukan.

 

Tapi kita punya sistem.

Yang membuat kita bersatu,” kata Haedar.

 

Haedar berharap.

Bahwa tiap umat agama.

 

Bisa saling menghormati.

Dalam perbedaan.

 

Hal itu.

Disebut   :
Persatuan Dewasa.

 

Sistem ini harus dibangun.

Sebab jika hal fisik saja.

 

Jika ada hal fundamental.

Maka kita tak bisa menjaga,” katanya.

 

Misalnya.

Ada rumah ibadah.

 

Tidak bisa berdiri.

Berita ke internasional.

 

Padahal hal yang sama.

Terjadi di tempat lain.

 

Kelompok agama mayoritas.

Tak mudah bikin rumah ibadah.

 

 Maka kita butuh:

1)        Mekanisme.

2)        Sistem.

3)        Aturan.

 

Agar kita jadi dewasa,” kata Haedar.

 

Pranata menyatukan.

1)        Rumah sakit.

2)        Sekolah.

 

3)        Perguruan tinggi.

4)        Lembaga social.

 

Sebenarnya menyatukan bangsa.

 

 “Lewat rumah sakit.

Semua orang bisa hadir.

 

Muhammadiyah.

Dengan keterbatasan.

 

Bisa hadirkan:

1)        Rumah sakit.

2)        Sekolah.

3)        Lembaga lain.

 

Hal itu.

Menyatukan,” katanya.

 

Milik Muhammadiyah.

1)        Sekolah.

2)        Perguruan tinggi.

 

Berada di:

1)        Papua.

2)        NTT.

 

Mayoritas 80 persen.

Agama non lslam.

 

Perguruan tinggi dan sekolah.

Milik Muhammadiyah.

 

Di Nusa Tenggara Timur dan Papua.

Muridnya mayoritas non lslam.

 

 Muhammadiyah.

Diterima rakyat.

Di 2 wilayah itu.

 

Hal itu.

Wujud membangun budaya.

Dan bhinneka tunggal ika.

 

Lewat pranata sosial, pendidikan, dan kesehatan.

 

Muhammadiyah.

Ikut sumbangsih.

Bagi integrasi nasional,” kata Haedar.

 

“Sejatinya bangsa kita.

Punya kekuatan kultural.

Yang bagus untuk bersatu.

 

Tapi karena:

1)        Isu politik tak terkendali .

 

2)        Tak ada teladan.

Dari para elite berbagai lapisan.

 

3)        Sistem belum mapan.

 

Kita sering hadapi situasi rawan.

Dalam relasi sosial kita,” kata Haedar.

 

Haedar ajak seluruh:

1)        Organisasi Islam.

2)        Organisasi lainnya.

 

Untuk membangun bangsa Indonesia.

 

“Insya Allah dengan:

1)        Kebersamaan.

2)        Dalam berbedaan .

 

Kita bisa jadi penopang kuat Indonesia,” katanya. 

 

 

(Sumber berita jatim)

17148. PBB TETAPKAN HARI ANTI ISLAM FOBIA 15 MARET

 



PBB TETAPKAN HARI ANTI  ISLAM FOBIA 15 MARET

Oleh:  Drs. HM Yusron Hadi,MM

 

 

 

 

Fobia.

Yaitu takut pada sesuatu.

Tanpa alasan jelas.

 

Islam fobia.

Yaitu takut pada lslam.

Tanpa alasan jelas.

 

Hari anti Islam fobia.

 (Day to combat Islamophobia).

 

Pada 15 Maret.

Resolusi Sidang Majelis Umum PBB.

 

Amerika adakan rangkaian acara.

Sejak Rabu-Sabtu,  15- 18 Maret 2023.

 

Acara hadirkan tokoh:

1)        Muslim Amerika.

2)        Kongres.

3)        Senator.

4)        Tokoh agama Islam.

5)        Tokoh agama lain.

 

Di St Louis Missouri.

 

Kamis, 15 Maret 2023.

Berbagai acara secara virtual.

Secara global.

 

Jumat, 17 Maret 2023.

Khotbah JUmat.

Tema bahaya Islamophobia.

Di berbagai Masjid Amerika.

 

Sabtu, 18 Maret 2023.

Seminar Islamophobia.

 

Imam Shamsi Ali.

Salah seorang pembicara.

Dalam berbagai acara.

 

Fakta Islamophobia.

 

Ada opini Islamophobia.

Mitos dibesarkan seolah realita.

 

Bahkan kejahatan pada umat Muslim.

Berusaha dibalik.

Seolah umat Islam.

Jadi pelaku kekerasan.

 

Umat Islam.

Sesungguhnya baik.

Kontribusi bagi kebaikan, keamanan, dan kemajuan Amerika.

 

 Tapi berusaha dibalik.

 Umat lslam.

 

Seolah musuh dan ancaman.

Bagi negara dan bangsa.

 

Misalnya.

Tahun 2022.

Ada 3 kasus terjadi.

1)        Polisi NYPD dibacok.

 

2)         Penembakan Florida.

Tewas 3 orang.

 

3)        Penembakan massal Georgia.

Tewas beberapa orang.

 

Tapi hanya pelaku Time Square.

Dia mengaku Muslim.

 

Agamanya disebut media massa.

Tapi yang lain tidak.

Sebab bukan lslam.

 

 

Kesimpulan.

Islam fobia.

1)        Fakta.

2)        Bukan hal baru.

3)        Fakta sejarah.

 

Presiden Amerika.

Donald Trump ganti Biden.

Tak hilangkan Islam fobia.

 

Al-Quran surah As-Saf (surah ke-61) ayat 8.

 

يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

 

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, meskipun orang- kafir membencinya.

 

Kalimat.

“Yuriiduuna liyuthfiu nuurallah”.

 

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah.

 

Kata “uuriiduuna”.

Bentuk “fi’il mudhorik”.

Atau “present/continuous tense”.

 

Gambarkan sekarang.

Dan berlanjut ke depan.

 

Ada 5 bentuk lslam fobia.

 

1.        Upaya sistematis bangun persepsi.

Bahwa Islam agama tamu.

 

Kristen dan Yahudi.

Dianggap agama pribumi.

Asli Amerika.

 

Amerika.

Sering diakui Judeo-Christian nation. 

 

Padahal fakta sejarah.

Islam hadir di Amerika.

Sebelum Columbus datang.

 

2.        Dunia dibagi 2 yaitu:

Dunia Barat dan Timur.

 

Bukan berdasar geografi.

Tapi jenis manusia.

Yaitu bangsa Barat dan Timur.

 

Australia dan New Zealand.

Terletak di timur bumi .

Disebut bangsa Barat.

 

3.        Perang di negara lslam.

Didesain oleh Barat.

Agar lslam rusak.

 

 

4.        Dunia lslam kacau.

Desain Barat.

Tapi tuduh lslam rusak.

 

5.        Pengungsi akibat perang.

Desain Barat.

Tapi tuduh lslam ancaman.

 

Misalnya.

Pengungsi muslim Bosnia.

 

Dianggap hilang agama.

Ternyata bangun masjid di New York.

 

Warga Amerika takut.

Islam jadi besar.

 

 

Cara atasi lslam fobia.

 

1)        Buktikan lslam rahmat.

Bagi seluruh alam.

 

2)        Aktif semua kegiatan.

 

3)        Ubah mental tamu.

Jadi tuan rumah.

 

4)        Sikap optimis.

 

 

Syukur dan bangga.

Atas resolusi SMU-PBB.

 

Tetapkan 15 Maret.

Sebagai Hari Anti Islamophobia.

 (Day to Combat Islamophobia).

 

Tapi resolusi SMU-PBB.

Tak tidak bersifat mengikat.

 

Misalnya.

Ratusan resolusi.

 

Dukung Palestina.

Tapi mandek.

 

Harapan kita.

Agar semua anggota PBB.

 

Tindak lanjut resolusi.

Di negara masing-masing.

 

(Sumber lmam Shamsi Ali)