Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, March 22, 2023

17245. PUASA RAMADAN UBAH ORIENTASI DUNIA JADI AKHIRAT

 







PUASA RAMADAN UBAH ORIENTASI DUNIA JADI AKHIRAT

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Orientasi.

Yaitu sikap pandangan.

 

Yang mendasari pikiran.

Dan perhatian.

 

Ramadan.

Bulan penuh kebaikan dan manfaat.

 

Bulan Ramadan.

Disebut “azziyadatu fil khaer”.

Atau kebaikan yang banyak.

 

Tapi berkah Ramadan.

Sering terbatas aspek ritual.

 

Mayoritas fokus amalan ritual.

 

Seperti:

1)        Puasa.

2)        Tarawih.

 

3)        Membaca Al-Quran.

4)        Zikir.

5)        Dan lainnya.

 

Lebih sempit lagi.

Amalan  ritual.

 

Raih hitungan .

Banyak pahala.

 

Seperti “bargaining” dengan Allah.

Seolah Allah perlu disuap.

 

Dengan amalan ritual.

Demi raih “sesuatu”.

 

Hal ini.

Jadikan nilai “ikhlas”.

Berkurang bahkan sirna.

 

Tanpa sadar.

Terjadi sikap tak etis pada Allah.

 

Kata “isytara” .

Yaitu transaksi Allah dan hamba.

 

Gambaran komitmen.

Hamba patuh kepada Allah.

 

Tapi bukan hitungan.

Antara hamba dan Allah.

 

Berkah Ramadan.

Dipahami lebih luas.

Dan komprehensif.

 

Bahwa Ramadan.

1)        Pahala amal ritual pasti berlipat.

2)        Pahala amal wajib berlipat.

 

3)        Pahala amal sunah bernilai wajib.

4)         Umrah Ramadan bernilai ibadah haji.

 

Contoh tempat diutamakan.

1)        Masjidil Haram.

2)        Multazam.

 

3)        Padang Arafah di hari Arafah.

4)        Mihrab tempat imam salat.

 

Doa lebih utama dan dikabulkan.

 

Nabi Zakaria.

Berdoa minta anak.

 

Di Mihrab.

Dikabulkan Allah.

 

Padahal logikanya.

Nabi Zakaria.

Tak mungkin lagi punya anak.

 

Waktu diutamakan.

 

1)        Waktu sahur.

2)        Sepertiga malam jelang fajar.

 

Berkah Ramadan.

Tak hanya aspek ritual.

 

Tapi pada semua sisi .

Punya berkah dan keutamaan.

 

Antara lain.

Ramadan bulan “muhasabah”.

Bulan kalkulasi banyak hal.

 

Misalnya.

Muhasabah tujuan hidup.

 

Manusia nyaman hidup dunia.

Seolah-olah dia akan hidup abadi.

 

Manusia sering jadikan dunia ini.

Sebagai tujuan hidup.

 

Orientasi hidupnya.

Untuk penuhi hajat dunia.

 

Tapi sering lupa hidup akhirat.

Manusia hidup lengket dunia.

Terlalu melebihkan dunia.

 

Puasa Ramadan.

Ubah orientasi tujuan hidup.

 

Hidup orientasi dunia.

Jadi hidup orientasi akhirat.

 

(Sumber lmam Shamsi Ali)

17244. KAUM BURUH DUKUNG ANIES BASWEDAN

 

 



KAUM BURUH DUKUNG ANIES BASWEDAN SOAL OMNIBUS LAW

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Omnibus Law Cipta Kerja.

 Bikin mayoritas buruh.

 Dukung Anies Baswedan

 

 

Mayoritas buruh atau pekerja.

Dukung Anies Baswedan.

Pada Pilpres 2024.

 

Salah satu faktornya.

UU Omnibus Laya Cipta Kerja.

 

Hal itu diungkapkan.

 Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI).

 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

 Dani Eko Wiyono.

 

Berdasar diskusi buruh.

Di sejumlah daerah.

 

Mayoritas pekerja ingin perubahan.

Sebab kebijakan Pemerintah.

Tak berpihak pada mereka.

 

“Mayoritas buruh.

Dukung Anies Baswedan.

Tapi belum semua,” katanya.

 

Sabtu, 18 Maret 2023.

 

Menurut dia.

Kaum buruh ibarat keset.

 

Oleh pemerintahan.

Saat ini.

 

Para buruh sadar.

Kebijakan pemerintah.

 

Terutama Omnibus Law Cipta Kerja.

Tak berpihak pada pekerja.

 

Dani Eko Wiyono.

Mantan Wakil Ketua .

 

Timses Jokowi – Ma`ruf Amin.

Di Yogyakarta.

 

Dani Eko Wiyono.

Koordinator Presidium ANIES DIY.

 

 “Januari 2023.

Kami mulai konsolidasi.

 

Songsong Pemilu.

Pada 14 Februari 2024,” tegasnya. 

 

(sumber kba)

 

 

 

17243. BRASIL VS KOREA (6-2)

17242. ARGENTINA VS UAE (6-0)

17241. ADA 9 FAKTOR MUHAMMADIYAH PAKAI HISAB

 





ADA 9 FAKTOR  MUHAMMADIYAH PAKAI HISAB

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Ada 9 faktor .

Muhammadiyah pakai hisab.

Tentukan awal bulan Kamariah.

 

Rasulullah pakai rukyat.

Tentukan awal bulan Kamariah.

 

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid

PP Muhammadiyah.

 Rahmadi Wibowo.

 

Ada 9 alasan.

Yaitu:

1)        Semangat Al-Quran pakai hisab.

2)        Hadis rukyat punya illat (alasan).

 

3)        Rukyat bukan ibadah, tapi sarana.

4)        Rukyat tak bisa bersatu.

 

5)        Rukyat tak bisa prediksi jauh ke depan.

6)        Rukyat tak bisa satukan Kalender Global.

 

7)        Jangkauan rukyat terbatas.

8)        Rukyat timbul soal Puasa Arafah.

9)        Hisab bisa segala cuaca.

 

Al-Quran surah Ar-Rahman (surah ke-55) ayat 5.

الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ

 

Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.

 

Al-Quran surah Yunus (surah ke-10) ayat 5.

 

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

 

Dia menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah (tempat) bagi perjalanan bulan, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang yang mengetahui.

 

Ayat di atas.

Bukan sekadar informasi.

 

Tapi dorong menghitung.

Gerak matahari dan bulan.

 

Agar tahu bilangan tahun dan waktu.

 

Hadis perintah rukyat.

Perintah “illat”.

Atau punya alasan hukum.

 

Kondisi umat zaman Nabi.

Masih ummi.

Belum kenal tulis baca dan hisab.

 

Islam baru berkembang.

Perintah Nabi.

 

Sesuai sarana saat itu.

Yaitu rukyat.

 

Saat umat Islam tersebar luas.

Rukyat tak cakup semua permukaan bumi.

 

Rukyat bukan ibadah, tapi sarana.

 

Metode rukyat.

 

Bukan ibadah mahdah.

Tapi alat tentukan waktu.

 

Rukyat tak bisa prediksi.

Tanggal jauh hari ke depan.

 

Karena kepastian tanggal baru.

Diketahui H-1.

Pada tiap bulan.

 

Ibadah mahdah.

Awal Ramadan.

Yaitu puasa, bukan rukyat.

 

Rukyat tak bisa untuk kalender unifikatif.

 

Pembuatan kalender.

Pasti pakai hitungan astronomis.

 

Repot buat kalender pakai rukyat.

Kaveran bersifat terbatas.

 

Pada letak geografis tertentu.

Timbul beda tanggal Hijriah.

Di berbagai tempat.

Rukyat tak ramalkan tanggal ke depan.

 

Rukyat tak satukan hari raya Islam.

Di seluruh dunia.

 

Rukyat tak menata waktu prediktif.

Masa lalu dan masa depan.

 

Terbukti 1500 tahun.

Islam belum punya kalender terpadu.

 

Dan komprehensif.

Sebagai acuan bersama.

 

Rukyat tak satukan awal bulan Islam.

secara global.

 

 

Metode rukyat.

Tak satukan seluruh dunia.

 

Dengan prinsip 1 hari 1 tanggal.

Di seluruh dunia.

 

Jangkauan rukyat terbatas.

 

Pada saat terlihat hilal.

Daerah lain belum mengalami.

 

Bahkan bulan di bawah ufuk.

Hilal tak bisa dirukyat.

 

Di seluruh muka bumi.

Pada sore hari yang sama.

 

Timbul beda awal bulan kamariah baru.

 

Pada bulan Zulhijah.

Soal kapan saat puasa Arafah.

 

Rukyat timbul soal puasa Arafah.

 

Rukyat tak bisa jatuhkan hari Arafah.

 

Serentak di seluruh dunia.

Timbul soal waktu puasa Arafah.

 

Faktor Alam seperti Cuaca.

 

Hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

 

Rasulullah bersabda,

“Jika hilal di atasmu terhalang awan.

Maka prediksi.”.

 

Metode hisab dipakai.

Saat rukyat terganggu faktor alam.

 

Jadwal waktu salat.

Zaman kini.

 

Semua pakai hisab.

Nabi pakai rukyat matahari.

 

(Sumber Muhammadiyah)