Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, March 23, 2023

17253. JADWAL WAKTU SALAT SEMUA PAKAI HISAB TAK PERLU RUKYAT

 





JADWAL WAKTU SALAT SEMUA PAKAI HISAB TAK PERLU RUKYAT

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Berdasar metode hitung.

Kalender Islam modern.

 

Muhammadiyah tetapkan.

1)        Awal Ramadan 1444 H/2023 M.

Pada Kamis (23/3/2023).

 

2)        Hari Raya Idul Fitri 2023.

Yaitu 1 Syawal 1444 H

Pada Jumat, 21 April 2023.

 

Muhammadiyah umumkan.

Berdasar hisab hakiki wujudul hilal.

 

 Majelis Tarjih dan Tajdid

Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

 

Sekretaris Umum.

 Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Abdul Mu’ti menegaskan.

 

Bahwa metode hisab.

Lebih akurat secara ilmiah.

 

Karena matahari dan bumi.

Beredar ikut takdir Allah. 

 

 

Al-Quran surah Yasin (surah ke-36) ayat 38.

 

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

 

Dan matahari berjalan di tempat edarnya. Demikian ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

 

Jika takdir Allah.

Pada bumi dan benda langit.

 

Sudah diketahui manusia.

Tak mungkin meleset.

 

Para ahli hisab.

Bisa prediksi:

 

1)        Awal Ramadan.

2)        Awal Zulhijah.

3)        Gerhana.

 

Diiprediksi akurat.

1)        Kapan terjadinya.

2)        Jam berapa.

 

3)        Durasi berapa lama.

4)        Di posisi mana.

 

Hal itu jelas.

 Tak meleset.

Karena sudah takdir Allah,” imbuhnya.

 

Muhammadiyah pakai metode hisab.

Karena kepastiannya.

 

Ulama dunia.

Yusuf Al-Qaradhawi.

Sepaham hal itu.

“Peredaran benda langit.

Hal itu hukum alam.

 

Sunatullah.

Bersifat tabi’iyah.

Tak mungkin menyimpang,” tegas Mu’ti.

 

Jadwal waktu salat.

Semua sudah pakai hisab.

Tak perlu rukyat lagi.

 

 

 (sumber muhammadiyah)

 

17251. MUHAMMADIYAH METODE HISAB LEBIH AKURAT DAN PASTI

 




MUHAMMADIYAH METODE HISAB LEBIH AKURAT DAN PASTI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Berdasar metode hitung.

Kalender Islam modern.

 

Muhammadiyah tetapkan.

1)        Awal Ramadan 1444 H/2023 M.

Pada Kamis (23/3/2023).

 

2)        Hari Raya Idul Fitri 2023.

Yaitu 1 Syawal 1444 H

Pada Jumat, 21 April 2023.

 

Muhammadiyah umumkan.

Berdasar hisab hakiki wujudul hilal.

 

 Majelis Tarjih dan Tajdid

Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

 

Sekretaris Umum.

 Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Abdul Mu’ti menegaskan.

 

Bahwa metode hisab.

Lebih akurat secara ilmiah.

 

Karena matahari dan bumi.

Beredar ikut takdir Allah. 

 

 

Al-Quran surah Yasin (surah ke-36) ayat 38.

 

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

 

Dan matahari berjalan di tempat edarnya. Demikian ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

 

Jika takdir Allah.

Pada bumi dan benda langit.

 

Sudah diketahui manusia.

Tak mungkin meleset.

 

Para ahli hisab.

Bisa prediksi:

 

1)        Awal Ramadan.

2)        Awal Zulhijah.

3)        Gerhana.

 

Diiprediksi akurat.

1)        Kapan terjadinya.

2)        Jam berapa.

 

3)        Durasi berapa lama.

4)        Di posisi mana.

 

Hal itu jelas.

 Tak meleset.

Karena sudah takdir Allah,” imbuhnya.

 

Muhammadiyah pakai metode hisab.

Karena kepastiannya.

 

Ulama dunia.

Yusuf Al-Qaradhawi.

Sepaham hal itu.

“Peredaran benda langit.

Hal itu hukum alam.

 

Sunatullah.

Bersifat tabi’iyah.

Tak mungkin menyimpang,” tegas Mu’ti.

 

Jadwal waktu salat.

Semua sudah pakai hisab.

Tak perlu rukyat lagi.

 

 

 (sumber muhammadiyah)

 

Wednesday, March 22, 2023

17248. RAMADAN TOLERAN BEDA IDUL FITRI JANGAN DIHINA

 


RAMADAN TOLERAN BEDA IDUL FITRI JANGAN DIHINA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Ketua Umum PP Muhammadiyah.

 Haedar Nashir .

 

Jadikan Ramadan.

 Momentum Hidup Penuh Toleransi.

 

Beda tanggal hari besar umat Islam.

Tak perlu jadi bahan olok-olokan.

 

Rabu, 22 Maret 2023.

 

Bulan Ramadan 1444 Hijriah.

Momen bangun hidup warga.

 

Penuh toleransi.

Dalam perbedaan.

 

"Puasa momentum hidup penuh toleran.

Beda penentuan tanggal.

 

Untuk hari besar umat Islam.

Tak perlu jadi bahan olok-olokan," kata Haedar.

 

Puasa harus jadikan  umat Islam.

1)      Tasamuh.

2)      Toleran.

 

3)      Ukhuwah.

4)      Saling hormat.

 

Para:

1)      Ilmuwan.

2)      Ulama.

 

3)      Mubalig.

4)      Semuanya.

 

Ketika ada perbedaan.

Kita harus makin dewasa.

 

Dan tasamuh.

Atau lapang dada.

Terima perbedaan," kata dia.

 

Orang berpuasa.

Mampu kendalikan diri.

 

Terutama dari:

1)        Emosi.

2)        Amarah.

 

3)        Benci.

4)        Pertengkaran.

5)        Permusuhan.

 

Meskipun beda paham.

Orang berpuasa.

 

Cinta damai.

Jaga persaudaraan.

 

Dalam diri orang puasa.

Tak ada tempat.

 

Bagi para pemuja amarah.

Dan pemantik konflik," ucap dia.

 

Puasa lahirkan.

Gerakan sosial bangsa.

 

Kekuatan perekat bangsa.

Pembawa damai.

Mencegah konflik.

 

Ramadan momen.

Makin dekat kepada Allah.

 

Sehingga terhindar.

Dari tindakan menyimpang.

 

 Orang dekat dengan Allah.

1)        Tak menyimpang.

2)        Tak korupsi.

 

3)        Tak menyeleweng.

4)        Tak lakukan hal buruk lainnya," kata dia.

 

 

(Sumber tvone)