Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, April 19, 2023

17567. MUDIK LEBARAN SAMBUNG TALI PUTUS

 







MUDIK LEBARAN MENYAMBUNG TALI YANG PUTUS

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Mudik (menurut KBBI V).

 

1)        Berlayar (pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman).

2)        Pulang ke kampung halaman.

 

Di Indonesia.

Mudik.

Yaitu pulang ke kampung halaman.

 

Dilakukan tiap tahun.

Biasanya 1 minggu.

Sebelum hari raya Idul Fitri

 

Mendekati hari raya Idul Fitri.

Arus mudik amat besar.

 

Banyak penduduk kota.

Kembali ke kampung halamannya.

 

Orang-orang saling silaturahmi.

Untuk menyambung:

 

1)        Tali persaudaraan.

2)        Berlibur.

 

3)        Bernostalgia.

Mengenang masa lalu.

 

 

Sebagian orang.

Pamer hasil sukses.

Di kota.

 

Mudik terkait silaturahmi.

Dianjurkan Islam.

 

Silaturahmi.

Berasal dari kata:

 

1)        Shilat.

2)        Rahim.

 

Kata “shilat”.

Artinya “menyambung dan menghimpun”

 

Kata “rahim”.

Artinya “kasih sayang, peranakan, atau kandungan”.

 

Karena anak yang dikandung.

Mendapat curahan kasih sayang.

 

Hubungan renggang.

Atau terputus.

 

Orang tinggal di kota.

Dengan orang di kampung halaman.

 

Bisa tersambung dengan silaturahmi.

 

Menyambung tali yang putus.

Yaitu hakikat silaturahmi.

 

Nabi Muhammad bersabda,

 “Bukan silaturahmi Namanya.

 

Orang membalas kunjungan.

Atau pemberian.

 

Tapi silaturahmi.

Yaitu menyambung yang putus.”

 

Minal Aidin.

Artinya “semoga kita termasuk orang yang kembali”.

 

Yaitu kembali kepada:

1)        Fitrah.

2)        Asal kejadian.

 

3)        Suci.

4)        Agama yang benar.

 

 

Al-faizin.

Bermakna “keberuntungan”

 

Kata “fawz”.

Bermakna “pengampunan dan keridaan Tuhan serta kebahagiaan surga.”

 

Wal faizin.

Berarti “Semoga kita termasuk orang yang memperoleh ampunan dan rida Allah.

 

Minal aidin wal faizin.

Artinya.

 

 “Semoga kita termasuk orang yang kembali jadi suci.

 

Mendapat  ampunan dan rida Allah.

Sehingga kita dapat kenikmatan surga.”

 

Dalam kegiatan mudik lebaran.

Orang berjumpa dengan keluarga.

 

Bersalaman dengan handai taulan.

Bertemu teman dan lainnya.

 

Disertai ucapan:

“Mohon maaf lahir batin”.

 

Kata ”maaf”.

Berasal dari kata “afwu”.

Artinya “kelebihan”.

 

 Kelebihan atau kekurangan.

Hal yang tidak normal

 

Orang berbuat salah.

Punya kelebihan tidak wajar.

 

 Orang menyimpan salah orang lain.

 Punya kekurangan tak normal.

 

Orang punya kelebihan.

Atau kekurangan.

 Meraka tidak normal.

 

Sebaiknya mereka bertemu.

Untuk saling memaafkan.

Agar hubungan normal kembali.

 

Menurut Islam.

Saling memaafkan.

 

Tak perlu menunggu hari raya Idul Fitri.

Tapi lebih cepat lebih baik

 

Manusia tak tahu berapa panjang umurnya.

 

Mudik lebaran.

Kesempatan amat baik.

Untuk menghimpun famili yang terserak.

 

Ucapan:
 “Taqabbalallahu minna waminkum”.

 

 Artinya:
 “Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan ibadah kalian semua”.

 

Saling mendoakan dalam kebaikan.

 Ajaran Islam yang indah dan mulia.

 

Al-Quran surah Ali Imran (surah ke-3) ayat 133-134.

 

۞ وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

 

 Bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang bertakwa. Yaitu orang yang menafkahkan sebagian hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang yang menahan amarahnya serta memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang yang berbuat kebajikan.

 

 

Daftar Pustaka

1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.

2.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

3.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.

4.    Tafsirq.com online

 

17566. DEMI TOLERANSI APAKAH MATAHARI BULAN BISA DIUNDUR

 



DEMI TOLERANSI APAKAH MATAHARI BULAN BISA DIUNDUR

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

Ketua Umum

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Haedar Nashir yakin.

 

Bahwa metode hisab.

Akan dipakai secara umum.

 

Oleh umat Islam di Indonesia.

Bahkan seluruh dunia.

 

Seperti pakai jam.

Sebagai tanda waktu salat.

 

Haedar yakin.

Bahwa suatu saat.

Umat Islam seluruh dunia.

 

Akan pakai metode:

Hisab Wujudul Hilal.

 

Sebagai landasan.

Tentukan waktu penting ibadah.

Bagi umat Islam.

 

“Sekarang ini.

Kita mudah salat 5 waktu.

 

Dan segala macam.

Tanpa harus melihat matahari,” kata Haedar.

 

 Media Gathering.

PP Muhammadiyah.

 

Jl. Cik Ditiro, No. 23 Kota Yogyakarta.

Selasa (18/4/2023).

 

Saat ini.

Dalam tentukan waktu salat.

 

Golongan dan negara mana pun.

Pakai jadwal pasti.

 

Muhammadiyah ingin pakai hisab.

Dalam tentukan:

 

1)        Awal Ramadan.

2)        1 Syawal.

3)        10 Zulhijah.

 

Tapi hal itu butuh waktu.

Mungkin perlu waktu 100 tahun.

 

Untuk saat ini.

Ketika terjadi perbedaan.

 

Tak perlu saling menuding.

Jangan caci maki.

 

“Kami hargai umat lslam.

Dan negara.

 

Yang masih anut.

Metode lain, “tuturnya.

 

Sejarah KHA Dahlan

KH. Ahmad Dahlan.

 

Menentukan arah kiblat masjid.

Pakai ilmu falak.

 

Meskipun  awalnya ditentang.

Tapi saat ini.

Diikuti semua umat Islam Indonesia.

 

“Alhamdulillah.

Kementerian Agama buat sertifikasi.

 

Bahwa tiap masjid harus dapat sertifikat.

Soal arah kiblat yang benar.

 

Mungkin Kalender Islam Global.

Perlu 100 tahun lagi,” imbuhnya.

 

Metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal.

Landasan generasi mendatang.

Agar hidup jadi praktis.

 

Islam harus jawab tantangan modern.

Yang perlu kepastian.

 

Misalnya.

Kepastian:

 

1)        Transaksi.

2)        Hari dan tanggal.

3)        Dan lainnya.

 

Yang tidak pasti.

Yaitu saat kematian,” ucapnya.

 

“Semua benda langit.

Beredar dengan kepastian.

 

Apakah perjalanan:

1)                Matahari.

2)                Bulan.

 

Demi toleransi .

Bisa diatur mundur dulu?

 

Bulan itu mau datang.

Ya datang.

 

Matahari mau terbenam.

Ya terbenam,” ungkap Haedar.

 

Al-Quran surah Ar-Rahman (surah ke-55) ayat 5.

 

الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ

 

Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.

 

Al-Quran surah Yunus (surah ke-10) ayat 5.

 

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

 

Dia Allah menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang yang mengetahui.

 

 

(Sumber muhammadiyah)