Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, March 16, 2024

33171. MUHAMMADIYAH IBADAH TERPOLA DAN TAK TERPOLA

 


MUHAMMADIYAH AMAL IBADAH TERPOLA DAN TAK TERPOLA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

 Syamsul Anwar katakan.

 

Ada 3 struktur unsur agama.

Yaitu:

 

1)        Inti (substansi).

2)        Bentuk (norma syariah).

3)        Manifestasi  wujud amal salih.

 

Ada 3 manifestasi amal salih.

Yaitu:

 

1)        Intelektual.

2)        Aksional.

3)        Ekspresional.

 

Pengajian Ramadan 1445 H.

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

 Jumat (15/03/2024).

 

Manifestasi intelektual.

Berpikir hasilkan karya.

 

Seperti:

1)        Fikih.

2)        Tafsir.

 

3)        Hadis.

4)        Kalam.

5)        Filsafat.

 

Memberi pemahaman mendalam.

Pada ajaran agama.

 

Manifestasi aksional.

Tindakan individu dan kolektif.

 

Seperti:

1)        Salat.

2)        Membentuk komunitas.

3)        Gerakan social.

 

Berdasar nilai agama.

 

Manifestasi ekspresional.

Tindakan ekspresi.

 

Seperti:

1)                Seni.

2)                Budaya.

 

Dipengaruhi oleh nilai agama. 

 

Dari segi bentuk.

Ada 2 manifestasi agama.

 

1)        Terpolakan ketat.

2)        Tak terpolakan ketat.

 

Terpolakan ketat.

Mengacu ibadah mahdah.

 

Tata caranya.

Sudah diatur jelas.

Dalam teks Al-Quran dan Hadis.

 

 Misalnya: Salat.

1)        Aturan ketat.

2)        Harus sesuai pedoman.

 

3)        Bisa ada pengaruh budaya.

Seperti pakai kopiah dan sarung.

 

Manifestasi tak terpola ketat.

Seperti aspek muamalah.

 

Belum diatur dan bisa diubah.

Misalnya.

 

Kiai mengajar Al-Quran.

Pada murid-muridnya.

 

Dengan duduk melingkar.

Tak ada tuntunan syariat detail.

 

Kesimpulan.

Agama buka ruang luas.

 

Bagi ekspresi.

 

1)        Seni.

2)        Budaya.

 

Ada aspek agama.

Yang diatur ketat.

 

Tapi agama.

1)                Tak statis.

2)                Tak kaku.

 

Hadapi dinamika budaya.

 

Bahkan agama secara inheren.

Memungkinkan.

 

1.        Berubah.

2.        Adaptasi.

 

3.        Sesuai budaya manusia.

 

 

4.        Agama lslam:

 

1)        Bukan penghalang perkembangan seni budaya.

 

2)        Sumber inspirasi.

3)        Landasan moral.

 

4)        Memperkaya.

5)        Memberi makna.

 

Pada ekspresi manusia.

Dalam berbagai aspek hidup.

 

(Sumber muhammadiyah)

 

33170. PRINSIP DEMOKRASI PEMILU TANPA BUJUKAN IMBALAN

 


PRINSIP DEMOKRASI PEMILU TANPA BUJUKAN IMBALAN  

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Anies Baswedan tegaskan.

Kritik pada pemerintah.

 

Proses belajar.

Bagi publik.

 

"Pengalaman saya di pemerintahan.

1)                Pertanyaan.

2)                Komentar.

 

3)                Kritik pada pemerintah.

 

Semua itu.

Proses belajar bagi warga.

 

Di Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri.

Depok, Jawa Barat.

 

Jumat (15/3/2024).

 

Anies Baswedan tuturkan.

 

1.        Kritik jadi bahan klarifikasi.

2.        Untuk jawab keraguan rakyat.

 

3.        Pada kebijakan Pemerintah. 

 

 

4.        Bagian penting prinsip demokrasi.

 

1)                Ada ruang oposisi.

2)                Boleh kritik pemerintah.

 

3)                Pemilu jujur, adil, dan bebas.

4)                Semua bersifat seimbang

 

Anies Baswedan jelaskan.

Minimal 3 prinsip dasar demokrasi.

 

1)        Bebas bicara.

Boleh kritik pada Pemerintah.

 

2)        Pemilu adil, jujur, dan bebas.

3)        Ada ruang bagi oposisi.

 

"Segalanya sifatnya seimbang.

Hal itu.

 

Prinsip dasar demokrasi," kata Anies Baswedan.

 

(Sumber Anies Baswedan)