Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, April 14, 2024

33434. ADA 2 CARA POLITIK UANG LANGSUNG TAK LANGSUNG

 


ADA 2 CARA POLITIK UANG LANGSUNG TAK LANGSUNG

Oleh Drs. HM Yusron Hadi,MM

 

 

 

Memberi uang, barang dan jasa.

Dilarang UU dan Peraturan.

 

Tapi kandidat Pilkades.

Anggap tidak ada.

 

Sebab semuanya melakukan.

Survei LSI dan ICW.

Politik uang di Pilkada.

 

Tahun 2019.

Pakai politik uang.

Sekitar 11,5 persen.

 

Tahun 2020.

Sekitar 20,8 persen.

 

Tanda politik uang.

Dianggap biasa.

Tak ada tindakan hukum tegas.

 

Warga anggap.

Pemberian berupa uang, barang, dan jasa.

 

Hal biasa dalam Pilkades

(Guno,2019).

 

Lili Romli (2009).

Warga cenderung transaksional.

 

Mereka imbalan uang atau barang.

Kepada kandidat.

 

Artinya.

Mereka minta pada kandidat.

Tanpa merasa bersalah.

 

Tanda warga makin permisif.

Anggap politik uang.

Hal lazim.

 

Kumorotomo (2009) jabarkan.

 

Ada 2 politik uang.

 

1)        Langsung.

2)        Tak langsung.

 

1.        Politik uang langsung.

Calon atau tim sukses.

 

Datang langsung ke rumah.

Membagi pada warga.

 

Calon beri uang.

Dalam kampanye tertutup atau terbuka.

Harganya melebihi batas aturan.

 

2.        Politik uang tak langsung.

 

Calon tak langsung beri uang.

Tapi lewat tim sukses.

 

Untuk Pilkades.

Calon memberi:

 

1)                Sembako.

2)                Kambing.

 

3)                Sapi.

4)                Sepeda motor.

5)                Dan lainnya.

 

Untuk 'membeli' suara pemilih.

 

Marijan (2008).

Calon Kepala Desa.

 

Bisa keluar 1 miliar rupiah.

Membagi uang dan barang pada pemilih.

 

Ada calon beri Rp50.000 per orang.

Ada yang beri Rp100.000- 200.000 per orang.

Uang Rp1 miliar

Atau Rp1.000.000.000

 

Bisa beli 5.000 orang.

Tiap orang Rp200.000,-

 

Cara atasi politik uang.

 

1)        Pendidikan politik.

2)        Pilih berdasar kapasitas dan visi misi calon.

 

3)        Bukan berdasar pemberian uang.

4)        Tak berdasar janji kosong.

 

5)        Transparan dana Pilkades.

6)        Penguatan lembaga pengawas.

 

7)         Saksi independent.

 

8)         Para calon komitmen tak politik uang.

 

9)         Tanda tangan pakta integritas.

 

10)  Pakai media lokal dan social.

Sebarkan info benar dan edukasi.

 

11)  Pihak eksternal LSM, media, dan komunitas.

Kawal pilkades bersih.

 

Diharapkan pilkades.

1)        Adil.

2)        Transparan.

 

3)        Demokratis.

 

4)        Warga pilih pemimpin terbaik.

Untuk majukan desanya.

 

(Sumber kumparan)

 

33433. AISYAH DINIKAHI NABI MUHAMMAD DI BULAN SYAWAL

 


AISYAH DINIKAHI NABI MUHAMMAD DI BULAN SYAWAL

Oleh Drs. HM Yusron Hadi,MM

 

 

Nama 12 bulan

Tahun lslam Hijriah.

 

1)        Muharram.

2)        Safar.

 

3)        Rabiul Awal.

4)        Rabiul Akhir.

 

5)        Jumadil Awal.

6)        Jumadil Akhir.

 

7)        Rajab.

8)        Syakban.

 

9)        Ramadan.

10)  Syawal.

 

11)  Zulkaidah.

12)  Zulhijah.

 

Bulan Syawal.

1)        Puasa sunah.

2)        Menikah.

 

Hadis riwayat Aisyah.

Isteri Nabi Muhammad.

 

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: « تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ ﷺ فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ

 

Dari Aisyah, dia berkata: “Rasulullah SAW menikahiku pada bulan Syawal, dan membina rumah tangga denganku pada bulan Syawal.”

 

Bulan Syawal.

Tak hanya ibadah pribadi.

Puasa sunah.

 

Momen tepat bagi pasangan.

Untuk menikah.

 

Memilih menikah di bulan Syawal.

Ikut jejak Rasulullah SAW.

 

Semoga meraih berkah Allah SWT.

Rumah tangga harmonis dan bahagia.

 

(Sumber muhammadiyah)

 

33432. PROF JIMLY RAKYAT MARAH 2 HAL ETIK DINASTI

 


PROF JIMLY RAKYAT MARAH 2 HAL ETIKA DAN DINASTI

Oleh Drs. HM Yusron Hadi,MM

 

 

 

 

Prof Jimly Asshiddiqie berharap.

Putusan MK.

Terkait pilpres 2024.

 

Diterima semua pihak. 

Dalam suasana Idul Fitri.

Momentum redakan ketegangan.

 

Jimly Asshiddiqie soroti.

Proses di MK.

 

Debat seru terjadi di MK.

Dengan segala bukti.

 

Jimly berharap.

Putusan MK diterima semua pihak.

 

Jimly ingatkan.

Seluruh pihak berharap pada MK. 

 

Meskipun ada yang tak puas.

Penting percaya proses hukum.

 

Prof Jimly komentar.

Rakyat marah pada 2 hal.

 

Yaitu:

1)        Soal etika.

2)        Dinasti politik.

 

Aspirasi public.

Harus diperhatikan oleh pemimpin. 

 

Jimly berpendapat.

Setelah pemilu.

 

Momentum perbaiki masalah.

Tak hanya menang kalah di MK.

 

Tapi negara harus dibenahi.

Dalam segi:

 

1)        Etika.

2)        Modernisasi lembaga politik. 

 

Memperbaiki kondisi bangsa.

Untuk ke depan.

 

Jimly jelaskan.

Indonesia bangsa beradab.

Dan berdaulat hukum.

 

Harus terima putusan MK.

Dengan lapang dada.

 

Hasil putusan MK.

Bawa implikasi besar.

Bagi Indonesia ke depan. 

 

Saat krusial bagi negara.

Tunjukkan dewasa:

 

1)        Politik.

2)        Hukum. 

 

Cermin berlanjut demokrasi.

Di Indonesia. 

 

Putusan MK.

 

1)        Jadi momentum bagi bangsa.

2)        Untuk introspeksi diri.

 

3)        Evaluasi nilai demokrasi.

4)        Merajut kembali persatuan.

 

5)        Indonesia butuhkan bersatu dalam perbedaan.

 

6)        Hadapi tantangan masa depan.

 

7)        Semua warga negara.

Yang cinta Indonesia.

 

8)        Aktif peran pembangunan bangsa.

 

(Sumber Jimly)

 

33429. PEREDARAN DARAH MANUSIA