Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, April 15, 2024

33451. AL AN'AM 145 ADA 4 HARAM ALMAIDAH 3 ADA 10 HARAM

 

 


AL-AN’AM 145 ADA 4 HARAM DAN AL-MAIDAH 3 ADA 10 HARAM

Oleh:Drs.HM.Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Al-Quran surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 145.

 

قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Katakan: "Tidaklah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi -- karena sesungguhnya semua itu kotor -- atau binatang disembelih atas nama selain Allah. Barang siapa terpaksa, sedangkan dia tidak ingin dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

  

Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 3.

 

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

  

Keterangan

1.      Al-Quran surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 145.

 

Ada  4 hewan haram, yaitu:

1)     Bangkai.

2)     Darah yang mengalir.

 

3)     Daging babi.

4)     Hewan disembelih atas nama selain Allah.

 

2.      Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 3.

 

Ada 10 hewan haram, yaitu:

 

1)     Bangkai.

2)     Darah.

3)     Daging babi.

 

4)     Hewan disembelih atas nama selain Allah.

5)     Hewan tercekik.

6)     Hewan terpukul.

 

7)     Hewan jatuh.

8)     Hewan ditanduk.

 

9)     Hewan diterkam binatang buas.

10)              Hewan untuk berhala.

 

3.      Hal itu bukan bertentangan.

Tapi perincian.

 

Secara global ada 4 macam hewan haram, yaitu:

 

1)        Bangkai.

2)        Darah yang mengalir.

 

3)        Daging babi.

4)        Hewan disembelih atas nama selain Allah.

 

Tapi perinciannya ada 10 hewan haram, yaitu:

 

1.      Bangkai.

2)     Hewan tercekik.

3)     Hewan terpukul.

 

4)     Hewan jatuh.

5)     Hewan ditanduk.

6)     Hewan diterkam binatang buas.

 

7.      Darah yang mengalir.

 

8.      Daging babi.

  

9.      Hewan disembelih atas nama selain Allah.

10)            Hewan untuk berhala.

 

 

(Sumber Yusuf Qardhawi)

 

33450. HOTEL PURNAMA BATU MALANG HUMOR BANK ES A TE

 


HOTEL PURNAMA BATU MALANG HUMOR BANK ES-A-TE

Oleh Drs. HM Yusron Hadi,MM

 

 

 

 

         BEBERAPA tahun lalu. Kepala SMP Negeri Sidoarjo. Sebanyak 44 orang. Dari sekolah masing-masing.

 

Berangkat menuju ke Malang. Memakai kendaraan sendiri.

Beberapa orang bergabung dengan temannya. Termasuk saya.

Dengan satu tujuan. Hotel Purnama, Batu, Malang.  

Dalam acara Program MKKS Bermutu. 

       Saya ikut menumpang mobil teman. Berangkat dari Bogi, Pademo Negoro, Sukodono.

 

Pak Rodhi, sebagai joki yang mengendalikan “kuda”.

Agar baik jalannya. Duduk di sebelah kiri Pak Rodhi adalah Pak Azhari. Si “Ahli Hisap”.

 

Tentu saja, sambil kebul-kebul. Duduk dengan santai sambil merokok.

Pak Azhari,  si “Kepala Suku”. Yang menentukan “abang ijonya” rombongan. Kapan berangkat. Jalur yang dilewati.

 

Di mana mampir. Kapan berhenti untuk makan dan “pipis”. 

       Di belakang Pak Rodhi, duduk Pak Hariono. Si “Raja Lokal” yang memiliki IP tinggi.

 

Makna IP di sini, bukan hanya berarti Indeks Prestasi waktu kuliah. 

 Juga bermakna “Ilmu Pendekatan”. Terbukti, selama bertugas sebagai kepala sekolah.

Selalu berada di lokasi yang dekat tinggalnya.       

 

Pak Ari, berada di sebelah kiri Pak Hariono. Pak Ari mendapatkan julukan si “Panglima Pinggiran”.

 

Laksana sebuah peperangan. Mulai dari pinggiran, kemudian menguasai pusat kota. Artinya, Pak Ari merasa “senang” dan “nyaman” bertugas di sekolah pinggiran.

 

Sedangkan saya, duduk di dekat pintu mobil. Sebagai “kernet” yang membuka dan menutup pintu mobil. Agak mirip dengan Pak Ari.

      Kami menunggang mobil Toyota Avanza. Warna silver. Toyota Avanza, jenis mobil yang “ditakuti” sopir bus.

 

Mengapa? Tidak bisa disalip. Percuma mendahului mobil Toyota Avanza. Ketika berhasil mendahului satu mobil Avanza.

 

Ternyata, di depan bus, masih ada mobil Avanza lagi. Menyalib lagi. Masih ada lagi. Begitu seterusnya. Saking banyaknya.

 

      Selama perjalananan. Kami membahas topik “ngalor ngidul”. Bicara “nggedabrus”. Juga “ngomong blek”. 

 

Sambil mendengarkan radio SS, Radio Suara Surabaya. Saat itu, Yoyong Burhanuddin, penyiar SS  menyampaikan telah terjadi peristiwa kejahatan.

 

 Di suatu Bank Surabaya.   Si pelaku menggunakan semacam isolasi “double tape”.

 

Berusaha menghambat lubang masuk dan keluar Kartu ATM.  Kemudian penjahat memanfaatkan kejadian tersebut. Untuk melaksanakan niat jahatnya.

 

      Saya mengawali pembicaraan, “Bank yang ditakuti pedagang adalah Bank Krut”.

 

Karena  pedagang yang “bangkrut”, berarti barang dagangan habis. Tetapi, uangnya juga ludes. Tak bersisa.

 

“Bank yang amat menjengkelkan adalah Bank ES-A-TE,” ujar Pak Azhari.

 

“Bank apa itu?” tanya Pak Hariono. “Bangsat!”, seru Pak Azhari.

 

Kami tertawa bersama. Tapi, Pak Ari diam saja.

Mengapa? “Gak lucu”, teriak Pak Ari. Sambil tersenyum.

Kami tertawa meledak.

Ya,  sungguh lucu. Wong humor kok tidak lucu. Berarti kan lucu!

33449. HUMOR MKKS BANK ES-A-TE BANGSAT

 


HUMOR MKKS BANK ES-A-TE BANGSAT

Oleh Drs. HM Yusron Hadi,MM

 

 

 

 

         BEBERAPA tahun lalu. Kepala SMP Negeri Sidoarjo. Sebanyak 44 orang. Dari sekolah masing-masing.

 

Berangkat menuju ke Malang. Memakai kendaraan sendiri.

Beberapa orang bergabung dengan temannya. Termasuk saya.

Dengan satu tujuan. Hotel Purnama, Batu, Malang.  

Dalam acara Program MKKS Bermutu. 

       Saya ikut menumpang mobil teman. Berangkat dari Bogi, Pademo Negoro, Sukodono.

 

Pak Rodhi, sebagai joki yang mengendalikan “kuda”.

Agar baik jalannya. Duduk di sebelah kiri Pak Rodhi adalah Pak Azhari. Si “Ahli Hisap”.

 

Tentu saja, sambil kebul-kebul. Duduk dengan santai sambil merokok.

Pak Azhari,  si “Kepala Suku”. Yang menentukan “abang ijonya” rombongan. Kapan berangkat. Jalur yang dilewati.

 

Di mana mampir. Kapan berhenti untuk makan dan “pipis”. 

       Di belakang Pak Rodhi, duduk Pak Hariono. Si “Raja Lokal” yang memiliki IP tinggi.

 

Makna IP di sini, bukan hanya berarti Indeks Prestasi waktu kuliah. 

 Juga bermakna “Ilmu Pendekatan”. Terbukti, selama bertugas sebagai kepala sekolah.

Selalu berada di lokasi yang dekat tinggalnya.       

 

Pak Ari, berada di sebelah kiri Pak Hariono. Pak Ari mendapatkan julukan si “Panglima Pinggiran”.

 

Laksana sebuah peperangan. Mulai dari pinggiran, kemudian menguasai pusat kota. Artinya, Pak Ari merasa “senang” dan “nyaman” bertugas di sekolah pinggiran.

 

Sedangkan saya, duduk di dekat pintu mobil. Sebagai “kernet” yang membuka dan menutup pintu mobil. Agak mirip dengan Pak Ari.

      Kami menunggang mobil Toyota Avanza. Warna silver. Toyota Avanza, jenis mobil yang “ditakuti” sopir bus.

 

Mengapa? Tidak bisa disalip. Percuma mendahului mobil Toyota Avanza. Ketika berhasil mendahului satu mobil Avanza.

 

Ternyata, di depan bus, masih ada mobil Avanza lagi. Menyalib lagi. Masih ada lagi. Begitu seterusnya. Saking banyaknya.

 

      Selama perjalananan. Kami membahas topik “ngalor ngidul”. Bicara “nggedabrus”. Juga “ngomong blek”. 

 

Sambil mendengarkan radio SS, Radio Suara Surabaya. Saat itu, Yoyong Burhanuddin, penyiar SS  menyampaikan telah terjadi peristiwa kejahatan.

 

 Di suatu Bank Surabaya.   Si pelaku menggunakan semacam isolasi “double tape”.

 

Berusaha menghambat lubang masuk dan keluar Kartu ATM.  Kemudian penjahat memanfaatkan kejadian tersebut. Untuk melaksanakan niat jahatnya.

 

      Saya mengawali pembicaraan, “Bank yang ditakuti pedagang adalah Bank Krut”.

 

Karena  pedagang yang “bangkrut”, berarti barang dagangan habis. Tetapi, uangnya juga ludes. Tak bersisa.

 

“Bank yang amat menjengkelkan adalah Bank ES-A-TE,” ujar Pak Azhari.

 

“Bank apa itu?” tanya Pak Hariono. “Bangsat!”, seru Pak Azhari.

 

Kami tertawa bersama. Tapi, Pak Ari diam saja.

Mengapa? “Gak lucu”, teriak Pak Ari. Sambil tersenyum.

Kami tertawa meledak.

Ya,  sungguh lucu. Wong humor kok tidak lucu. Berarti kan lucu!