Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, May 8, 2024

33911. USIA MANUSIA PENDEK SULIT NILAI KEADILAN ALLAH

 


USIA MANUSIA PENDEK SULIT NILAI KEADILAN ALLAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 


Nabi Musa di bukit Sinai. Selama 40 hari. Terima wahyu dari Allah. Lewat malaikat Jibril. Berupa kita Taurat.

 

Pada hari ke-30.

Nabi Musa berdoa,

 

“Ya Allah. Ampuni dosa hamba. Sebab hamba lancang.

 

Hamba ingin melihat sendiri bahwa Engkau Maha Adil.”

 

Malaikat Jibril berkata,

“Wahai Musa. Allah mendengar doamu. Apakah kamu tak yakin bahwa Allah Maha Adil?”

 

Musa menjawab,

“Ya Allah ampuni hamba. Hamba sudah yakin Allah Maha Adil.

 

Tapi hamba ingin melihat sendiri. Bahwa Engkau Maha Adil.”

 

Malaikat Jibril berkata,

“Wahai Musa. Allah memberi salam padamu.

 

Jika kamu ingin melihat keadilan Allah. Pergilah mendekat sumber air.”

Kemudian Nabi Musa mendekat sumber air. Lalu bersembunyi.  Untuk melihat peristiwa yang akan terajadi.

 

Tak berapa lama.

Muncul ksatria penunggang kuda. Membawa sarung berisi pedang di punggungnya.

 

Dan membawa sekantung uang. Menggantung di pinggang kirinya.

 

Penunggang kuda turun ke sumber air. Dia mencuci muka dan menimati air sepuasnya.

 

Beberapa saat kemudian. Dia meninggalkan sumber air. Tapi sekantung uang tertinggal tergeletak dekat sumber air.

 

Panunggang kuda berlalu. Muncul anak kecil umur 9 tahun. Dia mendekat sumber air mengisi kantung airnya.

 

Anak kecil temukan sekantung uang. Dan membawanya pergi.

 

Anak kecil menjauh. Orang tua buta mendengar gemericik air. Lalu mendatanginya.

 

Orang tua buta mencuci muka dan bersuci. Lalu dia salat.

 

Beberapa saat kemudian. Ksatria berkuda dengan cepat balik ke sumber air.

 

Dia mencari uangnya yang hilang. Tapi tak ditemukan.

Penunggang kuda teriak,

“Hai orang tua. Apakah kamu mengambil sekantung uangku. Yang tertinggal di sini.”

 

Si orang tua menjawab,

“Maaf, Nak. Saya buta. Tak tahu ada uang sekantung yang tertinggal.

 

Penunggang kuda dan orang tua bertengkar hebat.

Akhirnya, orang tua buta mati terbunuh.

Penunggang kuda pergi menjauh. Meninggalkan mayat tergeletak.

 

Nabi Musa menyaksikan semua. Dari tempat sembunyi.

 

Nabi Musa bergumam,

Sungguh tak adil. Yang bersalah anak kecil. Sebab dia yang ambil uangnya.

Tapi orang tua buta mati terbunuh.

 

Malaikat Jibril berkata,

“Wahai Musa. Kamu tak bisa menilai keadilan Allah. Sebab kamu hanya melihat peristiwa sepotong saja.

 

Kamu tak bisa melihat semua rangkaian peristiwa.

 

      Malaikat Jibril berkata,

“Orang tua si anak kecil.

Pernah ikut bekerja pada penunggang kuda.

Dan dia belum terima gajinya.

 

Penunggang kuda belum membayar gajinya.

Selama di

 selama bekerja.”
     

Malaikat Jibril melanjutkan,

“Uang yang belum dibayarkan kepada orang tua si anak kecil, besarnya persis sama dengan jumlah uang yang ditemukan anak itu, yaitu jumlah gaji yang belum dibayarkan, tepat sama dengan jumlah uang dalam kantung penunggang kuda, padahal si penunggang kuda tidak pernah merencanakan membawa uang dalam kantung sejumlah itu.”
      “

 

Orang tua si anak sudah meninggal, karena dibunuh seseorang, dan pembunuhnya adalah si orang tua yang buta itu,” lanjut malaikat Jibril.
    

 

Nabi Musa berkata, “Allah Maha Adil. Ya Allah, ampunilah hamba-Mu yang lemah, hina, daif, dan bodoh ini, yang gampang dan cepat menilai sesuatu kejadian hanya berdasarkan penglihatan dan pengetahuan yang sekilas saja

 

.”  
Daftar Pustaka

1. Bahjat, Ahmad. Nabi Nabi Allah. Penerbit Qisthi Press. Jakarta, 2015.
2.
Katsir, Ibnu. Kisah Para Nabi. Penerbit Pustaka Azzam. Jakarta, 2011



33910. ALLAH MENCIPTAKAN SEGALA SESUATU SEIMBANG DAN ADIL

 


ALLAH MENCIPTAKAN SEGALA SESUATU SEIMBANG DAN ADIL      

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Ada 2 macam halal haram

 

1)        Ibadah.

2)        Muamalah.

 

Ibadah

Yaitu hubungan manusia dengan Allah.

 

Muamalah.

Yaitu hubungan sesama manusia.

 

Prinsip ibadah.

1)        Sesuai perintah Allah.

2)        Teladan Rasulullah.

 

3)        Semua haram.

Selain perintah Allah

Teladan Rasulullah.

 

Prinsip mualamah.

 

1)        Semua boleh

Selain yang dilarang Allah.

Dilarang Rasulullah.

 

Ada 2 macam halal haram

1)        Benda.

2)        Perbuatan.

 

Benda haram.

Hukum haram melekat pada benda.

 

Meskipun berpindah tempat.

Tetap haram

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 173.


إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tapi barang siapa terpaksa (memakannya) sedangkan dia tidak menginginkan dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Benda haram.

1)        Bangkai.

2)        Darah.

 

3)        Babi.

4)        Hewan disembelih atas nama selain Allah.

 

Hukumnya tetap haram.

Melekat pada bendanya.

 

Meskipun kondisinya.

1)        Bagaimana pun.

2)        Di mana pun.

 

3)        Kapan pun.

4)        Kecuali darurat terpaksa.

 

Maka hukumnya tetap haram

 

Perbuatan haram.

Misalnya: korupsi.

 

Uangnya halal.

Tapi perbuatannya haram.

 

Hukum musik.

 

1)        Music.

2)        Bermusik.

 

Music.

Yaitu urutan nada berirama.

 

Ada 2 macam music.

1)        Suara alam.

2)        Suara manusia.

 

Music suara alam.

Misalnya.

 

1)        Suara alam berirama.

2)        Suara tetesan air hujan berirama.

 

3)        Suara deru angin berirama.

4)        Suara gesekan daun berirama.

 

5)        Suara gemericik air.

6)        Suara hewan.

 

Music suara manusia.

Misalnya.

 

1)        Orang bicara irama tertentu.

2)        Orang baca syair irama tertentu.

 

3)        Orang baca puisi.

4)        Dan lainnya.

 

Manusia membuat alat music.

1)        Gesek.

2)        Petik.

 

3)        Tiup.

4)        Alat music lainnya.

 

Berkembang berbagai ilmu music.

Bermacam genre, tipe, dan jenis musik.

 

Hukum asalnya.

Semua netral

 

Misalnya.

 

1)        Music.

2)        Ekonomi.

 

3)        Budaya.

4)        Sains.

 

5)        Politik

 

Semua alat

Hukum asalnya netral.

 

Atau boleh.

Atau tak haram.

 

Musik hukumnya netral.

Semua alat music.

 

Hukumnya netral.

Tidak haram.

 

Gitar netral.

Benda tak haram.

Mubah.

 

Piano hukumnya netral.

Benda tak haram.

 

Organ netral.

Benda tak haram.

 

Angklung netral.

Benda tak haram.

 

Semua alat manusia.

Berubah jadi halal atau haram.

Tergantung pemakaian.

 

Ketika alat dipakai untuk sesuatu.

Bisa berubah halal atau haram.

 

Misalnya: Bermusik

Bisa halal atau haram.

 

Berekonomi baik atau buruk.

Bisa halal atau haram.

 

Berpolitik baik atau buruk.

Bisa halal atau haram.

 

Alat musik untuk berdakwah.

Maka hukumnya baik.

 

Alat music.

Untuk ibadah syirik.

Maka hukumnya haram.

 

Alat music untuk:

1)        Ibadah.

2)        Muamalah.

 

Tergantung penggunaan.

Bisa halal atau haram.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 29.


هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

 

Dia Allah menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya 7 langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

 

Allah menciptakan semua yang di bumi.

Untuk manusia.

 

Hukum asalnya semua boleh.

 

Semua music dan alat music.

Pada dasarnya mubah.

 

Atau boleh

Tak haram.

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 33.


قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

 

Katakan: "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan keji, yang tampak atau tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui".

 

Allah haramkan perbuatan.

 

1)        Perbuatan keji yang tampak.

2)        Perbuatan keji tersembunyi.

 

3)        Perbuatan dosa.

4)        Melanggar hak manusia.

 

5)        Menyekutukan Allah.

6)        Mengada-adakan pada Allah tanpa ilmu.

 

 

Al-Quran surah Asy-Syuara (surah ke-26) ayat 224-227.

 


وَالشُّعَرَاءُ يَتَّبِعُهُمُ الْغَاوُونَ

Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang sesat.

 

أَلَمْ تَرَ أَنَّهُمْ فِي كُلِّ وَادٍ يَهِيمُونَ

 

Tidakkah kamu melihat bahwa mereka mengembara di tiap Lembah.

 

وَأَنَّهُمْ يَقُولُونَ مَا لَا يَفْعَلُونَ

 

Dan bahwa mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?

 

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَذَكَرُوا اللَّهَ كَثِيرًا وَانْتَصَرُوا مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا ۗ وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنْقَلَبٍ يَنْقَلِبُونَ

 

Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang zalim kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.

 

Ada 2 grup penyair.

 

1)        Tersesat.

2)        Beriman.

 

Kesimpulan.

1)        Music

Hukum asalnya netral.

 

2)        Bermusic untuk kebaikan.

Hukumnya boleh.

 

3)        Bermusic untuk maksiat

Hukumnya haram.

 

 

(Sumber Agus Mustofa)