Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, May 10, 2024

33951. NABI PERINTAH BAKAR MASJID DHIRAR MILIK MUNAFIK

 



NABI PERINTAH BAKAR MASJID DHIRAR MILIK MUNAFIK

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 Riwayat      Ibnu Katsir.

Pada zaman Jahiliah.

 

Abu Amir

Pendeta Nasrani di Madinah.

 

Punya kedudukan tinggi.

Pada kabilah Khazraj.

 

Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah.

Bani Aus dan Bani Khazraj masuk Islam.

Mereka disebut kaum Ansar.


Islam menyebar dengan cepat.

Para warga Madinah.

Sering berkerumun di sekitar Nabi.

 

Pendeta Abu Amir sakit hati.

Sebab kalah pamor.

Dibanding Nabi Muhammad.


 Islam maju pesat .

Di Madinah.

 

Pendeta Abu Amir temui kaum Quraisy.

Di Mekah.

Pendeta minta dukungan musuhi Nabi.

Dan melawan umat Islam.

 

Pendeta Abu Amir

Hadap Raja Heraclius di Romawi.

 

Dia minta bantuan.

Dan Raja Heraclius siap membantu.


 Pendeta Abu Amir tinggal di Romawi.

Kirim surat pada kaum munafik Madinah.

 

Bahwa Raja Heraclius.

Bersedia bantu mereka.

 

Pendeta Abu Amir

Perintahkan kaum munafik Madinah.

 

Bangun markas tempat kumpul.

Untuk melawan umat Islam.


 Pada tahun ke-9 Hijriah.

 Nabi umur 62 tahun.

 

Kaum munafik bangun Masjid Dhirar.

Tak jauh dari Masjid Quba.

 

Kaum munafik hadap Nabi,

 ”Wahai Nabi, kami bangun masjid.

 

 Untuk menampung waarga.

Saat udara amat dingin.”


    Kaum munafik lanjutkan,

”Kami mohon dengan hormat.

Agar Nabi berkenan salat di masjid kami.”

 

Nabi bersabda,

”Kami akan berangkat perang.

 

Nanti setelah kembali dari perang.

Insya Allah, kami salat di masjidmu.”

 

Kaum munafik gembira mendengarnya.


Pasukan Islam terlibat Perang Tabuk.

Dan menang.

 

Nabi dan pasukan Islam.

Kembali ke Madinah.

 

Perang Tabuk.

Perang terakhir diikuti Nabi langsung.

 

Dalam perjalanan ke Madinah.

Malaikat Jibril turunkan wahyu.

 

 Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9 ayat) 107-108.

 

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ ۚ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَىٰ ۖ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
    
 

Di antara orang munafik, ada orang  mendirikan masjid untuk menimbulkan mudarat (pada orang mukmin), untuk kekafiran, dan untuk memecah belah orang mukmin, serta menunggu kedatangan orang memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu, mereka bersumpah, ’Kami tak menghendaki selain kebaikan’. Allah jadi saksi, sesungguhnya mereka pendusta.”

 

     لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ
  

Janganlah kamu salat dalam masjid itu selamanya, sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama, lebih patut kamu salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang ingin membersihkan diri, Allah menyukai orang bersih.


 Pasukan belum sampai di Madinah.

Nabi Muhammad menyuruh beberapa sahabat.

 

Untuk menghancurkan Masjid Dhirar.

Yang dibangun kaum munafik.

 

 Masjid Dhirar hancur berkeping-keping.

 


Daftar Pustaka
1. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Al-Buthy, Muhammad Said Ramadhan. Sirah Nabwiyah. Robbani Press. Jakarta, 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah, 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah, 2004   
5. Kisah Para Sahabat.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online.

33950. BANI UMAYAH AHLI POLITIK BANI HASYIM TAAT AGAMA

 



BANI UMAYAH AHLI POLITIK DAN BANI HASYIM TAAT AGAMA  

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

 

Mengapa lslam disiarkan dari Mekah.

Jawabnya:

 

Jika ingin menyampaikan pesan.

Agar mudah tersebar ke seluruh dunia.

 

Maka pilih:

 

1)   Tempat di tengah.

2)   Daerah strategis.

 

3)  Lokasi agar pesan tersebar kemana-mana.

4)    Orang simpatik, berwibawa, dan berkemampuan.

 

5)    Orang punya daya tarik.

6)    Hindari tempat berpotensi mengganggu.

 

7)    Jauhi lokasi kekuatan yang bisa menghalangi.

 

8)    Pilih tempat tak merugikan.

Agar pesan mudah tersebar kemana-mana.

 

 

A.       Kondisi Mekah zaman Nabi Muhammad.

 

Mekah dan Madinah di Arab Saudi.

Di tengah peta dunia.

 

Peta dunia pertama dibuat orang Islam.

 

Kutub selatan diletakkan di atas peta dan kutub utara berada di bawah peta.

 

Mekah di tengah peta dunia.

 

Orang Barat membuat peta dunia.

Kutub utara diletakkan di atas peta dan kutub selatan di bawah peta.

 

Mekah tetap di tengah peta dunia.

 

Timur Tengah jalur penghubung timur dan barat.

 

Sangat wajar Mekah dan Madinah.

Jadi pilihan tempat diturunkan wahyu.

Dari Allah pada rasul terakhir.

 

Pada zaman Nabi Muhammad.

Abad ke-5 dan 6 Masehi.

 

Ada 2 kerajaan raksasa.

Yaitu Persia dan Romawi.

 

Raja dan warga Persia.

Menyembah api.

 

Raja dan rakyat Romawi.

Beragama Kristen.

 

Kedua adidaya selalu bersaing.

Berebut daerah kekuasaan.

Memperluas wilayah jajahan.

 

Zaman Nabi.

wilayah Hejaz di Timur Tengah.

Belum dikuasai siapa pun.

 

Raja Abrahah dan pasukan gajahnya.

Mencoba menaklukkan Mekah.

 

Tapi usahanya gagal.

 Karena diserang ribuan burung Ababil.

 

Jika lslam tak disebarkan dari Mekah.

Misalnya.

 

Islam dikumandangkan di wilayah Persia.

Atau kekuasaan Romawi.

 

  Persia dan Romawi.

Berbeda keyakinan dengan Islam.

 

Maka semua pengikutnya.

Pasti akan ditumpas.

 

Dan umat Islam akan habis.

Tak bersisa.

 

B.       Mekah belum dikuasai siapa pun.

 

Wilayah Timur Tengah.

Zaman Nabi belum dikuasai siapa pun.

 

Banyak kelompok kecil saling bermusuhan.

Perang antarsuku sering terjadi.

 

Belum ada pemenang dominan.

Tak ada kepala suku menguasai daerah Timur Tengah.

 

 

C.       Mekah pusat bisnis.

Mekah pusat Hejaz.

 

Tempat pedagang dan seniman.

Berkumpul pamer hasil karyanya.

 

Zaman itu Mekah:

Tempat bertemu kafilah antarnegara.

 

Tempat berjumpa kafilah dari utara dan selatan.

Tempat berkumpul para turis lokal dan mancanegara dari barat dan timur.

 

D.       Penduduk Mekah sering bisnis keluar negeri.

 

Al-Quran surah Qurasy (surah ke-106) ayat 1-2.

 

لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ

 

     Karena kebiasaan orang Quraisy suka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Kakbah). Yang telah memberi makanan pada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.

 

E.       Penduduk Mekah sering bepergian.

 

Pada musim dingin dan panas.

 

Pada musim dingin.

Bisnis ke Romawi dan Persia.

 

Pada musim panas.

Bisnis ke Yaman.

 

 Hal ini.

Memudahkan penyebaran Islam ke seluruh dunia.

 

F.        Penduduk Mekah masih murni.

 

Pada zaman itu.

Warga Mekah belum banyak disentuh peradaban.

 

Warga Mekah belum kenal sifat munafik (bermuka 2).

 

G.      Watak penduduk Mekah.

Sangat keras kepala.

Ungkapan lidah orang Mekah amat tajam.

 

Al-Quran surah Al-Ahzab (surah ke-33) ayat 19.

 

أَشِحَّةً عَلَيْكُمْ ۖ فَإِذَا جَاءَ الْخَوْفُ رَأَيْتَهُمْ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ تَدُورُ أَعْيُنُهُمْ كَالَّذِي يُغْشَىٰ عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ ۖ فَإِذَا ذَهَبَ الْخَوْفُ سَلَقُوكُمْ بِأَلْسِنَةٍ حِدَادٍ أَشِحَّةً عَلَى الْخَيْرِ ۚ أُولَٰئِكَ لَمْ يُؤْمِنُوا فَأَحْبَطَ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا

 

      Mereka pelit padamu jika datang ketakutan (bahaya). Kamu lihat mereka memandangmu dengan mata terbalik-balik. Seperti orang pingsan karena akan mati. Jika takut telah hilang, mereka mencacimu dengan lidah tajam. Sedangkan mereka pelit untuk berbuat kebaikan. Mereka  tak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Yang demikian mudah bagi Allah.

 

H.       Warga Mekah teguh pendirian.

 

Mereka sangat kuat memegang pendirian.

 

 Meskipun diancam dan dibunuh.

 Mereka tetap teguh pegang keyakinan.

 

Padahal agama Islam.

Membolehkan berpura-pura.

 

Asalkan hatinya tetap beriman.

 

Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 106.

 

مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَلَٰكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

 

       Barang siapa kafir kepada Allah, sesudah dia beriman. Dia mendapat kemurkaan Allah, kecuali orang dipaksa kafir, padahal hatinya tetap beriman. Dia tidak berdosa, tapi orang melapangkan dadanya untuk kekafiran, kemurkaan Allah menimpanya, dan baginya azab yang besar.

 

 

I.   Sifat munafik muncul di Madinah.

 

Sifat orang munafik .

Baru muncul di Madinah.

 

Entah bagaimana perkembangan Islam.

Jika pada awal perkembangan.

Sudah ada  orang munafik.

 

J.        Suku Quraisy sangat terkenal.

 

 Suku Quraisy sangat berpengaruh di Mekah.

Bahasa dan dialeknya amat indah.

 

Suku Quraisy punya 2 keluarga besar.

Yaitu Bani Hasyim dan Bani Umayah.

 

Keduanya bersumber dari keluarga sama.

Tapi amat beda watak dan perilakunya.

 

Bani Hasyim.

Terkenal budiman, gagah, dan taat beragama.

 

Bani Umayah.

Politikus, pekerja ambisius, dan penuh tipu daya.

 

Keluarga siapa yang pantas.

Terima tugas kenabian?

 

Jawabnya: Keluarga Bani Hasyim.

 

Nabi Muhammad terpilih jadi nabi.

Karena berasal keluarga Bani Hasyim.

 

Orangnya gagah, simpatik, berwibawa, penuh pesona, berbudi pekerti luhur.

 

Al-Quran memuji sifat dan sikap Nabi Muhammad.

 

Al-Quran surah Al-Qalam (surah ke-68) ayat 4.

 

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

 

.      Sungguh, kamu Muhammad, benar-benar berbudi pekerti luhur.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.

2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.

3.    Tafsirq.com online