Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, May 12, 2024

34000. ADA 4 AJARAN ISLAM AKIDAH IBADAH MUAMALAH AKHLAK

 


ADA 4 AJARAN ISLAM AKIDAH IBADAH MUAMALAH AKHLAK

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Paham materialis.

Melahirkan tak puas abadi.

 

Manusia berlari cari dunia.

 

Tapi tujuan pencarian.

Makin jauh dari mereka.

 

Cara pandang duniawi.

Jadi fatamorgana.

 

Manusia makin tertipu dunia.

Yang penuh tipuan.

 

Anehnya.

Manusia tak pernah tersadar.

Hingga mati.

 

Meninggalka dunia.

Yang dicintainya.

 

Gaya hidup materialis.

Timbulkan hidup gersang.

Tanpa akhir.

 

Makin banyak memiliki.

Makin merasa kurang.

Dan ingin lebih banyak lagi.

 

Batin merana.

Hati menjerit cari tenang.

 

Manusia bersandar dunia.

Hatinya risau khawatir.

 

Islam membawa tenang hakiki.

Islam jalan hidup.

 

Islam terbangun atas dasar:

1)                Damai.

2)                Tenang.

3)                Tenteram.

 

Islam berasal dari kata “salima”.

Terdiri atas 3 huruf.

 

yaitu:

1)                Siim.

2)                Laam.

3)                Miim.

 

Muncul 3 kata pokok utama.

Relevan dengan Islam.

 

Yaitu:

1)        Islaam (الاسلام).

2)        Silmun (السلم).

3)        Salaam (السلام).

 

Ketiga kata ini.

Gambaran totalitàs Islam.

Sebagai tuntunan hidup.

 

Kata “Salima”.

Melahirkan kata “Islaam”.

 

Dengan tambahan “alif” di depan.

 “aslama-yuslimu-islaam”.

 

Makna literalnya:

1)        Berserah diri.

2)        Menyerah.

 

3)        Tunduk.

4)        Patuh.

5)        Dan yang semakna.

 

Kata “Islam”.

Disebut beberapa kali dalam Al-Quran.

 

Misalnya.

“Sesungguhnya agama (yang diterima) di sisi Allah adalah Islaam”.

 

Pada aspek ini.

Islam sebagai pintu kebenaran.

 

Kata Islaam (الاسلام).

Yaitu pintu utama.

Masuk  tatanan kebenaran.

 

Orang yang masuk pintu itu.

Yaitu mereka yang beriman.

 

Jika belum beriman.

Maka belum masuk Islam.

 

Sehingga perintah agama.

Kepada orang Islam.

 

Mulai dengan seruan:

“Wahai orang-orang beriman”.

 

Orang masuk pintu utama lslam.

 

Belum tentu.

Melakukan semua tuntunan hidup.

 Dalam Islam.

 

Allah menyeru mereka.

Untuk masuk ke dalam.

 

Dengan penyebutan:

SILM secara sempurna.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 208.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

 

Hai orang-orang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah setan. Sesungguhnya setan  musuh nyata bagimu.

 

Kata “Salima”.

Juga terlahir kata “SILM” (السلم).

 

 “Wahai orang-orang beriman, masuklah kalian ke dalam SILM (agama Islam) secara kaffah (sempurna)”.

 

Islam pada sisi “SILM”.

Yaitu prrincian tuntunan.

 

Atau kurikulum hidup.

Dalam tatanan Islam.

 

Ada 4 tuntunan lslam.

Saling terkait.

 

Yaitu:

1)        Akidah.

2)        Ibadah.

 

3)        Muamalah.

4)        Akhlak.

 

Akidah.

Yaitu tuntunan.

Terkait aspek iman.

 

Aspek akidah.

Tak nampak.

 

Perlu bukti.

Dalam bentuk ibadah.

 

Tapi ibadah.

Juga perlu bukti.

 

Dalam relasi sosial.

Disebut muamalah.

 

Tapi muamalah.

Hanya bernilai.

 

Ketika terbangun.

Berdasar etika akhlak.

 

Orang masuk tatanan Islam (Al-Islaam).

Diseru agar masuk Islam (As-SILM).

 

Secara sempurna.

Untuk memastikan.

 

1)        Akidah benar.

2)        Ibadah benar.

 

3)        Muamalah benar.

4)        Akhlak mulia.

 

Kata “Salima”.

Melahirkan kata “as-salaam” (السلام).

 

Jika keislaman (SILM).

Telah sempurna.

 

1)                Akidah.

2)                Ibadah.

 

3)                Muamalah.

4)                Akhlak.

 

Maka melahirkan:

1)        Damai.

2)        Tenteram.

 

Dalam hidup manusia.

 

Damai sejati.

Dalam Islam.

 

Bukan sekedar.

Tak ada perang.

 

Tapi damai dan tenteram hidup.

Jika Islam telah sempurna.

Pada 4 aspeknya.

 

Cara atasi gaya hidup materialis.

 

1)        Yakin totalitas hidup.

Berada di bawah satu control.

Yaitu Allah SWT.

 

2)        Yaki hiruk pikuk manusia.

Yaitu kreasi ciptaan Allah.

 

3)        Yakin hidup adalah ujian.

 

4)        Manusia bertugas jalani proses.

 

5)        Yakin beriman kepada Allah.

Pasti membawa sukses.

 

6)        Cita-cita tertinggi.

Yaitu bahagia di akhirat.

 

 

Al-Quran surah Al-Mulk (surah ke ayat 1.

 

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 

Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,

 

Semua hiruk pikuk.

Dalam hidup manusia.

Yaitu kreasi dan ciptaan Allah.

 

Dalam pandangan iman.

Semua kreasi Allah.

 

Pasti baik sempurna.

Dan membawa kebaikan.

 

Hidup di dunia.

Tempat cobaan.

 

Manusia beriman.

Siap untuk diuji.

 

Tugas manusia.

Yaitu menjalani proses.

 

Proses itu tujuan hidup.

Proses itu ibadah.

 

Orang beriman .

Menikmati semua proses.

Dengan segala modelnya.

 

Islam juga mengajarkan.

Bahwa beriman pada Allah.

Pasti membawa sukses.

 

Berkali-kali iman dan amal.

Dalam Al-Quran.

 

Diakhiri:

 “La’allakum tuflihuun”

(Agar kalian sukses).

 

Islam mengajarkan.

Bahwa tingkat tertinggi.

 

Cita-cita hidup manusia.

Yaitu “bahagia ukhrawi”.

Yang pasti dan abadi.

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 185.

 

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

 

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia tidak lain hanya kesenangan menipu.

 

(Sumber lmam Shamsi Ali)

33998. ORANG GELISAH SEBAB TAK PUNYA TUJUAN HDIUP

 



ORANG GELISAH SEBAB TAK PUNYA TUJUAN HIDUP

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

 

Mengapa orang merasakan hidupnya terasa berat ?

  

Karena tujuan hidupnya tak jelas.

  

la tak punya target jelas.

Sehingga hidupnya tak terarah.

 

 Hari demi hari.

Dia lalui sekadarnya saja.

  

Dia tak bayangkan.

Apakah hari ini lebih baik.

 

Daripada hari kemarin.

Atau lebih buruk?

  

la tidak bisa ukur diri sendiri.

 

Orang ini hanya memenuhi hari-harinya dengan urusan dunia saja.

  

Dia hanya pikirkan makanan, pakaian, rumah, kendaraan.

 

 

la sibuk menghitung uangnya.

Padahal sebenarnya ia tak bisa menikmatinya.

  

Sungguh nelangsa hidup seperti ini.

 

Semoga kita tak tergolong orang demikian.

 

Kalau tujuan hidup bukan akhirat.

Tapi hanya dunia.

Maka pasti hidupnya terasa berat.

  

Karena dunia ini.

Sangat kecil dan sempit.

 

Orang ingin dunia.

Dia pasti saling berebut.

Dengan orang lain.

  

Dunia ini seperti air laut.

Makin diminum makin haus.

 

 Makin dikejar makin tersiksa.

  

Sedangkan yang ingin akhirat.

Sesungguhnya akhirat itu luas.

 

Bagi para pencari akhirat.

Semua urusan dunia.

Bisa jadi pahala.

 

 

 Dicaci orang lain, bisa menjadi jalan penggugur dosa.

 

 

Bagi para pencari dunia, itu sangat berat dan menyiksa.

 

 

Banyak hal yang dianggap pahit oleh pencari dunia, malah dianggap manis oleh pencari akhirat.

 

Pencari dunia menyikapi musibah sebagai kemalangan sangat berat.

 

 

la meratapi musibah seolah setiap babak dalam hidupnya adalah kemalangan.

 

 

Jika dinasehati agar bersabar malah terus mencari-cari alasan supaya diri pantas dikasihani.

 

 

Pencari akhirat akan menghadapi kesulitan hidup dengan bersabar dan menyikapi kemudahan hidup dengan bersyukur.

 

 

Baginya, keadaan apa pun adalah sama saja.

 

 

Yaitu sebagai ladang amal ibadah kepada Allah.

 

Gelisah, cemas, DAN galau berkepanjangan adalah tanda orang sudah terjebak pada cinta dunia dan lupa pada akhirat sebagai tujuan hidupnya.

 

 

 

Cemas besok tidak bisa makan, cemas tidak mampu menghidupi keluarga.

 

 

Gelisah uangnya tidak cukup untuk biaya ini dan itu.

 

 

Takut jabatannya turun, takut kedudukannya hilang dari pandangan manusia.

 

 

Dan berbagai rasa takut lainnya yang disebabkan urusan dunia.

 

Kegelisahan seperti ini hanya akan menyeret seseorang pada kegelapan.

 

Yang semakin kelam karena sudah terseret-seret oleh dunia yang fana.

 

Apalagi jauh dari Allah karena hati yang rapuh berpegang pada-Nya.

 

Padahal, sudah pasti kepuasan yang dicari hawa nafsu tidak akan pernah ada habisnya.

 

 

Seperti minum air laut saat kehausan tapi terasa haus malah semakin menjadi-jadi.

 

 

Semakin banyak air laut yang diminum akan semakin haus hingga merusak tubuh ini.

 

Gelisah karena urusan dunia adalah bentuk jika kita tidak bersyukur atas segala nikmat yang selama ini kita terima.

 

 

Sejak kita dalam kandungan hingga lahir di dunia.

 

 

Mengapa khawatir tidak dapat rezeki padahal selama ini rezeki yang kita terima tidak terhingga jumlahnya.

 

 

Mengapa khawatir tidak bisa menghidupi keluarga, padahal setiap makhluk adalah ciptaan.

 

 

Allah pula yang menjamin rezeki mereka.

 

Inilah yang terjadi manakala seseorang tidak jelas tujuan hidupnya.

 

 

Akhirnya ia hanya sibuk mencari penghargaan makhluk dan kemegahan dunia fana ini.

 

 

Dunia sudah memenuhi hatinya, padahal semestinya dunia hanya ada di tangan.

 

 

Hatinya sibuk dengan kerumitan-kerumitan, jauh dari rasa tenang dan bahagia.

 

Sedangkan bagi orang yang jelas tujuan hidupnya, yaitu kehidupan akhirat.

 

 

 

Maka dunia hanya berada di tangannya.

 

la semangat untuk meraih sukses hidup di dunia agar semakin banyak jalan yang bisa ia tempuh demi kebahagiaan hidup di akhirat.

 

 

Apa pun yang ia jalani di dunia ini semata-mata adalah untuk ibadah kepada Allah.

 

Kelapangan maupun kesempitan yang sedang dihadapi bisa disikapi sebagai sama sama ladang ibadah kepada Allah.

 

 

Syukur saat lapang, sabar saat sempit.

 

 

Apa pun keadaannya, hatinya senantiasa tenang, hidupnya terasa ringan karena Allah yang memenuhi hatinya.

 

(Sumber Aa Gym)