Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, July 12, 2024

34178. TAFSIR ALQURAN PADA ERA GLOBAL

 


TAFSIR AL-QURAN DALAM ERA GLOBAL

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Tafsir.

Yaitu keterangan tentang ayat Al-Quran.

Agar maksudnya mudah dipahami.

 

Globalisasi.

Yaitu proses masuk ke seluruh dunia.

 

Mengglobal.

Berarti meluas ke seluruh dunia.

 

Dalam tiap wilayah, kawasan, atau Lokasi.

Ada corak dan bentuk berbeda.

 

Sebab beda agama dan peradaban.

Yang dianut penduduk kawasan.

 

Pemahaman penduduk suatu daerah.

Terhadap Islam.

 

Pasti dipengaruhi.

Budaya setempat.

 

Jika pendapat ini diterima.

Islam Indonesia bisa berbeda.

Dengan Islam negara lain.

Sebab beda budaya dan peradaban.

 

Dari satu sisi.

Kondisi di atas ada benarnya.

 

Diperkuat kenyataan.

Terkait Al-Quran diyakini.

 

Berdialog dengan umat manusia.

Sepanjang masa.

 

Pemahaman manusia.

Termasuk pada Al-Quran.

Dipengaruhi budaya dan perkembangan masyarakatnya.

 

Dalam Al-Quran ada perbedaan.

Sebab beda warga yang dijumpainya.

 

Hal ini dibuktikan.

Adanya “Al-Ahruf Sab'ah”.

Atau “ 7 macam bacaan huruf” Al-Quran.

 

Sebagian ulama membolehkan.

Ada beda bahasa atau dialek.

 

Sebab suku tertentu.

Sulit membacanya.

 Juga ada beda “qiraat”.

 Yang dikenal saat ini.

 

 Tapi, jangan tonjolkan bedanya.

Bisa muncul:

 

1)                Tafsir Al-Quran  Indonesia.

2)                Tafsir Al-Quran Mesir.

3)                Dan lainnya.

 

 Masih banyak persamaan.

Dalam pandangan hidup.

Sesama umat Islam.

 

Misalnya.

Persamaan dalam:

1)                Akidah.

2)                Syariah.

3)                Akhlak.

 

Mempengaruhi pikiran umat Islam.

Agar melahirkan persamaan.

Dalam banyak bidang.

 

 Sekarang ini.

Semua umat manusia.

Hidup dalam era info dan global.

 

Dunia makin sempit.

Warga saling mempengaruhi.

Tiap warga punya ciri khusus.

 

Ciri khusus warga Indonesia.

Yaitu plural.

Berarti lebih dari 1 suku dan agama.

 

Tapi bukan ciri khas Indonesia.

Sebab Mesir, Syria, India.

 

Dan negara lainnya.

Juga plural.

 

Manusia berbagai suku, etnis, dan agama.

Hidup berdampingan.

Dengan suka-dukanya.

Semua umat Islam.

Wajib “membumikan” Al-Quran.

 

Yaitu usaha  Al-Quran.

Sentuh realitas kehidupan.

 

 Semua umat Islam.

Wajib menjaga Al-Quran.

 

Salah satu bentuknya.

Memfungsikan Al-Quran.

Dalam hidup masa kini.

 

Memberi tafsir dan interpretasi Al-Quran.

Sesuai kondisi dan situasi.

 

Tanpa korbankan:

1)        Teks Al-Quran.

2)        Kepribadian.

 

3)        Budaya bangsa.

4)        Perkembangan positif warga.

 

 

Daftar Pustaka

1.        Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.        Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

34177. DALAM ISLAM MANUSIA SETARA TAK ADA SUPREMASI RAS SUKU

 


DALAM ISLAM MANUSIA SETARA TAK ADA SUPREMASI RAS SUKU  

Oleh: Drs. H.M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Al-Quran surah Al-Hujurat (surah ke-49) ayat 13.


يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

 

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

 

Pada khotbah wada (perpisahan).

Rasulullah bersabda,

 

"Tak ada kelebihan.

 

1)        Orang Arab dibanding bukan Arab (ajam).

2)        Orang non-Arab dibanding orang Arab.

 

3)        Orang berkulit merah dibanding orang  berkulit hitam.

 

4)        Orang berkulit hitam dibanding orang berkulit merah.

 

Yang menentukan adalah takwanya."

 

Allah menciptakan manusia dalam bentuk terbaik.

 

Al-Quran surah At-Tin (surah ke-95) ayat 4.


لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

 

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya.

 

Allah utamakan manusia di atas sebagian besar ciptaan-Nya.

 

Al-Quran surah Al-lsra (surah ke-17) ayat 70.


۞ وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

 

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

 

Islam melarang.

1)        Segala jenis pembunuhan.

2)        Penghancuran alam.

 

3)        Penculikan.

4)        Aborsi.

 

5)        Perbudakan.

6)        Bunuh diri.

 

7)        Segala perbuatan berbahaya.

8)        Mengancam berlanjutnya alam dan kehidupan.

 

Dalam Islam.

1)        Semua manusia setara.

 

2)        Tak ada supremasi ras, suku, bangsa, seks, fisik, atau materi.

 

3)        Keunggulan manusia tergantung mutu perbuatan baik (taqwa).

 

4)        Wajib menghormati orang lain.

 

5)        Melarang rasis, diskriminasi, kekerasan, kolonial.

 

6)        Melarang semua perbuatan merugikan.

 

7)        Melarang merusak alam yang diciptakan oleh Allah sebagai planet aman.

 

(Dari berbagai sumber)

34176. NILAI MANUSIA PADA TAKWA BUKAN NASAB SUKU BANGSA

 


NILAI MANUSIA PADA TAKWA BUKAN NASAB SUKU BANGSA

Oleh: Drs. H.M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Al-Quran surah Al-Hujurat (surah ke-49) ayat 13.


يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

 

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

 

Pada khotbah wada (perpisahan).

Rasulullah bersabda,

 

"Tak ada kelebihan.

 

1)        Orang Arab dibanding bukan Arab (ajam).

2)        Orang non-Arab dibanding orang Arab.

 

3)        Orang berkulit merah dibanding orang  berkulit hitam.

 

4)        Orang berkulit hitam dibanding orang berkulit merah.

 

Yang menentukan adalah takwanya."

 

Allah menciptakan manusia dalam bentuk terbaik.

 

Al-Quran surah At-Tin (surah ke-95) ayat 4.


لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

 

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya.

 

Allah utamakan manusia di atas sebagian besar ciptaan-Nya.

 

Al-Quran surah Al-lsra (surah ke-17) ayat 70.


۞ وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

 

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

 

Islam melarang.

1)        Segala jenis pembunuhan.

2)        Penghancuran alam.

 

3)        Penculikan.

4)        Aborsi.

 

5)        Perbudakan.

6)        Bunuh diri.

 

7)        Segala perbuatan berbahaya.

8)        Mengancam berlanjutnya alam dan kehidupan.

 

Dalam Islam.

1)        Semua manusia setara.

 

2)        Tak ada supremasi ras, suku, bangsa, seks, fisik, atau materi.

 

3)        Keunggulan manusia tergantung mutu perbuatan baik (taqwa).

 

4)        Wajib menghormati orang lain.

 

5)        Melarang rasis, diskriminasi, kekerasan, kolonial.

 

6)        Melarang semua perbuatan merugikan.

 

7)        Melarang merusak alam yang diciptakan oleh Allah sebagai planet aman.

 

(Dari berbagai sumber)