Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, July 13, 2024

34103. BUKTI LOGIKA ADANYA HARI KIAMAT (1)

 


BUKTI LOGIKA ADANYA HARI KIAMAT (1)

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

    Apakah perlu bukti adanya hari akhir?

 

Logika yang baik menjawab.

Bahwa hidup sesudah mati di dunia.

Pasti adanya.

 

Bukankah makhluk paling mulia.

Yaitu makhluk berjiwa?

 

Bukankah paling mulia di antara makhuk  berjiwa.

Yaitu yang punya kemauan dan kebebasan memilih?

 

Yang paling mulia dari kelompok ini.

Yaitu yang mampu:

 

1)        Melihat jauh ke depan.

 

2)        Mampu menimbang dampak dan risiko.

Dari semua kegiatan dan pilihannya.

 

Demikian kata logika kita yang baik.

Muncul pertanyaan baru.

 

Apakah selama hidup di dunia.

Semua orang sudah melihat.

 

Dan merasakan akibat perbuatannya.

Berdasar kegiatan dan pilihannya?

 

Sudahkah semua yang berbuat baik.

Memetik buah perbuatannya?

 

Sudahkah semua orang yang berbuat jahat.

Menerima nista kejahatannya?

 

 Jawabnya.

Ternyata semua orang.

 

Tidak atau masih belum.

Terima balasan dan risiko.

 

Dari semua perbuatan dan pilihannya.

Selama hidup di dunia.

 

Bahkan sering  terjadi di dunia.

Terjadi kondisi sangat tidak adil.

 

Yaitu orang jahat.

Tak menerima risiko.

Dari segala perbuatannya.

 

Bahkan berhasil menikmati hasil kejahatannya.

 

Dan orang baik.

Dalam kondisi memprihatinkan.

 

Demi tegaknya keadilan.

Semua orang harus menerima balasan dan risiko.

 

Dari segala perbuatannya.

Secara adil.

Selama hidup di dunia.

 

Agar semua semua pihak.

Memperoleh secara adil dan sempurna.

 

Hasil perbuatan.

Berdasar pilihannya.

 

 Al-Quran sebut hidup di akhirat.

Yaitu “al-hayawan”.

Artinya  “hidup sempurna”.

 

Kematian disebut  “wafat”.

Arti harfiahnya.

Yaitu “kesempurnaan”.

 

Al-Quran surah Thaha (surah ke-20) ayat 15.

 

إِنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعَىٰ

 

   Sesungguhnya hari kiamat akan datang, Aku sengaja merahasiakan (waktunya), agar tiap jiwa diberi balasan dan ganjaran sesuai hasil usahanya.

 

Al-Quran surah Saba (surah ke-34) ayat 3-5.

 

 

 

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَأْتِينَا السَّاعَةُ ۖ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتَأْتِيَنَّكُمْ عَالِمِ الْغَيْبِ ۖ لَا يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَلَا أَصْغَرُ مِنْ ذَٰلِكَ وَلَا أَكْبَرُ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

 

لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

وَالَّذِينَ سَعَوْا فِي آيَاتِنَا مُعَاجِزِينَ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مِنْ رِجْزٍ أَلِيمٌ

 

 Dan orang-orang kafir berkata, “Hari berbangkit tidak akan datang pada kami”. Katakan: “Pasti datang, demi Tuhanku Yang Mengetahui yang gaib, sesungguhnya kiamat pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi dari-Nya seberat zarah pun yang ada di langit dan bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)”.

 

 Agar Allah memberi balasan pada orang-orang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka orang-orang baginya ampunan dan rezeki mulia. Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka  memperoleh azab, yaitu (jenis) azab yang sangat pedih”.

 

Memang ada orang tak sabar.

Dan tak betah menunggu.

Mereka ingin agar hitungan ganjaran.

Dan balasan langsung dilakukan.

Dengan segera di dunia.

 

Tapi mereka lupa.

Bahwa hidup  dan mati.

Yaitu ujian dari Allah.

 

  Al-Quran surah Al-Mulik (surah ke-67) ayat 1-2.

 

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

 

 Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia mengujimu, siapa di antaramu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

 

 

Daftar Pustaka

1.                Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.                Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.                Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.                Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.                Tafsirq.com online.

34199. SAID BUMN RUGI TUMBAL KERETA CEPAT WHOSS

 


SAID DIDU BUMN RUGI TUMBAL KERETA CEPAT WHOSS

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Tak bagikan untung atau dividen.

 

Pada negara.

Periode 2021-2023.

 

Untuk memperkuat keuangan.

Proyek kereta cepat

Jakarta-Bandung, Whoosh.

 

Eks Sekretaris BUMN

Muhammad Said Didu lihat.

Pola sama untuk BUMN lain.

 

Hal itu dilakukan.

Demi ambisi Presiden Jokowi.

BUMN  jadi korban.

 

“BUMN jadi tumbal.,

Untuk ambisi pribadi Jokowi,” kata Didu.

 

Jumat (12/7/2024).

 

Ia contohkan.

Pembangunan jalan tol.

 

Era Presiden Jokowi

Kerap digembar-gemborkan.

 

Akibat proyek itu.

Ada 4 BUMN.

Rugi ratusan triliun.

 

“Ada 4 BUMN Konstruksi.

Rugi Rp300 triliun.

 

Untuk bangun jalan Tol,” pungkasnya.

 

(Sumber fajar)

34198. SAID DIDU INDONESIA BANGKRUT SALAH JOKOWI

 


SAID DIDU INDONESIA BANGKRUT SALAH JOKOWI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Tak bagikan untung atau dividen.

 

Pada negara.

Periode 2021-2023.

 

Untuk memperkuat keuangan.

Proyek kereta cepat

Jakarta-Bandung, Whoosh.

 

Eks Sekretaris BUMN

Muhammad Said Didu lihat.

Pola sama untuk BUMN lain.

 

Hal itu dilakukan.

Demi ambisi Presiden Jokowi.

BUMN  jadi korban.

 

“BUMN jadi tumbal.,

Untuk ambisi pribadi Jokowi,” kata Didu.

 

Jumat (12/7/2024).

 

Ia contohkan.

Pembangunan jalan tol.

 

Era Presiden Jokowi

Kerap digembar-gemborkan.

 

Akibat proyek itu.

Ada 4 BUMN.

Rugi ratusan triliun.

 

“Ada 4 BUMN Konstruksi.

Rugi Rp300 triliun.

 

Untuk bangun jalan Tol,” pungkasnya.

 

(Sumber fajar)

34197. PDIP JOKOWI LANGGAR ETIKA CACAT MORAL

 


DJAROT PDIP JOKOWI LANGGAR ETIKA CACAT MORAL

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Ketua PDIP.

Djarot Saiful Hidayat singgung.

 

 Presiden Jokowi dorong.

Semua orang terdekat.

Terjun politik. 

 

Menurut Djarot.

Tak pernah terjadi.

 Pada semua presiden sebelumnya.

 

"Sejarah politik.

Kita catat bersama.

 

Sejak masa Pak Jokowi.

 

Anak-anak, menantu, keluarga terdekatnya.

Terlibat aktif politik," ungkapnya.

 

 Kamis (11/7/2024).

 

"Sejak Presiden.

1)        Bung Karno.

2)        Pak Harto.

 

3)        Pak Habibie.

4)        Gus Dur.

 

5)        Bu Mega.

6)        Pak SBY.

 

Hanya baru kali ini.

Mulai dari anaknya, menantunya.

Mungkin cucunya.

 

Mungkin saudaranya.

Akan disiapkan,” sambungnya. 

 

Djarot mengaku.

Secara prosedur.

Hal itu tak salah.

 

Tapi dalam dunia politik.

Tetap harus ada etika. 

 

"Dalam demokrasi prosedur.

Itu oke.

 

Tapi dalam demokrasi dan politik.

Harus ada etika dan moral," sebut Djarot. 

 

Djarot menilai.

Tindakan Presiden Jokowi.

 

Sudah kelewatan.

Sebab berulang kali.

 

Mengubah aturan.

Demi lancarkan keluarganya.

 

Maju ikut kontestasi politik.

Mulai dari:

 

1)        Revisi usia calon Wakil Presiden.

 

Untuk loloskan putra pertamanya.

Gibran Rakabuming Raka.

 

2)        Usia calon Kepala Daerah.

Juga diubah secara kilat. 

 

Hal itu diduga.

Muluskan putra bungsu Jokowi.

 

Kaesang Pangarep.

Maju dalam:

 

1)        Pilkada DKI Jakarta.

2)        Jawa Tengah. 

 

Atas dasar itu.

Djarot anggap Presiden Jokowi.

 

Sudah benar-benar melanggar etika.

Begitu aturan direkayasa.

 

Menurut saya:

1)        Sudah cacat etika.

2)        Cacat moral," beber Djarot. 

 

(Sumber warta)