Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, October 10, 2024

37088. PERBEDAAN SALAT JUMAT 4 MAZHAB

 


PERBEDAAN CARA SALAT JUMAT 4 MAZHAB

Oleh: Drs. H.M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

 

Ajaran Islam bersumber kepada:

 

1)        Al-Quran.

2)        Sunah (hadis Nabi).

 

Ajaran Islam puny beberapa cabang ilmu.

Salah satunya “ilmu fikih”.

Yaitu ilmu tentang hukum Islam.

 

Dunia Islam ada 4 mazhab terbesar.

Yaitu Mazhab:

 

1)     Hanafi.

2)     Maliki.

 

3)     Syafii.

4)     Hambali.

 

Mazhab.

Yaitu haluan atau aliran hukum fikih.

Menjadi ikutan umat Islam.

 

Tiap mazhab.

Punya karakter/keistimewaan tersendiri.

 

1.        Mazhab Hanafi.

 

Didirikan Nukman bin Tsabit.

Llahir tahun 89 Hijriah.

Wafat tahun 150 Hijirah).  

 

Nukman bin Tsabit.

Guru besar ilmu fikih di Irak.

 

2.        Mazhab Maliki .

Didirikan Imam Malik bin Anas.

 

Lahir tahun 93 Hijriah.

Wafat tahun 179 Hijriah.

 

Imam Malik bin Anas.

Berasal dari Madinah.

 

3.        Mazhab Syafii.

Didirikan Muhammad bin Idris.

 

Lahir tahun 150 Hijriah.

Wafat tahun 200 Hijirah.

 

Muhammad bin Idris.

Berasal dari Gaza, Palestina.

 

4.        Mazhab Hambali.

Didirikan oleh Ahmad bin Hambal.

 

Lahir tahun 164 Hijriah.

Wafat tahun 241 Hijriah.

 

Ahmad bin Hambal.

Berasal dari Baghdad, Irak.

 

1.        Dasar hukum salat Jumat.

 

Semua mazhab sepakat.

Dasar hukum salat Jumat.

Al-Quran surah Al-Jumuah (surah ke-62) ayat 9.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

 

       Hai orang-orang beriman, jika diseru untuk menunaikan salat Jumat, maka bersegera kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Yang demikian lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

 

2.        Lokasi/tempat salat Jumat.

 

Mazhab Hanafi, Syafii, dan Hambali.

Tempat melakukan salat Jumat:

 

1)    Boleh dikerjakan dalam masjid.

2)    Boleh di tempat lain, selain masjid.

 

Mazhab Maliki.

Tempat salat Jumat:

 

1)    Harus di dalam masjid.

2)    Dilarang di tempat selain masjid.

 

3.        Jumlah minimal jemaah salat Jumat.

 

Mazhab Hanafi.

 

Jumlah jamaah minimal 5 orang.

Termasuk imam.

 

Mazhab Maliki.

Jumlah minimal 13 orang.

Termasuk imam.

 

Mazahab Hambali dan Syafii.

Jumlah minimal 41 orang.

Termasuk imam.

 

4.        Posisi khatib saat khotbah.

 

Mazhab Maliki dan Syafii.

Khatib khotbah Jumat:

Wajib berdiri.

 

Mazhab Hanafi dan Hambali.

Khatib khutbah Jumat:

Tak wajib berdiri.

 

5.        Materi minimal.

 

Mazhab Hanafi.

Khotbah Jumat minimal:

 

1)    Membaca hamdalah.

2)    Membaca istigfar.

 

Mahzab Maliki.

Khotbah Jumat minimal:

 

1)    Mengucapkan pesan takwa pada Allah.

Mazhab Syafii.

Khotbah Jumat:

 

1)           Khotbah ke-1 minimal:

 

a.    Mengucapkan hamdalah.

b.    Selawat Nabi.

 

c.    Pesan takwa

d.    Membaca ayat Al-Quran.

 

2)           Khotbah ke-2 minimal:

 

a.    Mengucap hamdalah.

b.    Selawat Nabi.

 

c.    Pesan takwa.

d.    Berdoa untuk semua umat Islam.

 

Mazhab Hambali.

Khotbah Jumat minimal:

 

1)    Mengucap hamdalah.

2)    Selawat Nabi.

 

3)    Pesan takwa.

4)    Membaca ayat Al-Quran.

 

6.        Khatib duduk di antara 2 khutbah Jumat.

 

Mazhab Maliki, dan Hanafi.

 

Khatib tak wajib duduk di antara 2 khotbah.

 

Mazhab Syafii.

 

1)           Khatib wajib duduk sebentar di antara 2 khotbah.

 

Mazhab Hambali.

 

1)    Khatib boleh duduk atau tidak duduk di antara 2 khotbah.

 

7.        Bahasa khotbah Jumat.

 

Mazhab Maliki.

 

1)           Wajib pakai bahasa Arab.

 

 Mazahab Hanafi, Syafii, dan Hambali.

 

1)         Tak wajib pakai bahasa Arab.

 

8.        Bacaan surah Al-Quran setelah surah Al-Fatihah.

 

Mazhab Maliki:

 

1)               Rakaat ke-1.

Imam baca surah Al-Jumuah (surah ke-62).

 

2)               Rakaat ke-2.

Imam baca surah  Al-Ghosiyah (surah ke-88).

 

Mazhab Syafii:

 

1)           Rakaat ke-1.

Imam baca surah Al-Jumuah (surah ke-62).

2)           Rakaat ke-2.

Imam baca surah Al-Munafikun (surah ke-63).

 

Mazahab Hanafi:

 

Hukumnya makruh.

Jika imam salat Jumat.

 

Ditentukan bacaan surahnya.

Setelah bacaan surah Al-Fatihah.

 

Hukum Islam.

 

1)           Wajib.

Yaitu perbuatan harus dilakukan .

Tak boleh ditinggalkan.

 

2)           Sunah.

Yaitu dianjurkan.

 

Jika dilakukan dapat pahala.

Jika tak dikerjakan tak berdosa.

 

3)           Mubah.

Yaitu pilihan bebas.

Boleh dilakukan dan boleh tidak dikerjakan.

 

4)           Makruh.

Yaitu dianjurkan ditinggalkan.

Tapi tidak berdosa jika dikerjakan.

 

5)           Haram.

Yaitu perbuatan terlarang.

 

 

Daftar Pustaka.

1.    Mughniyah, Muhammad Jawad. Fiqih 5 mazhab, Muhammad Jawad Mughniyah. Penerbit Lentera Jakarta, 2007)

2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

3.    Tafsirq.com online.

 

37085. AGUS MUSTOFA AZAB KUBUR

Wednesday, October 9, 2024

37084. PENCIPTAAN BUMI DAN LANGIT KONTRADIKSI DI QURAN

 


PENCIPTAAN BUMI DAN LANGIT  KONTRADIKSI DI AL-QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

 

Kontradiksi adalah pertentangan antara 2 hal yang sangat berlawanan.

 

Apakah ada kontradiksi dalam Al-Quran?

 

Jawabnya:

“Dalam Al-Quran ada kata KONTRADIKSI”.

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 82.


أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

 

     

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an? Kalau kiranya Al-Quran  bukan dari sisi Allah, tentu mereka mendapat banyak KONTRADIKSI (pertentangan) di dalamnya.

 

Jadi, dalam Al-Quran ADA kata KONTRADIKSI (pertentangan/ikhtilaf).

 

Tapi, TIDAK ADA ayat-ayat dalam Al-Quran yang ISINYA (maknanya) saling bertentangan.

Tak ada ayat Al-Quran yang saling kontradiksi.

 

Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-41) ayat 12.


فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَىٰ فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا ۚ وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

 

Maka Dia menjadikannya 7 langit dalam 2 hari (periode) dan Dia mewahyukan pada tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit  dekat dengan bintang-bintang cemerlang dan Kami menjaganya dengan sebaik-baiknya. Demikian ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

 

Hari (periode) yang dikatakan Al-Quran ini.

Bukan ukuran 24 jam.

Tapi ukuran sangat berbeda.

 

Al-Quran menyatakan 1 hari (periode) di sisi Allah sama dengan 1.000 tahun menurut ukuran manusia.

 

Al-Quran surah Al-Haj (surah ke-22) ayat 47.

 


وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ وَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ وَعْدَهُ ۚ وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

      

Dan mereka minta padamu agar azab  disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya 1 hari (periode) di sisi Tuhanmu seperti 1.000 tahun menurut perhitunganmu.

 

 

Al-Quran surah As-Sajdah (surah ke-32) ayat 5.


يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

       

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam 1 hari (periode) yang kadarnya (lamanya) adalah 1.000 tahun menurut perhitunganmu.

 

Artinya.

Kecepatan mengatur urusan dari langit ke bumi dalam 1 hari (periode) sama dengan 1.000 tahun ukuran manusia.

 

Al-Quran surah Al-Maarij (surah ke-70) ayat 4.

 


تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

 

     

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam 1 hari (periode)  yang kadarnya 50.000 tahun.

 

Artinya.

Kecepatan malaikat naik menghadap Tuhan Allah.

Dalam 1 hari (periode) sama dengan 50.000 tahun menurut ukuran manusia.

 

Ayat Al-Quran itu.

Tak saling bertentangan.

 

Sebab:

 

Ke-1: Menunjukkan kecepatan urusan dari langit ke bumi.

 

Ke-2: Menunjukkan kecepatan para malaikat menuju Allah.

 

 Al-Quran surah Al-Araf (surah ke-7) ayat 54.

 


إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

    

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari (periode), lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutup malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanya hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.

 

Dalam QS (7:54).

Allah menciptakan langit dan bumi.

Dalam 6 hari (periode).

 

Al-Quran surah Fussilat (surah ke-41) ayat 9.


۞ قُلْ أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ الْأَرْضَ فِي يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُ أَنْدَادًا ۚ ذَٰلِكَ رَبُّ الْعَالَمِينَ

 

   Katakan: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam 2 hari (periode) dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itu Tuhan semesta alam".

 

Dalam QS (41:9).

Allah menciptakan bumi.

Dalam 2 hari (periode).

 

 Al-Quran surah Fussilat (surah ke-41) ayat 10.

 


وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاءً لِلسَّائِلِينَ

     

Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam 4 hari (periode). (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.

 

 

Dalam QS (41:10).

Allah menciptakan penunjang langit dan bumi.

Dalam 4 hari (periode).

 

 

Al-Quran surah Fussilat (surah ke-41) ayat 12.

 


فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَىٰ فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا ۚ وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

     

Maka Dia menjadikannya 7 langit dalam 2 masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang cemerlang dan Kami menjaganya dengan sebaik-baiknya. Demikian ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

 

Dalam QS (41:12).

Allah menciptakan langit.

Dalam 2 hari (periode).

 

 

Ayat-ayat Al-Quran di atas.

Tak bertentangan (tidak kontradiksi).

 

Sebab :

 

Dalam QS (7:54).

Allah menciptakan LANGIT DAN BUMI.

Dalam 6 hari (periode).

 

Dalam QS (41:9).

Allah menciptakan BUMI.

Dalam 2 hari (periode).

 

Dalam QS (41:10).

Allah menciptakan PENUNJANG langit dan bumi.

Dalam 4 hari (periode).

 

Dalam QS (41:12).

Allah menciptakan LANGIT.

Dalam 2 hari (periode).

 

Kalimat ke-1:

Allah menciptakan LANGIT dan BUMI dalam 6 hari (periode).

 

Kalimat ke-2, ke-3, dan ke-4:

LANGIT, BUMI, dan PENUNJANGNYA  dibangun dalam  2+4+4 = 8 hari (periode).

 

Sehingga terjadi kontradiksi dengan 6 hari (periode) di atas.

Maka kesimpulan itu salah!

 

Karena, tidak ada kata 8 hari (periode) dalam Al-Quran.

 

Misalnya.

Membangun gedung 30 lantai.

Dalam 6 bulan.

 

1)           Membangun strukturnya.

Dalam 4 bulan.

 

2)           Dengan perincian membangun pondasinya.

Dalam 2 bulan.

 

 

3)           Dan membangun pagarnya.

Dalam 2 bulan.

 

4)           Jika kamu menyimpulkan.

Membangun gedung 30 lantai.

 

Dalam 4+2+2= 8 bulan.

Maka pendapatmu salah.

 

 

Yang benar.

Membangun struktur, pondasi, dan pagarnya bersamaan.

Dalam 6 bulan.

 

Membangun gedung 30 lantai.

Tetap dalam 6 bulan.

Bukan dalam 8 bulan.

 

Allah membangun langit dan bumi.

Secara bersamaan.

 

Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 30.

 


أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ


    

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tidak juga beriman?

 

 

 

Daftar Pustaka.

1.    Zakir Naik.

2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.

3.    Tafsirq.com online